Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

In-service English Teachers' Barriers in Integrating Technology in EFL Classes: A Case Study at English Teachers' Forum of Majalengka Eka Nurhidayat; Januarius Mujiyanto; Issy Yuliasri; Rudi Hartono
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During the post-pandemic period triggered by COVID-19, integrating technology into English as a foreign language (EFL) classes significantly impacted the teaching and learning process. As a result, many English teachers struggle to integrate technology into their classrooms. This study examined the difficulties encountered by in-service English teachers when integrating technology into class. The participants were ten English teachers currently employed at the English teachers’ forum in Majalengka. In-service English teachers' experiences integrating technology into EFL Classes are covered via the descriptive qualitative method. Questionnaires and interviews are the primary methods utilized in the data collection process. This study will overview in-service teachers' obstacles in EFL classes.
Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Melalui Pelatihan yang Efektif untuk Santri di Kabupaten Majalengka Agus Rofi'i; Rama Dwika Herdiawan; Eka Nurhidayat; Afief Fakhrudin
SANISKALA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : FKIP Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsk.v1i1.6189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode dan strategi yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris melalui pelatihan. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data dari partisipan yang mengikuti pelatihan intensif. Metode pelatihan yang diterapkan melibatkan kombinasi antara kursus tatap muka dan penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi pembelajaran Bahasa Inggris dan sumber belajar daring. Selain itu, partisipan juga dilibatkan dalam diskusi kelompok dan kegiatan berbasis proyek yang mendorong interaksi dalam berbahasa Inggris. Tujuan utama pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris untuk santri. Kegiatan Pengabdian ini merupakan kegiatan pengabdian yang melibatkan mahasiswa program studi pendidikan Bahasa Inggris di Universitas majalengka, dan tahapan pelatihan pada kegiatan PKM meliputi beberapa tahap, tahap pertama yaitu memberikan kuesioner untuk melihat masalah yang dihadapi para santri dalam belajar berbicara bahasa Inggris, selanjutnya tahap kedua yaitu melaksanakan pelatihan keterampilan berbiucara Bahasa inggris dengan cara berbicara Bahasa Inggris, dan tahap ketiga yaitu melakukan evaluasi terhadap pelatihan yang telah dilakukan dengan cara memberikan kuesioner kedua kepada para santri terhadap hasil pelatihan keterampilan berbicara bahasa Inggris. Hasil angket diketahui bahwa motivasi santri dalam berbicara bahasa Inggris meningkat setelah mengikuti pelatihan berbicara Bahasa Inggris. Kesulitan siswa berbicara bahasa Inggris karena keterbatasan dalam kosakata, pengucapan dan tidak mau mempraktekan berbicara Bahasa Inggris dalam aktifitas kesehariannya. Maka dari latar belakang tersebut dibuatlah sebuah pelatihan yang bertema, “Pelatihan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadi’in Desa Cisambeng Kecamatan Palasah Kab, Majalengka, Jawa Barat.
PELATIHAN PENINGKATAN PROFESSIONAL COMPETENCE GURU DALAM MENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN DI MGMP BAHASA INGGRIS SMK KAB.MAJALENGKA Agus Rofii; Eka Nurhidayat; Hastri Firharmawan; Endah Prihartini
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5509

Abstract

Perkembangan teknologi integrasi selama masa pandemi Covid-19 sangat berdampak pada pembelajaran di sekolah. Teknologi integrasi dalam pembelajaran yakni penggunaan Teknologi informasi dalam pembelajaran dikelas. Penguasaan Teknologi dalam pembelajaran merupakan kebutuhan dasar seorang guru di abad 21 seperti ini. Akan tetapi, kompetenci professional (Professional Competence) guru masih jauh dari memenuhi kebutuhan yang muncul dampak dari perkembangan teknologi. Program PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan profional guru MGMP Bahasa Inggris Kab. Majalengka dalam mengintegrasikan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan ini, Guru diberikan pelatihan dan pengembangan peningkatan Professional Competence dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran dikelas. Metode pelaksanaan program ini menggunakan pendekatan diskusi dan training/secara luring dengan memperhatikan protokol kesehatan. Dengan program ini, diharapkan para guru di lingkungan MGMP Kab. Majalengka akan bertambah pengetahuan Professional Competence dan mampu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran dikelas. Luaran pengabdian ini adalah submit jurnal Nasional yang terakreditasi dan publikasi di media masa
Sosialisasi Penggunaan Aplikasi DUOLINGO untuk Pembelajaran Bahasa Inggris Mandiri bagi Anggota Karang Taruna Desa Candrajaya Eva Fitriani Syarifah; Eka Nurhidayat; Afief Fakhruddin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5551

Abstract

Pendidikan bahasa Inggris memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris masyarakat, termasuk anggota Karang Taruna di Desa Candrajaya. Namun, terbatasnya akses terhadap pembelajaran formal sering menjadi hambatan bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk menyelenggarakan sosialisasi penggunaan aplikasi Duolingo sebagai sarana pembelajaran Bahasa Inggris mandiri bagi anggota Karang Taruna Desa Candrajaya. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif, dimana para anggota Karang Taruna akan dilibatkan secara aktif dalam proses sosialisasi dan pemanfaatan aplikasi Duolingo. Pengabdian ini akan melibatkan 30 anggota Karang Taruna yang memiliki minat dan motivasi untuk belajar Bahasa Inggris. Mereka akan diberikan pelatihan penggunaan aplikasi Duolingo dan diarahkan untuk menggunakan aplikasi tersebut secara mandiri dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Hasil dari pengabdian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada anggota Karang Taruna tentang potensi aplikasi Duolingo sebagai alat bantu pembelajaran Bahasa Inggris mandiri. Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar Bahasa Inggris serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris secara mandiri tanpa tergantung pada pembelajaran formal. Melalui PKM ini, diharapkan anggota Karang Taruna Desa Candrajaya dapat merasakan manfaat dari penggunaan aplikasi Duolingo dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka. Selain itu, pengabdian ini juga dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran Bahasa Inggris mandiri. Diharapkan hasil pengabdian ini dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya peningkatan kemampuan berbahasa Inggris di tingkat komunitas lokal. Kata Kunci: Duolingo, Teknologi, Pembelajaran Bahasa Inggris
Training on Teaching English based on Kurikulum Merdeka for Elementary School Teachers Syarifah, Eva Fitriani; Nurhidayat, Eka
International Journal of Public Devotion Vol 7, No 2 (2024): August - December 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v7i2.5893

Abstract

In Kurikulum Merdeka, English becomes one of the compulsory subjects at elementary school level after being abolished in the previous curriculum. This is a challenge in itself for teachers in elementary schools. This is because English subjects in elementary schools are usually taught by each class teacher. Based on the results of observations in three elementary schools in Sukahaji District, Majalengka Regency, class teachers experienced difficulties in delivering English materials to students. Therefore, this service community aims to provide English language learning training based on the Kurikulum Merdeka. The targets of this service activity are elementary school teachers in Sukahaji District, Majalengka Regency. This training was carried out through focus group discussions regarding English language learning models for young learners based on Kurikulum Merdeka, textbook reviews, and basic skills training related to pronunciation, vocabulary, and grammar. At the end of the activity, teachers were grouped and asked to prepare teaching modules that were relevant to Kurikulum Merdeka. Based on the design of the teaching modules prepared after this training activity, the learning models used are more varied, such as the use of discovery learning models, project-based learning, problem-based learning, and inquiry learning. Apart from that, the existence of additional references apart from application-based or web-based textbooks is an added value regarding the digital literacy possessed by teachers.
Pengalaman Pembelajaran Virtual dari Sudut Pandang Siswa: Sebuah Studi Kasus di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Somara, Rakaisa; Nurhidayat, Eka; Nurhidayah, Yayah
English Education and Literature Journal (E-Jou) Vol 1 No 02 (2021): English Education and Literature Journal (E-jou)
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373 KB) | DOI: 10.53863/ejou.v1i02.142

Abstract

Virtual learning implementation obtained more exposure along with the pandemic situation in Indonesia. The drastic shift taken by the government policy made all formal institutions moved into the full-online course after trusted ordinary, face-to-face classroom routine for years. The purposes of this study are to reveal students' experience and possible challenges in implementing virtual learning at English Education Study Program. The method used in this research was qualitative design with a case study approach. The instruments of this research were questionnaire and interview. The results showed that students enjoyed more flexibility in learning and spent less time and energy to reach campus. They found the course quite challenging to cope with, but students experienced virtual learning as the necessary option in a pandemic situation. The most prominent challenges in this system are infrastructure-related (gadget, internet  connection) and learning arousement.
The Influence Of Blended Learning Method On Learning Outcomes In English Subject At Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (Sikl)Malaysia Nurhana, Irma; Firharmawan, Hastri; Nurhidayat, Eka
Journal of English Language Learning Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : English Language Education Department, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jell.v8i1.9467

Abstract

Blended Learning has become one of the most commonly used ways of classroom learning, one of which is used in English language learning due to its dual component, which integrates Face-to-Face classes with virtual learning to offer students a variety of methodologically organized materials and resources. In this era of digitalization, teachers and students have changed the way the educational process is viewed as new technologies have been implemented and teachers have to propose new ways of working to display materials that complement English learning in the classroom. The purpose of this research is to obtain clear information about the effect of blended learning model to improve students' learning outcomes and its role in the learning process, especially in English subjects. From the results of the study, it can be seen that the average value of learning outcomes in the experimental class has increased significantly, where the average value of posttest learning 71.8 is greater than the value of pretest learning 52.67, so that the blended learning model affects student learning outcomes more than the conventional model. In this study, it is clear that the blended learning model is able to provide changes in student learning outcomes, so that the blended learning model becomes one of the learning models that can be used to improve student learning outcomes.
Implementasi ‘English after School’ bagi Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Majalengka Herdiawan, Rama Dwika; Nurhidayat, Eka; Yuliana, Nanda; Ramadhian, Ayudha; Sudjana, Muhammad Ridwan Saleh
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i1.10567

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi program "English After School" bagi siswa sekolah dasar di Kabupaten Majalengka sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris siswa melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris untuk memberikan bimbingan belajar di luar jam sekolah. Program dilaksanakan dalam empat pertemuan yang masing-masing difokuskan pada pengembangan keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Inggris. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti program ini mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan berbahasa Inggris, terutama dalam hal kepercayaan diri berkomunikasi, penguasaan kosakata, dan pemahaman struktur kalimat sederhana. Kerjasama antara dosen, mahasiswa, dan sekolah dalam pelaksanaan program ini juga memperkuat hubungan akademik dan memberikan pengalaman praktis yang berharga bagi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program EAS dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa secara signifikan. Program EAS juga memberikan berbagai manfaat bagi siswa, seperti meningkatkan rasa percaya diri, memperluas wawasan, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa program EAS merupakan solusi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa sekolah dasar di Kabupaten Majalengka. Program EAS direkomendasikan untuk diterapkan di sekolah-sekolah lain di Indonesia. Kesimpulannya, implementasi program "English After School" di Kabupaten Majalengka berhasil mencapai tujuannya dan dapat dijadikan model pengabdian kepada masyarakat yang efektif untuk diterapkan di daerah lain. Program ini berkontribusi secara signifikan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar.
Students’ Speaking Strategies in English Lesson At Vocational High School of Ma’arif V Kebumen Firharmawan, Hastri; Rahmawati, Aulia; Nurhidayat, Eka
English Education and Literature Journal (E-Jou) Vol 3 No 02 (2023): English Education and Literature Journal (E-Jou)
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/ejou.v3i02.841

Abstract

Speaking strategies play a vital role in enhancing communication skills and promoting meaningful engagement between speakers and their audiences. This research was aimed to investigate the both direct and indirect strategies used by students in order to succeed in their speaking lesson in English subject. The survey design was used in the research. The researcher gathered quantitative, numbered data via one-on-one questionnaires and interviews; and then, statistically analyzed the data to describe trends regarding question responses to answer the research questions. The samples were 60 students at the 12th grade of SMK Ma’arif V Kebumen in the academic year of 2022/2023. The survey revealed that in order to develop their speaking abilities, the students have adopted a number of direct and indirect speaking strategies. These strategies addressed a variety of areas, such as memory, cognition, compensation, metacognition, affective, and social interaction. Direct strategies are those that are explicitly taught to students. These include things like rehearsal, using visual, and using a dictionary. Indirect strategies are those that are not explicitly taught, but that students learn through experience. These include things like using planning, finding a speaking partner, and using humor. The study suggested that a combination of direct and indirect strategies can be effective in improving speaking skills. Teachers should consider using a variety of strategies to help their students improve their speaking skills. Keywords: Direct strategies, indirect strategies, speaking skills
Improving Motivation and Learning Outcomes of Elementary School Students with Multimedia-Based Interactive Media Yonanda, Devi Afriyuni; Islahuddin, Islahuddin; Ramadhani, Fauziah Aulia; Febriyanto, Budi; Saputra, Dudu Suhandi; Yuliati, Yuyu; Nurhidayat, Eka
Profesi Pendidikan Dasar Vol. 11, No. 3, December 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ppd.v11i3.5761

Abstract

This study addresses challenges in 21st-century education, particularly the low motivation and academic performance of elementary school students. It investigates the use of multimedia-based interactive learning tools as a solution to improve engagement and learning outcomes. Focusing on the Hydrological Cycle (Theme 8) for fifth-grade students, the research aimed to develop interactive multimedia learning materials using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data were collected through questionnaires, interviews, and assessments, then analyzed using quantitative and qualitative descriptive methods. The findings revealed strong validity, practicality, and effectiveness of the developed materials. Material and media experts rated the tool’s validity at 90%, classifying it as highly valid. Practicality tests yielded scores of 98.3% from teachers and 86.9% from students, confirming its usability in classroom settings. Most notably, the tool significantly improved learning outcomes, with average test scores rising from 48.79 (pretest) to 81.47 (post-test). These results demonstrate that interactive multimedia tools can effectively enhance student motivation and academic achievement in elementary education