Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analysis of the Implementation of Training on Digital-based Learning Media to Enhance Teachers’ Digital Literacy Sri Nurhayati; Anggi Fitri; Rudi Amir; Zalisman Zalisman
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 1 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i1.4029

Abstract

This study aimed to analyze the implementation process, impact of digital-based learning media training on Tahfiz teachers' digital literacy and identified factors influencing the success or limitations of these programs. Utilizing a descriptive method, the study encompassed observations, interviews, and document analysis involving five Tahfiz teachers, a training manager, and a school administrator. The data analysis procedure followed the Miles and Huberman model, comprising three key stages: data reduction, data display, and conclusion drawing, underpinned by triangulation for validity. The findings revealed that the training enhanced teachers' access to digital resources, flexibility in learning, and provided personalized, interactive learning experiences. However, challenges like limited technology access, lack of technical skills, resistance to change, and inadequate resources tailored to Islamic values were notable. The study concludes that comprehensive training in digital literacy is crucial for Tahfiz teachers to effectively integrate technology into their teaching. The study contributes to the discourse on technology integration in religious education, offering insights for policy and practice in Tahfiz education.
Literasi Digital Pemuda dalam Konteks Pemberdayaan Masyarakat di era Society 5.0: Youth’s Digital Literacy in the Context of Community Empowerment in an Emerging Society 5.0 Dudi Setiadi; Sri Nurhayati; Ansori Ansori; Mohamad Zubaidi; Rudi Amir
Society Vol 11 No 1 (2023): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v11i1.491

Abstract

The purpose of this study is to determine the level of digital literacy among the member of youth organization (commonly called Karang Taruna) of Cicau Hamlet, Gadobangkong Village, Ngamprah Sub-district, West Bandung Regency, West Java Province, Indonesia, focusing on the use of the Internet in the context of community empowerment in the fields of self-development and economy. Case study methodology is employed, with data gathering approaches consisting of in-depth interviews, documentation studies, and observations of fifteen (15) Karang Taruna member informants. The findings of the study indicate that: The youth digital literacy in computer operation and Information and Communication Technology (ICT) abilities in the internet area are fairly strong, but there is still opportunity for improvement through enhancing infrastructure for stable internet connections and educating youth about the most recent ICT advances. When it comes to creating digital products in a variety of formats and models, youth have a low degree of digital literacy. This is due in part to a lack of imagination and creative thinking skills among digital content creators. Youth require continual training to increase their digital literacy and ability to create various types of digital material, which will contribute to the expansion of Indonesia’s creative economy sector. Youth digital literacy must be improved in terms of their ability to collaborate in the digital space, and education about collaboration must be conducted in accordance with digital ethics and security so that the youth of the Indonesian nation can collaborate with respect and remain safe from cybercrime. Youth still lack the digital literacy necessary to pick and filter legitimate and hoax-free content. Digital literacy pertaining to the ability to use digital technology for youth economic empowerment is included in the category of lacking because youth are still not literate and digitally proficient in using digital technology to increase income, raise their economic level through business opportunities in the digital space, and use digital wallets for sales transactions. Youth digital literacy in relation to self-development is also still weak and must be focused to add insight into access to information in the digital realm for career development and self-potential. As well as the usage of communities that are favorable to youth growth and self-healing. This study recommends intensive training and assistance for youth in digital content creation, as well as financial literacy education related to capital management and digital-based creative economy business opportunities.
KANTIN (Kajian Rutin): Inovasi Pelatihan Menulis dan Publikasi Ilmiah Bagi Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah UNM Rudi Amir; Rahmawati Rahmawati; Yolandika Arsyad; Muhammad Nur Alamsyah; Marwan Ramdhany Edy
Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 2 (Juni 2025)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v3i2.638

Abstract

Pendidikan tinggi memegang peranan strategis dalam mencetak generasi intelektual. Namun, kemampuan menulis karya ilmiah mahasiswa masih menjadi tantangan utama yang dipengaruhi oleh minimnya pelatihan dan budaya literasi akademik. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Makassar menginisiasi program inovatif bernama KANTIN (Kajian Rutin) sebagai wadah pelatihan menulis dan publikasi ilmiah yang sistematis dan berkelanjutan. Program ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 40 mahasiswa dalam kegiatan rutin mingguan berupa pelatihan, praktik menulis, diskusi, dan pendampingan publikasi. Hasil evaluasi menunjukkan 87,5% peserta mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan menulis, mencakup perbaikan struktur penulisan, penggunaan bahasa akademik, dan teknik sitasi. Program ini menghasilkan 26 artikel, dengan 10 artikel dikirim ke jurnal nasional dan 4 di antaranya berhasil diterima untuk publikasi. Selain itu, program ini berhasil membentuk komunitas literasi akademik yang aktif dan kolaboratif. KANTIN terbukti efektif dalam membangun budaya akademik yang produktif, meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa, dan berpotensi menjadi model yang dapat direplikasi di lingkungan pendidikan tinggi lainnya.
Pembinaan Pemuda Pada Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dALAM mEMBENTUK Risma Sahir; Kartini Marzuki; Rudi Amir; M. Ali Latif; Rahmawati Rahmawati
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2026): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jappa.v4i1.76740

Abstract

Penelitian ini bertijuan untuk mengetahui bagaimana bentuk Pembinaan Pemuda Pada Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Dalam Membentuk Wirausaha Muda Di Kecamataan Sinoa Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Koordinator BPP Sinoa, Fasilitator YESS dan Pemuda Penerima manfaat. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan mellalui observasi, wawancara dan dokumentasi. yang kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta uji keabsahandata menggunakan triangulasi sunber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan pada program YESS memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap pemuda pedesaan. Selain itu ketiga komponen dalam pembinaan memberikan perubahan yang cukup baik, apalagi pada tahap pendidikan dan pelatihan karena pemuda diberikan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam meningkatkan kemapuan mereka. Kesimpulannya, pembinaan pemuda pada program YESS dilakukan secara sistematis muali dari, pembimbingan, pengarahan serta pendidikan dan pelatihan memberikan perubahan signifikan kepada penerima manfaat. Fasilitator berperan aktif dalam mendampingi penerima manfaat dan memberikan solusi dari kendala yang dihadapi. Program YESS efektif dalam menciptakan wirausaha muda yang mandiri dan kompoten dalam sektor pertanian. Pelatihan yanf diberikann memberikan dampak yang cukup besar pada penerima manfaat.
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK USIA 4-7 TAHUN TENTANG BUDAYA BUGIS (MAPPATABE’) DI kota MAKASSAR Syarif Nana; Rudi Amir; Yolandika Arsyad; Nur Alamsyah; Febriansa Febriansa
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2026): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to the implementation of parenting patterns in educating children about bugis culture, Mappatabe in Makassar city, which consists of preliminary activities, core research and pentup, this research uses a qualitative approach with the type of research on parenting patterns in educating children about bugis culture mappatabe. This subject is from parents and children in Makassar city, this collection is done by observation interview method. The techniques used in data analysis are data reduction, data presentation and conclusion drawing.