Mira Sophia Lubis
Unknown Affiliation

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PEMETAAN DESTINASI PARIWISATA PANTAI MAWAR DI DESA TANAH HITAM, KECAMATAN PALOH, KABUPATEN SAMBAS Saifullah, Muhammad Iqbal; Yuniarti, Erni; Lubis, Mira Sophia
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.94812

Abstract

Desa Tanah Hitam merupakan desa pesisir yang ada di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Desa ini memiliki potensi di bidang pariwisata pesisir/pantai yaitu Pantai Harapan dan Pantai Tanjung Lestari. Selain kedua pantai tersebut, terdapat pantai yang menarik dan dapat dikunjungi yaitu Pantai Mawar. Pantai ini memiliki potensi yang dapat dikembangkan mencakup atraksi wisata yang beragam, suasana pantai yang indah, serta kondisi ombak yang tenang. Potensi yang ada tidak menutup adanya permasalahan yang dihadapi meliputi kurangnya informasi terkait destinasi wisata, tidak adanya informasi objek daya tarik apa saja yang disuguhkan oleh pantai, sehingga wisatawan yang ingin berkunjung tidak mengetahui apa saja yang bisa dilakukan dan apa saja fasilitas yang dilengkapi oleh pantai ini. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan destinasi wisata serta objek daya tarik wisata yang terdapat pada Pantai Mawar menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), pendekatan penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang meliputi 4 aspek pariwisata yaitu atraksi, aksesibilitas, amenitas, dan kelembagaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pantai Mawar terletak tidak jauh dari pusat desa dan berdekatan bahkan bersebelahan dengan Pantai Harapan dan Pantai Tanjung Lestari, akses jalan menuju pantai sudah menggunakan perkerasan aspal, serta sarana dan prasarana yang disediakan oleh pantai sudah lengkap dan baik.
ANALISIS KONDISI SARANA PRASARANA PADA KERAWANAN BANJIR ROB TERTINGGI DI KECAMATAN SELAKAU Hapsari, Diandra Mutiara; Lubis, Mira Sophia; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.92797

Abstract

Banjir rob merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di daerah pesisir Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas. Faktor penyebab banjir rob di kawasan ini antara lain topografi rendah, sedimentasi sungai, kerusakan infrastruktur, serta minimnya ruang terbuka hijau dan daerah resapan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sarana prasarana di daerah kerawanan banjir rob tertinggi, yaitu Desa Kuala, Desa Sungai Nyirih, Desa Sungai Daun, dan Desa Semelagi Besar. Metode penelitian menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan analisis skoring dan overlay untuk menentukan tingkat kerawanan banjir rob. Selain itu, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana prasarana seperti drainase, sistem pengendali banjir (pintu air dan tanggul), sungai, dan ketersediaan ruang terbuka hijau berperan penting dalam meningkatkan atau mengurangi tingkat kerawanan banjir rob. Kerusakan pada sarana tersebut memperburuk dampak banjir rob terhadap aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Mitigasi struktural dan non-struktural diperlukan untuk menurunkan risiko banjir rob, antara lain melalui normalisasi sungai, revitalisasi drainase, dan penataan ruang berbasis pengurangan risiko bencana. Studi ini diharapkan menjadi acuan bagi perencanaan wilayah yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan dan tantangan bencana di kawasan pesisir.
ANALISIS KUALITAS INFRASTRUKTUR DAN VEGETASI PADA TAMAN MEMPAWAH SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK KOTA Pratama, Muhamad Abizard Mauludin Soerya; Lubis, Mira Sophia; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.98002

Abstract

Ruang terbuka publik pada kawasan perkotaan berfungsi sebagai wadah bagi aktivitas sosial masyarakat yang tinggal didalamnya dan menjadi salah satu aspek pembentuk citra atau identitas dari kawasan perkotaan tersebut. Namun, keberadaan ruang terbuka publik juga seringkali masih dianggap sekedar pelengkap estetika perkotaan tanpa memperhatikan kualitasnya dan dibangun pada lahan sisa pembangunan yang kurang strategis. Perawatan dan pengelolaan ruang terbuka publik juga sering terlewatkan dalam perencanaan pembangunan ruang terbuka publik. Taman Mempawah, merupakan salah satu ruang terbuka publik yang berada di kawasan perkotaan Kabupaten Mempawah. Pada kondisi eksistingnya, Taman Mempawah masih kurang diminati oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas dari infrastruktur dan vegetasi pada Taman Mempawah menggunakan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi langsung ke lapangan, pengumpulan dokumentasi dan wawancara kepada dinas berwenang sebagai pengelola Taman Mempawah. Hasil studi menunjukkan terdapat beberapa infrastruktur dengan kondisi kurang terawat, selain itu juga terdapat aksi vandalisme sehingga menyebabkan rusaknya beberapa infrastruktur. Masalah terkait perawatan taman juga menjadi salah satu fokus utama dinas terkait yang hingga saat ini masih ditanggulangi.
KEBERLANJUTAN LANTING DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS KABUPATEN SINTANG Putri, Tasya Annisa; Nurhidayati, Ely; Lubis, Mira Sophia
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.94767

Abstract

Lanting merupakan bangunan terapung yang mencerminkan ketergantungan masyarakat terhadap sungai sebagai sumber kehidupan. Pelestarian lanting berbasis pembangunan berkelanjutan dapat terus berjalan, dengan menjaga keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan kebijakan. Pembangunan berkelanjutan merupakan proses untuk memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan kebutuhan generasi masa depan. Lanting di Sungai Kapuas Kabupaten Sintang keberadaannya sudah sangat minim. Salah satu penyebabnya adalah pembangunan waterfront yang menggeser lanting dari kawasan strategis, hal ini membuat perlu adanya adaptasi sosial, ekonomi, lingkungan, serta penguatan kebijakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kriteria keberlanjutan lanting di Tepian Sungai Kapuas, Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi kondisi eksisting lanting dan analisis interaktif Miles Huberman untuk menganalisis keberlanjutan lanting. Hasil penelitian menunjukan tiap variabel keberlanjutan lanting di tepian Sungai Kapuas Kabupaten Sintang rentan untuk tidak berkelanjutan. Maka dari itu, pemerintah sebagai fasilitator diharapkan memberikan solusi terpadu dan berkelanjutan seperti sosialisasi atau kegiatan sosial, pemberdayaan, dan tanggap bencana. Selain itu, perlu adanya pengawasan dalam menjaga lingkungan serta pembuatan regulasi, perizinan, monitoring, dan evaluasi lanting. Dari sisi masyarakat, perlu adanya partisipasi aktif dalam menjaga kualitas sungai dan titian. Hasil analisis diharapkan dapat menentukan keberlanjutan lanting dengan memperhatikan setiap variabel agar pembangunan berkelanjutan dapat dirasakan masa kini hingga mendatang.
IDENTIFIKASI KONDISI ELEMEN FISIK PADA TAMAN CAHAYA MADANI GAYUNG BERSAMBUT Nuraini, Atika Galuh; Lubis, Mira Sophia; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.96506

Abstract

Taman Cahaya Madani Gayung Bersambut (TCMGB) merupakan ruang terbuka hijau publik strategis di Kota Singkawang yang berfungsi sebagai tempat interaksi sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memberikan gambaran sistematis dan menyeluruh mengenai kondisi elemen fisik baik di dalam maupun di sekitar taman sebagai ruang publik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TCMGB memiliki fasilitas yang cukup lengkap dengan kondisi beragam, dimana fasilitas unggulan seperti lapangan basket, skatepark, berada dalam kondisi baik, namun terdapat fasilitas yang memerlukan perbaikan seperti area bermain anak yang rusak berat dan sistem penerangan yang tidak optimal. Vegetasi taman menunjukkan kondisi sangat baik dengan keberagaman tanaman yang berfungsi sesuai peruntukannya. Aksesibilitas taman baik melalui jaringan jalan yang memadai, namun terbatas dalam penyediaan area parkir. Tata guna lahan sekitar yang didominasi perkantoran, pendidikan, dan permukiman mendukung fungsi taman sebagai ruang publik vital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TCMGB memiliki fasilitas cukup lengkap dengan kondisi yang beragam, sehingga memerlukan optimalisasi pemeliharaan fasilitas dan pengembangan infrastruktur pendukung untuk meningkatkan kualitas taman. Kata Kunci: Elemen Fisik Taman, Ruang Terbuka Hijau Publik, Taman Kot
ANALISIS KONDISI KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH KOTA PONTIANAK BERDASARKAN ASPEK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT Putri, Nabila Hardi; Pratiwi, Nana Novita; Lubis, Mira Sophia
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i4.67820

Abstract

Kota Pontianak memiliki total luas permukiman kumuh sebesar 97,6 ha yang mencakup 28 kawasan permukiman kumuh yang mana tersebar di enam kecamatan di Kota Pontianak. Selain kondisi fisik, kondisi sosial ekonomi masyarakat memengaruhi kondisi permukiman kumuh. Pekerjaan penduduk di sektor informal, rendahnya tingkat pendidikan, dan rendahnya tingkat pendapatan merupakan faktor sosial-ekonomi yang memengaruhi kekumuhan permukman. Pada tahun 2021, persentase masyarakat miskin di Kota Pontianak masih mencapai 4,58%, yang artinya sebanyak 4-5 orang dari 100 orang merupakan masyarakat miskin. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat permukiman kumuh di Kota Pontianak. Analisis Deskriptif Kualitatif dan metode Distribusi Frekuensi digunakan sebagai teknik analisis. Hasil penelitian ini adalah temuan terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat yang bermukim di kawasan kumuh. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa dari 28 kawasan kumuh Kota Pontianak, sebanyak 24 kawasan atau 85,71% kawasan ditinggali oleh masyarakat pekerja sektor informal pada kategori tinggi, 19 kawasan atau 67,86% kawasan ditinggali oleh masyarakat tidak tamat SMA pada kategori rendah, dan 13 kawasan atau 46,43% kawasan ditinggali oleh masyarakat yang berpendapatan kurang dari Rp578.615,04 pada kategori tinggi.
PENERAPAN KONSEP PEREMAJAAN PRESERVASI PADA PERENCANAAN KAWASAN PONTIANAK SPORT VEREENIGING (PSP) KOTA PONTIANAK Wilaga, Enif Ega; Nurhidayati, Ely; Lubis, Mira Sophia
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 1 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i1.6556

Abstract

Kota Pontianak memiliki beberapa kawasan tapak di dalam kota tersebut. Serta memiliki ciri khasnya masing-masing, yang mana hal itu menjadi identitas pada kawasan tersebut. Salah-satu kawasan tapak di Kota Pontianak yang memiliki ciri khas-nya tersendiri yaitu Kawasan Pontianak Sport Vereeniging (PSP). Kawasan PSP merupakan salah-satu dari kawasan tapak yang ada di Kota Pontianak. Ciri khas pada kawasan tapak tersebut berupa Stadion Keboen Sajoek yang merupakan salah-satu dari 14 (empat belas) cagar budaya di Kota Pontianak. Sekarang kawasan PSP sudah berusia sekitar 56 tahun, yang mana kawasan tersebut sudah menjadi salah-satu dari saksi sejarah Kota Pontianak. Namun seiring waktu, ciri khas tersebut bisa kehilangan makna bagi kawasan tersebut. Untuk itu diperlukannya upaya peremajaan preservasi pada kawasan tapak tersebut. Preservasi pada kawasan PSP dilakukan dengan cara memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan mengembangkan bagian-bagian pada kawasan yang belum terbangun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan pada kawasan, serta memberi rekomendasi pada bagian-bagian tapak mana saja yang perlu diperbaiki/dikembangkan. Metode yang dipakai yaitu metode penelitian deskriptif-kualitatif dengan pendekatan naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sarana dan prasarana pada kawasan dalam kondisi kurang terawat, seperti jalur pedestrian yang disalahgunakan, kurangnya lahan parkir, hingga adanya lahan yang belum terpakai. Sehingga peneliti merekomendasikan bahwa kawasan PSP perlu dilakukan preservasi pada bagian lahan/bangunan yang bisa dikembangkan, diantaranya perbaikan pada jalur pedestrian serta pengembangan pada lahan tak terbangun.
STUDI TENTANG PERANCANGAN KANTOR SEWA DI KOTA PONTIANAK Azmi, Ray Deddy; C, Tri Wibowo; Lubis, Mira Sophia
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v13i2.2352

Abstract

Meningkatnya sektorperekonomian di bidang bisnis, perdagangan, dan jasa di Kota Pontianak tidak diimbangi dengan pertumbuhanfasilitas bagi para pelaku bisnis. Semakin banyaknya permintaan terhadap lahanpada kawasan strategis membuat nilai lahan semakin tinggi sehingga banyak parapelaku bisnis yang menjadikan rumah tinggal sebagai kantor atau wadah untukmenjalankan aktivitasnya. Dengan adanya kantor sewa yang sesuai dengankebutuhan serta kondisi perekonomian di Kota Pontianak, diharapkan dapatmenjadi wadah bagi para pelaku bisnis di Pontianak guna menjalankankegiatannya. Dalam perancangan kantor sewa di Pontianak ini, ada beberapa langkah-langkahyang digunakan yaitu gagasan, pengumpulan data, analisis, sintesis, rancanganawal, dan pengembangan rancangan. Kantor sewa yang dirancang menggunakanpendekatan arsitektur modern sebagai cermin kegiatan perekonomian yang modernpada saat ini.Kata-kata kunci:         kantorsewa, modern
RUANG PUBLIK DAN KEHIDUPAN KAMPUS: STUDI ETNOGRAFI SPASIAL RUANG-RUANG KOMUNAL DI FAKULTAS TEKNIK UNTAN Mustikawati, Mustikawati; Lubis, Mira Sophia
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 12, No 2 (2025): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i2.101066

Abstract

Ruang publik di kampus memegang peran penting dalam mendukung aktivitas sosial, akademik, dan pengembangan diri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana mahasiswa memanfaatkan ruang publik di Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (UNTAN) dan memberikan rekomendasi desain komunal yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Metode etnografi spasial dipilih karena dapat menggali aspek fisik, sosial, dan simbolis ruang melalui observasi perilaku, pemetaan aktivitas, melihat pola pergerakan, dan wawancara. Hasil studi menunjukkan bahwa ruang publik yang ada saat ini kurang fleksibel, minim fasilitas peneduh dan tempat duduk. Ruang publik juga belum optimal dalam mendukung pola aktivitas mahasiswa yang dinamis dan kolaboratif. Rekomendasi yang diajukan meliputi peningkatan fleksibilitas ruang, penambahan elemen peneduh dan zona aktivitas yang terstruktur, serta penguatan konektivitas antar-ruang. Studi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan ruang publik kampus yang lebih adaptif dan selaras dengan kebutuhan mahasiswa di UNTAN