Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Optimalisasi Produksi dan Pertumbuhan Tanaman Jahe pada Beberapa Naungan Kurnianingsih, Astuti; Sudradjat; Sudirman Yahya; Suryo Wiyono; Happy Widiastuti
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.3.133-139

Abstract

Jahe (Zingiber officinale) merupakan tumbuhan herba tahunan termasuk famili Zingiberaceae. Rimpang tanaman jahe mengandung dua kelas konstituen: minyak atsiri dan oleoresin, yang bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit seperti; diabetes, tekanan darah tinggi, kanker dan banyak penyakit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh naungan terhadap pertumbuhan tanaman, biomassa dan kandungan gingerol. Percobaan dilakukan di Kebun Pendidikan Cikabayan bulan Juli 2021-April 2022. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor yaitu naungan yang terdiri dari empat taraf yaitu N0 0% (cahaya penuh), dan paranet dengan kerapatan N1 = 25%, N2 = 50% dan N3 = 75%. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapat 12 unit percobaan, masing-masing unit percobaan memiliki 6 tanaman contoh. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian naungan dengan kerapatan 50% dan 75% menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun jahe tertinggi dibandingkan tanpa naungan dan naungan kerapatan 25%. Komponen biomassa tanaman dipengaruhi oleh pemberian naungan. Pemberian perlakuan naungan tidak berbeda nyata terhadap tebal daun, jumlah stomata dan kerapatan stomata. Perlakuan pemberian naungan terhadap kadar senyawa gingerol pada tanaman jahe memberikan perbedaan yang nyata pada perlakuan naungan 75%, nilai tertinggi terdapat pada perlakuan naungan dengan kerapatan 50% dengan nilai 12.10. Tanaman jahe dapat ditanam dan beradaptasi baik pada intensitas cahaya yang rendah.Kata kunci: biomass, gingerol, intensitas, rimpang
OPTIMALISASI LAHAN GAMBUT MELALUI IMPLEMENTASI IP 200 SEBAGAI PENGGANTI POLA TANAM SONOR DI DESA PERIGI KABUPATEN OKI PROVINSI SUMATERA SELATAN Harun, Umar; Agus Suwignyo, Rujito; Ramadhani, Fitri; Marlina, Marlina; Sefrila, Marlin; Rusdan, Risna; Habibulloh, Habibulloh; Kurnianingsih, Astuti; irmawati, Irmawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 11 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i11.4370-4381

Abstract

Lahan gambut yang luas dengan cadangan air tanah yang cukup dan iklim tropis yang memungkinkan kegiatan budidaya dapat dilakukan sepanjang tahun. Namun, potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena masih banyak petani yang menerapkan sistem sonor, yaitu pola tanam tradisional yang hanya mengandalkan air hujan dan dilakukan sekali tanam dalam setahun. Kegiatan pengabdian dilakukan di Desa Perigi terletak di Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera. Pelaksanaan pengabdian akan dilaksanakan secara komprehensif terdiri dari beberapa terminologi kegiatan seperti sosialisasi, pelatihan, penerapan/adopsi teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Perigi dilakukan untuk memperkenalkan sistem budidaya intensif berkelanjutan di lahan gambut melalui penerapan pola tanam IP 200, sebagai solusi atas permasalahan rendahnya produktivitas dan praktik budidaya tidak ramah lingkungan seperti pembakaran lahan dan sistem sonor. Kegiatan ini melibatkan 5 petani mitra dalam satu kelompok tani, dan memperoleh respons positif dari petani non-mitra yang menunjukkan antusiasme terhadap teknologi yang diperkenalkan. Tahapan kegiatan mencakup sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan teknis, dengan penerapan penanaman jagung di musim kemarau dan padi di musim hujan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan bertahap yang disesuaikan dengan kebutuhan petani serta kondisi ekologis lahan gambut efektif meningkatkan intensitas tanam dan kesadaran akan pertanian berkelanjutan. Efek sosial yang terjadi menunjukkan potensi replikasi program di wilayah gambut lainnya. Kegiatan ini diharapkan menjadi model percontohan dalam pengelolaan lahan gambut yang produktif, aman, dan berkelanjutan.
Pollinator Insect Found in Coconut Tree in Banyuasin Regency, South Sumatera Anggraini, Erise; Ellisa Riyanti, Tia; Irsan, Chandra; Hamidson, Harman; Sefrilla, Marlin; Kurnianingsih, Astuti; Hong Lau, Wei; Tiran Gunasena, Mahesh
Andalasian International Journal of Entomology Vol. 1 No. 01 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijent.1.01.47-50.2023

Abstract

Insect pollinators are insects that play an important role in maintaining the existence of a plant species through pollination and maintaining the genetic diversity of plants in the population maintaining the existence of a plant species through pollination and maintaining the genetic diversity of plants in the population. Pollinator insects generally come from the Hymenoptera order. The purpose of this study was to determine the types of pollinator insect species that dominate coconut plantations in the Banyuasin area of South Sumatra. Data were collected by field observation using the plant survey method. The survey was conducted through direct observation of coconut plants owned by coconut farmers in the Banyuasin area. Observations were made on coconut plants by observing pollinator insect species that associate with flowers on coconut plants. Insect pollinator species found in coconut plantations in the Banyuasin area include Vespa affilish, Apis mellifera, and Apis dorsata. The most dominant type of pollinator insect found in coconut plantations in the Banyuasin area is Apis dorsata with 201 individuals. So, the results show that the abundance of individuals is high but has a low diversity index.
PENGEMBANGAN BUDIDAYA SAYURAN TERAPUNG SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER SUPLAI KEBUTUHAN SAYURAN DI DESA BURAI KECAMATAN TANJUNG BATU SUMATERA SELATAN Gustiar, Fitra; Yakup, Yakup; Kurnianingsih, Astuti; Siaga, Erna; Nailatul Fadilah, Lya; Chaya, Muhardianto; Ulfah, Febrinita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

Secara geografis, Desa Burai merupakan salah satu desa yang dikelilingi oleh hamparan sungai dan rawa. Desa Burai berlokasi di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan dengan masyarakat bermatapencaharian sebagai petani dan nelayan.  Akan tetapi, kebutuhan terhadap komoditi pertanian berupa sayuran masih mengandalkan suplai dari desa lainnya akibat terbatasnya lahan darat untuk budidaya, sedangkan wilayah perairan belum dimanfaatkan maksimal. Pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan memperkenalkan dan menerapkan teknologi budidaya sayuran terapung sebagai solusi pemanfaatan lahan rawa dan wilayah tergenang di Desa Burai serta mendorong kemandirian masyarakat dalam produksi sayuran dengan mengoptimalkan sumber daya lokal untuk mendukung ketahanan pangan desa. Pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa pelatihan atau pendampingan dalam transfer teknologi tepat guna bagi masyarakat melalui alat peraga/demonstrasi serta memberikan pendampingan dalam proses budidaya tanaman sayuran secara terapung melalui tahapan pelaksanaan kegiatan yang meliputi: 1) sosialisasi; 2) penerapan teknologi rakit apung dalam budidaya sayuran terapung; 3) pendampingan dan evaluasi; dan 4) keberlanjutan Program. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa petani belum pernah mengetahui tentang praktik budidaya tanaman terapung dan menunjukkan adanya antusiasme masyarakat yang tinggi atau sangat tertarik untuk mengadopsi teknologi budidaya terapung secara mandiri. Pendampingan di lapangan juga telah menghasilkan pertumbuhan tanaman yang baik pada tanaman dibudidayakan secara terapung.