Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Distribusi Frekuensi Ukuran Lebar Karapas dan Berat Kepiting Bakau (Scylla serrataforskal) dengan Alat Tangkap Bubu Lipat di Perairan Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat Franklyn Hoek; Abudarda Razak; Misbah Sururi; Maximus Yampapi
Jurnal Airaha Vol 4 No 2: Desember 2015
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.059 KB)

Abstract

The aim of research was to analyze the distribution of width-weight carapaces relationship, and growth pattern mud crab (Scylla serrata) are expected for the management. The object are mud crab in Distrik Bintuni West-Papua waters during three month. Analysis with SPSS programme version 19th. Relationship of width-weight carapace used by regression statistic. The result shown frequency distribution width-weight relationship of males and females were not significant. The confidence limit of frequency distribution union width-carapace males and females were 12.5 to 12.3 cm, while the weight male crab 496.7 to 520.1 g, and weight of female crab 366,2 to 381 g. Males crab have allometriks positive growth pattern (b > 3), and female crabs have allometriks negative ( b <3). The female mud crab (Scylla serrata) for three month (July, August, September) was indicated growning of the maturity process.
Penangkapan Udang Penaeid Pasca Moratorium dan Pelarangan Kapal Trawl di Kabupaten Kaimana Propinsi Papau Barat Misbah Sururi; Abudarda Razak; Silvester Simau; Endang Gunaisah; M Ali Ulat; Sudirman Sudirman; Handayani Handayani; Amir Suruwaky,; Sepri Sumbung; Muh Suryono; Mustasim Mustasim; Muhfizar Muhfizar; Samsul Muhamad
Jurnal Airaha Vol 6 No 2: Desember 2017
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.352 KB) | DOI: 10.15578/ja.v6i2.80

Abstract

Penelitian ini mendiskripsikan penangkapan udang penaeid di Kabupaten Kaimana setelah moratorium dan Pelarangan Penangkapan ikan dengan Pukat Hela/Pukat Tarik untuk memberi gambaran dalam perencanaan pengelolaan perikanan udang yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian adalah metode survei lapangan dengan mengikuti langsung kegiatan operasi penangkapan oleh nelayan, pengukuran alat tangkap dan wawancara yang dilakukan mulai bulan September – November 2017 kemudian diolah dan di bahas secara deskriptif. Penangkapan udang penaeid di Kabupaten Kaimana setelah moratorium dan Pelarangan Penangkapan ikan dengan Pukat Hela/Pukat Tarik dilakukan oleh nelayan skala kecil yang berasal dari daerah Arguni dan Nelayan Kaimana menggunakan trammel net dan jaring udang monofilament dengan menggunakan perahu katinting dan longboat motor tempel. Penangkapan udang dengan jaring udang PA monofilament dilakukan pada perairan pesisir pantai pada kedalamanan 1 – 5 meter dan penangkapan udang dengan trammel net dilakukan pada perairan pesisir pantai pada kedalamanan 5 – 20 m. Umumnya dasar perairan lumpur berpasir dengan warna perairan keruh abu-abu, dan sepanjang pantai terdapat hutan mangrove dengan hasil tangkapan didominasi udang banana. Musim penangkapan terjadi pada bulan November – April untuk Perairan Arguni, dan Juni – Oktober di Perairan Teluk Kaimana.
The Analisa Kelayakan Usaha Penangkapan Ikan dengan Pole and Line pada KM. Aspac 11 Suharyanto Suharyanto; Beta Indi; Misbah Sururi; Maqdits Hikmatian; Hendra Poltak
Jurnal Airaha Vol 10 No 01: JUNE 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.637 KB) | DOI: 10.15578/ja.v10i01.235

Abstract

The purpose of this study was to analyze the feasibility level of fishing business with pole and line at KM Aspac 11 operating in WPPNRI 715. The research was carried out on the KM Aspac ship and at the fish landing site from March 2 to May 30, 2020. This type of research is a descriptive study. quantitative. The business feasibility variables analyzed in this study are NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), and Benefit Cost Ratio (B / C Ratio). The results showed that the fishing effort carried out by KM Aspac 11 in WPPNRI 715 was feasible to run with an NPV value of Rp. 916,444,000, amounting to, an IRR of 28.85, and a B / C Ratio of 1.05.
Peningkatan Hard Skill Sistem Informasi Digital Perikanan Tangkap di Era Digital 4.0 Amir Machmud Suruwaky; Mustasim Mustasim; Misbah Sururi; Vicky Rizky Affandy Katili; Hendra Poltak
Buletin SWIMP Vol 1 No 01: MAY 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.875 KB) | DOI: 10.15578/bs.v1i01.3

Abstract

fishermen must be adaptive to technological advancement. Community service in the form of increasing the hard skill of the digital information system for fishing fishing in the digital era aims to make it easier for fishermen to carry out their livelihood activities. Activities are carried out online for theory and offline for practice. The target partners were trained as many as 30 people from the hand line fishery community of the Maladum Mes district. The results of monitoring the target partners can practice the material presented.
PENGOPERASIAN SHUTTER DAN PANCING CUMI IRADIUM PADA PENANGKAPAN UMPAN HANDLINE TUNA UNTUK KEBERLANJUTAN Hendra Poltak; Misbah Sururi; Sudirman Sudirman; Muhammad Ali Ulat; Abudarda Razak; Muh Kasim
Buletin SWIMP Vol 1 No 02: November 2021
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.776 KB) | DOI: 10.15578/bs.v1i02.18

Abstract

handline is an environmentally friendly and low-cost fishing gear. This fishing gear can be modified so that it can reduce the operational and environmental impact of service partners as many as 10 people are representatives of handline fishermen, Pulau Raam Village. The material given is in the form of understanding sustainable fisheries, shutter fishing, and iradium squid fishing. Evaluation of the results of socialization by conducting question and answer interactions was obtained. Most of them understood the material given.
SOSIALISASI DAN PRAKTIK ALAT KESELAMATAN DASAR DI LAUT UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN PENGUNJUNG WISATA BAHARI Ratna Ratna; Sri Wahyuni Firman; Muh Kasim; Endang Gunaisah; Misbah Sururi; Hendra Poltak
Buletin SWIMP Vol 2 No 01: Mei 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.952 KB)

Abstract

The potential contained in the sea is able to create a source of welfare for humans with the ability to manage it sustainably. However, the sea can also be a source of disaster if the management of marine resources is not known and avoids disasters at sea. Community service to provide an understanding of maritime potential and the practice of safety equipment to increase knowledge and skills for partners who visit tourist attractions. Servants carried out socialization through lectures and practices using basic safety equipment to 20 Aisyiyah partners. Observations were made to determine the partner's ability to carry out the requested practice with the result that all partners were able to use basic safety tools properly. The skills acquired by partners can be applied to activities at Sea.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK NELAYAN KEPITING MELALUI PEMAHAMAN AKSES PERMODALAN DAN ANALISA USAHA KEPITING BAKAU Razak, Abu Darda; Sururi, Misbah; Poltak, Hendra
Jurnal Terapan Abdimas Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v6i1.7810

Abstract

Abstract. The potential of mangrove habitat which has high economic potential cannot be optimized to improve the welfare of mangrove crab fishermen. Capital factors and lack of understanding in conducting business analysis are problems for fishermen who carry out their business activities to increase their income. The purpose of this community service is to provide an understanding of access to capital and business analysis of mud crab so that fishermen are able to carry out business analysis independently.The solution to the problem is carried out in the coordination stage with the fisheries office, surveys, Forum Group Discussions, implementation of community service through lectures using media challenges that invite fisheries and banking offices and empathetic team mentoring of locations, and evaluation of activities through interviews. The results of the activity provide an increase in partners' understanding of the process of facilitating banking capital and business feasibility analysis. Abstrak.  Potensi habitat mangrove yang memiliki potensi ekonomis tinggi belum dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi nelayan kepiting bakau. Faktor permodalan dan ketidakpahaman melakukan analisa usaha menjadi permasalahan bagi nelayan dalam menjalankan aktivitas usahanya meningkatkan pendapatannya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman akses permodalan dan analisa usaha kepiting bakau sehingga masyarakat nelayan mampu melakukan analisa usaha secara mandiri. Solusi permasalahan mitra dilakukan melalui tahapan koordinasi dengan pihak dinas perikanan, survey, Forum Group Discussion, pelaksanaan pengabdian masyarakat melalui ceramah menggunakan media daring yang mengundang dinas perikanan dan perbankan dan pendampingan tim secara luring di empat lokasi, serta evaluasi keberhasilan kegiatan melalui wawancara. Hasil kegiatan memberikan peningkatan pemahaman mitra terhadap proses fasilitasi permodalan perbankan dan analisa kelayakan usaha.
RESOURCES COMPOSITION OF FISH RESULTS ABOUT TRACKING FISH IN WEST PAPUA MALAUMKARTA WATERS poltak, hendra; Sururi, Misbah; Suruwaky, Amir Machmud; Katili, Vicky Rizky; Tjarles, Lay; Ismail, ismail
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.1 APRIL 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v15i1.2507

Abstract

Hand line is a fishing gear consisting of a single string and hook for fishing and is widely used by fishermen in Malaumkarta waters. The purpose of this study is to identify the types of fish resources caught in the waters of Malaumkarta with the Drift Fishing system for resource conservation. The research was conducted 6 (six) times in 3 locations from June to September 2021. The method used was fishing survey using Handline Metal Jig drift system at depths 50 meters and 50 meters. The analysis was carried out quantitatively and qualitatively. The results showed that there were 134 individuals and 20 types of fish caught with a total weight of 126,194 kg. The type of fish that was most often caught was Letrinus sp, while in quantity it was Eumegistus illustris. The catch at three fishing locations showed that at a depth of 50 meters, 17 species were caught, 62 individuals, 104.625 kg with an average weight of 1.69 kg, while at a depth of 50 meters, 11 species were caught, 73 individuals, 22,039 kg with a weight of fish average 301.91 gr. The result of the research is that fish resources are utilized at a depth of 50 meters using a drift fishing system, with a metal jig fishing line.
POLA PERTUMBUHAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares) YANG DIDARATKAN DI KOTA SORONG PAPUA BARAT DAYA Sururi, Misbah
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 17, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.17.2.2025.99 - 110

Abstract

Tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang didaratkan di Kota Sorong, Papua Barat Daya ditangkap oleh nelayan skala kecil sampai skala menengah, menggunakan kapal mulai dari 1 GT sampai dengan 27 GT. Perbedaan skala penangkapan tuna dapat mempengaruhi variasi ukuran dan pola pertumbuhan ikan yang tertangkap, sehingga dapat berdampak pada dinamika populasi dan ketersediaan stok. Penelitian ini bertujuan menganalisis parameter dinamika populasi berdasarkan hubungan panjang berat dan faktor kondisi pada ikan tuna sirip kuning yang tertangkap oleh nelayan kecil (1- 4 GT) dan nelayan skala menengah (5-27 GT). Data sampel ukuran ikan didapatkan dari landing kapal tuna di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sorong dan Pelabuhan Perikanan Klademak Sorong selama tiga bulan (Oktober–Desember 2024). Jumlah sampel yang diukur sebanyak 708 ekor pada kapal skala kecil, dan 1.204 ekor pada kapal skala menengah. Analisis data menggunakan regresi power untuk hubungan panjang-berat, dan analisa faktor kondisi kemudian dianalisa secara deskiptif.  Hasil analisis panjang-berat menunjukkan bahwa semua pola pertumbuhan kedua jenis penangkapan allometrik negatif (b < 3). Distribusi ukuran ikan yang tertangkap pada kapal 5-27 GT lebih besar yaitu 75,4 – 151,7 cmFL, dibandingkan kapal 1- 4GT (32,2 – 131,2 cmFL). Faktor kondisi tuna pada kapal 5-27 GT lebih tinggi dibanding kapal 1–4 GT, dengan nilai masing masing 1,05 dan 0,98.