Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI RELATIF PEMAKAIAN SUBER DAYA PADA PRODUKSI BATIK CAP DENGAN DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) (STUDI KASUS: IKM BATIK PEKALONGAN, SOLO, DAN YOGYAKARTA) Pramudi Arsiwi; Sri Hartini; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi dalam proses produksi, khususnya batik, memegang peranan penting, terlebih mengingat adanya tuntutan bagi industri garmen untuk selalu siap bersaing dalam ASEAN – China Free Trade Agreement. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan, terdapat beberapa gejala inefisiensi penggunaan sumber daya pada Industri Kecil Menengah (IKM) batik di Pekalongan, Jogja dan Solo, khususnya pada proses produksi batik cap. Hasil pengukuran efisiensi relatif dengan DEA menggunakan software SIAD v.3.0 berdasarkan wilayah, menunjukkan IKM – IKM batik yang relatif inefisien pada wilayah Pekalongan adalah Bole Batik dan Rizka Batik, Jogja adalah Batik Ida dan Batik Tugiran, dan Solo adalah Batik Putra Laweyan. Sedangkan berdasarkan perhitungan keseluruhan Jateng dan DIY, urutan wilayah dengan IKM paling efisien adalah sentra batik Laweyan Solo, sentra batik Kauman Pekalongan, dan terakhir adalah sentra batik Wijirejo Yogyakarta. Rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi IKM – IKM  yang masih inefisien adalah dengan melakukan pengurangan maupun penambahan pada beberapa variabel yang berpengaruh dalam produksi batik cap. Dengan melakukan penyesuaian pada variabel produksi yang berpengaruh, maka IKM yang belum efisien nantinya diharapkan dapat meningkat efisiensinya mendekati index efisiensi (1,00), berdasarkan IKM yang menjadi acuannya.  Abstract Efficiency in production processes, especially batik industries, play an important role, considering the demand for garment industry to always ready to compete in ASEAN – China Free Trade Agreement. Based on the preliminary studies, there are symptoms of inefficiency in the use of resources in batik Small Medium Enterprises (SMEs) in Pekalongan, Yogyakarta, and Solo, in particular on the process of cap (stamp) batik production. The results of measurement from the relative efficiency with DEA method using software SIAD v.3.0 based on the region calculation, showed that batik SMEs which still relative ineficient in Pekalongan are Bole Batik and Batik Rizka, in Jogja are Batik Ida and Batik Tugiran, in Solo is Batik Putra Laweyan. While based on the calculation of the overall Central Java and Yogyakarta, the sequence of the region with the most efficient SMEs was Laweyan batik center Solo, Kauman batik center Pekalongan, and the last is Wijirejo batik center Yogyakarta. Recommendations for improving the efficiency of inefficient SMEs is to do a substraction or addition on several variables which are influential in the production of baik cap. With make adjustment in the production variables which influential, then the SMEs yet efficient later expected to increase efficiency approaching efficiency index (1,00), based on the SMEs reference.
REDESAIN KIPAS ANGIN DENGAN KONSEP MODULARITY - MULTIFUNGSI UNTUK MEREDUKSI LIMBAH Christopher Wimba Manggala; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.101 KB)

Abstract

Desain Produk yang berkelanjutan merupakan salah satu kunci dalam upaya Sustainable development karena dapat memperpanjang umur produk tersebut serta mengurangi dampak limbah di landfill. Dengan mendesain ulang produk kipas angin menggunakan konsep modularity dan Design Structure Matrix (DSM) untuk melihat keterkaitan antar komponen, mampu mencegah timbulnya limbah dari keseluruhan kipas menjadi bagian kumparan pada dinamonya saja. Dengan menambah fitur multifungsi obat nyamuk elektrik, pengharum ruangan, aki penyimpan daya, serta lampu emergency akan menambah fungsi dari kipas angin, serta mereduksi komponen dan potensi limbah yang terbentuk. Maka dengan konsep modularity – multifungsi ini mampu menunjang sustainable product design dalam mereduksi limbah pada produk kipas angin.   ABSTRACT Sustainable Product Design is a part of key to make efforts for sustainable development, because with it can make life time of the product longer while reduce the landfill waste. By means of product redesign using modularity concept, and Design Structure Matrix (DSM) as tools to look the matrix of relationship between product components are able prevent to arise of waste from overall units of fan become just a part of coil in the fan dynamo. With adding any multifunction fiture like insect repellent, air freshener, battery storages, and emergency lamp will increase the function of the fan along reduce component and waste potention. Accordingly with this modularity - multifunction concept will be able to support sustainable product design to reduce waste of fan product.
PENENTUAN PRODUCTION LOT SIZE PRODUKSI UNTUK MEMINIMASI TOTAL WAKTU PRODUKSI DENGAN FORMULASI MILP STUDI KASUS DI PT CHAROEN POKPHAND SEMARANG Irma Nanda Sari; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri dengan banyak variasi produk menyebabkan proses produksi mengalami banyak interupsi akibat setup mesin yang dilakukan ketika pergantian jenis produk yang akan diproduksi. Oleh karena itu, dalam perencanaan produksi penting untuk memperhatikan ukuran lot yang optimal agar dapat mencapai produktivitas yang tinggi dengan mempertimbangkan waktu setup mesin. Tujuan penelitian ini untuk menentukan ukuran lot produksi produk pelet dan crumble yang optimal untuk meningkatkan produktivitas mesin pelet dan meminimasi total waktu produksi dengan tetap memperhatikan pemenuhan demand pada PT Charoen Pokphand Semarang. Penelitian ini mengacu pada jurnal yang disusun oleh Fabrizio Marinelli, Maria Elena Nenni, dan Antonio Sforza (2007). Pada penelitian ini digunakan model Formulasi MILP (Mixed Integer linear Programming) untuk mesin produksi dengan sistem produksi parallel pada dua skema produksi dengan bantuan software LPSolve IDE 5.5.2.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa total waktu produksi yang dihasilkan dari software LPSolve IDE 5.5.2.0 pada skema produksi 2 sebesar 1770,56 jam, lebih baik dari skema produksi 1 dengan total waktu produksi sebesar 1779,56 jam dan lebih baik dari sistem produksi saat ini dengan total waktu produksi sebesar 1860,06 jam. Dan total waktu setup yang dihasilkan pada skema produksi 2 sebesar 101 jam dengan frekuensi setup 202 kali, lebih baik dari skema produksi 1 dengan total waktu setup sebesar 110 jam dengan frekuensi setup sebanyak 220 kali dan lebih baik dari sistem saat ini dengan total waktu setup sebesar 190,5 jam dengan frekuensi setup sebanyak 381 kali. Dari hasil tersebut, peningkatan produksi dari sistem produksi produk pelet dan crumble perusahaan saat ini untuk skema produksi 2 sebesar 1566,25 ton. Sedangkan untuk skema produksi 1 sebesar 1408,8 ton.   Manufacturing industry with many products variation cause the interuptios in production process because of machines setup that have to be done when changing the product type. Therefor, in production planning is important to consider optimal production lot size in order to achieve high productivity by considering machines setup time. The objective of this study to determine optimal production lot size for pellet and crumble product to increase pellet machines productivity and minimize total time of productions with due regard fulfillment of demands at PT Charoen Pokphand Semarang. This study refers to a journal compiled by Fabrizio Marinelli, Maria Elena Nenni, dan Antonio Sforza (2007). This study is used MILP (mixed integer linear programming) formulation for machines with parallel production system in two production schemes with the help of LPSolve IDE 5.5.2.0 softrware. The result of this study showed that total production time of LPSolve IDE 5.5.2.0 software output for second production scheme is 1770,56 hours,better than first production scheme with total production time is 1779,56 hours and better than current production system with total production time is 1860,06 hours. And total setup time for second production scheme is 101 hours with setup frequencies 202 times, better than first production scheme with total setup time is 110 hours and the setup frequencies 220 times and better than current system with total setup time is 190,5 hours with setup frequencies 381 times. From these result, the increasing of production of present production system to second production scheme is 1566,25 tons. Whereas first production scheme is 1408,8 tons.
STRATEGI REDUKSI DAMPAK LINGKUNGAN DENGAN SUBTITUSI MATERIAL PRODUK SIKAT GIGI MENGGUNAKAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT Willy Oktafiano; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan sehari – hari penggunaan bahan plastik dapat kita temukan pada seluruh aktivitas dalam hidup kita. Plastik yang mudah didapatkan dengan berbagai jenis, bentuk dan fungsi karena plastik mudah dalam pembuatannya.  Dan jika masa pakai suatu produk dari plastik tersebut habis dan tidak ada pengolahan limbah secara baik, maka akan menyebabkan penumpukan  limbah plastik yang besar. Salah satu contoh produk  plastik yang digunakan semua masyarakat yaitu sikat gigi. Produk sikat gigi yang beredar dipasaran menggunakan bahan plastik (polystyrene). Dengan tingkat occupancy hotel berbintang di Kota Semarang sebesar 52,25 % atau dengan jumlah 740.994 tamu per tahun 2011, hal tersebut juga ikut menyumbang adanya limbah sikat gigi berbahan polystyrene. Penelitian ini mengukur tingkat sustainable rate pada produk sikat gigi berbahan polystyrene dan membandingkan produk sikat gigi berbahan limbah kayu dengan konsep knock down. Penelitian ini menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) dengan software Simapro v 7.1. Penelitian ini berhasil mengukur tingkat sustainabilitas sikat gigi polystyrene sebesar Rp  114.422.070 / tahun dalam bentuk eco-cost, tingkat sustainabilitas sikat gigi berbahan limbah kayu dengan konsep knock down sebesar Rp  33.884.057,- / tahun dalam bentuk eco-cost. Dan jika produk sikat gigi berbahan limbah kayu konsep knock down menggantikan sikat gigi berbahan polystyrene untuk kebutuhan hotel di Semarang, maka akan mereduksi eco-cost sebesar Rp. 80.538.013,- / tahun.    AbstractIn the daily life - the use of plastic materials can be found in all the activities in our lives. Plastics are readily available in various types, shapes and functions because the plastic is easy to manufacture. And if the life of a product from the plastic out and there is no good waste treatment, it will cause a large buildup of plastic waste. An example of plastic products that is used by all the communities is toothbrush. Toothbrush products in the market use plastic (polystyrene). The five-star hotel occupancy rate in the city of Semarang up to 52.25% or by the number of guests up to 740.994 people in 2011, it also contributed to a toothbrush made from polystyrene wastes. This study measures the rate at sustainable level toothbrush products made from polystyrene and compare the products of toothbrush made from wood waste with the concept of knock down. This study uses Life Cycle Assessment (LCA) with the software of Simapro v 7.1. This study succeeded in measuring the level of sustainability of polystyrene toothbrush IDR 114.422.070,- / year in the form of eco-costs, the level of sustainability of a toothbrush made from wood waste to the concept of knock down up to IDR 33.884.057, - / year in the form of eco-costs. And if the toothbrush is made from wood waste, the concept of  knock down replaces a toothbrush made from polystyrene to the needs of hotels in Semarang, it will reduce the eco-cost of IDR 80.538.013, - / year
PENENTUAN HARGA SIKAT GIGI BERBAHAN LIMBAH KAYU DENGAN METODE ABILITY AND WILLINGNESS TO PAY (Studi Kasus : Hotel di Semarang dan Yogyakarta) Dwi Yuni Setiawati; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.397 KB)

Abstract

Plastik telah dikenal luas dalam kehidupan manusia, akan tetapi penggunaan plastik yang berlebihan tanpa ada pengolahan limbah plastik yang baik dapat menyebabkan dampak lingkungan negatif. Salah satu penyumbang sampah plastik adalah sikat gigi. Sikat gigi yang diganti 3-4 bulan sekali berbeda dengan hotel yang menyediakan sikat gigi plastik sekali pakai. Jika 17 hotel memiliki 30 kamar maka jumlah kebutuhan sikat gigi plastik sekali pakai yaitu sebesar 510 buah, belum lagi jumlah tamu hotel yang mempengaruhi kebutuhan sikat gigi plastik. Akan tetapi harga yang relatif mahal menyebabkan produk ramah lingkungan masih belum diminati konsumen. Untuk itu dalam menentukan harga produk ramah lingkungan perlu kesesuaian antara kemampuan dan kemauan membayar konsumen. Dari hasil perhitungan nilai ATP rata-rata yang didapatkan yaitu sebesar Rp 2.216 dan nilai WTP rata-rata yaitu sebesar Rp 1.109. Penentuan harga berdasarkan ATP dan WTP untuk harga sikat gigi kayu yaitu sebesar Rp 1.100 dengan presentase responden 56,52% yang mampu dan mau membayar dengan harga tersebut. AbstractPlastic has been widely known in human life, but the excessive use of plastic without any good plastic waste processing can cause negative environmental impacts. One contributor to the waste plastic is a toothbrush. Brush teeth are replaced 3-4 months in contrast to hotels that provide disposable plastic toothbrush. If the hotel has 30 rooms 17 then the number needs disposable plastic toothbrush in the amount of 510 pieces, not to mention the number of hotel guests that affect the needs of a plastic toothbrush. However, the price is relatively expensive cause of environmentally friendly products consumers demand remains. For that in determining the price of environmentally friendly products need to fit between the ability and willingness of consumers to pay. From the calculation of the average ATP value obtained in the amount of USD 2,216 and average WTP value that is equal to Rp 1,109. Pricing based on the ATP and WTP for the wooden toothbrush price of Rp 1,100 with a percentage of 56.52% of respondents were able and willing to pay the price.
PERENCANAAN MAINTENANCE MENGGUNAKAN METODE RCM II UNTUK MENGURANGI DOWNTIME DAN CACAT PART Y 1069 PADA DIVISI STAMPING & TOOLS (Studi Kasus PT.New Armada, Magelang) Willy Patar Sitorus; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. New Armada  sudah melakukan perawatan namun kenyataannya hasilnya belum optimal. Hal ini  bisa dilihat dari masih terjadinya Breakdown machine dikarenakan adanya komponen utama yang sering rusak, sehingga berdampak terhadap hasil produk (cetakan) dan keselamatan pekerjanya. Cacat fisik yang terdapat pada part Y1069 disebabkan karena kecepatan bending yang tidak normal, jumlah cacat sebesar 22,16% lebih besar dari part lainnya. Dalam penelitian ini membahas perencanaan kegiatan maintenance dengan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) II, untuk menentukan maintenance task yang optimal berdasarkan konsekuensi modus kegagalan dan konteks operasi pada system stamping & tools. Adapun langkah-langkah dalam penelitian ini dimulai dari identifikasi ABD&FBD, kemudian menentukan RPN terbesar setelah itu dari hasil RPN dibuat maintenance task dari setiap komponen. Untuk memperoleh interval dari komponen dilakukan perhitungan interval discard task. Hasil penilaian risiko dengan Risk Priority Number (RPN) terhadap 34 variasi modus  kegagalan menunjukkan bahwa komponen kritis yang perlu mendapatkan prioritas utama perhatian adalah pada oil seal pump dan solenoid valve yang kotor yang mendapatkan nilai RPN 32, kemudian flexible couple pecah dan hydraulic cylinder bocor dengan nilai RPN 24. Masing-masing pada oil seal pump rusak dan flexible  couple diberikan usulan redesign berdasarkan konsekuensinya terhadap kecelakaan kerja. Kemudian untuk modus oil seal pump, selenoid valve, dan hydraulic cylinder yang memiliki konsekuensi operasional diberikan kegiatan scheduled discard task dengan waktu maintenance optimal (TM) masing-masing 127, 373 dan 964 jam, agar tindakan tersebut menjadi technically feasible untuk menurunkan konsekuensi kerusakan. Nilai waktu TM yang diperoleh untuk mencegah kerusakan pada komponen oil seal pump, solenoid valve, dan hydraulic cylinder lebih kecil dari nilai mean time to failure (MTTF), yang menunjukkan bahwa waktu maintenance optimal akan berusaha untuk menghindari terjadinya kerusakan fungsi komponen sebelum kerusakan terjadi
Pemilihan Desain Instalasi Pengelolaan Air Limbah Batik yang Efektif dan Efisien dengan Menggunakan Metode Life Cycle Cost (Studi Kasus di Kampung Batik Semarang) Miranti Marita Sari; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Batik Semarang belum memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) sehingga air limbah hasil produksi batik langsung di buang pada saluran pembuangan air. Limbah air yang berasal dari proses pewarnaan menyebabkan masalah terhadap lingkungan. Hal ini menyebabkan pencemaran pada saluran pembuangan air di lingkungan tersebut sehingga air di dalam saluran pembuangan bewarna hitam pekat. Uji terhadap BOD dan COD pada naftol sebesar 5 mg/l dan 83,9 mg/l, sedangkan pada garam sebesar 14mg/l dan 839 mg/l. Nilai COD tersebut melebihi baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah sebesar 100 mg/l. Penelitian ini menggunakan rancangan IPAL proses fisika kimia dan elektrokoagulasi. Rancangan tersebut diharapkan dapat mengurangi COD yang terkandung dalam limbah batik. Penelitian ini adalah IPAL dengan menggunakan IPAL dengan proses fisika kimia mempunyai efisiensi sebesar 19,85% hingga 72,7%. Biaya IPAL dengan proses fisika kimia adalah sebesar Rp 5.409.909,00 per tahun dengan menggunakan metode Life Cycle Cost (LCC). Sedangkan IPAL dengan proses elektrokoagulasi mempunyai efisiensi sebesar 89% dengan biaya yang di butuhkan sebesar Rp 7.887.546,00 per tahun dengan menggunakan metode Life Cycle Cost (LCC). Maka rekomendasi IPAL terpilih untuk Kampung Batik Semarang adalah  IPAL dengan proses fisika kimia. ABSTRACTKampung Batik Semarang has not had Installing a Wastewater Treatment Plant (WWTP ) so that the waste water from batik production directly flows to sewer. Waste water from the dyeing process is cause environmental problems . This leads to contamination of the water in the drain so that the water in the sewer colored black. BOD and COD test against the naphthol at 5 mg / l and 83.9 mg / l , while the salt of 14mg / l and 839 mg / l . The COD value exceeds the quality standards set by the government at 100 mg / l . This study uses the WWTP design electrocoagulation process chemistry and physics . The design is expected to reduce the COD of waste contained in batik. The results of this study that use  WWTP with chemical physics processes have an efficiency of 19,85 % to 72,7 % . The cost involved with the process of chemical physics WWTP is Rp 5.409.909,00 per year using Life Cycle Cost ( LCC ) .While the WWTP with electrocoagulation process has an efficiency of 89 % at cost it need Rp 7.887.546,00 per year using the Life Cycle Cost ( LCC ). So the recommendation WWTP to Kampung Batik Semarang is WWTP with chemical physics process.
PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN SUPPLIER BATIK MENGGUNAKAN ALGORITMA ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Lutfi Mardiansyah; Sri Hartini; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.09 KB)

Abstract

Batik merupakan salah satu jenis produk sandang yang berkembang pesat di Jawa Tengah sejak beberapa dekade, bahkan beberapa abad yang lalu. Hingga saat ini batik menjadi ikon beberapa daerah di Jawa Tengah, yakni Pekalongan, Jogja  dan Solo. Pada tahap persiapan membatik, IKM batik mempersiapkan bahan baku utama seperti kain katun, bahan pewarna dan malam. Bahan baku utama tersebut didapat dengan cara memesan ke supplier-supplier bahan baku yang sebelumnya telah dipilih oleh IKM batik sesuai dengan kriteria masing-masing IKM. Akan tetapi dalam melakukan pemilihan supplier terdapat permasalahan yaitu tidak terdapatnya metode yang pasti untuk pengambilan keputusan pemilihan supplier bahan baku batik, yang mengakibatkan IKM rentan melakukan kesalahan dalam penentuan supplier. Dalam penelitian tugas akhir ini, penulis akan membuat sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang akan membantu pemilik IKM batik dalam melakukan pengambilan keputusan untuk menentukan supplier yang memenuhi kriteria dari masing-masing IKM. Sistem pendukung keputusan ini berbasis web dengan bahasa pemrograman PHP dan menggunakan database My SQL. Model pengambilan keputusan dalam SPK ini menggunakan Algoritma Analytical Hierarchy Process (AHP). Dalam perancangan sistem ini menggunakan metode yang sering dipakai yaitu metode prototipe. Tujuan menggunakan metode ini agar sesuai dengan prosedur standar yang harus dilakukan mulai dari menganalisa, merancang, mengimplementasikan, dan memelihara sistem informasi. Sedangkan Dengan begitu kelak dalam pembuatan website akan lebih mudah dan meminimalisir kesalahan. Setelah sistem dibangun berdasarkan desain awal dilakukan pengujian prototipe dengan membandingkan hasil SPK Supplier Bahan Baku Batik dengan hasil perhitungan Software Expert Choice. Dari perbandingan tersebut terdapat selisih berkisar antara 0,01 – 0,06 disebabkan adanya pembulatan desimal pada Software Expert Choice, tetapi hasil tersebut tidak mempengaruhi hasil keputusan supplier terbaik.  ABSTRACT Batik is one type of clothing products are growing rapidly in Central Java since several decades , even centuries ago . Until now batik became iconic several areas in Central Java , namely Pekalongan , Yogyakarta and Solo . In the preparation phase of batik , the batik industry prepare for key raw materials such as cotton fabrics , dyes and paraffin . The main raw material is obtained by means of ordering to suppliers of raw materials that have previously been selected by the batik industry in accordance with the criteria of each the batik industry . But in doing that supplier selection, problems are the absence of a definite method for supplier selection decision-making batik material , which resulted in the batik industry prone to make mistakes in the determination of the supplier . In this thesis , we will make a Decision Support System ( DSS ) that will help owners of the batik industry in decision making to determine the suppliers that meet the criteria of each the batik industry . The system is web-based decision support with the PHP programming language and uses MySQL database . Models of decision making in this DSS uses Algorithm Analytical Hierarchy Process ( AHP ) . In designing the system uses a method that is often used is the method prototype . The purpose of using this method to fit a standard procedure that should be done starting from analyzing , designing , implementing , and maintaining information systems . That way in the future while making the website easier and minimize errors . Once the system is built based on the design of the initial prototype testing done by comparing the results of SPK Raw Material Supplier Batik with the calculated Expert Choice Software. From this comparison there is a difference ranged from 0.01 to 0.06 due to rounding decimal in Expert Choice Software, but the result does not affect the decision of the best suppliers.
PENGUKURAN TINGKAT SUSTAINABILITAS BATIK TULIS PEWARNA ALAM DENGAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) (Studi Kasus di Industri Batik Mahkota Laweyan, Solo) Supartini Supartini; Sri Hartini; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, baik batik tulis maupun batik cap pewarnaannya lebih cenderung menggunakan pewarna sintesis yang limbahnya dapat merusak lingkungan. Industri batik di kota Solo Jawa Tengah kini telah merintis proses produksi ramah lingkungan. Para pembatik sudah banyak beralih ke pewarna alam dan menggunakan bioetanol sebagai bahan bakar. Namun penggunaan pewarna alam membutuhkan proses yang rumit, waktu yang lama, serta biaya yang besar.Penelitian ini bermaksud mengukur tingkat sustainabilitas dari beberapa alternatif bahan pewarna alam batik meliputi Jambal, Jelawe, Mahoni, Secang, Teger, dan Tingimenggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) dengan bantuan software Simapro v 7.1 yang telah diupdate dengan database eco costs 2012. Dari hasil pengolahan LCA, diperoleh nilai eco costs per lembar batik tulis pewarna alam sebesar Rp 19.747,00. Setelah dikalkulasi dengan besarnya harga pokok produksi serta harga jual, maka didapatkan nilai eco efficiency index (EEI) yang digunakan sebagai indikator dari tingkat sustainabilitas suatu produk sebesar 1,14 yang artinya produk batik tulis pewarna alam ini bersifat affordable dan sustainable.Today,both “batik tulis” and “batik cap” is morelikely to usesyntheticdyes that the waste make environmental damage. Batikindustryin Solo, Central Javahas pioneeredenvironmentallyfriendlyproductionprocesses. Many industrialist have been switching tonatural dyesandusebioethanol as a fuel. But, using natural dyes need difficult process, much time, and large costs.The purpose of this study is measuring the rate ofsustainabilityofsomealternativenaturaldyes such Peltophorum pterocarpum, Terminalia belerica, Swietenia mahagony, Caesalpinia sappan, Maclura cochinchinensis, and Ceriops Tagal usingLifeCycleAssessment (LCA) method that helped by Simaprov 7.1softwarethat has beenupdated withecocosts 2012database. The result of LCA explain that the value of ecocostsbatik is Rp19747.00/sheet. Havingcalculatedthe cost of productionandselling price, thevalueofeco efficiencyindex(EEI) that usedas indicator of sustainabilityrate of a productis 1.14 which means that naturaldyes are affordableandsustainable.
PENINGKATAN SUSTAINABILITAS PROSES PRODUKSI BATIK DENGAN STRATEGI EKO-EFISIENSI (STUDI KASUS : UKM BATIK SRI SULASTRI, BANTUL-YOGYAKARTA) Prasetyo Yulianto; Sri Hartini; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UKM Batik Sri Sulastri merupakan salah satu UKM batik yang ada didesa Wijirejo-Bantul. Dari hasil penilaian dengan metode eco-mapping dan good house keeping checklist pada area produksi, ditemukan  beberapa inefisiensi berupa ceceran lilin pada area pengecapan, banyaknya lilin  sisa proses  pelorodan, dan banyaknya air sisa pewarnaan yang terbuang. Dari hasil pengukuran Life Cycle Assement dengan menggunakan software simapro v7.1.8, diketahui dampak negatif proses produksi terhadap lingkungan per tahun berupa global warming (CO2 eq) sebesar 14.804,2 kg dan aquatic ecotoxic (TEG eq) sebesar 10.241.717 kg atau setara dengan biaya sebesar Rp. 700.394.880,3 / tahun. Untuk mengurangi inefisiensi, dalam penelitian ini diberikan rekomendasi kepada UKM untuk membuat bak penampung lilin, penambahan job description bagi salah satu pekerja, dan membuat sistem pengolahan limbah sederhana dengan prinsip pengolahan secara biologi aerob. Rekomendasi yang diberikan akan menurunkan rasio non product output sebesar 0,01224 dari kondisi saat ini