Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Implementasi Kebijakan Perlindungan Lahan Gambut Untuk Tanaman Pangan Berkelanjutan Wenny Ira Reverawaty; Muhammad yusuf
Jurnal Administrasi dan Kebijakan Publik Vol 6 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Laboratorium Administrasi Publik FISIP Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jakp.6.1.42-64.2021

Abstract

The massive expansion of oil palm plantations for the benefit of the palm oil industry and its derivatives has an impact on ecosystem and environmental damage as well as large demands for land conversion that threaten agricultural land for food crops, which also threatens food security on it. Jebus Village, Kumpeh District, Muaro Jambi Regency, Jambi Province which has peat soil type for most of its land, in this case is one of the villages facing the problem of oil palm plantation expansion and land conversion which is starting to threaten agricultural land for food crops. Therefore, the Jebus Village Regulation No.1 of 2017 concerning the Protection of Peatlands for Sustainable Food Crops and Plantations was made to protect food land in Jebus village. This study aims to analyze the implementation of peatland protection for sustainable food crops in Jebus village. This research uses descriptive qualitative methods. The collection of various data is carried out with a combination of in-depth interview and observation techniques and is supported by data from research results or reports. Data processing uses coding to obtain meaning which is presented in narrative form. This study found that the implementation of the Village Regulation was able to reduce the threat of damage to peatlands, restrain the rate of conversion of food agricultural land into plantations that were not environmentally friendly. However, the implementation of this policy has not been able to guarantee the availability of staple food (rice) for the Jebus village community. In addition, policy implementation faces challenges that cannot be resolved at the village scale.
The Analysis of Satisfaction of Public Service Accountability in the Office of Investment and Integrated Licensing Services (DPMPTSP) Jambi City, Jambi Province Muhammad Yusuf
Journal of Politics and Policy Volume 1 No.1 December 2018
Publisher : Journal of Politics and Policy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.923 KB) | DOI: 10.21776/ub.jppol.2018.001.01.5

Abstract

Both good and clean government has raised an issue in the public administration study; one of them in the public service sector is accountability. Accountable become a demand from the public to public official which can be done by the government. Based on the Ombudsman Republic of Indonesia’s supervision in eight government agencies of Jambi city, one of them is The Office of Investment and Integrated Licensing Service (DTMPTSP). The results of supervision indicated the service has not well; it is characterized by the absence of service standard; did not follow procedures and long chain service. One example, there were users completed documents for taking Building Permit (IMB), but it more than one month for taking licence. This study aims to describe the aspects of process accountability of service to the users. This study uses descriptive quantitative research, the researcher took the primary data includes survey, interview and observation, secondary data obtained from literature study and documentation. The results showed IMB service was not accountable, it is viewed by the disobedience of providers with applicable regulations, and public official is power oriented and less responsive in accommodating the public interest, less careful in serving the user and not available details of the cost of publishing licence.
Pemberdayaan pengelolaan desa wisata berkelanjutan di Desa Tanjung Lanjut Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi Firmansyah Putra; Saidina Usman; M Yusuf
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.1.83-88

Abstract

Tanjung Lanjut Village Sekernan sub-district of Muaro Jambi region has Tangkas lake as potential of beautiful tourism. The lake has a unique attraction with the Putat tree flowering red Flanconia Valida which blooms and falls around July to August in every year. The potential of tourist attractions in this village managed by Village-Owned Enterprises but has not sustainable and has not an impact on increasing income for the local community. Based on the problems above, the solution implemented in the community service activities is the assistance of the of tourism and promotion. This empowering activity is carried out by 1). Transfer of knowledge of sustainable management (economic, social, and environmental aspects). 2) Training and capacity building assistance. Based on the results of service activities, there was an increase in knowledge, motivation, managerial ability, and technical skills in managing sustainable tourism potential, which had an impact on increasing the number of visitors. Impact the increasing of the visitors contribute new economic resources or alternatives for local people who have only relied on the plantation and agriculture sectors. Other findings indicate that the management of Tangkas Lake did not have sufficient cooperation and networking capabilities with various levels of partners. Thus further assistance is needed in enhancing collaboration and networking skills.
ANALISIS POTENSI KONFLIK DAN PENANGANAN KONFLIK PADA ORGANISASI KEMASYARAKATAN DI PROVINSI JAMBI BERBASIS GENDER EQUALITY AND SOCIAL INCLUSION (GESI) Dwi Suryahartati; Windarto Windarto; Donny Yusra Pebrianto; M Yusuf
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi kemasyarakatan sebagai wadah penggerak pembangunan bangsa. Sebagai aktualisasi kebebasan dan demokrasi, keberadaan ormas adalah sebaga wujud kebebasan fundamental indvidu dan kelompok. Dalam kerangka etika dan hukum, keberadaannya dilindungi dan dijamin pelaksanaannya oleh negara. Namun pelaksanaan kebebasan fundamental tersebut justru memiliki isu gender yang harus dipetakan sebagai sumber konflik. Penelitian ini melihat kebijakan pemerintah daerah dalam mengatasi konflik antar organisasi massa yang berbasis gender dalam GESI dan memetakan konflik gender pada organsiasi kemasyarakatan yang ada dalam data Kesbangpol Provinsi Jambi. Tujuan penelitian ini adalah bagaimanakah dinamika konflik antar Ormas yang terjadi dan apa saja faktor penyebabnya, Kebijakan apa saja yang telah keluarkan oleh Pemerintah Daerah dalam rangka pengananan konflik antar Ormas yang berbasis GESI. Teori yang digunakan penyelesaian sengketa, mobilisasi sumber daya dan analisis circle of conflict, untuk mendapatkan jawaban menggunakan pendekatan GESI. Hasil terapat kategori konflik, klsifikasi konflik dan jenis konflik yang ditangani oleh pemerintah melalui tim terpadu. Penanganan konflik belum responsive gender, Kebijakan yang ada belum memadai untuk menangani konflik dan pasca konflik, belum memiliki metode untuk menangani konflik sejenis. Jumlah konflik kemasyarakatan tidak sebanding dengan sumber daya yang disiapkan oleh pemerintah terkait. Terdapat program-program yang belum ramah keadilan gender. Diperlukan pola atau model yang mampu mengurai dan memberikan solusi terkait penangan konflik secara terpadu. Diperlukan Regulasi yang terpadu yang melibatkan Institusi terkait serta berbasis nilai-nilaikelokalan.
Pendampingan Wisata Edukasi bagi Penyandang Disabilitas Tunarungu di Kota Jambi Muhammad Yusuf; Faizah B
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 6 NOMOR 2 SEPTEMBER 2022 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.129 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v6i2.8907

Abstract

Pada umumnya masyarakat penyandang tunarungu mengalami keterbatasan terhadap akses wisata edukasi, di samping itu mereka juga tidak memiliki jejaring yang baik dalam mengorganisasikan mereka sendiri. Berdasarkan dua permasalahan tersebut, rumusan pemecahan masalah yang ditawarkan adalah pendampingan di bidang wisata edukasi dan penguatan jejaring pada komunitas tuna rungu. Pengabdian ini dilakukan dengan 3 cara berikut: 1) Pembekalan, Pada proses pembekalan ini juga dilakukan curah pendapat, diskusi, saling berbagi pengalaman. 2) Pelatihan, untuk menciptakan perilaku yang efektif antar anggota, dapat bekerja dalam tim secara efisien dan efektif guna mencapai tujuan. 3) Pendampingan, dilakukan bertujuan untuk mengasah kemampuan berjejaring, kelompok sasaran memiliki wawasan dalam wisata edukasi.
Tourism And Conflict : The Empirical Study Of Sipin Lake Development, Jambi City M. Yusuf; Faizah Bafadhal; Maratun Saadah
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 16, No 1: January - March 2023
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pamator.v16i1.19603

Abstract

The purpose of this paper is to analyze the causes of conflict and propose alternative conflict resolution in tourism development. Although this sector experienced a significant growth and was able to encourage economic growth at various levels, its management faces governance challenges for instance conflicts of interest that occur in the Sipin lake area. This area constructed in 2017 which is designated as a tourist area based on regional regulations spatial plan of Jambi city. The data is obtained from various field information through in-depth interviews, observations and various sources which then it is systematically coded to find the meaning behind the phenomena that occur. This paper reveals that conflict in development of tourism objects is triggered by the planning and implementing non-participatory regional development and differences in orientation among the actors involved. The management of an area of ± 161 ha is not maximum managed, and this can be seen from the management of the area that is not well-organized and untidy. This paper underlines that tourism conflicts can occur due to various things that result in poor tourism management so that the potential to reduce the number of visitors.
Urgensi Pendidikan Politik dan Pemilu Terhadap Pemilih Pemula di SMAN 8 Sarolangun Dalam Menghadapi Pemilihan Umum Tahun 2024 Wahyu Rohayati; M. Yusuf; Sutri Destemi Elsi; Riri Maria Fatriani
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 7 (2023): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10012081

Abstract

Urgensi pendidikan politik dan pemilu terhadap pemilh pemula, Pentingnya pemahaman terhadap pemilu bagi pemuda atau pemilih pemula untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula akan melatar belakangi pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini. Untuk memecahkan Peran serta atau partisipasi masyarakat dalam politik adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk turut serta secara aktif dalam kehidupan politik, dengan jalan memilih pimpinan negara, dan secara langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah, public policy. Untuk meningkatkan kesadaran politik dan kualitas demokrasi maka pendidikan politik perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda, salah satunya kepada calon pemilih pemula atau yang akan menggunakan hak pilihnya pertama kali. Pendidikan politik yang baik diharapkan mampu membangkitkan generasi muda untuk aktif dalam kegiatan politik baik secara aktif sesuai dengan perannya masing-masing. Seluruh lapisan masyarakat, pemuda, pemilih pemula memiliki tujuan mereka masing-masing dalam melihat sebuah kepentingan di dalam pemilu ini, berharap dengan adanya pemilu serentak ini akan membawa dampak perubahan untuk kelangsungan masyarakat banyak, kepentingan masyarakat, dan perubahan-perubahan lainnya. Pemilih pemula juga akan melihat visi dan misi masing-masing calon dengan tetap mempertimbangkan beberapa kriteria-kriteria calon pemimpin yang diharapkan akan membawa dampak perubahan. Partisipasi politik bagi pemula juga akan membawa angin segar di dalam pemilu 2024 dengan banyaknya pemilih pemula tahun mendatang.
Urgensi Pendidikan Politik dan Pemilu Terhadap Pemilih Pemula di SMAN 8 Sarolangun Dalam Menghadapi Pemilihan Umum Tahun 2024 Wahyu Rohayati; M. Yusuf; Sutri Destemi Elsi; Riri Maria Fatriani
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 7 (2023): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10012081

Abstract

Urgensi pendidikan politik dan pemilu terhadap pemilh pemula, Pentingnya pemahaman terhadap pemilu bagi pemuda atau pemilih pemula untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula akan melatar belakangi pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini. Untuk memecahkan Peran serta atau partisipasi masyarakat dalam politik adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk turut serta secara aktif dalam kehidupan politik, dengan jalan memilih pimpinan negara, dan secara langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah, public policy. Untuk meningkatkan kesadaran politik dan kualitas demokrasi maka pendidikan politik perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda, salah satunya kepada calon pemilih pemula atau yang akan menggunakan hak pilihnya pertama kali. Pendidikan politik yang baik diharapkan mampu membangkitkan generasi muda untuk aktif dalam kegiatan politik baik secara aktif sesuai dengan perannya masing-masing. Seluruh lapisan masyarakat, pemuda, pemilih pemula memiliki tujuan mereka masing-masing dalam melihat sebuah kepentingan di dalam pemilu ini, berharap dengan adanya pemilu serentak ini akan membawa dampak perubahan untuk kelangsungan masyarakat banyak, kepentingan masyarakat, dan perubahan-perubahan lainnya. Pemilih pemula juga akan melihat visi dan misi masing-masing calon dengan tetap mempertimbangkan beberapa kriteria-kriteria calon pemimpin yang diharapkan akan membawa dampak perubahan. Partisipasi politik bagi pemula juga akan membawa angin segar di dalam pemilu 2024 dengan banyaknya pemilih pemula tahun mendatang.
Mining activities and social sustainability: Lessons from coal transport mobilization activities in Jambi Province Citra Darminto; Riri Maria Fatriani; M. Yusuf; Tawakkal Baharuddin
Sustinere: Journal of Environment and Sustainability Vol. 8 No. 3 (2024): pp. 288-417 (December 2024)
Publisher : Center for Science and Technology, IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/sustinere.jes.v8i3.391

Abstract

With significant coal resource potential, Jambi Province faces serious challenges in the mobilization of coal transportation, a crucial element in the energy industry supply chain. This research examines the complexity problems arising from coal mobilization activities in Jambi Province and their social and environmental impacts. The research employs a qualitative method, utilizing documentation from online news sources and official government documents, including regional regulations. Data analysis is conducted using Nvivo 12 Plus. The findings reveal mismatch between licensing and regulations, leading to severe traffic disruptions. The sustainability of mining activities is faces significant challenges that require holistic solutions. Strategic policy recommendations include thorough audits of industry regulations, strengthening law enforcement, and promoting economic diversification. Other solutions involve more efficient traffic management, such as constructing dedicated lanes to alleviate pressure on general traffic. This research also highlights the importance of open and inclusive dialogue among all relevant stakeholders, with the government playing a key mediating role. Achieving balanced economic, social, and environmental sustainability in Jambi Province requires cross-sector collaboration and the active participation from all stakeholders.