Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Teknika

ANALISA DAYA DUKUNG TIANG PANCANG BETON RUMAH SAKIT BRAYAT MINULYA SURAKARTA - JAWA TENGAH Dyah Setyati Budiningrum; Anik Kustirini
Teknika Vol 14, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.83 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v14i2.1808

Abstract

Perencanaan struktur bawah pada rumah sakit haruslah kuat, karena rumah sakit merupakan tempat untuk memulihkan kesehatan. Pondasi tiang pancang berfungsi untuk meneruskan beban pada bangunan menuju tanah secara merata. Tujuan penelitian ini yaitu menghitung daya dukung tiang berdasarkan kekuatan tanah dan menghitung daya dukung tiang kelompok. Pondasi yang dipakai dalam perencanaan gedung rumah sakit ini adalah jenis pondasi tiang pancang dengan dimensi penampang 40x40 cm, dengan panjang 12 m  dan untuk perhitungan daya dukung berdasarkan gesekan tanah dengan tanah (friction). Jumlah tiang pancang dalam kelompok tiang adalah 4 buah tiang pancang. Daya dukung maksimum setiap tiang pancang memenuhi persyaratan, sehingga 4 buah tiang pancang dalam kelompok tiang aman dipakai. Kata kunci: pondasi; tanah; tiang pancang; daya dukung.
MODEL TARIKAN PERGERAKAN ORANG DENGAN ANALISA REGRESI DI KAMPUS UNIVERSITAS SEMARANG Dhamang Budi Cahyono; Agus Muldiyanto; Anik Kustirini
Teknika Vol 14, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.524 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v14i1.1516

Abstract

ABSTRAK Perkembangan jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun semakin  meningkat sehingga hubungan interaksi yang terjadi antara mahasiswa, dosen, karyawan dan pengelola di Kampus Universitas Semarang (USM)  juga meningkat, hal ini dapat menimbulkan potensi kemacetan lalu lintas maupun penambahan fasilitas kebutuhan ruang parkir kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya estimasi prediksi tarikan pergerakan orang menuju Kampus USM. Metode yang digunakan dalam membuat model adalah dengan analisis regresi, dengan variabel bebas adalah PDRB Kota Semarang dan variabel tetapnya adalah jumlah mahasiswa aktif kelas pagi dan sore. Hasil persamaan regresi tarikan ke kampus yang didapat adalah untuk semester gasal kelas pagi adalah Y1 = 1308,803 + 0,032 X, dan persamaan untuk semester genap kelas pagi adalah Y2 = 1568,960 + 0,032 X4. Prediksi tarikan mahasiswa kelas ke Kampus USM pada tahun 2023 untuk semester gasal sebesar 8.635 orang dan untuk semester genapnya sebesar 7173 orang, sedangkan untuk kelas sore semester gasal adalah sebesar 9.756 orang dan untuk semester genap kelas sore sebesar 8.342 orang. Prediksi pada tahun 2023, mahasiswa pengguna sepeda motor terbesar terjadi pada semester gasal kelas sore sebesar 8.369 buah. Sedangkan prediksi pada tahun 2023, mahasiswa penggun mobil terbesar terjadi pada semester gasal kelas sore yaitu sebesar 673 buah
ANALISIS KUAT TEKAN BETON DENGAN AGREGAT PASIR DARI BOYOLALI MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAH ABU SEKAM PEMBAKARAN KAYU DAN SERBUK HALUS ARANG BRIKET Timbul Catur Suwiyono; Purwanto Purwanto; Anik Kustirini
Teknika Vol 13, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.985 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v13i2.1314

Abstract

Concrete research has been carried out, this study utilizes wood burning husk ash and fine powder of briquette charcoal as an added material from the weight of cement and sand used from Boyolali. This study aims to determine the compressive strength of concrete with materials added to wood burning husk ash and fine powder of briquette charcoal. Material variations added wood burning husk ash and briquette charcoal fine powder by 0%, 10%, 20% by weight of cement. This study used 0.5 fas and concrete testing at the age of 7 days, 14 days and 28 days. From the test results the average compressive strength of concrete at the age of 7 days with a material variation of 10% added was 15.05 MPA, and a material variation of 20% added was 13.47 MPA. Concrete at the age of 14 days with a material variation of 10% added is 15.76 MPA, and a material variation of 20% is 13.18 MPA. concrete at 28 days with a material variation of 10% added is 14.32 MPA, and a 20% added material variation is 14.32 MPA.  Keywords; wood burning husk ash, compressive strength, fine briquette charcoal powder  AbstrakPenelitian beton telah banyak dilakukan, penelitian ini memanfaatkan abu sekam pembakaran kayu dan serbuk halus arang briket sebagai bahan tambah dari berat semen dan pasir yang digunakan dari boyolali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton dengan bahan tambah abu sekam pembakaran kayu dan serbuk halus arang briket. Variasi bahan tambah abu sekam pembakaran kayu dan serbuk halus arang briket sebesar 0%, 10%, 20% dari berat semen. Penelitian ini menggunakan fas 0,5 dan pengujian beton pada umur 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Dari hasil pengujian kuat tekan rata-rata beton pada umur 7 hari dengan variasi bahan tambah 10% adalah 15,05 MPA, dan vari asi bahan tambah 20% adalah 13,47 MPA. Beton pada umur 14 hari dengan variasi bahan tambah 10% adalah 15,76 MPA, dan variasi bahan tambah 20% adalah 13,18 MPA. beton pada umur 28 hari dengan variasi bahan tambah 10% adalah 14,32 MPA, dan vari asi bahan tambah 20% adalah 14,32 MPA.  Kata kunci : abu sekam pembakaran kayu, kuat tekan, serbuk halus arang briket
ANALISIS STRUKTUR ATAP BAJA DOUBLE SIKU RUMAH RETRET DI PARUNG-BOGOR JAWA BARAT anik kustirini; bambang purnijanto; afrida ranu l; galuh cahyo n.w
Teknika Vol 15, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.567 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v15i1.2009

Abstract

Bangunan di Indonesia sebagian besar menggunakan baja sebagai rangka atap selain karena kemudahan, faktor kecepatan pemasangan juga menjadi pertimbangan dalam  memilih rangka atap baja, oleh sebab itu baja Double Siku digunakan untuk struktur atap ini.SNI 7971:2013 adalah peraturan perencanaan struktur baja (canai dingin). Peraturan ini, dapat membantu mendisain struktur baja Double Siku yang aman dan ekonomis. Penelitian ini membahas perencanaan  rangka  atap  baja Double Siku dengan tipe atap fink dan panjang bentang 21 m akan direncanakan struktur alternatif  dengan menggunakan metode desain LRFD. Perencanaan batang tarik, tekan dan sambungan sesuai SNI 7971:2013, serta menganalisis berat total struktur dan lendutan yang terjadi Hasil didapat dari Bantuan sofewere SAP2000 V.14. Hasil perencanaan tersebut, diperoleh desain profil untuk batang horisontal adalah 2L 100.100.20 dan 2L 65.65.9, batang vartikal 2L 65.65.9, Batang Diagonal Atas 2L 70.70.11, Batang Diagonal Tengah 2L 70.70.11 dan 2L 70.70.9 Dengan menggunakan Plat Buhul 10mm dan Baut type A 325 Diameter 12.7mm. hasil perhitungan Tekan didapat nilai Pmax = 13,7185 ton dibatang 45 dan tarik didapat nilai Pmax = 12,3688 ton dibatang 1 dari hasil tersebut maka jarak antar baut yaitu 45mm, jarak baut ke tepi 30mm dan 4 jumlah baut.
PENGARUH PEMODELAN MASSA PADA ANALISIS DINAMIK STRUKTUR Bambang Purnijanto; Trias Widorini; Anik Kustirini
Teknika Vol 14, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.287 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v14i2.1804

Abstract

Indonesia adalah negara yang rawan terjadi bencana alam gempa bumi sebab lokasi Indonesia di  pertemuan tiga lempeng (pelat) tektonik yang aktif yaitu lempeng Samudra Hindia, Eurasia dan Pasifik.  Akibat dari adanya gempa bumi tersebut dapat menyebabkan banyak korban harta benda dan jiwa. Kebanyakan penyebab korban jiwa akibat gempa bumi ini adalah tertimpa reruntuhan bangunan. Kerusakan bangunan tersebut pada umumnya disebabkan oleh faktor desain dan pelaksanaan yang kurang tepat. Penelitian yang dilakukan mempunyai tujuan untuk membandingkan respons struktur yang terjadi akibat beban gempa pada gedung dengan konfigurasi yang tidak simetris berbentuk T dan L pada modelmassaterpusat terhadap modelmassatersebar. Berdasarkan hasil analisis struktur untuk denah bangunan berbentuk T dan L dengan pemodelanmassayang berbeda maka dapat ditarik kesimpulan bahwa modelmassaterpusat menghasilkan simpangan yang lebih besar dibandingkan modelmassatersebar sehingga akan menghasilkan kondisi yang lebih aman.Kata kunci : pemodelan massa; simpangan; gedung; analisis dinamik.
MANAJEMEN LALU LINTAS DI KAWASAN PASAR BITINGAN KABUPATEN KUDUS yesina intan pratiwi; anik kustirini
Teknika Vol 15, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.584 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v15i1.2008

Abstract

Kemacetan lalu-lintas di kota-kota besar di Indonesia selain disebabkan oleh tidak seimbangnya jumlah kendaraan dan kapasitas jalan yang ada, juga disebabkan oleh manajemen lalu-lintas yang kurang baik, serta disebabkan oleh penataan tata ruang kota yang kurang baik. Oleh karena itu tidak terkecuali kemacetan yang ditimbulkan di kawasan pasar Bitingan Kabupaten Kudus. Terjadi kemacetan di karenakan jumlah kendaraan yang melebihi ruas kapasitas jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengurai tingkat kemacetan pada kawasan pasar Bitingan Kabupaten Kudus. Dalam hal ini metode penelitian menggunakan analisis data seperti survey data eksisting untuk mengetahui tingkat kemacetan pada pasar Bitingan Kabupaten Kudus tersebut. Oleh karena itu maka di analisis tingkat pertumbuhan lalu lintas yang terjadi saat ini. Rata – rata kemacetan yang ditimbulkan oleh MC lebih besar dibandingkan dengan LV atau HV. Hal ini disebabkan ruas jalan major merupakan jalan menuju pusat perekonomian, pusat perkantoran dan perbelanjaan. Maka dalam hal ini perlu manajemen lalu lintas yang tepat dan efektif.
Modulus Elastisitas Beton Geopolimer Berbasis Fly ash PLTU Tanjungjati B Jepara Kustirini, Anik; Susilo, Edy; Widorini, Trias; Purnijanto, Bambang
Teknika Vol. 19 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v19i1.8748

Abstract

Beton geopolimer adalah beton yang dibuat tanpa menggunakan semen. Sebaliknya, fly ash—bahan sisa pembakaran batu bara di pembangkit listrik tenaga uap—dimanfaatkan (PLTU). Pada penelitian ini fly ash dari PLTU Tanjungjati B Jepara digunakan untuk menguji modulus elastisitas beton geopolimer sehingga diperoleh pemahaman yang jelas mengenai sifat-sifatnya. Tiga benda uji silinder 15/30 digunakan untuk menguji modulus elastisitas beton. Rata-rata modulus elastisitas beton geopolimer umur 28 hari sebesar 20.560,797 MPa. Model modulus elastisitas dan kuat tekan beton geopolimer dengan persamaan Ec = 12761 (f’c) 0,4657 diperoleh dari hasil regresi daya. Validasi dilakukan dengan korelasi, angka R2 = 0,9944 mendekati satu, artinya hubungan kuat tekan dengan modulus elastisitas sangat kuat atau valid. Nilai modulus elastisitas hasil laboratorium berbeda 0,338% dengan nilai modulus elastisitas SNI dan selisih nilai modulus elastisitas Hukum Hookes sebesar 0,018%. Grafik hasil laboratorium dan Hooke berimpit
Numerical and Field-Based Analysis of Soil Nailing for Slope Stability Adolf Situmorang; Anik Kustirini; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko
Teknika Vol. 20 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v20i2.12918

Abstract

Landslide occurrences in Indonesia are predominantly associated with soft soils and inadequate drainage conditions during periods of high-intensity rainfall. Nevertheless, the country’s diverse geological settings pose significant challenges for implementing effective landslide mitigation strategies, particularly as most existing studies are concentrated on specific islands, each characterized by distinct geotechnical and geomorphological conditions. In certain areas of Flores Island, landslides have been observed at relatively shallow depths and steep slope angles, often occurring in remote locations. Additionally, the tectonic setting of Flores Island—surrounded by multiple active seismic sources—increases the susceptibility to both rockfalls and earthquake-induced landslides. Soil nailing has emerged as a promising stabilization technique in such conditions, particularly where subsurface materials exhibit high resistance to penetration (N-SPT > 60). Despite the steep terrain, the technique remains viable due to its adaptability and minimal disturbance to the existing slope geometry. Stability analyses conducted using both the FEM and LEM under static loading conditions indicate that soil nailing is effective in reinforcing the slope without inducing significant deformation. Furthermore, the reinforced slopes demonstrate sufficient stability under seismic loading, satisfying the design earthquake criteria stipulated by the Indonesian Standard.