Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH VIDEO TUTORIAL GARDAN (DIFFERENTIAL) TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA KULIAH SISTEM PEMINDAHAN TENAGA Muhammad Rifki Firdaus; Iffarial Nanda; Wakhinuddin Simatupang; Rifdarmon Rifdarmon
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 2 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3650

Abstract

The advancement of technology demands learning media that are more engaging and interactive. In the Power Transmission Systems course, instruction is still dominated by lectures, resulting in suboptimal student comprehension. This study aims to examine the effectiveness of a differential tutorial video as a learning medium. The research employed a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 30 Automotive Engineering students. A test instrument was administered before and after the intervention. Normality tests showed that pretest data were normally distributed, while posttest data were not, leading to the use of the Wilcoxon Signed Rank test. The results indicated an improvement in learning outcomes, with 30 positive ranks. A Z-value of –4.798 and p = 0.000 confirmed a significant difference. The effect size of 0.876 indicated a very strong impact. Overall, the tutorial video proved effective in enhancing students’ understanding of differential concepts through visual and auditory stimulation.Keywords: Video Tutorial, Differential, Learning Outcomes, Learning Media, Power Transmission System 
Analisis Pengaruh Modifikasi Sudut Kontak Primary Pulley dan Implementasi Roller Sliding terhadap Karakteristik Torsi dan Daya Motor Yamaha Aerox 155cc M. Ady Safutra Pulungan; Irma Yulia Basri; Rifdarmon; Iffarial Nanda
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.324

Abstract

Penelitian ini membahas peningkatan performa mesin sepeda motor matik Yamaha Aerox 155cc melalui optimasi sistem Continuously Variable Transmission (CVT). Fokus kajian adalah perubahan sudut primary pulley dan pemilihan massa roller, karena keduanya menentukan karakter penyaluran torsi dan daya. Metode eksperimen menggunakan desain faktorial pada dua sudut primary pulley (14° standar dan 13,5° modifikasi) dan tiga jenis roller (standar, sliding 12 gram, sliding 10 gram). Uji performa dilakukan dengan chassis dynamometer pada rentang 3000–9000 rpm dengan tiga pengulangan tiap konfigurasi. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi primary pulley 13,5° dan sliding roller 10 gram meningkatkan daya maksimum dari 7,35 kW menjadi 9,52 kW atau sekitar 22,8% dibandingkan kondisi standar, sedangkan torsi tertinggi 11,70 Nm dicapai pada pulley 13,5° dengan roller standar. Temuan ini menegaskan bahwa pengaturan sudut pulley dan konfigurasi roller yang tepat mampu mengoptimalkan transmisi CVT dan menjadi dasar teknis bagi strategi tuning yang efisien dan ekonomis. This study investigates improvement of Yamaha Aerox 155cc scooter performance through optimization of the Continuously Variable Transmission (CVT) system. The analysis focuses on primary pulley angle and roller mass selection, since both parameters govern torque and power delivery. A factorial experimental design used two primary pulley angles (standard 14° and modified 13.5°) and three roller types (standard, 12 g sliding, 10 g sliding). Performance tests were conducted on a chassis dynamometer over 3000–9000 rpm with three repetitions for each configuration. The combination of a 13.5° primary pulley and a 10 g sliding roller increased maximum power from 7.35 kW to 9.52 kW, or about 22.8% above the standard configuration, while the highest torque of 11.70 Nm was obtained from the 13.5° pulley with standard rollers. These findings show that appropriate pulley-angle adjustment and roller configuration can optimize CVT transmission and support efficient and economical tuning strategies.
Efektivitas Model Active Knowledge Sharing Berbantuan Augmented Reality terhadap Keaktifan Belajar Peserta Didik SMK Amin Sholat; Muslim; Rifdarmon; Iffarial Nanda
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.373

Abstract

Keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Sistem Pemindah Tenaga di SMKN 4 Pariaman masih rendah, sehingga diperlukan model pembelajaran yang lebih partisipatif dan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model Active Knowledge Sharing berbantuan media Augmented Reality (AR) terhadap keaktifan belajar peserta didik kelas X TKR. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain one-group pretest–posttest pada 33 peserta didik yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Data keaktifan belajar dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan uji paired samples t-test dan effect size Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari kategori “kurang aktif” menjadi “aktif”, dengan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05) dan Cohen’s d = 2,576 yang mengindikasikan pengaruh sangat besar. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi Active Knowledge Sharing dan Augmented Reality efektif meningkatkan keaktifan belajar dalam pembelajaran vokasional otomotif. Students’ learning activeness in the Power Transmission Systems subject at SMKN 4 Pariaman remains low, indicating the need for more participatory, technology-based instruction. This study investigates the effect of the Active Knowledge Sharing learning model assisted by Augmented Reality (AR) on the learning activeness of tenth-grade automotive students. A quantitative one-group pretest–posttest design was applied to 33 students selected through saturated sampling. Learning activeness data were collected using questionnaires and analyzed with paired-samples t-test and Cohen’s d effect size. The results show an increase in mean scores from the “less active” to the “active” category, with a significance value of 0.001 (p < 0.05) and Cohen’s d = 2.576, indicating a very large effect. These findings confirm that integrating Active Knowledge Sharing with Augmented Reality is effective for promoting learning activeness in vocational automotive education.
Studi Eksperimental Peningkatan Performa Mesin Honda Scoopy FI melalui Modifikasi Bore up 110–130 cc Anggi Nur Adnan; Toto Sugiarto; Donny Fernandez; Iffarial Nanda
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.375

Abstract

Bore up banyak digunakan untuk meningkatkan performa mesin sepeda motor, namun data kuantitatif pada skuter matik injeksi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bore up dari 110 cc menjadi 130 cc terhadap daya dan torsi mesin Honda Scoopy FI. Metode yang digunakan adalah eksperimen sebelum–sesudah dengan variabel bebas bore up dan variabel terikat daya serta torsi. Pengujian dilakukan menggunakan chassis dynamometer pada tiga kali pengulangan untuk kondisi standar dan setelah bore up. Hasil menunjukkan peningkatan daya rata-rata dari 6,91 HP menjadi 9,09 HP (≈31,6%) dan torsi rata-rata dari 8,57 N·m menjadi 10,85 N·m (≈26,6%). Peningkatan engine performance ini mengonfirmasi bahwa pembesaran volume silinder memperbaiki proses pembakaran dan kemampuan akselerasi, sehingga bore up dapat direkomendasikan sebagai strategi modifikasi geometris untuk mengoptimalkan performa sepeda motor harian secara terukur. Bore-up modification is widely used to increase motorcycle engine performance, yet quantitative data for small fuel-injected scooters are still limited. This study investigates the effect of increasing displacement from 110 cc to 130 cc on the power and torque of a Honda Scoopy FI engine. An experimental before–after method was applied, with bore-up as the independent variable and brake power and torque as the dependent variables. Tests were carried out on a chassis dynamometer with three repetitions in standard and bore-up conditions. The results show that average power rose from 6.91 HP to 9.09 HP (≈31.6%) and average torque from 8.57 N·m to 10.85 N·m (≈26.6%). These findings confirm that enlarging the cylinder volume improves combustion and acceleration capability, so bore-up can be recommended as a geometric modification strategy to optimise daily motorcycle engine performance in a measurable way.
Pengaruh Kecepatan Sirkulasi Udara terhadap Temperatur dan Kelembapan pada Oven Pengecatan Bodi Kendaraan Aditya Asadifa Saputra; Hasan Maksum; Donny Fernandez; Iffarial Nanda
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.377

Abstract

Kualitas pengecatan bodi kendaraan sangat ditentukan oleh proses curing di dalam oven, yang bergantung pada kestabilan temperatur dan kelembapan udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kecepatan sirkulasi udara terhadap temperatur dan kelembapan relatif di oven pengecatan dengan metode eksperimen kuantitatif. Pengukuran kecepatan udara, temperatur, dan kelembapan dilakukan menggunakan anemometer, sensor temperatur digital, dan sensor kelembapan pada tiga variasi kecepatan kipas (0,91; 2,67; 3,89 m/s) selama 20 menit. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan sirkulasi dari 0,91 menjadi 3,89 m/s meningkatkan temperatur rata-rata oven dari 52,5 °C menjadi 59,5 °C dan menurunkan kelembapan relatif dari 38,0% menjadi 33,5%. Analisis keseragaman pada tiga titik ukur menghasilkan koefisien variasi < 5%, menandakan distribusi udara yang sangat seragam. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaturan sistem ventilasi dan sirkulasi udara yang tepat mampu meningkatkan perpindahan panas konveksi, efisiensi curing, dan kualitas pengecatan bodi kendaraan. The quality of vehicle body painting is strongly determined by the curing process in the oven, which depends on stable air temperature and humidity. This study analyzes the effect of air circulation speed on oven temperature and relative humidity using a quantitative experimental method. Air velocity, temperature, and humidity were measured with an anemometer, digital temperature sensor, and humidity sensor at three fan-speed settings (0.91, 2.67, and 3.89 m/s) during 20-minute curing cycles. The results show that increasing air-circulation speed from 0.91 to 3.89 m/s raises the average oven temperature from 52.5 °C to 59.5 °C and reduces relative humidity from 38.0% to 33.5%. Uniformity analysis at three measurement points yields coefficients of variation below 5%, indicating highly uniform airflow distribution. These findings demonstrate that properly designed ventilation and air-circulation systems can enhance convective heat transfer, improve curing efficiency, and increase the consistency of automotive body-paint quality.
Pengaruh Variasi Jarak Penyemprotan di dalam Spray booth terhadap Ketebalan Lapisan Cat pada Bodi Kendaraan Sandhy Rhana Rhandika; Donny Fernandez; Muslim; Iffarial Nanda
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.385

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi jarak penyemprotan terhadap ketebalan lapisan cat pada body kendaraan di dalam spray booth. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental deskriptif pada pelat baja yang dicat Penta Super Gloss NC Metallic. Spray gun gravitasi dioperasikan pada tekanan konstan 2,8 bar dengan jarak penyemprotan 10, 15, 20, 25, dan 30 cm. Setelah pengeringan oven pada 60 °C selama 20 menit, ketebalan lapisan cat warna diukur menggunakan coating thickness gauge pada tiga titik untuk setiap jarak. Hasil menunjukkan tren penurunan ketebalan rata-rata dari 64,33 µm pada jarak 10 cm menjadi 47,20-48,50 µm pada jarak 25-30 cm, yang paling mendekati standar industri sekitar 50 µm dan menghasilkan permukaan yang lebih halus serta merata. Temuan ini menegaskan pentingnya pengaturan jarak penyemprotan di dalam spray booth sebagai parameter utama untuk mengendalikan ketebalan lapisan cat. This study investigates the effect of spraying distance using a spray gun on coating thickness on vehicle body panels inside a spray booth. A quantitative quasi-experimental method was applied on steel plates coated with Penta Super Gloss NC Metallic paint. A gravity spray gun was operated at a constant pressure of 2.8 bar with spraying distances of 10, 15, 20, 25, and 30 cm. After oven drying at 60 °C for 20 min, the coating thickness of the color layer was measured using a coating thickness gauge at three points for each distance. The results show a decreasing trend in average coating thickness from 64.33 µm at 10 cm to 47.20–48.50 µm at 25–30 cm, which is closest to the 50 µm automotive standard and produces smoother, more uniform surfaces on the vehicle body. These findings highlight spraying distance as a key controllable parameter for achieving target coating thickness in spray booth applications.
Analisis Korelasional antara Disiplin Belajar dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar-Dasar Program Keahlian (DDPK) Siswa Kelas X Teknik Otomotif SMK Negeri 1 Baso Dedi Rinaldi; Rifdarmon; Hasan Maksum; Iffarial Nanda
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.387

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara disiplin belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Program Keahlian (DDPK) Jurusan Teknik Otomotif di SMK Negeri 1 Baso. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasional terhadap 49 siswa kelas X. Disiplin belajar diukur menggunakan angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan hasil belajar diperoleh dari dokumentasi nilai rapor. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa disiplin belajar berada pada kategori baik (M = 162,22) dan hasil belajar pada kategori cukup baik (M = 79,51). Koefisien korelasi r = 0,203 dengan nilai p = 0,163 (> 0,05) menunjukkan hubungan positif namun lemah dan tidak signifikan, dengan kontribusi hanya 4,12% terhadap variasi hasil belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan disiplin belajar perlu disertai penguatan faktor lain untuk mengoptimalkan prestasi belajar siswa SMK. Education plays an important role in improving human resources, and learning discipline is often regarded as a key determinant of achievement. This study investigates the relationship between learning discipline and learning outcomes in the Basic Competency Program (DDPK) subject of the Automotive Engineering Department at SMK Negeri 1 Baso. A quantitative correlational design was applied to 49 tenth-grade students. Learning discipline was measured using a validated Likert-scale questionnaire, whereas learning outcomes were obtained from school records. Data were analysed using descriptive statistics and Pearson product–moment correlation. The results show that learning discipline is generally good (M = 162.22) and learning outcomes are fairly good (M = 79.51). The correlation between both variables is positive but weak and not statistically significant (r = 0.203, p = 0.163), explaining only 4.12% of the variance. These findings indicate that improving learning discipline alone is insufficient to enhance vocational students’ academic achievement.
Pengalaman Praktik Kerja Industri dan Minat Menjadi Mekanik Otomotif: Studi Korelasional pada Siswa SMK Teknik Kendaraan Ringan Miftahul Rizki; Toto Sugiarto; Donny Fernandez; Iffarial Nanda
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.390

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontribusi pengalaman praktik kerja industri terhadap minat berkarier sebagai mekanik otomotif pada siswa kelas XII Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Bukittinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel jenuh 33 siswa yang telah menyelesaikan praktik. Data dikumpulkan melalui dua angket berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan bahwa pengalaman praktik kerja industri berada pada kategori tinggi (mean = 98,67) dan minat menjadi mekanik juga tinggi (mean = 72,79). Koefisien korelasi sebesar r = 0,440 dengan p = 0,010 mengindikasikan hubungan positif yang signifikan, dengan kontribusi 19,4% terhadap variasi minat karier. Temuan ini menegaskan pentingnya desain program praktik kerja industri yang berkualitas sebagai strategi sekolah kejuruan untuk memperkuat orientasi karier siswa di bidang otomotif. This study examines the contribution of industrial work-practice experience to students’ interest in pursuing a career as automotive mechanics among Grade XII Light Vehicle Engineering students at SMKN 1 Bukittinggi. A quantitative correlational design was applied with a saturated sample of 33 students who had completed their internship. Data were collected using two validated and reliable Likert-scale questionnaires and analysed through descriptive statistics and Pearson Product Moment correlation. The findings show that industrial work-practice experience is in the high category (mean = 98.67) and interest in becoming a mechanic is also high (mean = 72.79). The correlation coefficient r = 0.440 with p = 0.010 indicates a significant positive relationship, with a contribution of 19.4% to the variance in career interest. These results highlight the importance of well-designed internship programmes in vocational schools for strengthening students’ career orientation in the automotive sector.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Dasar-Dasar Otomotif melalui Case Based Learning di Sekolah Menengah Kejuruan Wahyu Yadispama Maiga; Wagino; Donny Fernandez; Iffarial Nanda; Tiara Mahardika
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.394

Abstract

Pembelajaran Dasar-Dasar Otomotif pada elemen K3LH di SMK masih menunjukkan keaktifan dan hasil belajar yang rendah, sehingga diperlukan model pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Case Based Learning (CBL). Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi pada 28 siswa kelas X TSM 2 SMKN 1 Koto XI Tarusan. Data keaktifan dikumpulkan melalui lembar observasi, sedangkan hasil belajar diukur dengan tes formatif dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan keaktifan klasikal meningkat dari 53,85% pada Siklus I menjadi 66,57% pada Siklus II, sedangkan ketuntasan belajar meningkat dari 25% pra-tindakan menjadi 78,57% pada Siklus II dan melampaui KKM. Temuan ini mengindikasikan bahwa CBL efektif meningkatkan keterlibatan siswa dan penguasaan konsep K3LH pada pembelajaran vokasi otomotif. Student engagement and learning outcomes in the Basic Automotive Engineering subject, particularly the occupational health, safety, and environmental (K3LH) element, were still low at SMKN 1 Koto XI Tarusan. This study investigated whether the Case Based Learning (CBL) model could improve these outcomes. A two-cycle classroom action research design was implemented with 28 Grade X Light Vehicle Engineering students through the stages of planning, action, observation, and reflection. Student engagement was measured using observation sheets, while cognitive achievement was assessed through formative tests and analysed with descriptive statistics. The results show that class-wide engagement increased from 53.85% in Cycle I to 66.57% in Cycle II, whereas mastery learning rose from 25% at pre-test to 78.57% in Cycle II, exceeding the minimum standard. These findings demonstrate that CBL effectively enhances student participation and conceptual understanding of K3LH in vocational automotive education.
Penerapan Modul Ajar Berbasis iSpring Suite untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar dan Daya Pikir Kritis Siswa pada PMKR Aditya Pratama; Ahmad Arif; Toto Sugiarto; Iffarial Nanda
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i2.412

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Perawatan Mesin Kendaraan Ringan (PMKR) serta perlunya media pembelajaran digital yang lebih interaktif untuk mendukung kemandirian belajar dan daya pikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan modul ajar berbasis iSpring Suite terhadap peningkatan hasil belajar, kemandirian belajar, dan daya pikir kritis siswa kelas XI TKR di SMK Negeri 1 Koto XI Tarusan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 32 siswa. Data dikumpulkan melalui angket, tes pretest–posttest, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar meningkat dari 25,00% pada pretest siklus I menjadi 71,88% pada posttest siklus I, lalu meningkat menjadi 84,38% pada posttest siklus II. Nilai praktikalitas modul mencapai 76,03% dengan kategori praktis. Temuan ini menunjukkan bahwa modul ajar berbasis iSpring Suite layak digunakan untuk mendukung pembelajaran PMKR yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa. This study was motivated by the low learning outcomes of students in Light Vehicle Engine Maintenance (PMKR) and the need for more interactive digital learning media to support students’ self-directed learning and critical thinking. This study aimed to analyze the use of an iSpring Suite-based teaching module in improving learning outcomes, self-directed learning, and critical thinking of Grade XI TKR students at SMK Negeri 1 Koto XI Tarusan. The study employed a quantitative approach using a two-cycle Classroom Action Research design. The subjects consisted of 32 students. Data were collected through questionnaires, pretest–posttest tests, and documentation. The results showed that learning mastery increased from 25.00% in the pretest of cycle I to 71.88% in the posttest of cycle I, and further increased to 84.38% in the posttest of cycle II. The module practicality score reached 76.03%, categorized as practical. These findings indicate that the iSpring Suite-based teaching module is feasible for supporting more interactive and student-centered PMKR instruction.