Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Eksplorasi Pembelajaran Daring Mahasiswa PGSD Tingkat Satu Yubali Ani
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol. 7 No. 2 (2021): Vol. 7 No. 2 Mei 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v7n2.p69-73

Abstract

The objectives of this research on exploration of PGSD students' online learning were to explore: (1) Constraints in online learning; (2) Attitudes in participating in online learning; (3) Steps to improve attitudes in lectures; and (4) Things obtained during online learning. This research uses descriptive-qualitative methods, using questionnaires and reflection. The data obtained from 40 students were analyzed descriptively. The results obtained are: (1) the biggest obstacle in online learning is networking: (2) the attitude taken in participating in online learning is to adapt; (3) steps to improve attitudes in the next lecture are to focus more on following online learning; and (4) what students get from online learning for one semester is to grow in faith and character.Keywords: college students, exploration, online learningABSTRAKTujuan dari penelitian eksplorasi pembelajaran daring mahasiswa PGSD adalah untuk mengeksplorasi: (1) Kendala dalam pembelajaran daring; (2) Sikap dalam mengikuti pembelajaran daring; (3) Langkah memperbaiki sikap pada perkuliahan; dan (4) Hal yang diperoleh selama pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, dengan menggunakan kuisioner dan refleksi. Data yang diperoleh dari 40 mahasiswa dianalisis secara deskriptif. Hasil yang diperoleh adalah: (1) kendala terbesar dalam pembelajaran daring adalah jaringan: (2) sikap yang diambil dalm mengikuti pembelajaran daring adalah dengan beradaptasi; (3) langkah memperbaiki sikap pada perkuliahan selanjutnya adalah lebih fokus dalam mengikuti pembelajaran daring; dan (4) hal yang diperoleh mahasiswa dari pembelajaran daring selama satu semester adalah bertumbuh dalam Iman dan Karakter.Kata Kunci: eksplorasi, mahasiswa, pembelajaran daring
Pelatihan Fasilitator Belajar Untuk Tingkat Sma Tahun Ajaran 2019 Yubali Ani; Ashiong Parhehean Munthe; Widiastuti Widiastuti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.983 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.305

Abstract

This activity is a continuation of the 2018-2019 FY training, with the training of high school students from class X and XI as a participant. All students involved were foster children from the Emmanuel Foundation. Compensation from scholarships, high school students are required to assist in learning to read and write for children of primary and early school age around their homes. The high school students certainly do not have the ability to teach, because they are not teachers. Therefore, the Emmanuel Foundation equips these high school students with training for learning facilitators. The purpose of this activity is that students are able to present a learning exhibition about: 1) the ability to spell and read; 2) basic mathematics; 3) making mind mapping; 4) telling stories through story books; 5) explain simple games; and 6) explain the procedure. This training activity was held on Saturday as many as eight meetings for one semester in the Sentul area. Saturday schedule for activities, at 09.00-15.00 and carried out in January-June 2019. The training activities went well, the students in the group were able to present each lesson that was made in accordance with the assessment rubric. Keywords: training, facilitator, learning, mind mapping, class procedures
Pengembangan Diri Sebagai Fasilitator Belajar Pada Program Education Di Sentul Bogor Widiastuti tc; Yubali Ani, Ashiong Parhehean Munthe
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.211 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.307

Abstract

This activity is a continuation of the collaboration that began from the 2018-2019 term I academic year between the Pelita Harapan PGSD-FIP and the Emmanuel Foundation. Activities carried out include; this training is dedicated for learning facilitators to be able to teach creatively and practice their teaching skills at the location of their learning community. The objectives of the training activities are: 1) developing high school students themselves as learning facilitators; 2) lead learners who learn; 3) able to solve problems (problem solver), both for themselves and the environment; 4) being a creative learner; 5) excel in learning achievement; 6) direct practice in the learning community they lead. Implementation of activities in the form of training, including: 1) the provision of material; 2) question and answer session; 3) designing learning plans, making teaching aids, and compiling an assessment of the learning done; 4) games in groups with mentors; and 5) the practice of teaching directly individually in accordance with the plan for implementing the learning they have arranged. The activity takes place from July to December 2018, every Saturday 2 times a month. The training activities are provided help students have knowledge in the field of teaching, such as planning a lesson, making teaching aids, making simple judgments, and carrying out learning. Keywords: development, facilitator, problem solver, learning community
Mempersiapkan Siswa SMA Sebagai Fasilitator Belajar Melalui Pelatihan Ashiong Parhehean Munthe; Widiastuti, Yubali Ani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.105 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.309

Abstract

Motivasi siswa dalam belajar dipengaruhi oleh beberapa hal seperti keluarga, lingkungan, fasilitas yang memadai, dan dukungan dari orang terdekat. Namun fakta di lapangan, banyak siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya: 1) motivasi belajar siswa yang rendah; 2) kualitas diri para siswa yang kurang tangguh dalam menghadapi masa depan (sopan santun, antusiasme, kerjasama, keaktifan, dan kesiapan); 3) kurangnya dukungan keluarga dalam perkembangan diri setiap siswa. Tujuan pelatihan mempersiapkan siswa untuk: 1) meningkatkan percaya diri; 2) manajemen kelas; 3) mampu mengajar; 4) mampu mengkomunikasi pembelajaran. Pelatihan dilakukan sebulan 2 kali setiap Sabtu, selama bulan Maret-Juni 2018, di daerah Sentul. Kegiatan yang dilakukan antara lain: 1) pemaparan materi; 2) membuat mind mapping mengenai materi yang diajarkan; 3) belajar bagaimana menjadi seorang guru; 4) mengerjakan tugas yang diberikan di dalam kelompok bersama dengan mentor; dan 5) mempraktikkan dan mempresentasikan apa yang sudah mereka buat sesuai topik. Hasil kegiatan pelatihan berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Para siswa menunjukkan sikap antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan; melakukan microteaching mengenai prosedur kelas yang sudah mereka buat; dan berbagi pengalaman mengajar dari tempat mengajar para fasilitator untuk dibagikan saat pelatihan kepada teman fasilitator lainnya.
Pemberdayaan Fasilitator Belajar Siswa Sma Pada Level Menengah Yubali Ani; Ashiong Munthe; Widiastuti Widiastuti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.591 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.766

Abstract

Kegiatan pemberdayaan fasilitator belajar yang dilakukan kepada siswa SMA level menengah (dua) adalah untuk memperlengkapi para peserta di dalam menjawab kebutuhan yang ada di lapangan. Kegiatan pemberdayaan ini diperuntukkan kepada siswa/I SMA yang sudah lulus mengikuti pemberdayaan level dasar (satu). Tujuannya adalah adalah agar para fasilitator belajar mampu merencanakan, melaksanakan, dan melakukan penilaian dengan baik terhadap kegiatan belajar dan mengajar yang mereka lakukan di lingkungan masing-masing. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pemberian materi, latihan mandiri dan kelompok, diskusi, tanya jawab, mentoring, dan presentasi. Kegiatan dilakukan setiap hari Sabtu 2x dalam sebulan, bertempat di daerah Sentul. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini, tidak berjalan sesuai dengan rencana dengan maksimal dikarenakan Pandemi Covid-19. Para peserta lebih dilatih untuk terbiasa menggunakan perangkat HP dan aplikasi yang ada didalamnya. Hal ini dikarenakan keterbatasan perangkat yang dimiliki oleh para peserta. Oleh karena itu, kegiatan ini kami beri nama “Pra-kegiatan” dimana para peserta dipersiapkan untuk dapat mengikuti kegiatan selanjutnya di semester depan dengan terbiasa menggunakan perangkat baik Hp maupun Laptop.
Penyuluhan Orang Tua Dalam Mendukung Pendidikan Anak Sebagai Fasilitator Belajar Widiastuti Widiastuti; Yubali Ani; Ashiong Munthe
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.659 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.777

Abstract

Berdasarkan hasil evaluasi dari pelaksanaan progam Edunation selama dua tahun terakhir, bahwa masih terdapat beberapa fasilitator belajar yang mengundurkan diri di tengah-tengah berlangsungnya pelatihan fasilitator belajar. Hal ini dikarenakan kurangnya dukungan dari orang tua mereka, beberapa orang tua beranggapan bahwa program Edunation ini tidak penting dan membuang waktu sehingga anak tidak bisa membantu orang tua bekerja mencari uang. Pada hal, program ini merupakan salah satu bentuk kompensasi beasiswa yang sudah mereka terima dari Yayasan Emmanuel. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan bagi orang tua yang anaknya ikut serta dalam pelatihan fasilitator belajar. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk memberikan gambaran tentang manfaat program Edunation dan peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak. Metode kegiatan dilakukan dengan menganalisis situasi terlebih dahulu, kemudian menyusun materi yang dibutuhkan, menyusun rencana pelaksanaan penyuluhan dan terakhir melakukan evaluasi kegiatan penyuluhan. Adapun hasil dari kegiatan penyuluhan tersebut adalah 1.) Orang tua mengetahui pentingnya pendidikan bagi masa depan anak; 2.) Orang tua memiliki pengetahuan bagaimana mendukung anak dalam menjalankan pendidikan; 3.) Orang tua mengetahui tujuan dan manfaat dari anak mengikuti pelatihan fasilitator belajar; 4.) Orang tua mengetahui dampak dari anak menjadi fasilitator belajar di lingkungan mereka; 5.) Orang tua memberikan dukungan terhadap anaknya dalam mengikuti pelatihan sebagai fasilitator belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan orang tua efektif untuk memberikan gambaran bagi para orang tua tentang pentingnya pendidikan bagi anak dan manfaat program Edunation.
Analisis belajar mandiri mahasiswa pada pembelajaran online yubali ani; Mursining Kusuma Wardhani
Jurnal Pendidikan Nusantara Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : STKIP NU Kabupaten Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52796/jpnu.v3i1.64

Abstract

Independent learning when online learning is carried out by the entire community in the field of education. The occurrence of the COVID-19 pandemic has had the impact of change for the sake of change, and this in particular, affects the way students learn. Students are required to study independently from their respective homes with limited facilities and infrastructure. The aims and objectives of this research are to find out: 1) the difficulties of independent learning in online learning, and 2) solutions in dealing with difficulties in online learning. This study used a survey approach using questionnaires, data analysis techniques used percentages, and the research subjects consisted of 30 students. The results obtained are: 1) the difficulty of independent learning experienced by students from internal factors, namely students still rarely set learning goals and strategies in online learning, so this makes them not optimal for independent study. Meanwhile, from external factors, namely the lack of facilities and infrastructure that can be used by students to study independently; and 2) independent learning solutions carried out by students, namely: discussing with friends, and asking the teacher when they do not understand the material being studied.
Analisis belajar mandiri mahasiswa pada pembelajaran online yubali ani; Mursining Kusuma Wardhani
Jurnal Pendidikan Nusantara Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : STKIP NU Kabupaten Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52796/jpnu.v3i1.64

Abstract

Independent learning when online learning is carried out by the entire community in the field of education. The occurrence of the COVID-19 pandemic has had the impact of change for the sake of change, and this in particular, affects the way students learn. Students are required to study independently from their respective homes with limited facilities and infrastructure. The aims and objectives of this research are to find out: 1) the difficulties of independent learning in online learning, and 2) solutions in dealing with difficulties in online learning. This study used a survey approach using questionnaires, data analysis techniques used percentages, and the research subjects consisted of 30 students. The results obtained are: 1) the difficulty of independent learning experienced by students from internal factors, namely students still rarely set learning goals and strategies in online learning, so this makes them not optimal for independent study. Meanwhile, from external factors, namely the lack of facilities and infrastructure that can be used by students to study independently; and 2) independent learning solutions carried out by students, namely: discussing with friends, and asking the teacher when they do not understand the material being studied.
PENDAMPINGAN SISWA SMA SEBAGAI FASILITATOR BELAJAR Oce Datu Appulembang; Ashiong Parhehean Munthe; Indra Praja Kusuma; Yubali Ani
Abdimas Galuh Vol 5, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i1.10032

Abstract

Rendahnya pendampingan belajar bagi siswa di beberapa kawasan pinggiran menjadi faktor penyebab rendahnya pencapaian belajar siswa. Orang tua yang sibuk bekerja karena ekonomi yang kurang, rendahnya pendidikan orang tua, bahkan lingkungan yang tidak mendukung menjadi penyebab anak tidak mendapatkan pendidikan padahal mereka seharusnya dapat merasakan pendidikan. Setiap anak memerlukan pendampingan belajar, terkhusus bagi siswa. Yayasan Emmanuel hadir untuk memberikan bantuan dana pendidikan dan beasiswa kepada siswa SMA. Yayasan Emmanuel memberikan tanggung jawab kepada penerima beasiswa untuk menjadi pendamping belajar. Siswa diberikan pendampingan belajar terhadap anak-anak di lingkungannya dengan pendekatan yang tepat. Siswa SMA diberi pembekalan terkait ilmu pendidikan dan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan yang siswa terima agar siswa sebagai pendamping dapat mengajar dengan baik. Siswa diberikan pembekalan dasar berupa pendampingan mengenai pengenalan diri bagi para fasilitator belajar (siswa SMA), teori, dan praktik membaca, menulis dan berhitung di SD. 
Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar [Reading Comprehension Skills of Elementary School Students] Sarah Adelheit Frans; Yubali Ani; Yesaya Adhi Wijaya
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol 5, No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v5i1.6567

Abstract

The ability to read comprehensively is the key to success in education. The ability to read comprehensively can help students understand in depth the contents of a reading so that students' knowledge can develop. This ability has been taught since the third grade of elementary school and its development is specifically carried out in Indonesian Language lessons but is useful in other subjects. However, there are still problems with low reading comprehension skills at the elementary level to a higher level. The purpose of writing this paper is to present the reading comprehension ability of elementary school students. The method of writing is a literature review by conducting an assessment of various sources. The results of the study show that the low reading comprehension ability is caused by low interest in reading, lack of motivation, until learning to read comprehension is boring. The teacher's role is needed in selecting and implementing appropriate reading comprehension learning strategies to be able to improve these abilities. There are many types of reading comprehension learning strategies and teachers must choose and apply the right strategies so that students can achieve learning objectives. The teacher's role in selecting and implementing learning strategies is influenced by the value system held by the teacher. Christian teachers must see their students as Imago Dei with their own uniqueness and diverse needs. In this way, Christian teachers will help students grow holistically. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kemampuan membaca secara komprehensif merupakan kunci keberhasilan dalam dunia pendidikan.Kemampuan membaca komprehensif dapat membantu siswa memahami secara mendalam isi suatu bacaan sehingga pengetahuan siswa dapat berkembang.Kemampuan ini telah diajarkan sejak kelas tiga sekolah dasar dan pengembangannya secara khusus dilakukan pada pelajaran Bahasa Indonesia, namun bermanfaat pada mata pelajaran lainnya.Namun, masih terdapat permasalahan rendahnya kemampuan membaca pemahaman di tingkat sekolah dasar hingga ke jenjang yang lebih tinggi.Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memaparkan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar.Metode penulisan yang digunakan adalah kajian literatur dengan melakukan pengkajian dari berbagai sumber.Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan membaca pemahaman disebabkan oleh rendahnya minat baca, kurangnya motivasi, hingga pembelajaran membaca pemahaman yang membosankan.Peran guru sangat dibutuhkan dalam memilih dan menerapkan strategi pembelajaran membaca pemahaman yang tepat untuk dapat meningkatkan kemampuan tersebut.Ada banyak jenis strategi pembelajaran membaca pemahaman dan guru harus memilih dan menerapkan strategi yang tepat agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran.Peran guru dalam memilih dan menerapkan strategi pembelajaran dipengaruhi oleh sistem nilai yang dianut oleh guru.Guru Kristen harus melihat murid-muridnya sebagai Imago Dei dengan keunikan dan kebutuhan yang beragam. Dengan cara ini, guru-guru Kristen akan membantu para siswa bertumbuh secara holistik.