Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Sosialisasi Pengembangan Media Ajar Berbasis ICT terhadap guru SMA Negeri I Batu Onom Insenalia Hutagalung; Ady Frenly Manullang; David Hutahaean; Hisar Marulitua Manurung; Sunggu Sirait
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v1i3.903

Abstract

Guru memiliki peranan yang sangat penting karena mereka merupakan jantung pendidikan dalam menciptakan peserta didik yang memiliki sikap, pengetahuan dan keterampilan yang baik. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru harus memiliki kompetensi (profesional, pedagogik, sosial dan kepribadian) dan keterampilan dasar (keterampilan bertanya, memberikan penguatan, mengelola kelas, membimbing kelompok kecil, membuka dan menutup kelas, dan menggunakan variasi stimulus) yang mumpuni (Sanjaya, 2006; Djamarah, 2014). Di abad 21, guru tidak hanya memiliki kompetensi dan keterampilan dasar dalam mengajar saja, tetapi juga harus mampu menggunakan ICT dalam proses pembelajaran karena perkembangan teknologi dan informasi memberikan dampak dalam dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu yang dapat dilihat dalam fenomena sehari-hari adalah penggunakan alat komunikasi berupa telepon genggam (cell phone). Hampir sebagian besar masyarakat Indonesia dimulai dari anak-anak hingga orang dewasa menggunakan telepon genggam dengan berbagai tujuan mulai dari menelepon, mengirim pesan, menjelajahi informsi secara online, menonton video dan mendengarkan musik secara online maupun offline, serta melakukan transaksi perbankan (Koller, Foster, & Wright, 2008) Teknologi dan informasi yang berubah sangat cepat di abad 21 ini menjadi sebuah tantangan bagi guru dan sekolah untuk dapat memberikan bekal kepada peserta didik dalam menjawab tantangan yang akan mereka hadapi di kehidupan mendatang. Untuk menghadapi tantangan tersebut, guru harus melakukan proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik di masa depan serta relevan dengan perkembangan zaman. Kompetensi, keterampilan dasar dan penguasaan terhadap penggunaan teknologi di kelas juga perlu didukung oleh kreativitas dan inovasi yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran di kelas. Salah satu kreativitas dan inovasi yang dapat dilakukan adalah mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penggunaan Media Macromedia Flash di SMK Teladan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun Hisar Marulitua Manurung; Anita Debora Br. Simangunsong; Winarto Silaban; Ivan Samuel Simanjuntak; Teti Rondeleti Silalahi; Marnalom Samosir
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.473

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru memiliki kompetensi dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi yang inovatif dan interaktif. Namun, masih banyak guru yang mengalami keterbatasan dalam pemanfaatan perangkat lunak pengembangan media pembelajaran digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMK Swasta Teladan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun dalam penggunaan Macromedia Flash sebagai media pembelajaran interaktif. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis praktik (learning by doing) yang meliputi analisis kebutuhan, workshop, demonstrasi, praktik mandiri, pendampingan intensif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan melibatkan 20 guru dari berbagai bidang studi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi yang signifikan pada seluruh indikator yang diukur. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 32,7 pada pre-test menjadi 80,7 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 48%. Peningkatan tertinggi terjadi pada kemampuan mengembangkan media pembelajaran digital (54%) dan kemampuan membuat animasi sederhana (51%). Selain peningkatan keterampilan teknis, peserta juga menunjukkan peningkatan motivasi dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Produk yang dihasilkan berupa media animasi pembelajaran matematika, simulasi fisika, dan visualisasi konsep kimia yang dapat diterapkan secara langsung di kelas. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik digital guru dan mendukung implementasi pembelajaran berbasis teknologi. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dikembangkan secara berkelanjutan melalui pendampingan lanjutan dan penguatan komunitas belajar digital di lingkungan sekolah.  
Membangun Sustainability Awareness Siswa: Peran Literasi Sains Matematis, Lingkungan, dan Sikap Kewarganegaraan Elice Twenty Saragih; Monica Kristin Siburian; Marlina G. Munthe; Katarina Lestari Simbolon; Diva Syania Lubis; Hisar Marulitua Manurung
Young Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 4 (2025): Young Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : Yayasan Bayt Shufiya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66867/yjssh.v1i4.205

Abstract

Educational institutions are now required to prepare a generation equipped with strong sustainability awareness. This study aims to examine how scientific–mathematical literacy, environmental literacy, and citizenship literacy can be conceptually integrated to build a holistic form of sustainability awareness among students. Employing a library research method, this study reviews a wide range of scholarly sources, including journal articles, academic books, policy reports, reputable websites, news media, and current magazines. The analysis focuses on several stages: conceptual categorization, thematic synthesis, theoretical comparison, and a critical appraisal of relevant empirical findings. The study reveals that scientific–mathematical literacy plays an essential role in enabling students to interpret environmental issues as scientific and data-driven problems; environmental literacy cultivates ecological empathy and systemic ecological thinking; and citizenship literacy expands students’ environmental understanding into public action and civic responsibility. Together, these literacies complement one another and serve as a foundational triad for developing sustainability awareness across cognitive, affective, and practical dimensions. The study concludes that sustainable education strengthening curriculum and pedagogy is therefore crucial to ensure that schools become formative spaces for nurturing a responsible and sustainability-minded generation for the future of development.
Literature Review : Analisis Penggunaan Media Canva Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa : Literature Review : Analisis Penggunaan Media Canva Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Ernita Sidauruk; Deta Marbun; Yohana Tampubolon; Theresa Theresa; Even Napitupulu; Hisar Marulitua Manurung
PendIPA Journal of Science Education Vol 9 No 2 (2025): June
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.9.2.475-479

Abstract

This study aimed to explore the effectiveness of using Canva application as a learning media in increasing students' interest in learning. Learning media has an important role in creating an interactive and fun learning process, especially in today's digital context. Canva is a web-based graphic design application that provides various features and attractive templates to support learning activities. Through the literature study method, this research examined a number of relevant articles and previous research results regarding the utilization of Canva in the educational environment. The results of the literature review show that the use of Canva as a learning media can provide a more visual, creative, and interesting learning experience for students. The five main articles analyzed showed a significant increase in learning interest after Canva was used in the learning process, both in the form of presentations, infographics, learning videos, and other visual media. In addition to increasing interest in learning, the use of Canva is also proven to make it easier for teachers to develop teaching materials that are more innovative and in accordance with the characteristics of today's students. The use of Canva not only affects the motivational aspect, but also has an impact on better student learning outcomes. Therefore, Canva is recommended as an alternative digital learning media that can create an effective and fun learning atmosphere.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Canva Terhadap Pemahaman Konsep Sistem Koloid Siswa Kelas XI SMAN 1 Girsang Sipanganbolon Imanuel Gideon Sihombing; Eva Pratiwi Pane; Hisar Marulitua Manurung
PendIPA Journal of Science Education Vol 9 No 3 (2025): October
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.9.3.596-602

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of the Problem-Based Learning model assisted by Canva on the understanding of colloid system concepts among 11th grade students at SMAN 1 Girsang Sipanganbolon using an experimental research method with a quasi-experimental design. Data collection techniques used a multiple-choice test validated by expert validators, with instruments consisting of problem-solving ability test questions. The research subjects were 60 students from Grade XI Science Class 2 and Grade XI Science Class 4. Data analysis techniques included normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing using the paired sample t-test.The results obtained in this study indicate an improvement in the learning outcomes of grade XI students at SMAN 1 Girsang Sipanganbolon, particularly in the subject matter of colloid systems. This improvement in learning outcomes can be seen from the average pretest score of 49.67 and the average posttest score of 84.67 in the experimental class. These scores indicate a significant improvement in student learning outcomes. The homogeneity test was conducted, and the significance value obtained was greater than 0.05 (> 0.05), thus meeting the criterion where the sample is homogeneous. In the paired sample t-test, the t-value obtained was 18.542, which is greater than the t-table value of 1.699, and the sig (two-tailed) was 0.000, which is smaller than the α value (0.05), thus concluding that the problem-based learning model assisted by Canva is effective in improving students' understanding of colloid systems in grade XI at SMAN 1 Girsang Sipanganbolon. 
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Treffinger Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Struktur Atom di SMA Negeri 2 Pematangsiantar Ruth Grace Pinondang Silaban; Hisar Marulitua Manurung; Hendra Simanjuntak
PendIPA Journal of Science Education Vol 9 No 3 (2025): October
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.9.3.620-627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Treffinger Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Struktur Atom. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Pematangsiantar dengan populasi siswa kelas XI yang terdiri dari 2 kelas. Penelitian ini menggunakan  jenis penelitian Kuantitatif dengan desain menggunakan metode Quasi Experiment dengan desain non-equivalent control group desain. Sampel penelitian ini ialah kelas XI-4 sebagai kelas Eksperimen dan Kelas XI-5 sebagai kelas Kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui pre-test sebelum diberikan perlakuan dan post-test setelah diberi perlakuan. Teknik analisi data yang digunakan ialah uji hipotesis yang terdiri dari uji paired sample t-test dan uji independent sample t-test untuk membandingkan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji paired sample t-test diperoleh nilai pada kelas eksperimen mengalami peningkatan dengan rata-rata nilai pre-test yang diperoleh 53, 53 dan rata-rata nilai post-test 89,59 dan dengan nilai thitung 28,067 lebih besar dari ttabel 1,692, dengan nilai sig (2-tailed) yang diperoleh 0,000 < 0,05. Pada uji independent t-test diperoleh nilai post-test pada kelas kontrol sebesar 83,35 dan eksperimen 89,59. Dengan nilai thitung sebesar 5,054 lebih besar dari ttabel 1,668 dan nilai sig (2-tailed) diperoleh 0,000 < 0,05. Dari kedua uji hipotesis yang dilakukan H0 ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh penerapan model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar siswa pada materi Struktur Atom.
Pengaruh Model Pembelajaran Guided Discovery Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X Pada Materi Struktur Atom Sma Negeri 6 Pematangsiantar Theresa Sipayung; Hisar Marulitua Manurung; Eva Pratiwi Pane
PendIPA Journal of Science Education Vol 9 No 3 (2025): October
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.9.3.650-656

Abstract

This study aims to determine the effect of the Guided Discovery Learning model on the creative thinking skills of Class X students in the topic of atomic structure at SMA Negeri 6 Pematangsiantar. The research method used was a quasi-experimental design by comparing an experimental class with a control class. The results showed an improvement in students’ creative thinking skills in the experimental class. This can be seen from the increase in the average pre-test score of 81.25 to the post-test average score of 87.47. Hypothesis testing also supports this finding, where the tcount value of 3.879 is greater than the ttable value of 1.699, and the significance value (2-tailed) of 0.000 is smaller than α (0.05). Therefore, it can be concluded that the Guided Discovery Learning model has a significant effect on students’ creative thinking skills in Class X on the topic of atomic structure.