Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PERANCANGAN MODUL PEMBELAJARAN TENTANG KONSEP MENGGAMBAR ILUSTRASI BAGI SISWA KELAS VIII Suraeda Suraeda; Sukarman Sukarman; Alimuddin Alimuddin
JURNAL IMAJINASI Vol 10, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v10i1.85172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang modul pembelajaran tentang konsep menggambar ilustrasi bagi siswa kelas VIII di SMP Pesantren IMMIM Putra Makassar yang valid dan siap diuji coba. Latar belakang perancangan didasari adanya ketidaksesuaian antara isi bahan ajar yang tersedia dengan kebutuhan peserta didik yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan yaitu model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang hanya melibatkan dua tahapan, yaitu analisis (analysis) dan perancangan (design). Pada tahap analisis, instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan studi literatur. Sedangkan tahap perancangan,  instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu Focus Group Discussion (FGD), review ahli dan studi literatur. Pengambilan data pada Focus Group Discussion (FGD) diikuti oleh 1 dosen ahli dan 5 mahasiswa. Sedangkan teknik review ahli terdiri dari 1 dosen ahli materi, 1 dosen ahli media, dan 1 guru mata pelajaran seni budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada validasi ahli materi menyatakan perlunya penambahan konten pada program remedial dan pengayaan, sedangkan hasil validasi dari ahli media menunjukkan perlunya perbaikan pada bagian white space, cover dan penomoran halaman. Setelah rancangan modul direvisi sesuai dengan saran dan masukan dari validator serta dinyatakan valid, rancangan modul kemudian dievaluasi oleh guru mata pelajaran seni budaya untuk mendukung kevalidan dan kesiapan uji coba pada rancangan modul. Hasil evaluasi guru mata pelajaran seni budaya menunjukkan bahwa secara keseluruhan rancangan modul telah memenuhi indikator-indikator pada setiap aspek penilaian sehingga rancangan modul dianggap valid. Setelah melalui serangkaian proses revisi dan evaluasi, maka rancangan modul dinyatakan valid dan siap diuji coba.
Pengaruh Kecerdasan Interpersonal, Self Efficacy, Disposisi Produktif, Self Esteem, dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika Muhammad Nur Ihsan Hamin; Alimuddin Alimuddin; Ahmad Talib
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.3965

Abstract

Faktor internal yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan akademik peserta didik. Oleh sebabnya, diperlukan optimalisasi pada faktor internal ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kecerdasan interpersonal, self efficacy, disposisi produktif, self esteem, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika. Penelitian kuantitatif dengan jenis ex-post facto ini dilaksanakan di kelas XI MAN 2 Kota Makassar sebagai populasi dalam penelitian. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 peserta didik yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, angket dan tes prestasi belajar matematika. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menerapkan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara langsung maupun pengaruh tidak langsung terhadap prestasi belajar matematika dengan nilai P-Value < 0,05 secara keseluruhan. Efek total masing-masing variabel menunjukkan nilai P-Value < 0,05 dan self esteem memberikan kontribusi terbesar terhadap prestasi belajar matematika. Secara keseluruhan pengaruh secara langsung lebih baik dibandingkan pengaruh secara tidak langsung yang dimediasi oleh motivasi belajar. Penelitian ini juga mengkonfirmasi bahwa model struktural dapat digunakan dalam penelitian selajutnya dengan nilai reliabilitas dan validitas yang tinggi. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan prestasi belajar matematika tidak hanya memerlukan penguatan aspek kognitif. Oleh karena itu, pendidik disarankan untuk merancang strategi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan kepercayaan diri dan sikap positif peserta didik terhadap matematika.
Profil Kemampuan Mahasiswa Pendidikan Matematika dalam Merancang Proyek Literasi Matematika, Sains, dan Seni Berbasis STEAM Alimuddin Tampa; Nur Ismiyati Ismiyati
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 3 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i3.452

Abstract

This study addresses the gap in understanding how prospective mathematics teachers design interdisciplinary STEAM-based learning projects, particularly in integrating mathematics, science, and arts meaningfully. The research aims to analyze the profile of students’ abilities in designing STEAM-based literacy projects. A descriptive qualitative approach was employed, involving 14 master’s students in Mathematics Education at Universitas Negeri Makassar. Data were collected through document analysis of students’ mini-projects and evaluated using a rubric covering five aspects: transdisciplinary integration, creativity and innovation, literacy and curriculum relevance, technology utilization, and scientific reflection. The results indicate that most students demonstrate strong abilities, with scores predominantly in the very good to excellent categories. Students effectively integrate mathematics with science and arts in contextual projects and align their designs with literacy and curriculum demands. However, variations remain in creativity, optimal use of technology, and depth of scientific reflection. Technology is often used as a supporting tool rather than a conceptual exploration medium, and reflective practices tend to be descriptive rather than critical. The findings suggest that while students possess a solid foundation in designing STEAM-based learning, further enhancement is needed in pedagogical technology integration and reflective thinking. In conclusion, the students’ ability profile is categorized as high, with strengths in transdisciplinary integration and literacy relevance, but requiring reinforcement in technological innovation and deeper scientific reflection to achieve more meaningful and comprehensive STEAM learning designs.