Yulianus Linggi
Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh perbedaan kadar salinitas terhadap daya tetas telur tiram mutiara (Pinctada maxima) di Teluk Kupang Mandosa, Wolfhelmus A; Linggi, Yulianus; Santoso, Priyo
Jurnal Aquatik Vol 6 No 2 (2023): Edisi Oktober 2023
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v6i2.12834

Abstract

Pearl oysters (Pinctada maxima) are one of the favorite marine species with very potential selling value. P. maxima in Indonesian waters is known to produce quite large pearls. In the breeding process, temperature and salinity are the main factors in egg hatching. Therefore, the aim of this research is to determine the effect of differences in salinity levels on the hatchability of mutiata oyster (P. maxima) eggs in Kupang Bay. This research was carried out using a Completely Randomized Design (CRD) method, where there were 3 treatments, namely 28 ppt, 31 ppt, 34 ppt, with 3 replications. The results obtained were that the use of different salinities had no significant effect on egg hatchability. However, based on research results, the highest value was 31 ppt salinity with a value of 66.10%.
Kombinasi keong mas dan ikan rucah sebagai pakan kepiting bakau (Scylla serrata) Novandi, Bagoes; Linggi, Yulianus; Sunadji, Sunadji
Jurnal Aquatik Vol 6 No 2 (2023): Edisi Oktober 2023
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v6i2.12836

Abstract

Mud crab (S. serrata) is known as a fishery commodity with high economic value. Mangrove crabs are naturally omnivorous, eating various types of organisms that live in the mangrove ecosystem such as decaying leaves, algae, roots, nuts, toads, snails, shrimps, clams, dead animals and fish. This study used gold snail combined with ikan rucah as feed to determine the percentage of the best combination in feed on the growth and survival of mangrove crabs (S. serrata). A completely randomized design was used and consisted of three treatments and three replicates, namely the provision of gold snail and small fish with a percentage ratio: (a) 25:75, (b) 50:50 and (c) 75:25. The results showed that the highest crab growth (absolute weight) was 46.63 g when fed with gold snail and fish waste in the ratio of 25:75 while the growth in the 50:50 and 25:75 treatments was only 31.23 g and 31.31 g, respectively. The results of this study then concluded that gold snails can trigger the growth of mud crabs if the portion is less than the main food in the form of fishmeal.
Pengaruh jenis substrat berbeda dalam proses penggemukan kepiting bakau (Scylla serrata) di CV. Elitism NTT, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang Njuruhapa, Rivaldo Alvadio; Linggi, Yulianus; Liufeto, Franchy Ch
Jurnal Aquatik Vol 7 No 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v7i1.15201

Abstract

This research aims to determine how different types of substrate affect the duration of growth during the fattening phase of mud crabs (Scylla serrata). Carried out for one month at CV.Elitsm NTT, in West Oesapa Village, Kelapa Lima District, Kupang City. Randomized Block Design (RAK) was used in this research which consisted of four treatments and replications. The treatments given include: Muddy substrate with mangrove leaves (A), Muddy substrate (B), Mangrove leaf substrate (C), and Without substrate (D). The findings show that the use of muddy substrates with mangrove leaves provides the most beneficial results in accelerating the growth period during the mud crab fattening process. In 14 days after cultivation, the mud crabs were already developing well. Keywords: Mangrove crab (Scylla serrata), fattening and substrate.
Studi kelimpahan dan morfometrik pada kerang darah (Anadara granosa) di Perairan Motadikin Kabupaten Malaka Seran, Hendrikus Klau; Santoso, Priyo; Linggi, Yulianus
Jurnal Aquatik Vol 7 No 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v7i1.15205

Abstract

Anadara granosa is one of the fisheries commodities that is abundant in various regions, especially tropical areas. The high use of blood cockles by the community in Motadikin waters is considered to result in a decline in the population of blood cockles in nature, thereby increasing population growth. This research aims to examine the abundance and morphometric features of blood cockles in Motadikin waters, Malaka Regency. This research was carried out for 1 month in Motadikin waters, Malacca Regency using the transect method. The number of transects used was 3, the distance between transects was 25 m and each transect used 6 quadrants with a size of 1x1 m and the distance between each quadrant was 5 m. The results of the research showed that the abundance of blood clams in Motadikin Waters was an average of 5-7 individuals/m2 and the average The average abundance found on substrates covered with mangroves (I) is higher than on sandy substrates alone (II). Meanwhile, morphometric measurements of blood clams in Motadikin waters are dominated by blood clams with a length range of 3.2 cm - 3.9 cm, with a shell height of 1.4 cm - 2.7 cm, an umbo height of 1.1 cm - 1.2 cm, shell thickness 2.4 cm - 2.6 cm and ligament length 2.4 cm - 2.7 cm. Keywords: Anadara granosa, abundance, morphometrics, motadikin waters.
Pengaruh intensitas cahaya biru yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus lanceolatus) Seran, Fransiskus Devensius; Lukas, Ade Yulita Hesti; Linggi, Yulianus
Jurnal Aquatik Vol 7 No 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v7i1.15208

Abstract

This research was conducted to determine the distance of blue light lamp placement above the water surface can affect the growth of grouper cantang (Epinephelus fuscoguttatu lanceolatus). A completely randomized design method was used with the test fish distributed to 12 aquariums. There were 3 treatment conditions and 3 replications. Treatment A with light intensity of 15 Lux, treatment B with light intensity of 25 Lux, and treatment C with light intensity of 35 Lux. The research was carried out for 30 days at the Faculty of Marine Animal Husbandry and Fisheries, Nusa Cendana University. Installation of blue lights with different placement distances was carried out in each research unit. The test animals used were 6-8cm with uniform size. Keywords: Light, grouper, survival rate, growth, survival rate.
Penggunaan Tepung Daun Gamal (Gliricidia sepium) Sebagai Pakan Tambahan pada budidaya Ikan Bandeng (Chanos chanos) Gonsaga, Montanus Ronald; Linggi, Yulianus; Djonu, Asriati
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i1.7022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh fermentasi terhadap peningkatan kandungan protein dalam daun gamal (Gliricidia sepium) dan untuk menentukan dosis optimal penambahan tepung daun gamal yang difermentasi terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan bandeng (Chanos chanos). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan, yakni:  A; tanpa tepung daun gamal terfermentasi, B; ditambahkan tepung daun gamal terfermentasi sebanyak 10%, C; ditambahkan tepung daun gamal terfermentasi sebanyak 25%, dan D; ditambahkan tepung daun gamal terfermentasi sebanyak 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein dalam tepung daun gamal sebesar 22,702% meningkat menjadi 23,942% setelah difermentasi. Hasil pengukuran pertumbuhan mutlak ternyata meningkat seiring dengan meningkatnya penambahan tepung daun gamal ke dalam pakannya yakni dari 8 g pada perlakuan A hingga  11 g pada perlakuan D. Semakin tinggi kandungan daun gamal dalam pakan semakin tinggi pula tingkat pertumbuhan ikan bandeng. Dosis terbaik penambahan tepung daun gamal terfermentasi untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan bandeng adalah pada Perlakuan D dengan penambahan tepung daun gamal terfermentasi sebesar 40%. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang potensi pemanfaatan daun gamal terfermentasi sebagai pakan ikan, khususnya untuk ikan bandeng. Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi yang berharga bagi industri perikanan dalam mengoptimalkan penggunaan tepung daun gamal terfermentasi untuk meningkatkan pertumbuhan ikan secara efisien dan berkelanjutan. Kata kunci : Bandeng; Gamal; Pakan
Krustasea Potensial untuk Budidaya dari Perairan Panmuti Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang Lawa, Desi Rade; Jasmanindar, Yudiana; Linggi, Yulianus
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 5, No 1 (2024): November 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v5i1.7330

Abstract

Krustasea merupakan salah satu sektor penting dalam industri perikanan di Indonesia. Kepiting memiliki potensi besar sebagai komoditas budidaya karena permintaan yang terus meningkat baik untuk konsumsi lokal maupun ekspor. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui  Krustasea di perairan panmuti dengan potensi untuk di budidayakan di pantai Panmuti. Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat 6  krustasea yang ditemukan di Perairan Panmuti. Spesies yang ditemukan terdiri atas dua Krustasea udang yang termasuk kedalam famili Penaeidae yaaitu Udang Putih (Penaeus merguiensis) dan Udang Windu (Penaeus monodon), Udang mantis (stomatopoda), Udang dogol (metapenaeus). Dua Krustasea Kepiting yang teridentifiksi, yaitu Kepiting bakau (Scylla serrata) yang tegolong famili Sesarmidae dan rajungan (Portunus pelagicus) tergolong  famili Portunidae.Kata kunci: Krustasea, Identifikasi, Budidaya
Pemberian Pakan Alami yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Kepiting Bakau (Scylla serrata) Lakonawa, Cornelis Nama Koro; Linggi, Yulianus; Rebhung, Felix
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 4, No 2 (2023): April 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v4i2.7187

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan dan kelulushidupan kepiting bakau (Scylla Serrata) yang diberikan pakan alami yang berbeda . Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan di CV Elitsm NTT Kelurahan Oesapa barat Kota Kupang. Dalam penelitian ini ikan uji yang digunakan yaitu kepiting bakau sebanyak 24 ekor dengan berat dengan berat 70-90 gram. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan, dengan A = pemberian ikang parang-parang sebanyak 5% dari berat kepiting bakau, B= pemberian pakan belut sebanyak 5% dari berat kepiting bakau, C = Pemberian pakan usus ayam sebanyak 5% dari berat kepiting bakau dan D= pemberian pakan keong sawah sebanyak 5% dari berat kepiting bakau. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak,kelulushidupan, kualitas air, dan jumlah kepiting molting. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan mutlak dan molting tertinggi terdapat pada perlakuan D yaitu pemberian keong sawah 5%,  dan kelulushidupan pada semua perlakuan 100%.Kata kunci : Kepiting bakau; ikan parang-prang; belut sawah; usus ayam; keong sawah; pertumbuhan; molting; kelulushidupan; kualitas air
Perbandingan Efektivitas Sistem Baterai Dan Konvensional Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata) Pasang, Fransiska Wulandari; Linggi, Yulianus; Suleman, Suleman
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 5, No 1 (2024): November 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v5i1.7352

Abstract

Untuk membandingkan pertumbuhan dan sintasan kepiting bakau pada wadah pemeliharaan sistem baterai dan sistem konvensional serta untuk mengetahui faktor kondisi kepiting bakau pada wadah pemeliharaan sistem baterai dan sistem konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di Kawasan mangrove, Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, merupakan salah satu daerah perairan yang banyak biota laut yang hidup, di daerah perairan tersebut salah satunya adalah kepiting bakau (Scylla seratta). Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari (terhitung dari 19 Mei 2024 sampai 18 Juli 2024). Kepiting yang digunakan adalah kepiting bakau (Scylla serrata) dengan bobot 45– 60 g sebanyak 60 ekor kepiting bakau (30 ekor kepiting bakau jantan dan 30 ekor kepitig betina) digunakan sebagai hewan uji dengan kelompok pemeliharaan sistem baterai dan sistem konvesional. Penelitian ini menggunakan metode perbandingan antara dua kelompok data yakni antara kelompok data pertumbuhan kepiting bakau yang dipelihara dalam sistem baterai dengan kelompok data pertumbuhan kepiting bakau yang dipelihara secara sistem konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kepiting bakau yang dipelihara dalam wadah sistem baterai lebih cepat tumbuh dibandingkan kepiting bakau yang dipelihara dalam wadah sistem konvensional sedangakan pada sintasan kepiting bakau pada kedua sistem (sistem baterai dan sistem konvensional) menunjukkan hasil yang sama yaitu 100%. Hal ini menunjukkan bahwa kedua sistem memeiliki efektivitas yang sama dalam menjaga kelangsungan hidup kepiting bakau. Kepiting bakau yang dipelihara didalam wadah pemeliharaan sistem baterai cendrung lebih gemuk dibandingkan kepiting bakau yang dipelihara didalam wadah pemeliharaan sistem konvensional.Kata kunci : Kepiting bakau, perbandingan, sistem baterai, sistem konvensional
PEMBERIAN JENIS PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) Klau, Marini Cladita; Linggi, Yulianus; Djonu, Asriati
Jurnal Aquatik Vol 8 No 1 (2025): Edisi Maret 2025
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jaqu.v8i1.21152

Abstract

The research was conducted in Tarus Village (Manikin Beach), Kupang Tengah District, Kupang Regency. The location of this research was determined by considering that the waters in Kupang Regency, especially Tarus Village (Manikin Beach). The treatments tested were the provision of different types of feed, Treatment A: Feeding snails, Treatment B: Feeding mangrove shells, Treatment C: Feeding trash fish (tembang fish), Treatment D: Feeding chicken stomachs. The parameters measured in this study were absolute weight, daily weight and survival. Based on the research and research results the provision of different feeds significantly affected growth, both weight, but did not affect survival and the best feed for growth was shown in treatment A with the use of snail feed which resulted in absolute weight growth of 29.00 g, daily growth of 0.48 g% / h. While for survival reached 100% all treatments.