Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Membangun Masyarakat Bijak Bermedia Sosial di Era Digital pada SDN Pejambon, Warungasem, Batang Anindiya Tabina Priyadi; Azzahra Citra Larrasati; Ivan Dwi Saputra; Siti Nur Amirul Lutfi; Shalsabila Melati; Farihul Izza Zam Zami; M.Ikhwan Ramadhan; Muhammad Khoirur Rofiq
Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/harmoni.v1i4.646

Abstract

Poorly managed social media can lead to the dissemination of inaccurate information, as well as radicalization and social conflict. Therefore, an appropriate intervention is needed to build a society that is wise in using social media, especially among students of SDN Pejambon, Warungasem, Batang. The purpose of this program is to improve media literacy and develop religious moderation skills in the use of social media among students. The method used is Participatory Action Research (PAR), which involves the community actively in every stage of the activity. Based on the results of problem formulation, a Community Service (PKM) strategy was developed to overcome these challenges. The program succeeded in increasing media literacy and awareness of religious moderation among students. The implication is that this program can be a model for other schools in building a social media-wise society in the digital era.
Pembinaan Pranikah dalam Mencegah Pernikahan Usia Dini Rofiq, Muhammad Khoirur; Rohman, Muhammad Fathur; Asih, Agustin Fajariah; Fitri, Najma Kamila
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia ranks 8th in the world for the phenomenon of early marriage, based on UNICEF data until the end of 2022. In 2022, the Central Bureau of Statistics (BPS) reported that 33.76% of Indonesian youth married for the first time at the age of 19-21. This means that early marriage is still widely practised. Sidorejo Village is one of the villages with a high marriage rate in Warungasem Sub-district, Batang Regency, so early marriage is very possible. Based on the results of the pre-test, the participants' knowledge of early marriage was very low at 70%, so preventive action needs to be taken, namely through premarital coaching. The service aims to find out the participants' understanding of the definition of marriage, the limits of early marriage, the dangers of early marriage, and provide an understanding of marriage, such as marriage preparation, duties and responsibilities, and efforts to prevent early marriage. This service programme uses the Participatory Action Research (PAR) method, where participants are actively involved in every stage of the activity. The implementation is divided into several stages, namely: a) to Know, b) to Understand, c) to Plan, d) to Act, and e) to Change. The activity was attended by 20 participants, including 5 members of the NU Student Association, 5 members of the NU Student Association, and 10 members of the Youth Organisation. Data collection techniques in the form of questionnaires and data analysis techniques Miles and Huberman. The results of the service showed a significant increase in understanding as measured by the comparison of pre-test and post-test results, as well as an increase in participants' understanding of the dangers of early marriage and the steps taken to prevent it.Keywords: divorce; early marriage; marital bonding, marriage readiness; premarital coaching AbstrakIndonesia menempati posisi ke-8 di dunia atas fenomena pernikahan dini, berdasarkan data UNICEF hingga akhir tahun 2022. Pada tahun 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa sebanyak 33,76% pemuda Indonesia menikah untuk pertama kalinya pada usia 19-21 tahun. Artinya, pernikahan dini masih banyak dilakukan. Desa Sidorejo menjadi salah satu desa dengan tingkat pernikahan tinggi di Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang sehingga sangat dimungkinkan terjadi pernikahan dini. Berdasarkan hasil pre test, pengetahuan peserta tentang pernikahan dini sangat rendah yakni sebesar 70% sehingga perlu dilakukan tindakan preventif, yakni melalui pembinaan pranikah. Pengabdian bertujuan, mengetahui pemahaman peserta mengenai pengertian pernikahan, batasan pernikahan usia dini, bahaya pernikahan usia dini, serta memberikan pemahaman tentang pernikahan, seperti persiapan pernikahan, tugas dan tanggung jawab, dan upaya mencegah pernikahan dini. Program pengabdian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), di mana peserta terlibat aktif dalam setiap tahap kegiatan. Pelaksanaan dibagi menjadi beberapa tahap, yakni: a) to Know, b) to Understand, c) to Planning, d) to Act, dan e) to Change. Kegiatan dihadiri 20 peserta mencakup 5 anggota Ikatan Pelajar NU, 5 anggota Ikatan Pelajar Putri NU, dan 10 angggota Karang Taruna. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner dan teknik analisis data Miles and Huberman. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan yang diukur melalui perbandingan hasil pre test dan post test, serta peningkatan pemahaman peserta terkait bahaya pernikahan dini dan langkah-langkah yang diambil untuk mencegahnya.Kata Kunci: ikatan perkawinan; kesiapan pernikahan; pembinaan pranikah; perceraian; pernikahan dini
Peningkatan Kesadaran Anti Bullying bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah di Sidorejo Warungasem Batang Gunarni, Nuke Rachma; Aji, Muhammad Iqbal Muflih; Alima, Walida; Amirudin, Muhammad; Nugroho, Muhamad Agung Adi; Rofiq, Muhammad Khoirur
PUBLIKASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Multi Data Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/padimas.v4i2.9223

Abstract

Bullying merupakan masalah serius di lingkungan sekolah yang sering terjadi, termasuk di tingkat sekolah dasar. Fenomena ini melibatkan perilaku agresif yang dilakukan secara berulang oleh seorang atau sekelompok siswa terhadap siswa lainnya, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis. Tujuan dari sosialisasi anti bullying ini yaitu memberikan pengetahuan mengenai faktor-faktor penyebab bullying yang terjadi di MI Salafiyah Sidorejo, memberikan pengetahuan terkait dampak negatif yang ditimbulkan akibat bullying dan memberikan edukasi kepada siswa untuk membangun kesadaran anti-bullying di MI Salafiyyah Sidorejo. Metode yang digunakan yaitu metode pendekatan Participatory Action Research (PAR). Hasil dari program sosialisasi anti bullying telah memberikan dampak positif, yaitu meningkatkan wawasan dan kesadaran yang lebih baik pada peserta didik di MI Salafiyyah Sidorejo mengenai bullying. Peningkatan kesadaran dan pengetahuan terkait bullying serta mengetahui dampak berbahaya dari tindakan bullying.
Peran Stakeholder Dalam Mengatasi Perkawinan Anak Di Bawah Umur Azizi, Alfian Qodri; Rofiq, M Khoirur
Indonesia Vol 6 No 2 (2024): An-Nawa: Jurnal Studi Islam
Publisher : Rumah Jurnal Institut Agama Islam An-Nawawi Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37758/annawa.v6i2.994

Abstract

Child marriage prevention is a shared responsibility carried out by various parties, which are then called stakeholders. Even so, child marriage still occurs a lot and continues to increase, one of which is in Kajoran District, Magelang. This study focuses on examining the factors of child marriage, the role of stakeholders, and obstacles to preventing child marriage in Kajoran District, Magelang. This study is qualitative and field research with a legal and sociological approach. Data sources from parents, stakeholders, and children. Data analysis includes data reduction, data display, and conclusions. The results of this study are: first, the factors of child marriage in Kajoran District are caused by the culture and mindset of the community that is permissive towards child marriage, low awareness of education, pregnancy outside of marriage, or intimate relationships outside of marriage. Second, the role of stakeholders in overcoming child marriage has been carried out according to regulations and their respective responsibilities but has not been optimal and synergistic. Third, the constraints of stakeholders in overcoming child marriage are 1) limited funds and human resources in overcoming child marriage, 2) there are community role models who are permissive towards child marriage, and 3) there is no collaboration between stakeholders in preventing underage child marriage. The recommendation for further research is that it is necessary to expand the research location, such as at the Central Java level so that it can produce a complex picture and formulate effective and integrative strategies.
Hak Beragama Anak Akibat Perceraian Karena Murtad dalam Hukum Keluarga Indonesia Rofiq, M Khoirur; Nabila, Rifqotun; Hafshoh, Fazylla Alya
al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH) Vol. 3 No. 2 (2021): al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/mawarid.vol3.iss2.art2

Abstract

Murtad dalam hukum keluarga Indonesia dapat menjadi alasan perceraian di pengadilan. Perceraian yang disebabkan karena murtad dapat mengakibatkan hak-hak anak terabaikan, seperti hak memperoleh kasih sayang, hak asuh, hak pendidikan, dan juga hak beragama. Pemenuhan hak beragama anak dalam keluarga menjadi bermasalah, karena agama salah satu orang tua menjadi berbeda dengan agama anak. Kajian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat kualitatif, dengan pendekatan yuridis dan pendekatan kasus. Fokuskan penelitian ini adalah  untuk mengkaji status agama dan hak beragama anak dalam perceraian karena murtad dalam perspektif hukum keluarga Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah, (1) status agama anak dalam perceraian karena murtad mengikuti agama orang tuanya saat pelaksanaan akad pernikahan, (2) hak beragama anak dalam perkara perceraian karena murtad, yaitu hak mendapatkan pendidikan agama yang sesuai dengan agama anak, hak untuk beribadah sesuai dengan agama anak, meski anak diasuh oleh orang tua yang beda agama, dan hak anak untuk memilih agama sesuai dengan keyakinan anak, selama anak belum dapat menentukan pilihan agamanya sendiri, maka anak mengamalkan agama sesuai amalan agama orang tuanya saat perkawinan terjadi.
Evaluasi Efektivitas Penerapan Uji Emisi Kendaraan dan Pengaruhnya Terhadap Pola Perilaku Masyarakat dalam Perspektif Teori Utilitarianisme Alfi Assyifarizi; Maria Anna Muryani; M. Khoirur Rofiq
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 8 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v8i1.11800

Abstract

The increase in air pollution in Jakarta caused by motor vehicle emissions poses a serious threat to health and the environment, prompting the need to evaluate the emission test policy as a control measure. This study aims to evaluate the effectiveness of the motor vehicle emission test policy in improving public compliance, using the perspective of utilitarianism theory. The urgency of the research lies in the low level of public awareness and participation in emission testing, even though regulations have been implemented. The results show that the emission test policy has not been fully effective, characterized by low public participation. The main inhibiting factors include a lack of socialization, limited emission test infrastructure, and weak law enforcement. Although sanction-based policies such as electronic ticketing (E-Tilang) and progressive parking tariffs have shown temporary positive impacts, their sustainability requires persuasive and incentive approaches. The novelty in this research lies in the evaluative approach based on utilitarianism theory that emphasizes the balance between collective benefits and individual compliance in the context of environmental policy. This research suggests strengthening technology, stricter law enforcement, and integration of utilitarian values in this policy. With a more comprehensive approach, it is expected that the emission testing policy can improve air quality, reduce health risks, and provide welfare for the people of Jakarta. Peningkatan polusi udara di Jakarta yang disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan lingkungan, sehingga mendorong perlunya evaluasi kebijakan uji emisi sebagai upaya pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan uji emisi kendaraan bermotor dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat, dengan menggunakan perspektif teori utilitarianisme. Urgensi penelitian terletak pada rendahnya kesadaran dan partisipasi publik terhadap uji emisi, meskipun regulasi telah diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan uji emisi belum sepenuhnya efektif, ditandai dengan rendahnya partisipasi masyarakat. Faktor penghambat utama meliputi kurangnya sosialisasi, terbatasnya infrastruktur uji emisi, dan lemahnya penegakan hukum. Meskipun kebijakan berbasis sanksi seperti tilang elektronik (E-Tilang) dan tarif parkir progresif telah menunjukkan dampak positif sementara, keberlanjutannya memerlukan pendekatan persuasif dan insentif. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada pendekatan evaluatif berbasis teori utilitarianisme yang menekankan keseimbangan antara manfaat kolektif dan kepatuhan individu dalam konteks kebijakan lingkungan. Penelitian ini menyarankan penguatan teknologi, penegakan hukum yang lebih tegas, serta integrasi nilai-nilai utilitarianisme dalam kebijakan ini. Dengan pendekatan yang lebih komprehensif, diharapkan kebijakan uji emisi dapat meningkatkan kualitas udara, mengurangi risiko kesehatan, dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Jakarta.
Evaluating the Impact of Government Policies on Child Marriage Prevention in Rembang Regency Najichah, Najichah; Rofiq, M. Khoirur; Khari, Faseeyah
Al-Mujtahid: Journal of Islamic Family Law Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajifl.v5i1.3456

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of government policies in preventing child marriage in Rembang Regency, focusing on both preventive and repressive efforts. A qualitative research design was employed, utilizing observations and in-depth interviews with key stakeholders, including the Office of Religious Affairs (Kantor Urusan Agama, KUA), the Social Affairs Office (Dinas Sosial), and the Religious Court (Pengadilan Agama). The findings reveal that government initiatives can be classified into two primary categories: preventive policies, such as the Child-Friendly Village (Desa Ramah Anak), the Child Protection Advocacy Team (Tim Advokasi Perlindungan Anak, KPAD), and PUSPAGA SAMARA (Pusat Pembelajaran Keluarga dan Pengembangan Keluarga Sejahtera Samara), and repressive measures, including the Family Report Book (Buku Laporan Keluarga) and GASPOL (Gerakan Anti Perkawinan Anak). Despite these efforts, the overall effectiveness remains suboptimal due to challenges such as the lack of synchronization between local regulations and national law, insufficient inter-agency collaboration, limited human resources and budget allocations, a literal interpretation of religious teachings, and entrenched patriarchal cultural norms. The study recommends aligning local regulations with Law No. 16 of 2019, enhancing coordination between relevant agencies, increasing human resource capacity, improving budget allocation, and adopting a culturally contextualized educational approach to tackle child marriage.Keyword: Marriage dispensation, Rembang, Preventive and Represive Efforts
Shopee Coins in the Perspective of Sharia Economic Law Aang Asari; M. Khoirur Rofiq; Maruf Hidayat; Sukron
Wealth: Journal of Islamic Banking and Finance Vol. 4 No. 1 (2025): Wealth: Journal of Islamic Banking and Finance
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/wealth.v4i1.13991

Abstract

Shopee is an application that has been available in Indonesia since 2015, providing a variety of features for its users. These include the Shopee Mall, the introduction of ShopeePay, and the launch of Shopee Live, along with rewards in the form of Shopee Coins for loyal customers. These coins can be used as discounts when purchasing products through the Shopee app. However, from the perspective of Islamic legal theory, these features are considered new and require an examination of their validity, including an analysis of the terms and conditions and the identification of the underlying mechanisms. This article focuses on exploring and describing the legal aspects of acquiring and using Shopee Coins. The research conducted for this article is based on library research methods. The author carefully examines and analyzes the information to achieve objective conclusions. The findings indicate that, firstly, the transactions involving Shopee Coin services are permissible and valid, as they meet the necessary terms and conditions. In muamalah jurisprudence, the acquisition of Shopee Coins falls under the Ju'alah contract. Secondly, the expiration period for using Shopee Coins does not impact the validity of obtaining them, since it lacks elements that could invalidate the Ju'alah contract. Nonetheless, Shopee should communicate the expiration provisions for these coins on its application page, ensuring that users are informed and do not feel disadvantaged by the policy.
Peningkatan literasi hukum perkawinan untuk mencegah perkawinan anak Ichrom, Muhamad; Rofiq, M. Khoirur; Muafiq, Muhammad Sholihul
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v6i2.19062

Abstract

Jumlah perkawinan anak terus meningkat di Kota Semarang dan sebagian besar dilakukan oleh anak dengan latar belakang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), salah satunya adalah SMK Ma’arif NU 1 Kota Semarang. Karena itu pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi tentang problematika perkawinan anak sehingga meningkatkan kesadaran siswa untuk mencegah perkawinan. Adapun metode dalam pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan dua tahapan: Pertama, persiapan kegiatan melalui koordinasi, pemetaan masalah pada objek pengabdian, dan pratest. Kedua, pelaksanaan kegiatan: 1) sosialisasi hukum perkawinan anak, 2) diskusi pemetaan problematika perkawinan anak, 3) focus Group Discussion (FGD) dalam merumuskan solusi atas problematika kehidupan remaja dan perkawinan anak, 4) posttest, dan 5) evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta tentang problematika perkawinan anak di lingkungan SMK dan merumuskan solusinya, sehingga diharapkan dapat mencegah perkawinan anak di SMK Ma’arif NU 1 Semarang. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah, 1) optimalisasi peran stakeholder SMK Maarif NU 1 Kota Semarang dalam mencegah perkawinan anak melalui pendampingan oleh guru kelas, pengawasan pergaulan siswa koordinasi dengan wali murid dengan buku kegiatan siswa, 2) meningkatkan kolaborasi penyuluhan hukum antara Perguruan Tinggi, Dinas Kesehatan, dan sekolah, 3) perlu adanya pusat-pusat studi pembelajaran keluarga yang dapat mendampingi masyarakat.