Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KAJIAN MODEL BLENDED LEARNING DALAM JURNAL TERPILIH: IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN Astri Widyaruli Anggraeni; Ruaidah; Kristi Nuraini
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 1 No. 4 (2022): APRIL-MEI TAHUN 2022
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v1i4.529

Abstract

Artikel ini berupa tulisan dari beberapa review jurnal yang penulis telah lakukan. Tulisan ini berfokus pada model pembelajaran campuran (blended learning) yang telah dipublikasikan di jurnal online dari Database Informasi Sumber Daya Pendidikan Pusat (ERIC) dan Pangkalan Data Penelitian Ilmiah dan Medis (Science.direct). Sebanyak 12 artikel yang dipilih sesuai dengan fokus tulisan. Dalam konteks ini, fokus utamanya adalah membuat analisis isi berdasarkan beberapa aspek penting dalam hal rancangan penelitian, instrumen, dan metode penelitian. hasil analisis yang telah dibuat terhadap artikel-artikel yang diterbitkan dalam pangkalan data Education Resources Information Center (ERIC) dan science.direct menunjukkan kajian tentang blended learning semakin berkembang dari masa ke masa. Walau bagaimanapun dapat dinyatakan bahwa mayoritas artikel yang dihasilkan adalah dengan menggunakan kajian berbentuk kualitatif untuk mendapatkan data kajian. Konsep blended learning merupakan salah satu inovasi dalam pembelajaran. Inovasi ini menyangkut pencampuran model belajar konvensional dan model belajar online dengan jaringan internet. Pembelajaran blended learning akan mengharuskan peserta didik memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarannya, karena blended learning ini adalah model pembelajaran campuran maka teori yang digunakan pun terdiri atas berbagai teori belajar dari beberapa ahli dengan menyesuaikan situasi dan kondisi belajar peserta didik. Blended Learning ini tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengembangan teknologi pendidikan.
Pragmatic Communication Challenges in Children with Developmental Language Disorder: A Clinical-Pragmatic Case Study Astri Widyaruli Anggraeni; Ruaidah Ruaidah; Fitri Amilia; Agus Milu Susetyo
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/lensa.15.1.2025.132-157

Abstract

Developmental Language Disorder (DLD) is a prevalent yet underrecognized neurodevelopmental condition that affects children's expressive and receptive language skills. This study explores pragmatic communication difficulties in children with DLD using a clinical-pragmatic framework to inform assessment and intervention. A qualitative case study was conducted with three children aged 6 to 8 years diagnosed with DLD. Data were gathered through naturalistic observations, semi-structured interviews with caregivers and therapists, and video recordings of classroom and playtime interactions. Analysis followed Cummings’ clinical pragmatics model, focusing on speech acts, turn-taking, topic coherence, contextual relevance, and responses to indirect communication. Findings indicate a dominance of directive speech acts, reduced narrative coherence, delayed turn-taking, and limited understanding of indirect speech. Children frequently relied on nonverbal cues such as gestures and prosody to support meaning. The study highlights the need for multimodal interventions that integrate structural language development with pragmatic training. These findings offer implications for clinicians, educators, and researchers in designing ecologically valid, socially responsive interventions for children with DLD.