Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

SELULOSA DARI IMBAH CANGKANG KEMIRI SEBAGAI BAHAN PENGENTAL ALAMI BAHAN BAKAR Rini Kartika Dewi; M. Istnaeny Hudha
PROSIDING SNAST Prosiding SNAST 2018
Publisher : IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The gelling agent is a polymer component which is a combination of molecules that will give the desired thick and gel properties. The form of gel fuel can provide benefits in maintenance, is not dangerous, does not impact pollution and is practically handling. The source of thickener raw material that can potentially be derived from biomass. Because Inonesia is a country that is very rich in natural resources. In this study we tried to provide one biomass material that can be used as a thickening agent, namely cellulose from candlenut shell waste. In this study carried out by varying the mass of cellulose powder 1 shell candlenut waste; 2; 3; and 4 grams and 10 trichloroacetate concentrations; 15; 20 and 25%. Judging from the results of pH analysis, degree of substitution, viscosity, flame test and gas emission, the best mass of powdered candlenut thickener powder is found in the powder composition of 3 grams powder and the best trichloroacetate content at 15% level where the values ​​are based on powder mass and the best trichloroacetate content is the pH produced 8.4, with a substitution degree value of 0.29, a viscosity value of 1.43 cP, a flame test time of 4.19 minutes for ethanol gel combustion, with a value of CO gas emission 0.49 % ppm, the value of NOx gas emission produced is 0,0002% ppm, the value of gas emission of SO2 and gas H2S is 0% ppm.
Manufacture of Local Microorganism (MOL) from Vegetable Waste with Nutrition Source Supply Variation A. Mohammad Istnaeny Hudha; B. Galih GalihPurwa S.; C.Rikardus RikardusYohanes D. B.; D. Rini Kartika D
Tibuana Vol 5 No 01 (2022): Tibuana
Publisher : UNIPA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/tibuana.5.01.5028.34-40

Abstract

Local Microorganisms (MOL) is a bioactivator consisting of a collection of various kinds of microorganisms that function as agents for the decomposition of organic matter. Vegetable waste is a collection of various kinds of vegetables after being sorted because they are not suitable for sale. Almost all vegetable waste will undergo lactic acid fermentation carried out by lactic acid bacteria (LAB). Lactic acid bacteria (LAB) are gram-positive bacteria, do not form spores, are catalase negative, are resistant to acidic conditions, and are facultative anaerobes. The purpose of this study was to determine the correct composition of rice washing water and granulated sugar for the highest number of microbes in MOL. MOL optimization was carried out by means of anaerobic fermentation for 14 days. The results of this study indicate that the microbes contained in MOL are Bacillus subtillus, Bacillus cereus, Lactobacillus acidophilus, Spirillum, Streptoverticillium, and Leuconostoc mesenterousdes. The highest total population of microorganisms in variations in the composition of rice washing water and sugar is in sample C1 which is 91 x 105 Colonies/100 mL in MOL vegetable waste, which is 650 mL of rice washing water and 100 grams of sugar.
Ekstraksi Kolagen dari Ikan Tuna Sirip Kuning dengan Bantuan Microwave Anitarakhmi Handaratri; Mohammad Istnaeny Hudha
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 6, No 2 (2021): EDISI SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v6i2.2360

Abstract

Yellowfin tuna is commonly found in Malang Regency, their bones are the untapped fishery byproducts. The bones can be used as a source of collagen. The purpose of this study was to delve the effect of the hydrolysis extraction method using microwave irradiation on the resulting collagen. The treatment carried out in this study was to add 500 mL of 0.5M CH3COOH solution and put it in the microwave at various variable times of 1 - 5 hours and power 100 - 300 watts. The highest yield was obtained in the microwave power variable of 100 watts with a processing time of 3 hours, namely 9.32%. The results of FTIR analysis showed the presence of functional groups of Amide I, II, III, A, B, alkene groups, aromatic rings, and carboxylic acids. Measurement of water content is known to be 9.18%, ash content of 0.03%, and fat content of 0.26%.ABSTRAKTuna sirip kuning banyak ditemukan di Kabupaten Malang, tulangnya merupakan hasil samping pengolahan ikan yang belum dimanfaatkan. Tulang dapat digunakan sebagai sumber kolagen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode ekstraksi hidrolisis menggunakan iradiasi gelombang mikro terhadap kolagen yang dihasilkan. Perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini adalah menambahkan 500 mL larutan 0,5M CH3COOH dan memasukkannya ke dalam microwave dengan variasi waktu 1 - 5 jam dan daya 100 - 300 watt. Rendemen tertinggi diperoleh pada variabel daya gelombang mikro 100 watt dengan waktu proses 3 jam yaitu 9,32%. Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi Amida I, II, III, A, B, gugus alkena, cincin aromatik, dan asam karboksilat. Pengukuran kadar air diketahui 9,18%, kadar abu 0,03%, dan kadar lemak 0,26%..
PEMBUATAN LILIN AROMA TERAPI BERBASIS BAHAN ALAMI Faidliyah Nilna Minah; Tri Poespowati; Siswi Astuti; Muyassaroh Muyassaroh; Rini Kartika; Elvianto Elvianto; Istnaeny Hudha; Endah Kusuma Rastini
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 7 No 1 (2017): inovatif Vol. 7 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam hayati sehingga dijuluki negara agraris namun sampai saat ini masih belum bisa memanfaatkan sumberdaya hayati secara optimal, salah satunya tanaman penghasil minyak atsiri. Indonesia menghasilkan 40–50 jenis tanaman penghasil minyak atsiri dari 80 jenis minyak atsiri yang diperdagangkan di dunia dan baru sebagian dari jenis minyak atsiri tersebut yang memasuki pasar dunia, diantaranya nilam, sereh wangi, gaharu, cengkeh, melati, kenanga, kayu putih, cendana, dan akar wangi. Melihat akan hal ini, potensi usaha melalui ekstrak minyak atsiri tanaman sangat terbuka lebar. Salah satu metode sederhana dan peluang usaha yang sangat bagus adalah mengekstrak minyak atsiri dari tanaman dan hasilnya dapat dimodifikasi menjadi aroma terapi. Untuk objek dasar dari terciptanya aroma terapi adalah lilin. Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat,dimana lilin yang digunakan adalah juga merupakan bahan dari alam yaitu lilin lebah. Dengan demikian lilin aroma terapi yang dihasilkan pada penelitian ini adalah yang ramah lingkungan
PKM KELOMPOK WARGA RT 06 DAN 07 RW05 di LINGKUNGAN KELURAHAN ARJOSARI KECAMATAN BLIMBING MALANG JAWA TIMUR Faidliyah Nilna Minah; Rini Kartika Dewi; M. Istnaeny Hudha
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 10 No 1 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v10i1.2529

Abstract

Kota Malang adalah adalah kota yang terkenal dengan julukan kota pendidikan, kota wisata, kota surga kuliner, kota dingin, kota sejuk, dan kota bunga. Begitu banyak julukan yang mampu menghipnotis warga dari luar kota untuk hadir dikota Malang. Warga kota malang yang rata-rata tinggal di perumahan tentu saja hanya mempunyai lahan yang terbatas untuk bercocok tanam guna memenuhi kebutuhan keluarga pada khususnya. Solusinya adalah berkebun pada lahan terbatas dengan metode polybag atau cara hidroponik. Informasi tentang perkembangan sistem hidroponik di Indonesia masih sangat minim, hal ini disebabkan oleh kurangnya penyuluhan tentang kelebihan sistem hidroponik pada lahan sempit. Dari sisi ekonomi cukup murah, secara teknis pembuatan media tanam hidroponik cukup mudah. Oleh sebab itu kegiatan pengabdian ini dilaksanakan sebagai langkah awal untuk mendukung warga dalam meningkatkan kehidupan masyarakat terutama ekonomi dan kesehatan melalui pelatihan, penyuluhan dan praktek tentang bertanam hidroponik dari pengolahan sampai pemasarannya. Harapan kedepan tidak saja dapat memenuhi kebutuhan keluarga tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan pasar disekitar wilayah RT 06 & RT 07 RW05 kelurahan Arjosari serta dapat menjadi motivasi lingkungan sekitarnya untuk melaksanakan kelanjutan kegiatan positif seperti ini.
PENGARUH METODE PEMANASAN DAN PENAMBAHAN DAUN MINT PADA UJI ORGANOLEPTIK DAN ANTIOKSIDAN TEH DAUN MURBEI Anitarakhmi Handaratri; Mohammad Istnaeny Hudha
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.10840

Abstract

Minuman telah berkembang bearawal dari tanaman teh (Camellia s.) menjadi beraneka ragam buah-buahan, rempah-rempah, dan daun tanaman lain. Teh dari daun murbei (Morus a.) mengandung senyawa-senyawa yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Dalam penelitian ini metode pengeringan yang digunakan ada 3 macam yaitu dengan paparan sinar matahari, dengan bantuan oven, dan dengan bantuan oven microwave. Penelitian ini menggunakan oven microwave yang memiliki gelombang radiasi  untuk mempercepat waktu proses pengeringan. Daun murbei yang dijadikan teh, dikombinasikan dengan daun mint untuk mendapatkan aroma yang enak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan daun murbei sebagai teh dengan tambahan daun mint sebagai aroma dengan variasi metode pengeringan. Hasil Analisa kadar antioksidan dengan metode pengeringan dijemur dan oven semakin menurun dengan lamanya pengeringan. Pengeringan dengan microwave menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan terhadap waktu yang singkat. Kadar air terendah didapatkan dengan metode pengeringan oven sebesar 0,25%.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH SAYURAN DI DESA PESANGGRAHAN KOTA BATU Mohammad Istnaeny Hudha
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.645 KB) | DOI: 10.31315/dlppm.v2i1.4670

Abstract

Pesanggrahan village is located under Panderman mountain, Batu city. Most of its residents are farmers and ranchers and some are entrepreneurs. The most dominant numbers are farmers and cattle breeders. To accommodate the activities of farmers and breeders, the "Urip Sejahtera" Farmer Group was formed. Along with the development of increasingly advanced agriculture, the use of chemical fertilizers is increasing. This of course has a serious impact on soil conditions. So that an action is needed to find a solution to improve the nutrients in agricultural land.Vegetable waste generated from agricultural activities is an unsolved problem. The waste produced by humans consists of organic and inorganic waste. Organic waste that is produced from vegetable waste is generally thrown away and can cause an unpleasant aroma, besides that it will also trigger the growth of disease-causing microorganisms. The goal to be achieved from the training activities for making organic fertilizer from vegetable waste is to provide information, knowledge and to raise public awareness of the importance of efficient waste management, so that the people of Pesanggrahan Village, Batu City do not carelessly dispose of vegetable waste. The method applied in this activity is to present the material then carry out direct practice to make organic fertilizer. Then do an evaluation of the resulting product..Keywords: Vegetable Waste, Fermentation, Organic Fertilizer
PELATIHAN PEMBUATAN BIOAKTIVATOR PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH KEJU (Whey) DI DESA SUMBEREJO KOTA BATU Mohammad Istnaeny Hudha; Rini Kartika D.; Dwi Ana A.; Faidliyah Nilna Minah; Jimmy Jimmy
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.961 KB) | DOI: 10.31315/dlppm.v3i1.6706

Abstract

Sumberejo Village is located at the foot of Bukit Banyak and north of the Among Tani City Hall, which consists of three hamlets, namely Dusun Krajan, Dusun Sumbersari and Dusun Sumberejo. Sumberejo village has potential in agriculture. To accommodate the activities of the farmers, the “Barokah” Farmers Group was formed. The development of technology and fertilizers used in agriculture is increasing so that the use of chemical fertilizers is increasingly difficult to avoid. Over time, this will have a serious impact, especially on soil nutrients. In addition, things that need attention are agricultural waste in the form of vegetables and cheese waste (whey) generated from the activities of the cheese-making industry. Cheese waste (whey) is generally thrown away in rivers and can cause an unpleasant aroma, but it will also trigger the growth of disease-causing microorganisms. The objectives to be achieved from this training activity for the manufacture of natural bioactivators are to utilize vegetable waste and whey as an alternative source of microbes in the manufacture of bioactivators and to provide information on public knowledge about the manufacture of liquid organic fertilizer from agricultural waste using independently produced bioactivators. this activity is to present the material and then carry out direct practice to make natural bioactivators. Then an evaluation of the products produced and the processes carried out by the training participants is carried out.
PENGARUH METODE PEMANASAN DAN PENAMBAHAN DAUN MINT PADA UJI ORGANOLEPTIK DAN ANTIOKSIDAN TEH DAUN MURBEI Anitarakhmi Handaratri; Mohammad Istnaeny Hudha
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1254.202 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.10840

Abstract

Minuman telah berkembang bearawal dari tanaman teh (Camellia s.) menjadi beraneka ragam buah-buahan, rempah-rempah, dan daun tanaman lain. Teh dari daun murbei (Morus a.) mengandung senyawa-senyawa yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Dalam penelitian ini metode pengeringan yang digunakan ada 3 macam yaitu dengan paparan sinar matahari, dengan bantuan oven, dan dengan bantuan oven microwave. Penelitian ini menggunakan oven microwave yang memiliki gelombang radiasi  untuk mempercepat waktu proses pengeringan. Daun murbei yang dijadikan teh, dikombinasikan dengan daun mint untuk mendapatkan aroma yang enak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan daun murbei sebagai teh dengan tambahan daun mint sebagai aroma dengan variasi metode pengeringan. Hasil Analisa kadar antioksidan dengan metode pengeringan dijemur dan oven semakin menurun dengan lamanya pengeringan. Pengeringan dengan microwave menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan terhadap waktu yang singkat. Kadar air terendah didapatkan dengan metode pengeringan oven sebesar 0,25%.
PENGARUH METODE PEMANASAN DAN PENAMBAHAN DAUN MINT PADA UJI ORGANOLEPTIK DAN ANTIOKSIDAN TEH DAUN MURBEI Anitarakhmi Handaratri; Mohammad Istnaeny Hudha
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.10840

Abstract

Minuman telah berkembang bearawal dari tanaman teh (Camellia s.) menjadi beraneka ragam buah-buahan, rempah-rempah, dan daun tanaman lain. Teh dari daun murbei (Morus a.) mengandung senyawa-senyawa yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Dalam penelitian ini metode pengeringan yang digunakan ada 3 macam yaitu dengan paparan sinar matahari, dengan bantuan oven, dan dengan bantuan oven microwave. Penelitian ini menggunakan oven microwave yang memiliki gelombang radiasi  untuk mempercepat waktu proses pengeringan. Daun murbei yang dijadikan teh, dikombinasikan dengan daun mint untuk mendapatkan aroma yang enak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan daun murbei sebagai teh dengan tambahan daun mint sebagai aroma dengan variasi metode pengeringan. Hasil Analisa kadar antioksidan dengan metode pengeringan dijemur dan oven semakin menurun dengan lamanya pengeringan. Pengeringan dengan microwave menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan terhadap waktu yang singkat. Kadar air terendah didapatkan dengan metode pengeringan oven sebesar 0,25%.