Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Plastik Ramah Lingkungan Rully Masriatini; Muhrinsyah Fatimura; Muhammad Bakrie; Aan Sefentry; Reno Firiyanti; husnah husnah; Nurlela Nurlela; Agus Wahyudi
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2023): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v6i1.1383

Abstract

The problem of plastic waste based on petroleum becomes a serious problem. The existence of plastic waste used as wrapping food for snacks and other uses causes pollution in the soil, air and water. To overcome this, Chemical Engineering Study Program at PGRI Palembang University introduced and made biodegradable plastic based on starch to students at SMK Negeri I Prabumulih as an alternative to conventional plastics based on petroleum. The implementation of the activity is carried out by presenting the subject and making the biodegradable plastic. This biodegradable plastic is the results of research that is applied in the form of community service and it is expected to open people's minds in reducing and utilizing plastic waste
Effect of Glycerin Addition On Physical And Mechanical Properties in the Manufacturing Of Biodegradable Plastics From Cassava Skin Strach Muhrinsyah Fatimura; Rully Masriatini; Denny Irawan
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol. 7 No. 1 (2023): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jitk.v7i1.24962

Abstract

Biodegradable plastic is a plastic that is easily decomposed with the help of micro-organism activity. The manufacture of biodegradable plastic in this study used cassava peel starch as raw material, cornstarch as chitosan and glycerin as a plasticizer. The materials used in this study have different composition variations, in cassava peel starch 10 grams in all samples, in cornstarch chitosan using 1 gram in all samples while the glycerin plasticizer uses volume variations of 0.5 ml, 1 ml, 1 ,5ml, 2ml and 2.5ml. The purpose of this study was to determine the characteristics of the mechanical properties of tensile strength, elongation, water absorption and biodegradation of the obtained biodegradable plastic. In each of the tests carried out, the best value was obtained, namely the characteristic value of the biodegradable plastic produced, namely the best tensile strength test results were 0.20491 Mpa at the addition of 0.5 ml glycerin, the best elongation test was 10.90909% at the addition of 2, 5 ml of glycerin, the best water absorption test was 44.62% with the addition of 0.5 ml of glycerin and the best biodegradation test was 0.1275 grams/day on the addition of 0.5 ml of glycerin. 
PENGARUH VARIASI LAJU ALIR GAS ALAM TERHADAP ABSORBSI GAS CO2 DAN WAKTU PEMBAKARAN Agung Kurniawan; Muhrinsyah Fatimura; Nurlela Nurlela; Rully Masriatini
Jurnal Redoks Vol. 7 No. 1 (2022): REDOKS JANUARI-JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v7i1.8706

Abstract

Absorbsi adalah proses penyerapan atau pemisahan bahan tertentu dari suatu campuran gas dengan melalui ikatan fisik ataupun ikatan kimia. Penyerapan gas CO2 didalam gas alam dapat meningkatkan kadar senyawa lain yang ada didalam gas alam tersebut, sehingga akan meningkat mutu pembakaran suatu gas. Penyerapan gas CO2 didalam gas alam dapat dilakukan salah satu nya dengan menggunakan absorben KOH. Reaksi penyerapan antara kalium hidroksida (KOH) dengan carbon dioxide (CO2) berlangsung secara kimia dimana pada tahap awal akan membentuk senyawa potassium bicarbonate (KHCO3), reaksi lebih lanjut antara KHCO3 dengan KOH akan membentuk senyawa potassium carbonate (K2CO3) dan air (H2O). Gas alam dengan laju alir 3 l/m, 5 l/m, 7 l/m dilewatkan media penyerap (KOH) dengan konsentrasi 30 % Wt dengan waktu kontak 2, 4, 6, 8 menit dianalisa kadar persenyawaan nya dengan Ca(OH)2 secara gravimetric dengan membandingkan hasil penyerapan sebelum dan sesudahnya. Hasil penyerapan optimal pada laju alir 3 l/m terdapat pada waktu kontak 2 menit dengan persentase penyerapan mencapai 72,77%, pada laju alir 5 l/m terdapat pada waktu kontak 2 menit dengan persentase penyerapan mencapai 68,30%, pada laju alir 7 l/m terdapat pada waktu kontak 2 menit dengan persentase penyerapan mencapai 65,12%.  Kata Kunci: Kata kunci :Absorbsi CO2,Variasi Laju Alir, Kalium Hidroksida (KOH).
BIO BRIKET DARI ARANG SEKAM PADI Rully Masriatini Ully; Reno Fitriyanti; Bagus Famella
Jurnal Redoks Vol. 6 No. 2 (2021): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v6i2.13479

Abstract

Berkurangnya energi fosil terutama migas, mendorong Pemerintah untuk meningkatkan peran energi baru terbarukan, salah satu jenis energi baru terbarukan adalah bioenergi, salah satu bioenergi adalah biomassa. Biomassa adalah suatu limbah padat yang dapat dimanfaatkan menjadi sumber bahan bakar. Salah satu potensi biomassa adalah limbah arang sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan komposisi perekat pada karakteristik dari briket arang sekam padi yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium Teknik Kimia Universitas PGRI Palembang. Proses pembuatan briket dengan 3 jenis perekat yaitu tepung tapioca, beras dan ketan dengan komposisi 7:3, 8:2 dan 9:1. Analisa briket sekam padi ini menggunakan metode proximate yang meliputi analisa kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat dan nilai kalor. Dari hasil analisa ini jenis perekat terbaik untuk briket arang sekam padi menggunakan perekat ketan dengan komposisi 7:3 dan nilai kalor dari jenis dan komposisi ini adalah 3892 kkal/g.
Pengeringan Kerupuk Kemplang Menggunakan Alat Efek Rumah Kaca Di Desa Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Muhrinsyah Fatimura; Muhammad Bakrie; Rully Masriatini; Reno Fitriyanti; Husnah; Aan Sefentry; Nurlela; Agus Wahyudi
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2023): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v6i3.1773

Abstract

Kemplang crackers are a traditional food that is very popular with Indonesian people. In the process of making it, it requires proper drying process so that when frying it produces crispy kemplang crackers when eaten. The problem in society is that the drying process is not optimal due to weather factors resulting in a reduced production process or product quality not as desired. For this reason, the Chemical Engineering Study Program held PKM in Jejawi village. By designing a kemplang cracker dryer by utilizing the greenhouse effect it is designed to overcome the existing problems. From the results of direct testing in the field in Jejawi village, the water content can be separated up to 6.95%.
Citric Acid Treatment Untuk Rekondisi Dan Penggunaan Kembali Mikrofilter Pada Instalasi Pengolahan Air Bersih Oktaviansyah, Ikbal; Rully Masriatini
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.13552

Abstract

Upaya untuk menggunakan kembali filter bekas terutama microfilter catridge dengan menggunakan chemical cleaning citric acid 2%. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa kemampuan microfilter bekas sehingga dapat digunakan kembali untuk pengolahan air bersih. Variasi sampel yang digunakan adalah lama perendaman menggunakan citric acid selama 12 jam dan 24 jam. Selanjutnya 5 buah microfilter catridge dimasukkan kedalam microfilter package dan dilakukan analisa pada inlet dan outlet peralatan tersebut dengan parameter turbidity, Fe, dan Color. Untuk hasil terbaik terdapat pada nilai outlet untuk parameter turbidity dan color pada microfilter catridge baru dengan microfilter catridge bekas melalui perendaman 24 jam adalah sama sebesar 0.5 NTU dan  0 PtCo sedangkan untuk parameter Fe hampir mendekati sama yaitu outlet pada microfilter catridge baru sebesar 0,10 mg/l dan untuk microfilter catridge bekas dengan perendaman selama 24 jam sebesar 0.50 mg/l. Semakin lama perendaman chemical cleaning dengan citric acid pada microfilter catridge bekas maka semakin bagus kondisi atau performance filter tersebut serta dengan hasil penelitian ini maka industri terutama pada instalasi pengolahan air dapat menggunakan metode ini sebagai langkah penghematan dalam penggunaan microfilter catridge baru
Pirolisis Katalitik Minyak Pelumas Bekas Menjadi Bahan Bakar Cair Menggunakan Zeolit Alam Fitriyanti, Reno; Fatimura, Muhrinsyah; Masriatini, Rully
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 2 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i2.791

Abstract

Minyak pelumas bekas merupakan limbah yang dihasilkan kendaraan bermotor yang jumlah buangannya sangat besar terutama dikota besar. Apabila terpapar akan membahayakan dan menyebabkan masalah dalam lingkungan.. Berbagai metode pengolahan minyak pelumas bekas seperti acid-clay, Distilasi Thin Film Evaporation–Hydrofinishing dan Pirolisi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui konversi minyak pelumas bekas menjadi minyak serta mengetahui karekteristik produk cair yang dihasilkan. Minyak pelumas dipanaskan melalui metode pirolisis hingga mencapai suhu 2500C dengan banyak umpan 125 ml dengan variasi ratio (w/w) antara umpan dan zeolit alam 1:0 , 1:0.25, 1:0,5, 1:0.75 yang berupa batuan kecil yang telah dihaluskan sebesar 40 mesh.. Sebelum digunakan. zeolit alam terlebih dahulu diaktivasi menggunakan NaOH 10%(w/w). Cairan minyak yang dihasilkan kemudian di analisa berupa Initial Boilling Point (IBP), densitas, viskositas, flash point dan four point, specific gravity. Hasil penelitian pirolisis minyak pelumas didapat produk cair sebanyak 43,7 ml,65 ml, 77 ml dan 108,3ml. Penggunaan ratio katalis 1:0.75 menghasilkan produk cair terbanyak yaitu sebesar 108,3 ml atau 87%. Dengan karakteristsik minyak yang didapat yaitu Initial Boilling Point 185oC, berat jenis 835 kg/m3, viskositas 02.58 mm2/s 30 C ; 02.58 mm2/s 40 C, flash point 550C dan pour point. < 0 oC specific gravity 0.835. Dapat disimpulkan Pirolisis minyak pelumas bekas dengan menggunakan katalis zeolit alam dapat menghasilkan minyak dengan karakteristik produk yang dihasilkan mendekati minyak solar.
PENGARUH PERBANDINGAN KARBON AKTIF DARI TEMPURUNG KELAPA DAN TULANG SAPI PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK Ikbal Oktaviansyah; Rully Masriatini; Aan Sefentry; Muhrinsyah Fatimura
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v10i1.12554

Abstract

Limbah Biomassa yang berasal dari pertanian seperti tempurung kelapa dan tulang sapi yang cukup berlimpah selama ini hanya dibuang begitu saja sehingga menyebabkan bertumpuknya limbah padat yang menganggu lingkunga, sehingga perlu adanya usaha untuk mengolah limbah tersebut.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengolah limbah tempurung kelapa dan tulang sapi menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis menjadi karbon aktif. Proses pembuatan karbon aktif terdiri dari 3 tahapan yaitu karbonisasi, aktivasi menggunakan proses fisika dan kimia dan karakterisasi karbon aktif berdasarkan SNI-06-3730-1995 kemudian diaplikasikan pada pengolahan air limbah domestik. Hasil penelitian menunjukkan nilai terbaik pada hasil karakteristik kandungan air 2,4% dibanding tulang sapi 2,86% sedangkan untuk karbon aktif tulang sapi mendapatkan nilai terbaik pada karakteristik kandungan abu 3,94%, kadar karbon terikat 78,6%, kandungan zat terbang 18,80%, daya serap terhadap iodium 888,08 mg/gr dibanding dengan karbon aktif dari tempurung kelapa yaitu kadar abu 6,38%, kandungan karbon terikat 61,89%, kandungan zat terbang 20,29%, daya serap terhadap iodium 769,99%. Kualitas karbon aktif dari tempurung kelapa dan tulang sapi telah memenuhi SNI-06-3730-1995. Hasil uji karbon aktif pada proses pengolahan air limbah domestik yaitu karbon aktif dari tulang sapi paling baik dalam menurunkan ammonia menjadi 7,50 ppm, total coliform 920 MPN/100 ml, minyak lemak menajdi 0,70 ppm.
Pelatihan Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah Di Jurnal Nasional Terakreditasi dan Internasional Bereputasi bagi Dosen Fakultas Teknik Universitas PGRI Palembang Aprianti, Nabila; Fauziyah; Wijayanti, Ratih; Safitri, Ayu; Kurniawan, Ian; Sefentry, Aan; Masriatini, Rully; Fatimura, Muhrinsyah; Amiwarti; Nurdiana, Nita
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Kemas Journal - Juli - Desember
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kemas.v1i2.13495

Abstract

Pelatihan penulisan dan publikasi artikel ilmiah sebagai bentuk pengabdian untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) telah berhasil dilaksanakan. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah langsung, pendampingan dan bedah manuskrip perwakilan dari masing-masing program studi di FT UPGRIP. Dari hasil pelatihan, pertambahan pemahaman mengenai penyusunan manuskrip, proses submit hingga cara merespon reviewer telah dirasakan oleh peserta. Tercapainya tujuan pelatihan diamati dari pre dan post-test pada peserta. Rata-rata peserta telah memahami proses penulisan dan publikasi artikel ilmiah adalah 50-75%. Pelaksanaan pelatihan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan.
Pemanfaatan Limbah Kaleng Bekas Alumunium menjadi Koagulan dan Aplikasinya pada Pengolahan Air Gambut Jumita, Tiara; Masriatini, Rully; Husnah; Fatimura, Muhrinsyah
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v6i1.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kaleng bekas minuman sebagai bahan dasar pembuatan aluminium sulfat (tawas) dan mengaplikasikannya pada pengolahan air gambut. Dalam  pembuatan aluminium sulfat digunakan pelarut HCl dan NaOH dengan berbagai variasi konsentrasi, serta penambahan H₂SO₄ untuk membentuk kristal aluminium sulfat. Parameter yang diuji meliputi  turbiditas (turbidity), Total dissolved solids (TDS), total suspended solids (TSS) dan Chemical Oxygen Demand (COD). Hasil terbaik diperoleh dari aluminium sulfat menggunakan pelarut NaOH dengan konsentrasi 20%, yang mampu menurunkan turbiditas hingga 0,3 NTU, TDS hingga 30 mg/L, TSS hingga 18 mg/L dan COD 10 mg/L. Meskipun kadar pencemar dalam air gambut yang diteliti ini tidak terlaltu tinggi namun Aluminium sulfat yang dibuat dari kaleng bekas ini cukup efektif dalam dalam menurunkan parameter pencemar pada air gambut. Penelitian ini memberikan solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah kaleng bekas dan pengolahan air gambut.