Claim Missing Document
Check
Articles

Development Of A Telecommunication-Based Failover System To Reduce Transaction Disruption On Edc Devices At SPBU Pertamina Muhammad Kalam Kahfi; Dhoni Putra Setiawan; Harfan Hian Ryanu
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently, Pertamina has implemented a cashless transaction system in their SPBU, using Electronic Data Capture (EDC) devices in its operation. However, this device has several weaknesses, one of which is the dependence on a stable network connection, which is still a challenge in certain areas. The proposed solution to address these weaknesses is the creation of a failover system, which will automatically switch the network to a backup network if the main network is disrupted so that the EDC devices can continue to operate until the main network is restored. This system will hopefully reduce the experienced downtime when there is a network disruption, increasing the reliability of the cashless transaction system used in the SPBU. Implementation and testing of the proposed failover design shows that the system is able to switch to the backup network in 435ms when the main network experiences disruption and quickly return to the main network in 36ms once the disruption ends. This switching time should be quick enough to maintain the connectivity during operations with only minimal delays. Keywords: EDC, Failover, SPBU
Wearable Antenna Dual Band with EBG Structure for Health Applications Ash-Shiddiq, Haniifah Arif; Ryanu, Harfan Hian; Nur, Levy Olivia
CEPAT Journal of Computer Engineering: Progress, Application and Technology Vol 2 No 02 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cepat.v2i01.5811

Abstract

Telemedicine can solve several issues in the healthcare system. The wearable antenna works with the Industrial, Scientific, and Medical (ISM) band for wireless body area network (WBAN) communications. Wearable antennas are lightweight, easy to make, and so on. This antenna application's bandwidth is limited by the thin substrate. This research will create a wearable planar monopole antenna with a circular patch that can operate at 2,4 and 5,8 GHz. Antenna without the UC-EBG structure and antenna with the UC-EBG structure were tested. The simulation results without UC-EBG show that the return loss is -14.629 dB and -28,639 dB, the VSWR is 1,456 and 1,077, the bandwidth is 4988 MHz, and the gain is 2,517 dBi and 4,270 dBi. The simulation results with the addition of UC-EBG show that the return loss is -13,835 dB and -17,46 dB, the VSWR is 1,511 and 1,309, the bandwidth is 1480 MHz and 2320 MHz, and the gain is 2,869 dBi and 5,208 dBi. The measurement results with UC-EBG show that the return loss is -13,134 dB and -18,421 dB, the VSWR is 1,566 and 1,273, the bandwidth is 1080 MHz and 960 MHz, and the gain is 2,198 dBi and 4,98 dBi.
ANALISIS DAN PERANCANGAN STRUKTUR METAMATERIAL UNTUK MENGURANGI SPECIFIC ABSORPTION RATE (SAR) PADA ANTENA MIKROSTRIP DI FREKUENSI 5G Arif, Ikhwanul; Gurning, Shanty Ezra Rianauli; Yannisa, Alfia Zahra; Paramitha, Camilla Pradnya; Prasetya, Rizky Aris; Annam, Imam Chairul; Ryanu, Harfan Hian; Nur, Levy Olivia
TEKTRIKA Vol 9 No 1 (2024): TEKTRIKA Vol.9 No.1 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v9i1.6993

Abstract

Antena mikrostrip merupakan perangkat komunikasi wireless berdimensi kecil namun memiliki kinerja yangmendukung pengimplementasian teknologi 5G. Antenna mikrostip memiliki bentuk seperti lempengan tipisdengan frekuensi kerja yang ditentukan berdasarkan dimensi antena tersebut. Namun, dibalik kelebihan yangdimiliki antena ini masih terdapat kekurangan seperti gain dan efisiensi yang rendah, bandwidth sempit, dangelombang permukaan yang mampu merusak pola radiasi. Antena mikrostrip yang bekerja dengan frekuensi5G atau frekuensi 3,5 GHz memiliki pancaran radiasi yang berbahaya bagi seluruh tubuh. Oleh karena ituditambahkan struktur material Elegtromagnetic Band Gap (EBG) yang berbentuk mushroom-like. Penggunaanstruktur ini dapat meningkatkan efisiensi, pola radiasi yang baik, dan dapat mengurangi efek radiasi pada tubuh,nilai Spesfic Absorption Rate (SAR) yang harus dimiliki yaitu < 1,6. Pengujian dilakukan dengan dua kondisi, yangpertama yaitu simulasi antena konvensional terhadap phantom tangan dan yang kedua adalah simulasi antenadengan penambahan struktur EBG terhadap phantom tangan. Simulasi yang pertama menghasilkan nilai SARsebesar 1,9484 W/Kg. Sedangkan simulasi yang kedua menghasilkan nilai SAR sebesar 0,9059 W/Kg. Sehinggadidapat kesimpulan bahwa penambahan struktur EBG unitcell dapat mengurangi nilai SAR hingga mencapai46,67%.
Scalability of MIMO Antennas: Assessing Gain and HPBW for Different Antenna Element Configurations Salsabila, Salwa; Ryanu, Harfan Hian; Nur, Levy Olivia; Nugroho, Bambang Setia
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17529/jre.v20i2.33177

Abstract

The design of Massive MIMO Antennas presents challenges due to their large size, which can impede the design process. Additionally, the arrangement of multiple antenna elements in Massive MIMO Antennas poses a challenge, as it surpasses the capabilities of simulation software and involves complex procedures. Therefore, to address these issues, a scalability technique utilizing array factor theory is employed to determine the relationship between the configuration of MIMO antennas and the corresponding values of gain and half-power beamwidth (HPBW). By utilizing a simpler MIMO Antenna array with incremental configurations, such as 2x2, 4x4, 8x8, and 16x16 MIMO element schemes, the array factor theory allows for the prediction of the gain and HPBW values for a Massive MIMO Antenna array with a specific configuration. This research aims to explore the scalability process and derive equations that relate the gain and HPBW values to the different MIMO configurations. The designed MIMO antenna arrangement is based on rectangular antennas with truncated corners and circular antennas with X slots, allowing for the investigation of various configurations operating at a frequency of 3.5 GHz.
Desain dan Analisis Antena Ultra Wideband Dengan Penolakan Pita Menggunakan Patch Persegi Panjang Zaam, Kartika Praty Dina; Pramudita, Aloysius Adya; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Ultra wideband mempunyai Rentang frekuensi kerja 3,1 hingga 10,6 GHz dan alokasi bandwidth yang lebar sebesar 7,5 GHz. Antena Ultra Wideand memiliki beberapa layanan mencakup berbagai frekuensi yang berada pada pita sempit. Antena UWB memiliki keunggulan diantaranya adalah konsumsi daya pancar yang rendah dan bandwidth yang dihasilkan oleh sistem UWB sangat besar dengan adanya beragam layanan frekuensi yang dicakup maka akan mengalami gangguan elektromagnetik atau mengakibatkan permasalah interferensi. Interferensi atau gangguan yang terjadi harus dihindari. Dari perancangan antena ultra wideband ini menghasilkan frekuensi yang bekerja pada frekuensi 3,1 GHz hingga 10,6 GHz dengan nilai return loss rentang frekuensi UWB -10 dan lebar bandwidth yang didapat adalah 7,6657 GHz. Dari hasil simulasi antena ultra wideband dengan penambahan slot didapatkan frekuensi penolakan pada rentang 4,8 GHz hingga 7,15 GHz. Pada rentang frekuensi penolakan mampu menolak beberapa frekuensi kerja, antara lain WLAN pada frekuensi 4,9-5,9 GHz, Mid Band 5G pada frekuensi 4,8-6 GHz, DSRC pada frekuensi 5,85 GHz - 5,925 GHz, dan komunikasi downlink. Satelit X-Band pada frekuensi 7,1 - 7,6 GHz.Kata Kunci-Ultra WideBand, notch band, lebar pita, penolakan.
Desain dan Analisis Antena UWB Patch Triangular Dengan Penolakan Pita (Notch Band) Zaam, Kartika Praty Dena; Pramudita, Aloysius Adya; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Antena UWB adalah salah satu teknologi radio yang banyak digunakan saat ini. Setiap rentang frekuensi tertentu pada UWB memiliki layanan yang beroperasi secara bersamaan, hal tersebut akan memunculkan permasalahan baru yaitu akan terjadi interferensi. Untuk itu antena UWB perlu dimodifikasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu solusi yang bisa diusulkan adalah dengan melakukan penolakan atau Notch Band. Penolakan pita sendiri bisa didapatkan dengan cara menambahkan slot pada antena. Rentang frekuensi penolakan yang diharapkan pada perancangan antena ini menggunakan frekuensi WLAN direntang 5,15-5,85 GHz. perancangan antena UWB yang akan ditambahkan slot pada patch antena yang berfungsi untuk melakukan penolakan pita dan akan menghasilkan frekuensi antena bekerja menjadi dual band. Proses penambahan slot pada patch antena sudah terbukti secara eksperimental menghasilkan penolakan pita pada frekuensi yang diinginkan pada rentang frekuensi WLAN.Kata kunci— antena monopole, penolakan pita, notch band, triangular patch
Analisis Dan Perancangan Struktur Metamaterial Untuk Mengurangi Specific Absorption Rate (Sar) Pada Antena Mikrostrip Di Frekuensi 5g A, Ikhwanul Arif Qhalbina; Nur, Levy Olivia; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antena jenis mikrostrip merupakan suatuperangkat komunikasi wireless yang memiliki dimensi kecilnamun memiliki performa yang dapat mendukungpengimplementasian teknologi 5G. Antena mikrostrip memilikibentuk berupa lempengan tipis yang frekuensi kerjanya dapatditentukan berdasarkan dimensi atau ukuran antena tersebut.Namun antena mikrostrip yang bekerja dengan frekuensu 5Gatau frekuensi 3,5 GHz memiliki pancaran radiasi yangberbahaya bagi tubuh.Berdasarkan permasalahan diatas, maka diberikanlahsolusi berupa penambahan suatu struktur metamaterial yaitustruktur electromagnetic band gap (EBG) dengan bentukmushroom-like. Penggunaan struktur ini dapat meningkatkanefisiensi, pola radiasi yang baik, dan juga mengurangi efekradiasi pada tubuh. Untuk mengurangi efek radiasi pada tubuh,antena harus memiliki nilai SAR <1,6.Pengujian dilakukan dengan dua kondisi yaitu simulasiantena konvensional terhadap phantom tangan dan simulasiantena dengan penambahan struktur EBG terhadap phantomtangan. Hasil Simulasi dengan adanya penambahan strukturEBG pada antenna konvensional dapat mengurangi nilai SARsebesar 46,7% dari 1,9484 W/kg menjadi 0,9059 W/kg.Kata kunci : antena mikrosrip, 5G, electromagnetic band gap(EBG), mushroom-like, Specific Absorption Rate (SAR).
Perancangan Dan Analisis Antena Mikrostrip Patch Circular Ring Dengan Menggunakan Csrr Di Sisi Ground Plane Pada Frekuensi 3,5 Ghz Fadhil, Muhammad; Nur, Levy Olivia; Ryanu, Harfan Hian
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi jaringan 5G yang merupakanpengembangan dari teknologi jaringan 4G dengan keuntungankecepatan transfer data yang berkalilipat dari jaringan 4G yangsangat berfungsi untuk memenuhi kebutuhan layanan jaringanyang semakin baik. Antena adalah salah satu komponen yangakan berpengaruh dalam implementasi teknologi jaringan 5G.Pada penelitian Tugas Akhir adalah untuk merancang danmenganalisis antena microstrip dengan menggunakancomplementary Split Ring Resonator (CSRR) disisi groundplane pada teknologi 5G. CSRR digunakan pada bagian groundplane dan ditambahkan unit cell CSRR. Fungsi dari CSRRuntuk meningkatkan bandwidth atau gain pada antenamikrostrip, antena mikrostrip yang memiliki kekurangan padabandwidth yang sempit serta gain yang kecil.Berdasarkan hasil realisasi menunjukkan bahwa strukturmetamaterial yaitu CSRR sangat berpengaruh terhadappeningkatan bandwidth yang lebar. Bandwidth antenamikrostrip patch circular ring pada simulasi mendapatkansebesar 140 MHz, sedangkan antena mikrostrip dengan CSRRbandwidth yang didapat yaitu 995 MHz pada simulasi dan padapengukuran memiliki bandwidth 880 MHz untuk antenamikrostripo patch circular ring dengan CSRR 1x2. Return losssebesar -17,218 dB, VSWR 1,328, dengan nilai gain sebesar 1,7dBi. Pada Tugas Akhir ini antena mikrostrip patch circular ringdengan CSRR sudah memenuhi spesifikasi dan bekerja padafrekuensi 3,5 GHz pada teknologi 5G.Kata kunci— 5G, Antena mikrostrip, Parameter AntenaMikrostrip, Antena mikrostrip patch circular ring,Metamaterial, CSRR
Perancangan Dan Realisasi Antena Metamaterial Patch Hexagonal Untuk Teknologi 5g Dengan Srr Pada Frekuensi 3,5 Ghz Maulani, Azka; Ryanu, Harfan Hian; Nur, Levy Olivia
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandwith and Gain Enhanced Hexagonal Patch Antenna Using Hexagonal Shape SRR Ryanu, Harfan Hian; Hafizha, Syahna; Maulani, Azka; Pramudita, Aloysius Adya; Nugroho, Bambang Setia; Nur, Levy Olivia; Astuti, Rina Pudji; Dwiyanto, Dwiyanto
JURNAL INFOTEL Vol 16 No 2 (2024): May 2024
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v16i2.1118

Abstract

In the evolving digital era, the primary focus of the telecommunications industry is on the 5G network, expected to deliver high data rates, low latency, large network capacity, and improved connectivity. This article discusses efforts to adopt optimal frequencies for 5G, introducing techniques to enhance the characteristics of microstrip antennas using Double Negative (DNG) metamaterial properties. The hexagonal-shaped Split Ring Resonant (HSRR) metamaterial is considered a potential method to increase the bandwidth and gain of 5G antennas. Simulation of HSRR unit cells shows a positive impact on DNG characteristics. Meanwhile, the antenna design incorporating HSRR superstrate elements significantly increases gain to 4.47 dBi, and the implementation of HSRR structures on the groundplane results in a remarkable 368% increase in bandwidth compared to conventional antennas without metamaterial.