Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Ngaliman

Upaya Pemberdayaan Madrasah Diniyyah Pondok Pesantren Sufi Al-Kabir melalui Pengajian Nahwu-Shorof Guna Meningkatkan Kemampuan Santri terhadap Penguasaan Kitab Kuning Arifin, Zainal; Makhmudah, Siti; Zahro, Badiatuz
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Ngaliman. Agustus 2023
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v2i2.710

Abstract

Abstrak Membaca kitab kuning (kitab gundul) tidaklah mudah, begitu juga menguasai isi dan maksud dalam kitab tersebut, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pemahaman dasar kitab membaca kitab yakni Nahwu-Shorof. Dengan menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD), penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca pada santri terhadap kitab kuning yang mana pada saat ini pemahaman dan kemampuan membaca kitab santri masih kurang. Hal tersebut dikarenakan kurangnya minat dan kurangnya rutinitas santri terhadap membaca kitab. Pemberdayaan Madin Ponpes Sufi AL-Kabir dengan cara pengajaran kitab Nahwu-Shorof guna meningkatkan kemampuan santri terhadap penguasaan kitab kuning (kitab gundul). Santri perlu mengetahui pentingnya belajar dan memahami kitab Nahwu-Shorof agar bisa menguasai semua kitab serta memahami maksud dan tujuan dari isi kitab tersebut. Kata kunci: Pemberdayaan, penguasaan kitab kuning, metode ABCD.
Pendampingan Optimalisasi Lahan Pekarangan Menjadi Lahan Tanaman Holtikultura Yang Punya Nilai Jual Tinggi Desa Jatikalen Kabupaten Nganjuk Makhmudah, Siti; Arifin, Zainal
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Ngaliman. Februari 2024
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v3i1.729

Abstract

ABSTRAK Budidaya tanaman holtikultura merupakan suatu rangkaian kegiatan pertanian dari awal penanaman hingga proses pemanenan. Berbeda dengan penanaman holtikultura yang di tanam di lahan persawahan, penanaman holtikultura ini penulis tanam pada media polibek yang tidak memerlukan lahan yang sangat luas. Sebab di sini penulis ingin memanfaatkan lahan pekarangan warga yang sangat luas tapi tidak di tanami apa-apa. Karena lahan pekarangan di sini yaitu di desa Jatikalen hanya di biarkan begitu saja tanpa ada pemanfaatan yang maksimal. Selain bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang kosong, penanaman tanaman holtikultura ini juga bisa menambah penghasilan warga jika tanaman holtikultura ini panen. Dari uraian diatas timbul rumusan masalah: 1. Bagaimana kondisi masyarakat des jatikalen dalam mengolah lahan dilingkungan sekitar sebelum ada pendampingan 2. Kegiatan apa saja yang dilakukan untuk mendukung tewujudnya masyarakat yang berdaya dan mandiri dibidang mengolah lahan kosong untuk meningkatkan taraf ekonomi 3. Bagaimana kondisi masyarakat desa jatikalen setelah ada pendampingan terutama dibidang ekonomi. Setelah diadakan pendampingan diperoleh kesimpulan: 1. Kondisi masyarakat desa jatikalen sebelum pendampingan meskipun semangat mencari nafkah akan tetapi penghasilan masih kurang 2. Bentuk kegiatan pendampingan yang dilakukan meliputi pengolahan lahan kosong disekitar lingkungan rumah melalui budidaya tanaman holtikultura melalui pemberian materi dan pelatihan 3. Setelah program pendampingan selesai, muncul kepercayaan masyarakat akan potensi diri secara ekonomi sehingga melahirkan tenaga pekerja baru dan lapangan kerja baru serta meningkatkan penghasilan ekonomi Kata kunci: optimalisasi lahan, tanaman holtikultura dan nilai jual
Pendampingan Masyarakat Dusun Nglarangan Melalui Dialektika Potret Islam-Hindu Bali Dalam Rangka Membangun Komitmen Religius Masyarakat Petani Di Desa Bajulan, Kab.Nganjuk Makhmudah, Siti; Arifn, Zainal
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Ngaliman. Februari 2025
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v4i1.1142

Abstract

Masyarakat Jawa dikenal religius dengan tradisi budaya yang beragam, mulai dari harian hingga tahunan. Dalam pandangan Geertz, agama merupakan bagian dari sistem kebudayaan, dan budaya sendiri adalah pola perilaku yang mengatur kehidupan manusia. Islam yang datang ke Nusantara membawa kedamaian dan berinteraksi dengan kepercayaan lokal seperti animisme, Hindu, dan Budha, sehingga melahirkan bentuk Islam yang beragam. Pendampingan ini mengkaji interaksi Islam dan Hindu-Bali dalam budaya lokal melalui proses akulturasi dan asimilasi, serta memaknai Islam sebagai sistem simbolik. Studi kasus dilakukan di Dusun Nglarangan, Desa Bajulan, Kabupaten Nganjuk, menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus mendalam. Fokus utama adalah komitmen religius masyarakat dalam pergumulan budaya dengan keislaman. Hasilnya diharapkan memberikan pemahaman tentang proses panjang pertemuan antara Islam dan nilai-nilai lokal yang membentuk dinamika budaya masyarakat.
Upaya Pemberdayaan Madrasah Diniyyah Pondok Pesantren Sufi Al-Kabir melalui Pengajian Nahwu-Shorof Guna Meningkatkan Kemampuan Santri terhadap Penguasaan Kitab Kuning Arifin, Zainal; Makhmudah, Siti; Zahro, Badiatuz
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Ngaliman. Agustus 2023
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v2i2.710

Abstract

Abstrak Membaca kitab kuning (kitab gundul) tidaklah mudah, begitu juga menguasai isi dan maksud dalam kitab tersebut, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pemahaman dasar kitab membaca kitab yakni Nahwu-Shorof. Dengan menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD), penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca pada santri terhadap kitab kuning yang mana pada saat ini pemahaman dan kemampuan membaca kitab santri masih kurang. Hal tersebut dikarenakan kurangnya minat dan kurangnya rutinitas santri terhadap membaca kitab. Pemberdayaan Madin Ponpes Sufi AL-Kabir dengan cara pengajaran kitab Nahwu-Shorof guna meningkatkan kemampuan santri terhadap penguasaan kitab kuning (kitab gundul). Santri perlu mengetahui pentingnya belajar dan memahami kitab Nahwu-Shorof agar bisa menguasai semua kitab serta memahami maksud dan tujuan dari isi kitab tersebut. Kata kunci: Pemberdayaan, penguasaan kitab kuning, metode ABCD.
Pendampingan Optimalisasi Lahan Pekarangan Menjadi Lahan Tanaman Holtikultura Yang Punya Nilai Jual Tinggi Desa Jatikalen Kabupaten Nganjuk Makhmudah, Siti; Arifin, Zainal
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Ngaliman. Februari 2024
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v3i1.729

Abstract

Budidaya tanaman holtikultura merupakan suatu rangkaian kegiatan pertanian dari awal penanaman hingga proses pemanenan. Berbeda dengan penanaman holtikultura yang di tanam di lahan persawahan, penanaman holtikultura ini penulis tanam pada media polibek yang tidak memerlukan lahan yang sangat luas. Sebab di sini penulis ingin memanfaatkan lahan pekarangan warga yang sangat luas tapi tidak di tanami apa-apa. Karena lahan pekarangan di sini yaitu di desa Jatikalen hanya di biarkan begitu saja tanpa ada pemanfaatan yang maksimal. Selain bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang kosong, penanaman tanaman holtikultura ini juga bisa menambah penghasilan warga jika tanaman holtikultura ini panen. Dari uraian diatas timbul rumusan masalah: 1. Bagaimana kondisi masyarakat des jatikalen dalam mengolah lahan dilingkungan sekitar sebelum ada pendampingan 2. Kegiatan apa saja yang dilakukan untuk mendukung tewujudnya masyarakat yang berdaya dan mandiri dibidang mengolah lahan kosong untuk meningkatkan taraf ekonomi 3. Bagaimana kondisi masyarakat desa jatikalen setelah ada pendampingan terutama dibidang ekonomi. Setelah diadakan pendampingan diperoleh kesimpulan: 1. Kondisi masyarakat desa jatikalen sebelum pendampingan meskipun semangat mencari nafkah akan tetapi penghasilan masih kurang 2. Bentuk kegiatan pendampingan yang dilakukan meliputi pengolahan lahan kosong disekitar lingkungan rumah melalui budidaya tanaman holtikultura melalui pemberian materi dan pelatihan 3. Setelah program pendampingan selesai, muncul kepercayaan masyarakat akan potensi diri secara ekonomi sehingga melahirkan tenaga pekerja baru dan lapangan kerja baru serta meningkatkan penghasilan ekonomi
Pendampingan Masyarakat Dusun Nglarangan Melalui Dialektika Potret Islam-Hindu Bali Dalam Rangka Membangun Komitmen Religius Masyarakat Petani Di Desa Bajulan, Kab.Nganjuk Makhmudah, Siti; Arifn, Zainal
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Ngaliman. Februari 2025
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v4i1.1142

Abstract

Masyarakat Jawa dikenal religius dengan tradisi budaya yang beragam, mulai dari harian hingga tahunan. Dalam pandangan Geertz, agama merupakan bagian dari sistem kebudayaan, dan budaya sendiri adalah pola perilaku yang mengatur kehidupan manusia. Islam yang datang ke Nusantara membawa kedamaian dan berinteraksi dengan kepercayaan lokal seperti animisme, Hindu, dan Budha, sehingga melahirkan bentuk Islam yang beragam. Pendampingan ini mengkaji interaksi Islam dan Hindu-Bali dalam budaya lokal melalui proses akulturasi dan asimilasi, serta memaknai Islam sebagai sistem simbolik. Studi kasus dilakukan di Dusun Nglarangan, Desa Bajulan, Kabupaten Nganjuk, menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus mendalam. Fokus utama adalah komitmen religius masyarakat dalam pergumulan budaya dengan keislaman. Hasilnya diharapkan memberikan pemahaman tentang proses panjang pertemuan antara Islam dan nilai-nilai lokal yang membentuk dinamika budaya masyarakat.