Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

MODERASI BERAGAMA DAN PENANAMANNYA DI SMAN 1 PULANG PISAU Rabiatul Adawiah; Zainap Hartati; Muslimah Muslimah; Muhammad Fuad Ikhwansyah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.21147

Abstract

Indonesia merupakan negara yang unik dengan masyarakat yang beragam. Negeri ini memiliki 17.000 pulau, berbagai suku, dan berbagai bahasa yang berbeda. Ada 5 (lima) agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Kemajemukan ini tentu tidak terlepas dari problematika di dalamnya salah satunya adalah soal agama. Mengatasi berbagai konflik keberagaman yang ada di Indonesia, upaya menghindari konflik dengan menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada masyarakat merupakan hal yang strategis untuk dilakukan. Moderasi beragama dikembangkan untuk memperkuat toleransi dan merevolusi mentalitas masyarakat untuk menghadapi kehidupan masyarakat yang majemuk dan majemuk. Metode penelitian menggunakan studi literatur. Metode pendekatan yang dipakai pada penelitian ini berupa deskriptif kualitatif sebab penelitian ini menjabarkan data yang menjelaskan secara mendalam dalam bentuk tulisan, bukan data yang tersusun dari angka. Hasil Penelitian Upaya yang dapat dilakukan untuk memberikan penguatan tentang moderasi dalam beragama pada siswa di lingkungan SMAN 1 Pulang pisau sesuai dengan pemahaman Islam yang sebenarnya.
How Does the Kingdom of Kutaringin Develop Educational Activities Muslimah Muslimah; Khairil Anwar; Sabarudin Ahmad; Orisa Febriana
Ta'dib Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jt.v26i2.9711

Abstract

The Kingdom of Kutaringin is a kingdom which is the center of the spread of Islam in Central Kalimantan, especially in the western region. This research investigation was carried out to review the role of the Kutaringin kingdom and figures who played a role in educational activities through civilization that has been built over the years so that the benefits can be felt until now. This study uses empirical research with historical and religious approaches as a means of public education. Data collected using documentation, observation and interview techniques were validated using source and triangulation techniques. There were analyzed through the stages of heruistic, criticism, interpretation and historiography. The results showed that the development of educational activities in the Kutaringin kingdom began with the presence of mosques, palaces and artifacts as a means of public education. Apart from that, the Kyai Gede Mosque also had an important role in developing Islam in society, especially introducing the ahlusunnah wal congregation school. There is also the role of the palace, namely the Yellow palace, the Mangkubumi palace, and the Al-Nursari palace which have involvement in strengthening kinship unity and increasing friendship. In addition, it is a place to establish a sense of togetherness in the principle of a peaceful life and a form of pride. The Kutaringin Kingdom left artifacts in the process of developing Islam as proof that it still has its own style in its existence giving the role of educational activities. Islamization also carries out Islamic education activities that teach writing and memorization, skills in healing and teaching about morals. Then, the figure who plays a role in the development of educational activities is a king who has been passed down from generation to generation.
DESAIN PEMBELAJARAN AKHLAK BERBASIS PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Muslimah Muslimah; Indhra Musthofa; M. Daud Yahya; Zulkifli Musthan; Annisa Wahyuni
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2813

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh 4 (empat) latar belakang masalah, yaitu, pertama, pembelajaran Akhlak masih bersifat formalistik belaka, sehingga belum bisa berkontribusi secara nyata menyelesaikan problematika yang dinamis. Kedua, perlu adanya pembelajaran Akhlak yang berbasis pada konteks kehidupan empiris di masyarakat, sehingga pembelajaran Akhlak bisa menjadi way of life. Ketiga, implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak mampu menjadikan pembelajaran lebih terkait dengan konteks empiris kehidupan masyarakat. Keempat, belum adanya penelitian terkait desain pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak secara komprehensif. Penelitian pustaka ini menggunakan pendekatan ilmu pendidikan Islam dengan metode pengumpulan data dokumentasi terhadap jurnal, buku, dan majalah yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak secara esensial mengandung arti mengkaitkan antara pembelajaran Akhlak dengan lingkungan. Ada 3 (tiga) prinsip pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak yaitu sesuai dengan kebutuhan jiwa untuk mencari makna (the psychis need to create meaning), sesuai dengan fungsi otak (the brain function), dan sesuai dengan prinsip sains modern (acting in harmony with scientific principles). Ada 6 (enam) kata kunci implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak yaitu belajar pada hakikatnya adalah real-word learning, adalah belajar dari kenyataan yang bias diamati, dipraktikan, dirasakan dan diuji coba, belajar adalah mengutamakan pengalaman nyata, bukan pengalaman yang hanya diangan-angankan saja, yang tidak bias dibuktikan secara empiris, belajar adalah berpikir tingkat tinggi, kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa, kegiatan pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif, kreatif dan kritis, dan kegiatan pembelajaran memberikan pengetahuan. Ada 7 (tujuh) karakteristik pembelajaran dengan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Akhlak yaitu pembelajaran dilaksanakan dalam konteks autentik (learning ini life setting), pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna (meaningfull learning), pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa (learning by doing), pembelajaran diberikan dengan kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi antar teman (learning in a group), pembelajaran menciptakan kebersamaan, kerjasama dan saling memahami satu sama lain secara mendalam (learning to know each other deeply), pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif dan mementingkan kerjasama (learning to ask, to inquiry, to work together), dan pembelajaran dilaksanakan dalam situasi yang menyenangkan (learning as an enjoy activity). Metode pembelajaran Akhlak dalam pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) antara lain model pembelajaran dengan metode menonton film, model pembelajaran dengan metode diskusi, model pembelajaran dengan metode peer lesson, dan model pembelajaran dengan metode kisah.