Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

MODEL PEMILIHAN BAHAN PEWARNA ALAM COKELAT BATIK TULIS YOGYAKARTA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) Desi Rahmawati; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses produksi batik dengan menggunakan pewarna sintetis seringkali menimbulkan masalah karena mengandung zat berbahaya yang berdampak negatif terhadap kesehatan maupun lingkungan. Oleh karena itu, beberapa produsen batik di Indonesia termasuk sentra Batik Giriloyo mulai mencanangkan batik ramah lingkungan yang menggunakan teknik pewarnaan dengan pewarna alam. Namun setiap UKM batik di Giriloyo ini memiliki pertimbangan yang berbeda dalam memilih bahan pewarna alam karena belum adanya model dalam memilih bahan pewarna alam yang membantu UKM agar memilih bahan yang tepat. Akibatnya pihak UKM memilih bahan pewarna alam secara subjektivitas.Penelitian ini bermaksud mengidentifikasi kriteria pemilihan bahan pewarna alam yang akan dijadikan pertimbangan dalam membuat model pemilihan dengan menggunakan metode Analytic Network Process (ANP) dan software super decisions. Sehingga diperoleh subkriteria dengan bobot kepentingan tertinggi untuk bahan pewarna alam cokelat yakni subkriteria sumber bahan baku dengan bobot 0,117. Pada prioritas akhir diperoleh bahan pewarna alam dengan prioritas tertinggi untuk bahan pewarna alam cokelat yaitu kulit kayu mahoni sebesar dengan bobot 0,277.In the process of batik production using synthetic dyes often poses a problem because it contains hazardous substances that have a negative impact on health or the environment. Therefore, some manufacturers of batik in Indonesia, including the central batik Giriloyo started declare environmentally friendly that uses coloring techniques with natural dyes. But every batik SMEs in this Giriloyo have different considerations in choosing natural dyes because of the lack in choosing models of natural dyes that help SMEs to choose the right material. As a result, the SMEs choose natural dyes subjectivity.This study intends to identify the criteria for the selection of natural dyes that will be taken into consideration in making the selection model using Analytic Network Process (ANP) and the superdecisions software. In order to obtain sub-criteria with the highest importance weight for natural dye brown which subcriteria source of raw materials by weight 0.117. At the end of the priority natural dye obtained the highest priority for natural brown dye is leather mahogany with weight 0.277.
USULAN PERBAIKAN METODE SET UP MESIN DOUBLE SAWING (BALESTRINI 1) PADA CHAIR MACHINERY DEPARTMENT MENGGUNAKAN METODE SMED (Studi Kasus di PT. Maithland Smith Indonesia) Raditya Armanda; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Maithland Smith Indonesia (PT. MSI) merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang  mebel, produknya antara lain seperti kursi, meja, lemari, tempat tidur, cermin, dll. PT. MSI memiliki permasalahan Low Productivity pada Chair machinery yaitu hanya sebesar 35,48%. Salah satu penyebabnya adalah waktu set up yang lama terjadi di chair department dan tingginya waktu set up menunjukkan terdapat aktivitas-aktivitas  yang tidak efisien. Untuk mereduksi waktu set up, penelitian ini menggunakan metode SMED (Single-Minute Exchange of Die). Dari penerapan Metode SMED dapat mengeliminasi 22 aktivitas, mereduksi 22 aktivitas dan dapat mengkonversi 3 aktivitas set up internal menjadi eksternal. yang dilakukan dengan merancang jig yang lebih fleksibel dan layout serta memberikan usulan perbaikan  pada tool box.Penelitian ini mampu mereduksi  waktu set up sebesar 34,83%. Kemudian penghitungan juga dilakukan menggunakan metode MOST dan didapatkan dengan penerapan metode SMED dapat mereduksi waktu set up sebesar 31,19% Abstract PT. Maithland Smith Indonesia (PT. MSI) is a company engaged in the furniture manufacturing, among other products such as chairs, tables, cabinets, beds, mirrors, etc.  PT. MSI has a problem in Low Productivity Chair of machinery that is about 35.48%. One reason is the long setup time occurred in chair department and the high setup time indicates that there are activities do not work efficiently. To reduce set up time, these research using the SMED method (Single-Minute Exchange of Die). Through applying  SMED method, it could eliminate 22 activities, reducing 22 activities and  convert 3  internal  set-up activities into external set-up activities that carried out by designing a more flexible jigs and layout as well as provide suggestions on improvement tool box. The research could alleviate set up time about 34.83%. The calculation also performed by using the MOST method and obtained by the application of SMED method it could reduce about 31.19% of set up time.  
ANALISA KEGAGALAN PRODUK FINGER JOINT LAMINATING DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA (STUDI KASUS PERUM PERHUTANI KBM IK BRUMBUNG) Tirta Santika Nugroho; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perum Perhutani KBM IK Brumbung merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan kayu jati. Produk yang diproduksi perusahaan ini yaitu kayu jeblosan, kayu gergajian, Garden Furniture, Flooring, Housing Component, dan Finger Joint Laminating. Produk Finger Joint Laminating merupakan produk tetap dan sering dipesan pelanggan. Mesin yang digunakan untuk produk ini yaitu Double Planner, Rip Saw, Finger Shaper, Finger Presser, Moulder, Rotary Composser dan Sander. Sedangkan cacat produk yang terjadi secara umum dikelompokkan menjadi lima yaitu penyimpangan ukuran dimensi, sambungan pecah, sambungan renggang, permukaan bergelombang, dan terdapat lubang. Hingga saat ini pengendalian kualitas yang dilakukan perusahaan belum maksimal. Penelitian ini bertujuan dengan mengidentifikasi dan menganalisa kegagalan yang terjadi. Hal ini dilakukan dengan cara menentukan dan mengalikan tingkat keparahan, kejadian, dan deteksi sehingga diperoleh Risk Priority Number (RPN). Dari hasil penelitian, moda kegagalan potensial yang ada pada perusahaan terdapat 10 jenis moda kegagalan potensial.  Moda kegagalan terbesar yaitu pembentukan finger yang tidak sempurna dengan RPN sebesar 120. Usulan perbaikan yang diberikan untuk mengurangi kegagalan tersebut yaitu dengan pemberian SOP.
PENDAMPINGAN SAFETY RIDING BERDASARKAN PEMETAAN SAFETY CLIMATE PENGEMUDI OJEK ONLINE DI SEKITAR KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG Manik Mahachandra; Naniek Utami Handayani; Dyah Ika Rinawati; Sri Hartini; Rani Rumita
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi di bidang transportasi semakin berkembang dan mendorong hadirnya alat transportasi online sepeda motor. Seiring maraknya keberadaan ojek online, muncul permasalahan yang terjadi di kalangan pengemudi yang menunjukkan masih rendahnya persepsi akan keselamatan berkendara. Berdasarkan data BPS pada tahun 2017, jumlah kecelakaan yang terjadi di Indonesia mencapai 103.228 peristiwa dan sepeda motor memiliki persentasi tertinggi yang penyebab utamanya adalah perilaku pengemudi. Perilaku pengemudi dalam hal keselamatan berkendara berhubungan erat dengan iklim keselamatan yang dirasakannya dalam bekerja. Kegiatan pengabdian ini diawali dengan pemetaan iklim keselamatan menggunakan enam variabel dalam Safety Climate Questionnaire-Modified for Online Drivers (SCQ-MOD), yaitu komunikasi dan prosedur, tekanan pekerjaan, komitmen perusahaan, hubungan, pelatihan pengemudi, dan peraturan keselamatan. Selain itu akan dilihat pula gambaran iklim keselamatan berdasarkan karakteristik responden. Hasil pemetaan iklim keselamatan menunjukkan bahwa prioritas perlu diberikan pada variabel tekanan pekerjaan, komitmen perusahaan, dan hubungan pekerja dengan pemberi kerja. Terakhir, diberikan rekomendasi kegiatan mengemudi yang mengutamakan keselamatan dalam bentuk safety riding, guna meningkatkan iklim keselamatan, terutama pada variabel prioritas tersebut.
Pengukuran Tingkat Eko-efisiensi Menggunakan Life Cycle Assessment untuk Menciptakan Sustainable Production di Usaha Kecil Menengah Batik Diana Puspita Sari; Sri Hartini; Dyah Ika Rinawati; Tri Setyo Wicaksono
Jurnal Teknik Industri: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Industri Vol. 14 No. 2 (2012): DECEMBER 2012
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.209 KB) | DOI: 10.9744/jti.14.2.137-144

Abstract

Pekalongan is one of the batik cities in Central Java, many batik SMEs thrive in Pekalongan. Batik SMEs indicated a cause of environmental pollution that occurred in the city of Pekalongan. Pollution caused by the use of chemicals in the dyeing process. This study aims to measure the eco-costs and eco-efficiency rate of batik products, as well as looking for suggestions on improving eco-efficiency. Eco-efficiency rate is measured by using LCA (Life Cycle Assess-ment) doped with SimaPro software. This method is used to evaluate the environmental impacts arising from the use of the constituent materials. The results of the data processing show that the value of eco-costs for chemical dye batik is Rp 188,028.32, with eco-efficiency rate is 68.74%. Batik industries are not sustainable and affordable. Economizing of the resourcing and applying cleaner production can be accomplished to enhance the eco-efficiency rate. Cleaner production can be achieved using natural dyes and implement End of Life strategies.
PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR TERHADAP KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS X MAN TAPSEL LOKASI BUNGA BONDAR Siregar, Rosnida; Hartini, Sri Hartini; Ritonga, Mariyatul Kubtiyah
Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business Vol. 5 No. 2 (2025): Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business (2025)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ifijeb.v5i2.2999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran penerapan kurikulum merdeka belajar di kelas X Man Tapanuli Selatan Lokasi Bunga Bondar, 2) gambaran kesulitan belajar siswa kelas X Man Tapanuli Selatan Lokasi Bunga Bondar, 3) untuk melihat pengaruh yang signifikan antara penerapan kurikulum merdeka belajar terhadap kesulitan belajar siswa kelas X Man Tapsel Lokasi Bunga Bondar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh kelas X Man Tapanuli Selatan Lokasi Bunga Bondar dan sampel sebanyak 44 siswa. Pengolahan data dilakukan dengan teknik analisis korelasi produk moment, uji T, uji koefisien determinasi yang didukung dengan menggunakan SPSS versi 29. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa gambaran penerapan kurikulum merdeka diperoleh nilai rata-rata (mean) dengan nilai 66,57 masuk pada kategori baik. Gambaran kesulitan belajar diperoleh nilai rata-rata (mean) dengan nilai 60,05 masuk pada kategori cukup baik. Berdasarkan pengolahan data dengan menggunakan SPSS versi 29, maka dapat diperoleh nilai t-hitung (5,528) > t-tabel (1,628) dengan nilai signifikan 0,000 pada taraf kepercayaan 95% atau tingkat kesalahan 5%. Dengan demikian maka dapat diketahui nilai signifikan lebih kecil dari = 0,05 (0,000<0,05), artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan kurikulum merdeka belajar terhadap kesulitan belajar siswa kelas X Man Tapsel Lokasi Bunga Bondar.