Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Transmisi Tidak Koheren menggunakan Differential Unitary Modulation pada OFDMA SETIAWAN, DHONI PUTRA; RYANU, HARFAN HIAN; PRABOWO, VINSENSIUS SIGIT WIDHI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 9, No 3: Published July 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v9i3.634

Abstract

ABSTRAKDifferential modulation adalah sebuah teknik modulasi yang memungkinkan pengiriman informasi tanpa diperlukannya estimasi kondisi kanal di sisi penerima. Teknik ini biasa diimplementasikan pada kondisi dimana kanal transmisi berubah dengan sangat cepat, seperti ketika pengguna layanan dalam kondisi mobilitas yang sangat cepat. Pada artikel ini, beberapa teknik differential modulation yang dikembangkan dari Space Time Block Code (STBC) diujicobakan pada Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA) dengan dua skema yang berbeda. Skema pertama menggunakan konsep sistem antena multiple-input multipleoutput (MIMO), dan skema kedua adalah skema single-input single-output (SISO). Hasil pengujian yang diperoleh, teknik differential modulation dengan skema yang ditawarkan pada artikel ini mampu memberikan kinerja yang lebih baik daripada teknik differential modulation yang konvensional. Hasil riset menunjukkan konsep transmisi tidak koheren dapat menjadi solusi potensial untuk sistem komunikasi nirkabel berkecepatan tinggi.Kata kunci: transmisi tidak koheren, differential modulation, mobilitas tinggi, OFDMA, STBC ABSTRACTDifferential modulation is a modulation technique that can be used without the presence of channel estimation in the receiver. This technique is usually implemented when the channel condition changes rapidly, for example, when the user is in a high mobility condition. In this paper, several differential modulation techniques, which are modified from space-time block code (STBC) are tested for Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA) using two different schemes. The first scheme uses multiple-input multiple-output (MIMO) antenna system, while the second scheme use single-input single-output (SISO). Based on our results, the differential modulation techniques proposed in this paper can overcome the conventional differential modulation technique. This research shows the proposed non-coherent transmission could be a potential scheme for high mobility wireless communications.Keywords: non-coherent transmission, differential modulation, high mobility, OFDMA, STBC.
Metode Reduksi Clutter Dinamis pada Sistem Radar-Drone untuk Deteksi Tanda Vital Pernafasan PRAMUDITA, ALOYSIUS ADYA; DWINANDA, ALDI RIFALDI; NUGRAHA, BAMBANG SETIA; RYANU, HARFAN HIAN
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 12, No 1: Published January 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v12i1.148

Abstract

ABSTRAKPengembangan radar pendeteksi tanda vital yang dikombinasikan dengan kemampuan deteksi di balik penghalang diarahkan untuk menghasilkan teknologi pencarian korban selamat di bawah reruntuhan. Elaborasi teknologi drone untuk membawa radar dalam menjangkau area yang sulit akan mendukung efektifitas penggunaan teknologi tersebut. Namun fluktuasi ketinggian terbang memungkinkan munculnya clutter dinamis. Clutter dinamis berpengaruh signifikan pada hasil deteksi. Metode untuk mengurangi clutter dinamis diperlukan dan pada paper ini diusulkan metode reduksi clutter dengan penggunaan data fluktuasi ketinggian untuk mengidentifikasi respons doppler tambahan akibat clutter dinamis. Hasil digunakan untuk mengendalikan pemfilteran akhir dari hasil deteksi fasa sinyal radar. Simulasi dan eksperimen laboratoriun dengan radar Frequency Modulated Continuous Wave (FMCW) telah dilakukan dan hasil menunjukkan bahwa metode usulan secara signifikan dapat memperbaiki hasil deteksi.Kata kunci: Radar, Drone, Reruntuhan, Tanda Vital, FMCW. ABSTRACTThe development of a radar for detecting vital signs combined with the ability to detect an object behind obstacles is aimed at producing technology to search for survivors buried under the rubble. Elaboration of drones for conveying a radar to reach difficult areas will support the effective use of this technology. However, fluctuations in flight altitude allow dynamic clutter to emerge. The existence of dynamic clutter has a significant influence on the detection results. A method to reduce dynamic clutter in radar altitude is needed, and this paper proposes a dynamic clutter reduction method that consists of utilizing the altitude fluctuation data itself to identify additional Doppler responses due to dynamic clutter and then used to control the post-filtering of the phase detection results. Laboratory simulations and experiments with FMCW radar have been carried out, showing that the proposed method can significantly improve the detection results.Keywords: Radar, Drone, Rubble, Vital Sign, FMCW.
IoT-Based System for Pothole Mapping Dwiandharu, Muhammad Andika Naufan; Aulia, Danny; Wisnutama, William Wafi; Pramudita, Aloysius Adya; Ryanu, Harfan Hian; Widhi Prabowo, Vinsensius Sigit
JMECS (Journal of Measurements, Electronics, Communications, and Systems) Vol. 11 No. 1 (2024): JMECS
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jmecs.v11i1.7666

Abstract

Technology development allows various kinds of technology to provide convenience and better services. One of them is the development of technology with the Internet of Things. In this research, we have developed a system to detect and map damaged road conditions to give road users a better experience. The user is expected to use this system to collect data. Detection is done using an accelerometer sensor that estimates the speed of a vehicle. In the process of pothole detection, the accelerometer checks the value of each x, y, and z axis. When data meets the axis value, it is taken by Arduino and sent to the Raspberry Pi. Raspberry Pi, which is an integration of systems, processes data and classificates data. Also, Raspberry Pi enables GPS and camera to collect data in visual form. Data that has been processed, sent to the database to be displayed on the dashboard of application. The system was tested along Jalan Radio Palasari, Bandung Regency. From experiments that have been carried out by collecting 50 data, it is known that the delay in sensor detection is set for approximately one minute with a sending delay to the database of six seconds. The accuracy of data in detecting and mapping only differs by 3-6 meters from the real pothole road.
Analisis Performa Metode Slot Dan Peripheral Slits Pada Antena Mikrostrip Patch Segiempat Saputra, Yusuf Eka; Nur, Levy Olivia; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman saat ini, membuat manusia memerlukan teknologi komunikasi untuk saling bertukar informasi. Sistem komunikasi sering menggunakan sebuah teknologi telekomunikasi yang di gunakan sebagai alat pemancar dan penerima sebuah sinyal yaitu antena. Antena mikrostrip merupakan salah satu jenis antena yang banyak dikembangkan saat ini karena memiliki banyak keunggulan, seperti ukuran yang kecil, bobot yang ringan, biaya produksi yang rendah, dan fabrikasi yang mudah. Kebutuhan akan antena dengan performa yang semakin bagus menjadi sebuah tantangan dalam perkembangan teknologi komunikasi nirkabel. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa antena mikrostrip dari penerapan antara metode slot dan peripheral slits dengan ukuran dimensi dan spesifikasi antena yang sama pada frekuensi 5 GHz. Hasil simulasi dan pengukuran yang telah dilakukan menunjukkan bahwa metode peripheral slits dapat memberikan peningkatan performa yang lebih bagus dibandingkan metode slot. Antena mikrostrip dengan metode peripheral slits mendapatkan nilai return loss, VSWR, dan gain yang lebih bagus. Sedangkan untuk metode slot memberikan peningkatan performa pada sisi bandwidth antena yang semakin besar yaitu 185 MHz.Kata kunci : Antena Mikrostrip, Slot, Peripheral Slits.
HydroFarm: Sistem Pengendalian dan Pengawasan Tumbuh Kembang Tanaman Hidroponik Berbasis Internet of Things Rofiansyah, Wizman; Wijayanto , Inung; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidroponik merupakan salah satu perkembangan teknologi dalam budidaya tanaman dengan memanfaatkan air yang berfokus pada pemenuhan nutrisi serta zat hara dan media tanam yang digunakan berupa benda padat seperti netpot hidroponik, rockwool, spons, dan lain sebagainya. Dengan sistem hidroponik, tumbuh kembang tanaman relatif lebih cepat karena unsur hara dalam larutan dapat secara optimal dimanfaatkan sepenuhnya oleh tanaman sehingga daun lebih lebar, daging buah lebih besar dan kokoh. Akan tetapi terdapat kekurangan pada metode hidroponik menggunakan Nutrient Film Technique (NFT) seperti perlunya pengawasan rutin untuk menjaga nutrisi zat hara pada air yang mengalir ke tanaman hidroponik. Tentu- nya hal tersebut berdampak pada tumbuh kembang dan kualitas dari tanaman hidroponik. HydroFarm merupakan sebuah pro- duk yang diciptakan untuk monitoring dan controlling dengan IoT yang dapat diakses oleh urban farmer melalui aplikasi mobile. Penggunaan IoT bertujuan untuk mengontrol pompa sehingga air dapat dialirkan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Selain itu, IoT berperan dalam mengontrol zat hara dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman hidroponik sehingga nutrisi tanaman tetap terjaga. Kata Kunci—Hidroponik, Controlling, Monitoring
HydroFarm : Sistem Pengendalian dan Pengawasan Tumbuh Kembang Tanaman Hidroponik Pada Mobile Apps Ito , Firman Ahmad La; Wijayanto , Inung; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

—Hidroponik merupakan salah satu perkembangan teknologi dalam budidaya tanaman dengan memanfaatkan air yang berfokus pada pemenuhan nutrisi serta zat hara dan media tanam yang digunakan berupa benda padat seperti netpot hidroponik, rockwool, spons, dan lain sebagainya. Dengan sistem hidroponik, tumbuh kembang tanaman relatif lebih cepat karena unsur hara dalam larutan dapat secara optimal dimanfaatkan sepenuhnya oleh tanaman sehingga daun lebih lebar, daging buah lebih besar dan kokoh. Akan tetapi terdapat kekurangan pada metode hidroponik menggunakan Nutrient Film Technique (NFT) seperti perlunya pengawasan rutin untuk menjaga nutrisi zat hara pada air yang mengalir ke tanaman hidroponik. Tentu- nya hal tersebut berdampak pada tumbuh kembang dan kualitas dari tanaman hidroponik. HydroFarm merupakan sebuah pro- duk yang diciptakan untuk monitoring dan controlling dengan IoT yang dapat diakses oleh urban farmer melalui aplikasi mobile. Penggunaan Mobile Apps bertujuan untuk mengontrol pompa melalui aplikasi dan melihat data-data sensor sehingga dapat mengetahui kebutuhan tanaman. Selain itu, Mobile Apps juga berperan dalam mengontrol kandungan zat hara dengan menlakukan input nilai tds min dan max serta pH min dan max. Kata Kunci—Hidroponik, Controlling, Monitoring
Implementasi Convolutional Neural Network (CNN) untuk Mengidentifikasi Kondisi Tanaman Kangkung dan Pakcoy Hidroponik Zalianty, Fayza Rizka; Wijayanto , Inung; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

—Salah satu teknik budidaya tanaman yang menggunakan air sebagai pengganti tanah adalah hidroponik. Meskipun metode ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan metode budidaya konvensional, salah satu tantangan metode ini adalah kesulitan untuk mengetahui kondisi tanaman secara dini. Penelitian ini menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) dengan arsitektur VGG-16 untuk membangun sistem yang dapat mendeteksi kondisi tanaman hidroponik. Sistem ini terdiri dari kamera yang mengambil gambar tanaman, prosesor gambar yang mengubah gambar yang diambil oleh kamera menjadi format yang dapat diproses oleh CNN, dan model CNN yang digunakan untuk mengklasifikasikan gambar yang diakses melalui aplikasi. Dataset yang digunakan terdiri dari gambar kangkung dan pakcoy hidroponik yang sehat dan tidak sehat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model yang dibuat memiliki akurasi 96,1%. Model ini dapat mendeteksi tanaman kangkung yang sehat dengan akurasi 93,56%, tanaman kangkung yang tidak sehat dengan akurasi 51,84%, dan tanaman pakcoy yang layu dengan akurasi 99,62%. Meningkatkan ukuran dataset dan menggunakan teknik pengambilan dataset yang lebih konsisten adalah dua cara yang dapat dilakukan. Kata Kunci—CNN, hidroponik, VGG-16
Sistem Pemetaan Kerusakan Jalan Dengan Pengembangan Internet of Things Wisnutama, William Wafi; Pramudita, Aloysius Adya; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi saat ini telah mengubah berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah transportasi. Transportasi menjadi kebutuhan masyarakat tiap harinya. Namun, tingkat kepadatan masyarakat yang meningkat juga mempengaruhi jumlah transportasi. Sehingga, meningkatnya jumlah transportasi tentunya akan mempengaruhi kondisi jalan raya yang dilalui.Kondisi jalan yang rusak akan memperlambat dan membatasi dalam aktivitas, sehingga menimbulkan kemacetan pada jalan. Untuk memberikan penyelesaian atas permasalahan yang terjadi, Capstone Design menghadirkan inovasi baru yaitu Obstac Map yang merupakan bentuk pengembangan sistem deteksi dan pemetaan berbasis Internet of Things. Sistem ini bertujuan untuk efisiensi dan keamanan berkendara di jalan raya. Sistem ini menggabungkan sensor dengan mikrokontroler sehingga dapat mendeteksi anomali jalan raya dan melakukan pemetaan lokasi jalan yang rusak. Obstac Map juga didukung oleh mobile application dan kamera yang dapat digunakan oleh pengguna selama berkendara untuk memperoleh informasi terkait jalan yang dilaluinya dalam bentuk koordinat dan gambar. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, Obstac Map bekerja secara baik dengan ketepatan data yang diperoleh mencapai 90%. Obstac Map mampu menampilkan titik lokasi jalan rusak dengan kelas data yang menyesuaikan tingkat kerusakan jalan. Sehingga Obstac Map berhasil melewati pengujian yang ditentukan, menunjukkan kinerja yang optimal dan memenuhi kebutuhan ekspektasi para pengguna. Namun terdapat kendala pada performa pemetaan lokasi karena terkadang mendeteksi lokasi bangunan terdekat. Kata kunci: Internet of Things, Mobile Application, Obstac Map, Pemetaan Kerusakan Jalan, User Experience.
Sistem Pemetaan Kerusakan Jalan dengan Pengembangan Internet of Things Dwiandharu, Muhammad Andika Naufan; Pramudita, Aloysius Adya; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi saat ini telah mengubah berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah transportasi. Transportasi menjadi kebutuhan masyarakat tiap harinya. Namun, tingkat kepadatan masyarakat yang meningkat juga mempengaruhi jumlah transportasi. Sehingga, meningkatnya jumlah transportasi tentunya akan mempengaruhi kondisi jalan raya yang dilalui. Kondisi jalan yang rusak akan memperlambat dan membatasi dalam aktivitas, sehingga menimbulkan kemacetan pada jalan. Untuk memberikan penyelesaian atas permasalahan yang terjadi, Capstone Design menghadirkan inovasi baru yaitu Obstac Map yang merupakan bentuk pengembangan sistem deteksi dan pemetaan berbasis Internet of Things. Sistem ini bertujuan untuk efisiensi dan keamanan berkendara di jalan raya. Sistem ini menggabungkan sensor dengan mikrokontroler sehingga dapat mendeteksi anomali jalan raya dan melakukan pemetaan lokasi jalan yang rusak. Obstac Map juga didukung oleh mobile application dan kamera yang dapat digunakan oleh pengguna selama berkendara untuk memperoleh informasi terkait jalan yang dilaluinya dalam bentuk koordinat dan gambar. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, Obstac Map bekerja secara baik dengan ketepatan data yang diperoleh mencapai 90%. Obstac Map mampu menampilkan titik lokasi jalan rusak dengan kelas data yang menyesuaikan tingkat kerusakan jalan. Sehingga Obstac Map berhasil melewati pengujian yang ditentukan, menunjukkan kinerja yang optimal dan memenuhi kebutuhan ekspektasi para pengguna. Namun terdapat kendala pada performa pemetaan lokasi karena terkadang mendeteksi lokasi bangunan terdekat. Kata kunci: Internet of Things, Mobile Application, Obstac Map, Pemetaan Kerusakan Jalan, User Experience.
Sistem Pemetaan Kerusakan Jalan dengan Pengembangan Internet of Things Aulia, Danny; Pramudita, Aloysius Adya; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi saat ini telah mengubah berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah transportasi. Transportasi menjadi kebutuhan masyarakat tiap harinya. Namun, tingkat kepadatan masyarakat yang meningkat juga mempengaruhi jumlah transportasi. Sehingga, meningkatnya jumlah transportasi tentunya akan mempengaruhi kondisi jalan raya yang dilalui. Kondisi jalan yang rusak akan memperlambat dan membatasi dalam aktivitas, sehingga menimbulkan kemacetan pada jalan. Untuk memberikan penyelesaian atas permasalahan yang terjadi, Capstone Design menghadirkan inovasi baru yaitu Obstac Map yang merupakan bentuk pengembangan sistem deteksi dan pemetaan berbasis Internet of Things. Sistem ini bertujuan untuk efisiensi dan keamanan berkendara di jalan raya. Sistem ini menggabungkan sensor dengan mikrokontroler sehingga dapat mendeteksi anomali jalan raya dan melakukan pemetaan lokasi jalan yang rusak. Obstac Map juga didukung oleh mobile application dan kamera yang dapat digunakan oleh pengguna selama berkendara untuk memperoleh informasi terkait jalan yang dilaluinya dalam bentuk koordinat dan gambar. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, Obstac Map bekerja secara baik dengan ketepatan data yang diperoleh mencapai 90%. Obstac Map mampu menampilkan titik lokasi jalan rusak dengan kelas data yang menyesuaikan tingkat kerusakan jalan. Sehingga Obstac Map berhasil melewati pengujian yang ditentukan, menunjukkan kinerja yang optimal dan memenuhi kebutuhan ekspektasi para pengguna. Namun terdapat kendala pada performa pemetaan lokasi karena terkadang mendeteksi lokasi bangunan terdekat. Kata kunci: Internet of Things, Mobile Application, Obstac Map, Pemetaan Kerusakan Jalan, User Experience.