Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Penambahan Cairan Bahan Kimia (Chemical Admixture) Damdex dan Sikacim Pada Beton K-250 Purwanto, Herri; Setiobudi, Agus; Amiwarti, Amiwarti; Kurniawan, Reffanda
Jurnal Deformasi Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v9i2.17574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu beton dari hasil Penambahan Cairan Bahan Kimia (Chemical Admixture) Damdex dan Sikacim Terhadap Kuat Tekan Beton K-250 dengan  persentase penambahan dengan variasi 0%, 2,5%, 5% dan 7,5%. Metode penelitian ini berupa tergolong penelitian metode kuantitatif dengan judul Analisis Penambahan Cairan Bahan Kimia (Chemical Admixture) Damdex dan Sikacim Pada Beton K-250 yang dilakukan di Workshop Fakultas Teknik Universitas PGRI Palembang untuk membuat sampel dan pengujian kuat tekan beton sedangkan di Laboratorium Bahan Konstruksi Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan untuk pengujian propertis material agregat yang dipakai. Hasil penelitian bahwa pada umur beton 28 hari nilai kuat tekan beton normal K-250 rata-rata sebesar 253,46 kg/cm2, kuat tekan beton dengan tambahan campuran 2,5% merek Damdex rata-rata sebesar 273,84 kg/cm², campuran 5% merek Damdex rata-rata sebesar 279,58 kg/cm² dan campuran 7,5% merek Damdex rata-rata sebesar 210,89 kg/cm². Sedangkan untuk tambahan campuran 2,5% merek Sikacim Concrete Additive rata-rata sebesar 277,31 kg/cm², campuran 5% merek Sikacim Concrete Additive rata-rata sebesar 325,56 kg/cm² dan campuran 7,5% merek Sikacim Concrete Additive rata-rata 241,08 kg/cm².
Kajian Desain Beton Pracetak Sebagai Salah Satu Alternatif Jembatan Bentang Pendek Purwanto, Herri
Jurnal Deformasi Vol. 1 No. 1 (2016): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v1i1.483

Abstract

Penggunaan beton pracetak pada pembangunan konstruksi jembatan bentang pendek, untuk struktur atas jembatan sudah banyak digunakan tipe-tipe standar yang ada, tetapi pada struktur bawah jembatan masih belum banyak digunakan abutmen beton pracetak. Tujuan yang ingin dicapai dalam kajian ini adalah membuat desain struktur jembatan beton pracetak bentang pendek untuk panjang jembatan 8 m, 10 m dan 12 m dengan didesain abutmen yang relatif lebih mudah untuk diaplikasikan di lokasi pekerjaan, yaitu dengan membagi abutmen menjadi beberapa segmen, yang selanjutnya dibuat analisis biaya dan waktu pelaksanaan pembangunan jembatan beton pracetak bentang pendek dan perbandingannya dengan jembatan beton cast in situ. Hasil desain struktur atas jembatan pracetak dengan luas penampang yang berbentuk Single Tee Beam (ST) 0,3981 m2 dan Double Tee Beam (DT) 0,4206 m2. didapat berat desain abutmen pracetak persegmen panjang 3 meter untuk tipe DT-08 = 23,172 ton, DT-10 = 25,634 ton, DT-12 = 26,866 ton, ST-08 = 23,228 ton, ST-10 = 25,691 ton dan ST-12 = 26,922 ton. Estimasi waktu pelaksanaan konstruksi jembatan beton pracetak selama 35 hari, sedangkan dengan cast-in situ selama 150 hari ( 77% atau 115 hari lebih cepat),. Perbandingan biaya konstruksi antara jembatan beton pracetak (tipe DT dan ST) dengan jembatan beton cast in situ (tipe BK) yaitu : untuk tipe DT-08 = 171% tipe BK-08, DT-10 = 162% tipe BK-10, DT-12 = 152% tipe BK-12, ST-08 = 168% tipe BK-08, ST-10 = 160% tipe BK-10 dan ST-12 = 150% tipe BK-12, dengan mutu beton pracetak K.500 dan beton cast in situ K.275
Perbandingan Desain Kekuatan Struktur Dan Biaya Pelaksanaan Pembangunan Tower BTS Dengan Menggunakan Baja Profil Siku Dan Profil Pipa Purwanto, Herri; Rifalka, Febby
Jurnal Deformasi Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v1i2.916

Abstract

ABSTRAK Dengan semakin pesatnya perkembangan dunia telekomunikasi, menuntut para provider telekomunikasi untuk memperluas jangkauan sinyal telepon seluler dan sinyal internet yang berupa sebuah antena yang diletakkan disuatu menara tower BTS (Base Transceiver Station) yang dibangun dengan menggunakan baja profil siku dan profil pipa. Selain kemudahan dalam pemasangan perlu juga diperhatikan masalah biaya pelaksanaan. Sehingga perlu adanya kajian berupa analisa terhadap kekuatan struktur tower pada pengunaan baja profil siku dan baja profil pipa untuk mengetahui tingkat efisiensi kekuatan struktur tower dan mana yang lebih ekonomis dalam biaya pelaksanaannya. Direncanakan tinggi tower 42 meter, lebar bagian bawah tower 4 meter, menggunakan profil baja siku L.80.80.14, L.30.30.7, profil pipa PIPX 50 dan PIPX 25. Hasil desain kekuatan struktur baja profil siku L.80.80.14 (primer) didapat ratio 0,838 untuk batang tekan pada member nomor 156 dan batang tarik pada member nomor 200 sebesar 0,837. Baja profil siku L.30.30.7 (sekunder) didapat ratio 0,639 untuk batang tekan pada member nomor 188 dan batang tarik pada member nomor 239. Baja pipa PIPX 50(primer) didapat ratio 0,899 untuk batang tekan pada member nomor 88 dan batang tarik pada member nomor 96. Baja pipa PIPX 25 (sekunder) didapat ratio 0,216 untuk batang tekan pada member nomor 110 dan batang tarik pada member nomor 113. Berat total L.80.80.14 dan L.30.30.7 = 18.992.828 kg, PIPX 50  dan PIPX 25 = 12.384.759 kg. Harga ekonomis pada profil pipa PIPX 50 dan PIPX 25  = Rp. 379.917.993,95
Analisis Manajemen Pekerjaan Struktur Pada Pembangunan Gedung Arsip PT. PLN (Persero) UIP Sumbagsel Purwanto, Herri
Jurnal Deformasi Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v2i2.1960

Abstract

Dengan sangat pentingnya arti informasi bagi suatu organisasi maka diperlukan suatu sarana berupa  pengarsipan informasi tersebut, yang berfungsi sebagai suatu sarana pengingat, sebagai alat bantu pengambil keputusan dan juga sebgaai bukti eksistensi organisasi. Pengelolaan arsip secara baik, tentunya juga perlu ditunjang sarana tempat penyimpanan arsip yang baik pula, dimana apabila pengarsipan disusun dan ditata dengan baik, maka pada saat pencarian data arsip akan lebih muda.Oleh karenanya  PT. PLN (Persero) Kantor Pusat melakukan pelelangan pembangunan gedung arsip untuk wilayah Sumbagsel, di mana gedung arsip tersebut dibuat 3 lantai dengan luas lebih kurang 1800 m2. Rencana awal pelaksanaan pembangunan pada pekerjaan struktur gedung selama 189 hari. Dan dengan dilakukan percepatan durasi kerja, pelaksanaan pembangunan dapat dipercepat selama 24 hari menjadi 165 hari
Analisis Perbandingan Jembatan Tipe Parker Dan Tipe Warren Dengan Bentang 50 Meter Purwanto, Herri; Hariadi, Gunawan
Jurnal Deformasi Vol. 3 No. 1 (2018): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v3i1.1963

Abstract

Jembatan adalah sarana perkembangan ekonomi suatu daerah karena jembatan adalah penghubung dalam segala bidang. Karena jembatan yang memiliki arti dan fungsi sangat penting di suatu daerah untuk melakukan aktifitas dan pekerjaan sehari-hari seperti, perdagangan, sosial, politik dan lain sebagainya. Di Sumatera Selatan banyak digunakan jembatan tipe Warren dan kurang dikembangkan tipe lain, sehingga perlu suatu analisis dengan membandingkan penggunaan tipe jembatan lain, dimana dalam analisis ini digunakan jembatan tipe Parker. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar perbandingan rasio tegangan, defleksi, dan berat struktur jembatan rangka antara jembatan tipe Parker dengan tipe Warren. Dari hasil analisis didapat pada Jembatan tipe Warren rasio tegangannya 0.376 sedangkan jembatan tipe Parker memiliki rasio tegangan 0.08. Untuk defleksi, jembatan tipe Warren didapat nilai -0.235 lebih kecil dari jembatan tipe Parker yaitu -2.340 sehingga gaya vertikal jembatan tipe Warren lebih kecil dari jembatan tipe Parker. Dari sisi berat kedua tipe jembatan, jembatan tipe Warren sebesar 176.738,93 kg, sedangkan jembatan tipe Parker sebesar 245.634,73 kg, Dari hasil dari analisis ini jembatan tipe Warren memiliki keamanan, kenyamanan konstruksi dan beban yg lebih ringan dibandingkan dengan jembatan tipe Parker
Analisis Efisiensi Konstruksi Rangka Atap Baja Ringan Purwanto, Herri
Jurnal Deformasi Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v2i1.2817

Abstract

Atap adalah bagian dari suatu bangunan yang berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada dibawahnya dari pengaruh panas, hujan, angin, debu, termasuk juga untuk keperluan perlindungan, dimana komponennya terdiri dari konstruksi rangka atap (kuda-kuda) dan konstruksi penutup. Salah satunya adalah konstruksi baja ringan sebagai alternatif pengganti konstruksi kayu, khususnya pada rumah tinggal. Baja ringan adalah baja dengan kualitas tinggi yang bersifat ringan dan tipis, namun kekuatannya tidak kalah jika dibandingkan dengan baja konvensional. Salah satu keunggulan dari baja ringan adalah dalam waktu pelaksanaannya lebih cepat di bandingkan dengan material kayu, dimana baja ringan tidak akan terkena rayap atau tidak mudah lapuk. Proses pabrikasi dan jasa konstruksi yang berkembang pesat pada kuda-kuda menjadikan kuda-kuda baja ringan menjadi salah satu pilihan masyarakat, dimana material yang sering digunakan adalah profil C untuk rangka atap dan profil U untuk struktur kuda-kudanya. Dalam proses pabrikasi dan konstruksinya, banyak type (model) kuda-kuda yang dapat digunakan, sehingga hal ini perludilakukan analisa terhadap berat dan kuat konstruksi kuda-kuda, dengan tujuan konstruksi aman dan efisien. Dari hasil desain dengan menggunakan SNI 03-1729-2002 terhadap 2 type kuda-kuda didapat hasil yaitu pada kuda-kuda type 1 dengan profil C100x15 aman digunakan dengan nilai rasio maksimum 0,440 < 1, sedangkan kuda-kuda type 2 dengan profil C150x24 tidak aman digunakan, dimana nilai ratio maksimumnya adalah 1,090 > 1
ANALISA PERENCANAAN RUNWAY TAXIWAY DAN APRON PADA BANDARA SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II PALEMBANG MENGGUNAKAN METODE FAA (FEDERAL AVIATION ADMINISTRATION) Purwanto, Herri; Sunandar, Agung
Jurnal Deformasi Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v4i1.2971

Abstract

ABSTRAKBandara Sultan Mahmud Badaruddin II adalah bandara internasional yang mengalami peningkatan pesat dari tahun ke tahun hingga saat ini. Maka dari itu diperlukan pengembangan pada Bandara. Pengembangan yang diperlukan yaitu pada perkerasan runway, taxiway, dan Apron. Metode yang dipakai untuk melakukan perencanaan adalah metode FAA (Federal Aviation Administration). Perencanaan perkerasan dengan metode FAA dilakukan dengan memplot data penerbangan, jenise pesawat, beban pesawat, beban roda pesawat kedalam grafik berdasarkan jenis dari ban pesawat rencana untuk mendapatkan tebal total perkerasan, sedangkan perencanaan dengan software FAARFIELDdilakukan dengan memasukkan data penerbangan yang sama kedalam software untuk mendapatkan tebal perkerasan rencana.Dari hasil perhitungan didapat perkerasan runway dengan tebal surface 10,16 cm, base course 20,64 cm, dan subbase 47,24 cm, Perkerasan taxiway dengan tebal surface 7,62 cm, base course 18,59 cm, dan subbase 42,4 cm. Dan perkerasan Apron sebesar 76,48.Kata Kunci : Perkerasan, Runway, Taxiway, Apron, FAA (Federal Aviation Administration).
PEMANFAATAN MINYAK MENTAH (CRUDE OIL) UNTUK MENINGKATKAN STABILISASI JALAN TANAH PADA DAERAH MAKARTI JAYA KABUPATEN BANYUASIN Purwanto, Herri; Adiguna, Adiguna; Rustam, Reffanda Kuniawan; Budiarto, Bagus Arif
Jurnal Deformasi Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v4i2.3546

Abstract

ABSTRAKBahan stabilisasi tanah yang digunakan pada penelitian ini adalah pemanfaatan minyak mentah (crude oil) dengan variasi 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Sampel tanah diambil dengan metode disturb dan undisturb sampel pada kedalaman 0,5 – 3 m. Adapun lokasi penelitian berada di Daerah Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin. Hasil pengujian index propertis menunjukkan bahwa tanah daerah Makarti Jaya memiliki kadar air yang tinggi yaitu mencapai 116,615 % dan berat jenis tanah sebesar 1,81gr/cm3 . Hasil dari pengujian pemadatan tanah standar terhadap tanah asli didapatkan kadar air optimum (W) sebesar 18% dengan berat isi kering maksimum (γ) 7,4 gr/cm³. Berdasarkan hasil pengujian direct shear diperoleh nilai kohesi maksimum (c) terjadi pada campuran minyak mentah (crude oil) 5% yaitu sebesar 20,23 kPa. Nilai sudut geser maksimum dalam (ф) terjadi pada sempel tanah yang dicampur dengan minyak mentah (crude oil) sebanyak 10% yaitu 29 ͦ. Nilai kuat geser (τ) maksimum terjadi pada sampel tanah yang dicampur dengan minyak mentah (crude oil) sebanyak 5% yaitu 21,10 kPa. Minyak mentah (crude oil) pada persentase 5 % disimpulkan dapat mengubah sifat tanah daerah Makarti Jaya yang semulanya lembek menjadi lebih keras dan dapat diterapkan di jalan tanah daerah Makarta JayaKata Kunci : Makarti Jaya, stabilisasi tanah, minyak mentah, hasil pengujian
PENGARUH PENAMBAHAN ABU ARANG TEMPURUNG KELAPA TERHADAP KUAT GESER TANAH LEMPUNG DI DAERAH MAKARTI JAYA Rustam, Reffanda Kuniawan; Purwanto, Herri; Adiguna, Adiguna; Putri, Indah Tiara
Jurnal Deformasi Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v4i2.3548

Abstract

ABSTRAKBahan pengujian kuat geser yang digunakan pada penelitian ini adalah abu arang tempurung kelapa dengan variasi 0%, 5%, 10%, dan 15%. Pengambilan sampel tanah (tanah lempung) dengan metode handbor yang diambil pada kedalam 1-2 m. Adapun lokasi penelitian berada di Daerah Makarti Jaya Palembang. Pengujian pemadatan tanah standar (PTS) dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Jurusan Teknik Sipil Universitas Sriwijaya dan pengujian direct shear dilakukan di Politeknik Sriwijaya Palembang. Hasil pengujian index properties menunjukkan bahwa tanah di Daerah Makarti Jaya memiliki berat jenis (Gs) tanah 1,81g/cm3dan kadar air ( 116,615%. Hasil dari pengujian PTS terhadap tanah asli didapatkan kadar air optimum ( sebesar 18% dengan berat isi kering maksimum sebesar 7,4 gr/cm³. Berdasarkan hasil pengujian direct shear diperoleh nilai kohesi maksimum (c) terjadi pada campuran abu arang tempurung kelapa persentase 5% yaitu 43,15 kPa. Nilai sudut geser maksimum dalam (ф) pada campuran abu arang tempurungkelapa 10% yaitu 18,23 ͦ. Nilai kuat geser maksimum (τ) terjadi pada campuran abu arang tempurung kelapa persentase 5% yaitu 43,8 kPa. Kata kunci : Abu arang tempurung kelapa, tanah lempung, direct shear.
Workshop penerapan K3 pada pembangunan rumah susun lanjutan Provinsi Sumatera Selatan Purwanto, Herri; Amiwarti, Amiwarti; Adiguna, Adiguna; Firdaus, Muhammad; Setiobudi, Agus; Alzahri, Syahril; Kurniawan, Reffanda
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Kemas Journal - Januari - Juni
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kemas.v2i1.15559

Abstract

Implementasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah salah satu langkah untuk mencegah kecelakaan kerja di tempat kerja. Dalam praktiknya, prosedur K3, kesehatan, keselamatan kerja, dan perlindungan tenaga kerja adalah tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh pengguna jasa dan penyedia jasa sebagai syarat dalam kontrak penyelenggaraan jasa konstruksi. Tujuan kegiatan ini adalah agar pelaksana kegiatan dan pekerja pembangunan rumah susun lanjutan  Provinsi Sumatera Selatan dapat mengetahui betapa pentingnya penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada pembangunan suatu konstruksi sehingga dapat mengurangi kecelakaan kerja dan terwujud Zero Accident. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan tentang K3 dan bahaya serta resikonya yang berdampak, baik kepada diri sendiri atau kepada keluarga. Dari hasil evaluasi respon peserta pada workshop ini sangat antusias. Hal ini terlihat dari hasil kuesioner peserta sebanyak 18 orang dengan 55,6 % menyatakan  sangat setuju diadakan workshop tersebut dan 44,4% setuju. Sedangkan untuk materi yang disampaikan peserta menyatakan 67,4%  sangat baik, 31,9% baik dan hanya 0,7% cukup. Dari tanya jawab dan diskusi mengenai masalah K3 yang ada, diwacanakan perlunya pemberian reward and punishment, serta tindakan tegas terhadap pelanggar penerapan K3. Sehingga diharapkan hal ini dapat menumbuhkan rasa disiplin pekerja terhadap pentingnya penggunaan alat pelindung diri dan penerapan K3 pada pekerjaan.