Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMASI PEMESINAN PADA MESIN BUBUT TIPE M-300 HORRISON DENGAN METODE OPTIMASI ALGORITMA GENETIKA Ficky hamdhani; Alfian Hamsi
e-Dinamis Vol 8, No 4 (2014): Jurnal e-Dinamis
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.654 KB)

Abstract

AbstrakPengoptimasian sangat diperlukan dalam suatu pemesinan. Dengan optimasi suatu pemesinanakan lebih menghemat tenaga, waktu dan biaya. Karena susahnya mencari suatu optimasiyang membutuhkan trial and error yang akan membutuhkan waktu yang lama maka dibutuhkansuatu optimasi algoritma genetika. Optimasi ini meniru prinsip evolusi dimana individu terbaikyang akan dipilih. Pengujian optimasi ini algoritma genetika dilakukan dengan mencari variabeluntuk spesiman St 60 dan jenis pahat HSS yang ditetapkan oleh EMCO yaitu kecepatan potong(V) dari 22 rev/min sampai 44 rev/min, gerak makan (f) dari 0,1 mm sampai 0,8 mm danmenurunkan rumus waktu pemesinan (tc) sebagai fungsi optimasi. Variabel yang telahditetapkan selanjutnya akan melakukan evolusi seperti seleksi, crossover dan mutasi. Individuterbaik dapat dilihat dari nilai fitness dan fungsi optimasi yang digunakan adalah waktupemesinan (tc) maka dipilih pengerjaan dengan waktu paling singkat, sehingga didapat hasiloptimasi pemesinan Gerak makan (f) 0,1, Kecepatan potong (v) 37.4888 m/minKata kunci: Algoritma genetika, fitness, pemesinan, optimasi
ANALISA OPTIMASI PEMESINAN PADA MESIN BOR BREDA TIPE R-35 DENGAN ALGORITMA GENETIKA Gio Saputra; Alfian Hamsi
e-Dinamis Vol 9, No 1 (2014): jurnal e-Dinamis
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.497 KB)

Abstract

Abstrak Algoritma  Genetika  merupakan  suatu  algoritma  yang  terinspirasi  dari  teori  evolusi  Darwin dimana dinyatakan bahwa kelangsungan hidup suatu makhluk dipengaruhi aturan bahwa yang kuat adalah yang menang. Algoritma genetika didasarkan pada proses seleksi gen, perkawinan silang  dan  mutasi.  Salah  satu  masalah  yang  dapat  diselesaikan  dengan  algoritma  genetika adalah  persoalan  optimasi.  Optimasi  algoritma  genetika  dilakukan  dengan  mencari  variabel untuk spesiman ST-37 dan mata bor HSS dengan kecepatan potong (V) dari 30 m/min sampai 50 m/min,  diameter(d)  dari  mata  bor  adalah  5,5  mm  sampai  8,5  mm,  kemudian  menurunkan rumus waktu pemesinan (tc) sebagai fungsi optimasi. Variabel yang telah ditetapkan selanjutnya akan melakukan evolusi seperti seleksi, crossoverdan mutasi. Individu terbaik dapat dilihat dari nilai fitness  terbesar karena fungsi optimasi yang digunakan adalah waktu pemesinan (tc) maka dipilih  pengerjaan  dengan  waktu  paling  singkat,  sehingga  didapat  hasil  optimasi  pemesinan Putaran poros utama (n)  rev/min, Gerak makan (f) 0,194  mm/rev, Kecepatan potong (v) 48,532   m/min, Waktu  pemotongan  (tc)  0,00440  min,  Kecepatan  penghasilan  geram  (z)  14,5 cm3/min. Kata kunci: Algoritma genetika, fitness, pe Abstract Genetic  Algorithm  is  an  algorithm  inspired  by  Darwin's  evolutionary  theory  which  stated  that influenced the survival of a creature that the strong rule is a win. Genetic algorithms are based on the process of gene selection, crossover and mutation. One problem that can be solved by genetic algorithm is the optimation problem. Genetic algorithm optimization is performed to find variables to spesiman ST-37 and HSS twist drill with cutting speed (V) of 30 m / min to 50 m / min,  diameter  twist  drill(d)  5,5  mm  to  8,5  mm  and  reduce  machining  time  formula  (tc)  as  a function of optimization. Predefined variables willfurther evolution such as selection, crossover and  mutation.  Individuals  can  best  be  seen  from  the bigest  fitness  value  is  used  as  the optimization function is machining time (tc) then selected work with most short time, so we got the  result  optimization  main  shaft  rotation  machining  (n)  rev  /  min,  deep  feed  (f)  0,194mm/rev, 0,194  mm/revcutting speed (v) 48,532  m / min, , the cutting time (tc) 0,00440  min, Material Removal Rate (z) 14,5 cm3/min. Key words: algorithm optimization, fitness, machining, optimization
STUSI KASUS AUDIT MAINTENANCE MESIN PEMINDAH BAHAN PADA SCRAPER CONVEYORDAN EXCAVATOR HYDRAULIC DI PABRIK KERTAS (PULP) PT. TOBA PULP LESTARI, TBK Jaminan B.Limbong; Alfian Hamsi
e-Dinamis Vol 9, No 1 (2014): jurnal e-Dinamis
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.949 KB)

Abstract

Abstrak Untuk  tetap  exist suatu  perusahaan  harus  memperhatikan  kelancaran  proses  produksinya sehingga dapat terus berproduksi. Kelancaran prosesproduksi dipengaruhi oleh beberapa hal seperti  sumber  daya  manusia  serta  kondisi  dari  fasilitas  produksi  yang  dimiliki,  dalam  hal  ini mesin produksi dan peralatan pendukung lain. Untukmenjaga agar peralatan produksi dapat selalu  berada  pada  kondisi  yang  baik  maka  diperlukan  kegiatan  perawatan  yang  bertujuan untuk mengoptimalkan keandalan dari komponen-komponen peralatan maupun sistem tersebut. Sistem  preventive maintenancepada sebuah sistem mesin pemindah bahan ini untuk  mencari akar  masalah  pada  scraper  conveyor dan  excavator  hydraulic dan  mencari  solusi  untuk mengatasi  masalah  tersebut.  Dalam  proses  penyusunan laporan  tugas  akhir  mengenai penerapan  sistem  preventive  maintenance di  PT.  Toba  Pulp  Lestari,  Tbk,  penulis  melakukan observasi  lapangan,  pengumpulan,  penyusunan  serta  pengolahan  data  dengan  langkahlangkah  sistem  matematis  yang  disusun  dalam  suatu  metodologi  penelitian.  Penanganan masalah  tersebut  dapat  dilakukan  dengan  dua  cara,  yaitu  penanganan  rekayasaengineering dan rekayasa material.  Seiring perkembangan zaman, untuk mengetahui beban kerusakan, kita dapat menggunakan  software  ansys 5.4.  Dari  hasil  perhitungan  manual  yang  didapat  penulis adalah  sebagai  berikut,  beban  yang  terjadi  pada  satu  rantai  τ=  215,056  KPa.  Hasil  dari perhitungan ansys 5.4diperoleh τi =310352 KPa. Kata kunci: Scraper Conveyordan Excavator Hydraulic, Preventive Maintenance, Rantai. Abstract To existing firm must pay attention to the smooth production process so that it can continue to produce. Smooth production process is influenced byseveral things such as human resources and the conditions of production facilities owned,  in this case the production of machinery and other supporting equipment. To keep the production equipment can always be in good condition then  takes  care  of  activities  that  aim  to  optimize  the  reliability  of  the  components  of  the equipment  or  system. System  of  preventive  maintenance  on  an  engine  system  transfer  this material to find the root of tthe problem in scraper conveyor and excavator hydraulic and find solutions  to  overcome  these  problems.  IIn  the  process  of  preparation  of  final  report  on  the implementation  of  preventive  maintenance  system  in  PT. Toba  Pulp  Lestari  Tbk,  the  author conducted field  observation,  collection,  compilation and processing of data with  mathematical system measures laid out in a research methodology.Handling of the problem can be done in two ways, namely the handling of engineering and engineering materials engineering.Along with the times, to know the brunt of the damage, we can use ansys 5.4 software.From the results the authors obtained the manual calculation is as follows, the expenses incurred on the chain τ = 215.056 kPa. The results of calculations obtained ansys 5.4 τi = 310 352 kPa. Keywords: Scraper Conveyor and Hydraulic Excavator,Preventive Maintenance, Chain
PENGARUH PEMAKAIAN SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) PADA CAMPURAN ASPAL TERHADAP KEKUATAN TEKAN DAN KETAHANAN RENDAMAN AIR Muhammad Nawi; Alfian Hamsi
e-Dinamis Vol 9, No 1 (2014): jurnal e-Dinamis
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.672 KB)

Abstract

AbstrakTandan kosong kelapa  sawit (TKKS) merupakan limbah  padat  yang dihasilkan pabrik/industri pengolahan minyak kelapa sawit yang tersedia dalamjumlah banyak dan belum dimanfaatkan secara  serius  atau  dengan  kata  lain  kebanyakan  hanya  dibuang  sebagai  sampah.  Padahal tandan  kelapa  sawit  ini  mempunyai  kandungan  serat  yang  cukup  tinggi  yaitu  mengandung komposisi kimia  selulosa dan holoselulosa  yang tinggi.  Tandan kosong kelapa  sawit (TKKS) memiliki  nilai  untuk  direkayasa  menjadi  material  alternatif  yang  dapat  dimanfaatkan  dengan alasan masih berlimpahnya bahan baku, dapat didaur  ulang, bebas korosi, umur pakai dapat lebih lama, mudah di desain, serta ekonomis. Sehingga diharapkan juga pencampuran Tandan kosong  kelapa  sawit  dengan  aspal  dapat  meningkatkan kekuatan  tekan  dan  ketahanan rendaman  air.  Tujuan  penelitian   ini  adalah   untuk  mendapatkan  dan  menganalisis  kekuatan tekan dan ketahanan rendaman air pada aspal campuran dengan pemakaian serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) 3 %, 5 % dan 10 %. Bentuk fisik dari spesimen adalah silinder berdiameter 100 mm dan tinggi rata-rata 65,60 mm dengan berat rata-rata 1171,2 gr. Spesimen diuji dengan metode uji tekan statik menggunakan alat uji tekan Marshall standar untuk aspal. Parameter  yang  diteliti  adalah   kekuatan  tekan  dan  ketahanan  rendaman  air  atau  indeks penurunan  kekuatan  tekan  setelah  proses  perendaman. Hasilnya  diperoleh  kekuatan  tekan rata-rata spesimen aspal murni (0 % serat TKKS) adalah 1,108 MPa, 3 % serat TKKS sebesar 1,440 MPa, 5 % serat TKKS sebesar 1,613 MPa, 10 % serat TKKS sebesar 1,010 MPa. Indeks kekuatan tekan sisa setelah perendaman untuk spesimen aspal murni (0 % serat TKKS) adalah 91 %, aspal campur 3 % serat TKKS sebesar 90 %, aspal campur 5 % serat TKKS sebesar 89 %, aspal campur 10 % serat TKKS sebesar 75 %..Kata  kunci  :   Serat  TKKS,   Aspal  campur  serat  TKKS, Uji     kekuatan  tekan,  Uji  ketahanan rendaman air.
STUDI VARIASI SUDUT KEMIRINGAN BUCKET ELEVATOR PABRIK KELAPA SAWIT KAPASITAS PABRIK 30 TON TBS/JAM HUBUNGANNYA DENGAN DAYA MOTOR, KECEPATAN BUCKET DAN KAPASITAS BUCKET Alfian Hamsi
Jurnal Dinamis No 4 (2009)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.527 KB)

Abstract

AbstrakBucket elevator merupakan salah satu alat pemindah bahan yang memiliki fungsi yang sangat penting dalam keseluruhan proses pengolahan tandan buah segar menjadi minyak pada pabrik pengolahan kelapa sawit, nilai efektifitas, efisiensi dan ekonomis merupakan suatu hal yang harus dijadikan landasan untuk merancang alat pada sebuah pabrik, pada prakteknya bucket elevator selalu dirancang memiliki sudut kemiringan. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui besaran daya motor, kecepatan bucket dan kapasitas bucket akibat adanya perubahan dari sudut kemiringan bucket elevator dan memperoleh grafik dari hubungan yang terjadi. Analisis dilakukan dengan mengambil sudut 30, 45, 60, 80 dan 90 sebagai variasi sudut yang akan dianalisis. Metode yang dilakukan denagn menggunakan analisis teoritis. Hasil menunjukan bahwa pada sudut 30 daya motor (3,2 kw), kecepatan bucket ( 6,7 m/s), kapasitas bucket (0.00062 m3), pada sudut 45 daya motor (4,7 kw), kecepatan bucket (4,6 m/s), kapasitas bucket (0,00088 m3), pada sudut 60 daya motor (5,7 kw) kecepatan bucket (3,8 m/s), kapasitas bucket (0,00106 m3), pada sudut 80 daya motor (7,04 kw), kecepatan bucket (3,1 m/s), kapasitas (0,00128 m3), pada sudut 90 daya motor (4,9 kw), kecepatan bucket (4,5 m/s), kapasitas (0,00098 m3)Kata Kunci : Sudut; daya; kecepatan.
STUDI PEMELIHARAAN PABRIK PADA PABRIK KELAPA SAWIT DI PTPN IV KEBUN PABATU Alfian Hamsi
Jurnal Dinamis No 5 (2009)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.428 KB)

Abstract

ABSTRAKKelangsungan proses produksi pada suatu pabrik kelapa sawit yang dapat beroperasi sepanjang tahun dengan kapasitas puncak sangat diperlukan agar dapat dicapai keuntungan yang maximal. Untuk itu pabrik kelapa sawit harus dipelihara dengan sistim yang terukur yaitu dengan sistim preventive maintenance yang meliputi prediction maintenance,daily,weekly dan monthly maintenance.Untuk mengoptimalkan beroperasinya pabrik kelapa sawit semua kerusakan dipabrik harus dapat diprediksi dan dioptimasikan dalam penyelesaian exekusinya. Setiap hari akan dilakukan pemeriksaan harian keseluruh mesin-mesin yang ada di pabrik. Tipe pemeriksaan dan perbaikan preventif dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan tenaga kerja, suku cadang, bahan untuk perbaikan dan faktor-faktor lainnya. Keuntungan melakukan pemeriksaan dan perbaikan secara priodik pada mesin-mesin adalah dapat diramalkannya total perbaikan pada seluruh sistem pabrik oleh para insinyur pemeliharaan. Selanjutnya, kesalahan atau kerusakan dapat diramalkan lebih awal dengan melihat fenomena kenaikan getaran mesin, kenaikan temperatur, suara dan lainnya. Dalam hal ini perbaikan dapat dilakukan segera sebelum terjadi kerusakan yang lebih fatal. Biaya perbaikan dan lamanya mesin beroperasi dapat diminimalkan dibandingkan dengan perbaikan mesin yang sama tetapi tidak dilakukan setelah mesin itu rusak total. Berdasarkan analisa dan perhitungan diperoleh hubungan man power, man hour, tool, equipmen, material dan consumable adalah berbanding lurus dengan biaya. Semakin banyak/besar man power, man hour, tool, equipmen, material dan consumable yang dipakai maka semakin besar biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Jika kita memakai sistim preventive adalah lebih murah dibanding kita memakai sistim breakdown maintenance.Key words : Preventive,breakdown,manpower
STUDY PEMELIHARAAN TURBIN AIR PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR DENGAN KAPASITAS 73,2 MW DI PT.INALUM POWER PLANT PARITOHAN Alfian Hamsi
Jurnal Dinamis No 6 (2010)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.157 KB)

Abstract

ABSTRAKPentingnya sistem pemeliharaan pada sebuah perusahaan memang tidak dapat dipungkiri lagi,sebab sangat berpengaruh terhadap kapasitas produksi dan keuntungan perusahaan, tetapiapabila sistem manajemen pemeliharaan tersebut terlalu jarang atau sering dilakukan, makaakan mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaan. Maka dari itu, penulisan skripsi inibertujuan untuk menentukan waktu dan biaya Alternatif Preventive Maintenance yangmenguntungkan bagi sebuah perusahaan, dan juga untuk membandingkan sistem manajemenPreventive Maintenance (PM) dengan manajemen Breakdown Maintenance (BM). Dimana haltersebut dapat ditinjau dari segi umur pemakaian dan biaya pemeliharaannya yang diperolehberdasarkan data-data yang ada, sehingga kita dapat menentukan sistem manajemenpemeliharaan (Maintenance) yang lebih menguntungkan. Berdasarkan hasil perhitungandiperoleh bahwa dengan menggunakan sistem manajemen Preventive Maintenance (PM) kitadapat menentukan waktu pemeliharaan yang tepat dan biaya pemeliharaan yang lebih murah,dibandingkan dengan sistem manajemen Breakdown Maintenance (BM) dan pada sistemmanajemen Preventive Maintenance umur mesin lebih tahan lama dibandingkan dengan sistemmanajemen Breakdown Maintenance.Kata Kunci : ManPower,Manhour,Tool,Equipment,Cosumable,Material
ANALISA PENGARUH UKURAN BUTIR DAN TINGKAT KELEMBABAN PASIR TERHADAP PERFORMANSI BELT CONVEYOR PADA PABRIK PEMBUATAN TIANG BETON Alfian Hamsi
Jurnal Dinamis No 8 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.488 KB)

Abstract

AbstrakBelt Conveyor adalah alat pemindah bahan yang salah satunya digunakan sebagai alattransportasi material yang berbentuk bulk. Material pasir adalah salah satu contoh materialyang diangkut dengan belt conveyor untuk proses mixer bahan baku dari beton, ini akanmeningkatkan efisiensi kerja dari pabrik pembuatan beton trsebut. Untuk meningkatkanperformansi belt conveyor tersebut perlu dilakukan analisa prestasi belt conveyor. Materialyang akan ditransfer adalah pasir, yang diamati adalah pengaruh ukuran butiran dan tingkatkelembaban pasir yaitu 12 %, 16 %, dan 18 % terhadap kapasitas transfer belt conveyor. Hasilpenelitian diperoleh kondisi kerja yang paling efeketif pada setiap ukuran butir dan tingkatkelembaban pasir adalah pada material pasir kasar ( ukuran 1,3 mm ), untuk material pasirkasar ( ukuran 1,3 mm ) yang lembab, pada tingkat kelembaban pasir 16 %, untuk materialpasir medium ( ukuran 0,3 mm ) yang lembab, adalah pada tingkat kelembaban pasir 12 %,untuk material pasir halus ( ukuran 0,13 mm ) yang lembab, adalah pada tingkat kelembabanpasir 12 %.Kata kunci : Belt Conveyor ; kapasitas transfer belt ; pasir beton ; hopper
STUDI PREVENTIVE MAINTENANCE PADA SISTEM ANGKAT DAN TURUN (HOISTING SYSTEM) ANODE BAKING CRANE DI PT. INALUM DENGAN KAPASITAS ANGKAT 6,780 TON DAN TINGGI ANGKAT 7,5 METER Alfian Hamsi
Jurnal Dinamis No 10 (2012)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.972 KB)

Abstract

ABSTRAKPembuatan aluminium ingot yang mempunyai kualitas dan mutu produk yang tinggididukung dari proses yang saling berkaitan antara bahan dan peralatan yang dipakai dalamproses tesebut, untuk mencapai kesemuanya itu maka diperlukan peforma dari setiap bagianperalatan yang baik yaitu menerapkan perpaduan antara perawatan (Preventive Maintenance)secara baik dengan biaya Maintenance yang stabil dan murah. Dari proses PreventiveMaintenance dengan metode Time Based dan Condition Based pada satu bagian sistemperalatan saja yaitu Hoisting system (Drum unit, Telescopic Mast, Anode Tong, Lock device,Wire Rope) maka diperoleh evaluasi biaya dalam hal penghematan yang cukup signifikan.Hasil menunjukkan bahwa dengan sistem preventive maintenance akan menghasilkanpenghematan biaya pada hoisting system sebesar 28 % dibandingkan apabila perawatandilakukan dengan sistem Breakdwon Maitenance, dan biaya akan berbanding lurus denganbesar dan tingkat kesulitan kerja daripada Man Power, Man Hour, Tool, Material, danConsumable.Kata kunci : Hoisting,telescopic mast,anode tong,lock device,wire rope
STUDI EKSPERIMENTAL DAN SIMULASI PENGARUH VARIASI CAMPURAN HIGH DENSITY POLYETILENA (HDPE) DAN ASPAL PENETRASI 60/70 DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM ANSYS 12 Edy Surya Sitanggang; Alfian Hamsi
Jurnal Dinamis Vol 1, No 13 (2013): Dinamis
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.655 KB)

Abstract

AbstrakDewasa ini infrastruktur jalan raya di Indonesia masih merupakan masalah besar karenasebahagian jalan raya ini perlu peremajaan atau perbaikan setiap tahunnya dan ini sangatmemerlukan dana yang tidak sedikit.Salah satu yang sangat memungkinkan untukmeminimalisir biaya perbaikan adalah dengan mengkaji ketahanan aspal yang tahan lama danberkualitas. Aspal polimer adalah suatu material yang dihasilkan dari modifikasi antara polimerdengan aspal. Umumnya dengan sedikit penambahan bahan polimer sudah dapatmeningkatkan hasil ketahanan yang lebih baiksehingga menciptakan jalan lebih tahan lama.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh tegangan tekan maksimum, modulus elastisitas,massa density yang terjadi akibat beban tekan statik. Aspal polimer dibuat dengan caramencampurkan Aspal dengan Polietilena yang di campur bersama dengan agregat pasir haluskemudian ditambahkan Dikumil Peroksida (DCP) sebagai inisiator dan Divenil Benzena (DVB)sebagai pengikat. Spesimen dibentuk menjadi kubus dengan panjang sisi 50 mm. Pengujianyang dilakukan terhadap bahan ini yaitu uji penyerapan air, uji tekan statik.Hasil karakterisasimenunjukkan bahwa penambahan 30gr Aspal dan 20 gr Polietilena efektif dalam meningkatkansifat mekanik dari campuran aspal dimana dihasilkan kekuatan tekan maksimum sebesar 4,295MPa dan persentase penyerapan air sebesar 0.11%. Untuk uji tekan statik disimulasikandengan menggunakan program Ansys 12. Hasilnya untuk variasi 20 gr polietilena : 30 gr aspaldiperoleh kekuatan tekan 4,295 Mpa, massa density 2,75 x10 kg/, dan moduluselastisitas 9,704 MPa.Kata kunci : Aspal polimer, Aspal, Polietilena, Dikumil Peroksida, Divenil Benzena, ujipenyerapan air, uji tekan statik
Co-Authors ., Mahadi A Halim Nasution A Husein Siregar A Husien Siregar A. Husein Siregar A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ahmad H. Siregar Ahmad H. Siregar Andianto Pintoro ANDREY STEPHAN Andri P. Siregar Andri Setiawan Arlan B Nasution Bayu Syahputra Bustami Syam Bustami Syam Cakra M. A Cakra M. A. David Harold Dian M Nasution Dian M. Nasution Edy Surya Sitanggang Farel H. Napitupulu Farida Ariani Farida Ariani Ficky hamdhani Freddy Silalahi Gio Saputra Harry Pramana Harry Pramana Haryston K Sitepu Haryston K. Sitepu Himsar Ambarita Holdani Holdani . Ikhwansyah Isranuri Ikhwansyah Isranuri Ikhwansyah Isranuri Indra Indra Indra . Indra . Indra N. T. Indra N. T. IRFAN A SIREGAR Irfan A. Siregar Jaminan B.Limbong Junkarnadi Sitorus Koko D. Langga L, Zulkifli Lubis, Syaifuddin M. Sabri M. Sabri Mahadi Mahadi Marragi M Marragi M. Marragi Muttaqin Marragi Muttaqin Martinus I. Tarigan Mirza fachrezi Matondang Muhammad Nawi Muhammad Sabri Muhammad Taufiq N, Taufiq B. Nasution, Ahmad Y Nasution, Dian M. Perangin-angin, Siwan E. Pramio G. S Ramadhan Ramadhan Rendi K. Gurusinga Rendi K. Gurusinga Rudi Martin Siregar, A. Husein Siregar, Achmad Husein Sitompul, Darwin Stephan, Andrey Sukardi Sukardi . Suprianto Suprianto . Suwandy Winata Syahril Gultom Syahrul Abda Syahrul Abda Syahrul Abda Syalimono S Tarigan, Martinus I. Taufiq B. N Terang UHS Ginting TOTO WIBOWO Tugiman Tugiman Tugiman . Tulus B Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus B. Sitorus Tulus Burhanuddin Sitorus Tulus Burhanuddin Sitorus Umri N Siregar Yogi Adiansyah Zulkifli L Zulkifli Lubis