Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PELATIHAN KEMANDIRIAN FINANSIAL RUMAH ASUHAN YATIM PIATU UMMI IKHLAS MAYANG MANGURAI, KEC. ALAM BARAJO KOTA JAMBI MELALUI PRGRAM PENGEMBANGAN UNTI USAHA PANTI MENUJU PANTI MANDIRI Diah Riski Gusti; Ade Adriadi; Dila Oktarise Dwina; Dyah Kumalasari; Oki Alfernando
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.901-906

Abstract

Rumah Asuhan Yatim Piatu Ummi Ikhlas didirikan oleh Ustadzah Syamsatul Muniri yang terletak di ‘Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Provinsi Jambi’. Panti asuhan ini berada dibawah Yayasan Tarbiyah Ar-Rahman Ar-Rahim. Panti ini dari awal berdiri tidak mendapatkan bantuan finansial dari pemerintah dan juga tidak memiliki donatur tetap, sehingga untuk pemenuhan finansial operasional sehari-hari bergantung kepada donatur tidak tetap. Biaya sekolah anak-anak panti saat ini menggunakan uang tabungan mereka yang juga didapatkan dari donatur tidak tetap. Dengan kondisi yang ada saat ini, sangat dibutuhkan solusi cepat untuk dapat mengatasi permasalahan finansial rumah asuh, terutama untuk pemenuhan kegiatan operasional rumah asuh, seperti biaya untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya Pendidikan. Mengacu pada beberapa pengelolaan panti yang sudah modern dan menuju mandiri, maka ada beberapa program yang dapat dikembangkan dan dicontoh oleh Rumah Asuhan Yatim Piatu Ummi Ikhlas untuk dapat juga mandiri. Pengembangan yang dimaksudkan berdasarkan potensi yang dimiliki adalah dengan membangun unit usaha khusus untuk rumah asuh sebagai pondasi finansial yang dapat mengurangi beban operasional panti. Unit usaha yang dapat dibangun yaitu bisnis industri kreatif seperti aneka kerajinan tangan dan kuliner. Selain itu, pengalaman dan keterampilan yang didapatkan oleh anak asuh dapat menjadi bekal bagi mereka dalam menjalankan kehidupan nantinya
Penggunaan Campuran POFA (Palm Oil Fuel Ash) Dan Gypsum Sebagai Stabilisasi Tanah Gambut Ditinjau Dari Nilai CBR (California Bearing Ratio) Annisa Rizki Sulardi Fitriani; Dila Oktarise Dwina; Oki Alfernando
TEKNIKA SAINS Vol 8, No 1 (2023): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v8i1.2141

Abstract

Penelitian ini membahas pemanfaatan campuran abu limbah pembakaran cangkang sawit (POFA) dan gypsum. Variasi penambahan POFA sebesar 0 persen, 45 persen, 50 persen, 55 persen, 60 persen, dan gypsum sebesar 10 persen  terhadap berat tanah kering dengan waktu perendaman 4 hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya dukung tanah dengan penambahan material berupa POFA dan gypsum di tinjau dari nilai CBR. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu tanah gambut asli sebagai tanah dengan kandungan organik yang tinggi termasuk kedalam golongan A-8 menurut sistem AASHTO dan disimbolkan dengan peat berdasarkan sistem USCS. Sampel tanah pada lokasi desa gambut jaya  termasuk tanah yang memiliki daya dukung yang jelek karena memiliki nilai (California Bearing Ratio) CBR 1,08 persen. Pada tanah campuran POFA dan gypsum diperoleh nilai CBR yang meningkat pada umur perendaman 4 hari sebesar 4,76 persen CBR tertinggi didapat pada variasi campuran 45 persen POFA dan 10 persen gypsum terhadap tanah kering dengan masa perendaman 4 hari.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA DESA TANGKIT MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH ALAM LOKAL MENJADI PRODUK EKONOMI UNTUK MEMBANTU PEREKONOMIAN KELUARGA Diah Riski Gusti; Intan Lestari; Ade Adriadi; Dila Oktarise Dwina; Oki Alfernando
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i2.556-561

Abstract

Setiap jenis tumbuhan ataupun tanaman memiliki bagian morfologi yaitu daun, batang, buah, bunga dan akar. Tidak banyak dari kita yang tahu bahwa beberapa jenis daun ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan seni atau kerajinan yang bernilai tinggi. Misalnya daun sirsak, daun nangka, daun jeruk, daun rambutan, daun pterydophyta dan lain-lain. Banyak kita jumpai jenis-jenis tanaman tersebut dibudidayakan oleh masyarakat karena buah dari jenis tanaman tersebut memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Akan tetapi banyak dari masyarakat tidak memanfaatkan daun dari jenis tanaman tersebut, padahal daun dari jenis tanaman tersebut bisa berpotensi sebagai obat-obatan, selain itu bisa juga digunakan untuk produk kerajinan tangan yaitu dibuat menjadi souvenir. Sekitar desa tangkit banyak terdapat berbagai jenis tanaman yang umumnya tumbuh liar yang tidak terlalu dimanfaatkan dan hanya menjadi sampah. Hal ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi seperti souvenir. Produk dapat dihasilkan dengan memberdayakan ibu rumah tangga untuk dapat membantu perekonomian keluarga yang semakin sulit akibat semakin menipisnya stock bahan baku batu bata yang menjadi sumber utama perkenonomian warga. Kegiatan pembuatan souvenir ini sangat penting dilakukan karena bahan dan alatnya sangat mudah didapatkan serta prosedur kerjanya yang tidak susah sehingga ibu-ibu rumah tangga bisa membuat souvenir. Mitra yang akan bekerjasama dengan kami adalah masyarakat khususnya ibu rumah tangga RT. 26 Desa Tangkit Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan akan memberikan pengetahuan, keterampilan dan bakat berwirausaha kepada mitra yaitu masyarakat terutama Ibu-Ibu Rumah Tangga RT. 26 Desa Tangkit melalui pelatihan pengolahan limbah alam lokal menjadi produk bernilai ekonomi untuk membantu perekonomian keluarga. Dalam melakukan pengabdian pelatihan pembuatan souvenir dari limbah alam lokal, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan bahwa limbah alam lokal memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan bisa dijadikan sebagai pendapatan. Kegitan ini juga diharapakan dapat meningkatkan softskill mitra dalam bidang kewirausahaan sehingga mitra dapat membuat atau mendirikan sendiri tempat penjualan dari souvenir gantungan kunci dari limbah alam lokal tersebut sehingga bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain. Kegiatan dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 23 September 2023 di Desa Tangkit Kecamatan Sungai Gelam, dimana ibu-ibu sangat antusias dalam mengikuti pelatihan, diakhir kegiatan terbuatnya produk souvenir gantungan kunci yang bisa membantu menambah penghasilan ibu-ibu dalam kehidupan sehari-hari.
PELATIHAN KEMANDIRIAN FINANSIAL RUMAH ASUHAN YATIM PIATU UMMI IKHLAS MAYANG MANGURAI, KEC. ALAM BARAJO KOTA JAMBI MELALUI PRGRAM PENGEMBANGAN UNTI USAHA PANTI MENUJU PANTI MANDIRI Diah Riski Gusti; Ade Adriadi; Dila Oktarise Dwina; Dyah Kumalasari; Oki Alfernando
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.901-906

Abstract

Rumah Asuhan Yatim Piatu Ummi Ikhlas didirikan oleh Ustadzah Syamsatul Muniri yang terletak di ‘Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Provinsi Jambi’. Panti asuhan ini berada dibawah Yayasan Tarbiyah Ar-Rahman Ar-Rahim. Panti ini dari awal berdiri tidak mendapatkan bantuan finansial dari pemerintah dan juga tidak memiliki donatur tetap, sehingga untuk pemenuhan finansial operasional sehari-hari bergantung kepada donatur tidak tetap. Biaya sekolah anak-anak panti saat ini menggunakan uang tabungan mereka yang juga didapatkan dari donatur tidak tetap. Dengan kondisi yang ada saat ini, sangat dibutuhkan solusi cepat untuk dapat mengatasi permasalahan finansial rumah asuh, terutama untuk pemenuhan kegiatan operasional rumah asuh, seperti biaya untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya Pendidikan. Mengacu pada beberapa pengelolaan panti yang sudah modern dan menuju mandiri, maka ada beberapa program yang dapat dikembangkan dan dicontoh oleh Rumah Asuhan Yatim Piatu Ummi Ikhlas untuk dapat juga mandiri. Pengembangan yang dimaksudkan berdasarkan potensi yang dimiliki adalah dengan membangun unit usaha khusus untuk rumah asuh sebagai pondasi finansial yang dapat mengurangi beban operasional panti. Unit usaha yang dapat dibangun yaitu bisnis industri kreatif seperti aneka kerajinan tangan dan kuliner. Selain itu, pengalaman dan keterampilan yang didapatkan oleh anak asuh dapat menjadi bekal bagi mereka dalam menjalankan kehidupan nantinya
Coffee Waste as a Potential Adsorbent for Peat Water Treatment Rahma Amalia; Sarah Fiebrina Heraningsih; Oki Alfernando; Sri Mundarti; Muhammad Haviz; Nadia Elvina; Sonia Nizal Putri; Resi Lisma Kinasih; Asmara; Yuzi Chantika Pratama; Ahmad Fadhilah Ashidiqie
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/cheesa.v8i1.22320.23-34

Abstract

Peat water is characterized by high acidity, turbidity, and poor sensory qualities, which limit its usability. This study evaluated the effectiveness of thermally activated coffee waste adsorbent (CWA) for peat water treatment. CWA was prepared by heating coffee waste at 250°C, followed by washing and drying at 60°C. Batch adsorption experiments were conducted using 1–3 g of CWA in 200 mL of peat water at 30°C, stirred at 150 rpm for 30 minutes. The results revealed significant improvements in water quality: pH increased from 3.85 to 4.62; turbidity was reduced by 99.37% (from 75 to 0.47 NTU); conductivity decreased by 30.7% (from 424 to 294 ?S/cm); and total dissolved solids (TDS) dropped by 93.3% (from 208 to 14 ppm). The Langmuir isotherm model (R² = 0.7297) provided a better fit than the Freundlich model (R² = 0.5845), indicating monolayer adsorption behavior with a maximum capacity of 0.1634 mg/g and a favorable separation factor (RL = 0.0057). Sensory evaluation confirmed enhanced color and odor. These findings support the use of CWA as a sustainable and low-cost adsorbent for improving peat water quality.
Perbandingan Material Pengganti Tahan Korosif pada Pipa Flowline Carbon Steel CO2 dan H2S di PT Migas Rayhan Maulana; Didi Mario; Zahra Junie Kurniati; Aldillah Herlambang; Oki Alfernando
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8717

Abstract

Korosi pada pipa flowline berbahan carbon steel merupakan permasalahan utama dalam sistem produksi minyak dan gas karena dapat menurunkan integritas material dan menyebabkan kegagalan operasi. Material ini memiliki ketahanan korosi yang rendah, terutama pada lingkungan yang mengandung CO₂, H₂S, air, dan ion klorida, sehingga mempercepat terjadinya korosi merata maupun lokal seperti pitting. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja duplex stainless steel 2205 dan stainless steel 316L sebagai material alternatif pengganti carbon steel. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap jurnal nasional dan internasional terkait sifat mekanik dan ketahanan korosi material. Hasil kajian menunjukkan bahwa duplex stainless steel 2205 memiliki ketahanan korosi dan kekuatan mekanik yang lebih unggul, serta tahan terhadap stress corrosion cracking karena struktur mikro dua fase dan nilai PREN yang tinggi, sehingga lebih sesuai untuk lingkungan migas yang agresif. Sementara itu, stainless steel 316L juga memiliki ketahanan yang baik terhadap korosi, khususnya pitting corrosion, sehingga dapat digunakan pada kondisi korosif menengah. Namun, kedua material tersebut tetap berpotensi mengalami kegagalan akibat faktor non-material seperti cacat mikrostruktur, proses fabrikasi, dan kualitas pengelasan. Oleh karena itu, pemilihan material harus mempertimbangkan kondisi operasi, metode manufaktur, serta kontrol kualitas. Berdasarkan hasil perbandingan, duplex stainless steel 2205 direkomendasikan sebagai material utama untuk meningkatkan keandalan dan umur pakai pipa flowline.
MODEL MITIGASI TANGGUH BENCANA PADA KAWASAN RAWAN BANJIR: DESAIN TEKNOLOGI PENJERNIHAN AIR SEDERHANA MELALUI KEMITRAAN DENGAN DINAS PERKIM MUARO JAMBI DI DESA PEMATANG JERING, KABUPATEN, MUARO JAMBI Chindy Mauliza Duana; Hadistya Suryadi; Oki Alfernando; Rara Ayu Lestari; Rosmayati Sipayung; Ra’ida Raudhatussya’rifah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.%p

Abstract

Provinsi Jambi memiliki karakteristik geografis dataran rendah yang sangat rentan terhadap bencana banjir, khususnya di wilayah seperti Desa Pematang Jering, Kabupaten Muaro Jambi, yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari. Banjir yang melanda daerah tersebut menyebabkan kontaminasi pada sumber air warga (sumur dan kolam) oleh lumpur dan limbah, sehingga berdampak terhadap akses air bersih dan sanitasi yang layak. Situasi kritis ini mendorong tim dosen Program Studi Teknik Kimia Universitas Jambi untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan kapasitas masyarakat terhadap mitigasi bencana banjir, dengan fokus spesifik pada penyediaan air bersih pasca bencana. Metode yang digunakan adalah penyuluhan desain teknologi penjernih air sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri oleh warga. Sosialisasi mencakup dua jenis design filtrasi air: (1) filtrasi sederhana menggunakan material seperti pasir, kerikil, dan ijuk; dan (2) filtrasi menggunakan teknologi moderen dengan karbon aktif dan pasir silika. Program ini, yang merupakan bentuk sinergi akademisi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (PERKIM) Kabupaten Muaro Jambi, berfokus pada pelatihan praktis untuk menjamin ketersediaan air minum dan sanitasi darurat. Diharapkan model mitigasi tangguh bencana ini dapat mengatasi masalah air bersih dan menjadikan masyarakat lebih mandiri dalam menjaga kualitas air yang digunakan sehari-hari serta meminimalisir dampak kesehatan dan kerugian sosial yang timbul akibat bencana banjir.
Mechanical Properties Improvement of Peat Soils Stabilized by Palm Oil Fuel Ash (POFA) based Geopolymer Nurza Purwa Abiyoga; Dila Oktarise Dwina; Oki Alfernando; Fiona Dehansa Putri
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol. 16 No. 2 (2025): November
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2025.v16.no2.p176-185

Abstract

Peat soils are generally characterized by high water content, significant organic matter composition, and relatively low shear strength compared to mineral soils. These properties may lead to excessive settlement and reduced load-bearing capacity, which can affect the performance of foundations and embankments constructed on peat deposits. Extensive peatland areas can be found in Jambi, Indonesia and innovative stabilization methods are required to enhance their mechanical properties for sustainable land use. This study develops an alternative method of stabilization by using palm oil fuel ash (POFA) as a base material for geopolymerization. POFA, an industrial by-product, is abundant in Jambi and offers a sustainable alternative to highly polluting Portland cement. The research methodology involved the preparation of geopolymer-stabilized peat samples with 0%, 10%, 15%, and 20% to total dry weight of POFA addition, followed by Unconfined Compressive Strength (UCS) tests to assess the improvement in soil strength. The results indicate a positive trend with increasing compressive strength values as the geopolymer content increases to 15%. The average UCS results for the consecutive amount of POFA geopolymer addition are 15.10 kPa, 30.05 kPa, 37.90 kPa, and 9.71 kPa. In conclusion, using POFA-based geopolymer shows potential as an effective and sustainable solution for improving the strength characteristics of peat soils with a notable maximum amount of addition at 15%. This stabilization technique could provide a viable method for infrastructure development in peatland areas.