Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA SMA KELAS XI BERBASIS PROYEK DAN INQUIRY PADA MATERI HIDROKARBON Pane, Eva Pratiwi; Manurung, Hisar Marulitua
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.275 KB) | DOI: 10.30743/cheds.v5i1.4623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui persepsi dosen dan guru serta tingkat kelayakan dan keterlaksanaan buku penuntun kimia inovatif terintegrasi berbasis proyek dan inquiry. Lokasi penelitian yaitu SMA Negeri 2 Pematangsiantar. Sampel penelitian adalah guru kimia dan 3 dosen kimia. Penuntun praktikum dinilai dengan presepsi oleh 20 guru kimia dan 3 dosen kimia dan telah layak memenuhi standart BSNP yang telah dimodifikasi. Buku penuntun  inovatif dari persepsi dosen kimia dan guru kimia pada penuntun praktikum inovatif yang terintegrasi proyek dan inquiry pada materi Hidrokarbon Kelas XI SMA yang telah dikembangkan lebih mendukung pembelajaran dibandingkan buku penuntun yang ada dari berbagai penerbit, aspek yang dilihat dari aspek BSNP termodifikasi yaitu terdapat 7 aspek dalam uji kelayakan yaitu aspek kecakupan praktikum (3,47), sistematika penyajian (3,59), mengandung wawasan produktifitas (3,89), merangsang keingintahuan (3,76), mengembangkan kecakapan hidup (3,81), desain (3,83) dan bahasa (3,59).
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN MENGGUNAKAN MINP MAPLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI TERMOKIMIA Manurung, Hisar Marulitua; Pane, Eva Pratiwi
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.71 KB) | DOI: 10.30743/cheds.v4i2.3651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning (PBL) menggunakan mind maple untuk mengningkatkan hasil belajar siswa pada materi termokimia. Metode penelitian adalah metode eksperimen semu (quasi eksperimen) yang populasinya seluruh siswa kelas XI-MIA di SMA Negeri 15 Medan. Sampel penelitian sebanyak 64 siswa yang ditentukan secara random sampling.  Sampel tersebut terdiri dari 2 kelas yaitu, kelas eksperimen (siswa yang dibelajarkan dengan mode PBL tanpa media dan kelas kontrol (siswa yang dibelajarkan dengan model PBL dengan mind maple). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes tertulis pilihan berganda untuk mengukur hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa dari nilai KKM pada kelas eksperimen sebesar 2,55 dan penurunan hasil belajar siswa dari nilai KKM pada kelas kontrol sebesar 0,80. Terdapat pengaruh model problem based learning (PBL) menggunakan mind maple untuk mengningkatkan hasil belajar siswa pada materi termokimia dengan taraf signifikansi 0,021 0,05.
Penerapan Model Pembelajaran Make A Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Rumus Kimia dan Tata Nama Senyawa Pane, Eva Pratiwi; Manurung, Hisar Marulitua
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.142 KB) | DOI: 10.30743/cheds.v4i1.2794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperartif tipe mencari pasangan (make a match) lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang diajarkan pembelajaran konvensional pada materi rumus kimia dan tata nama senyawa dan untuk mengetahui berapa besar peningkatan hasil belajar kimia siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe mencari pasangan (make a match) pada materi rumus kimia dan tata nama senyawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan November di kelas X semester 1 Tahun Ajaran 2018/2019. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Swasta Mars Pematangsiantar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Swasta Mars Pematangsiantar yang berjumlah 6 kelas. Sampel diambil secara acak (random sampling) dengan memilih 2 kelas dari 6 kelas, sehingga diperoleh satu kelas yang diberi pengajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe mencari pasangan (make a match) dan kelas lainnya diberi pengajaran dengan model pembelajaran konvensional. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) Hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe mencari pasangan (make a match) lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional di SMA Swasta Mars Pematangsiantar pada materi rumus kimia dan tata nama senyawa, (2) Peningkatan hasil belajar kimia siswa pada pembelajaran kooperatif tipe mencari pasangan (make a match)  sebesar 68%  sedangkan peningkatan hasil belajar kimia siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional sebesar 62%. Jadi, terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar kimia siswa yang signifikan antara pembelajaran make a match dengan pembelajaran konvensional. Besarnya perbedaan peningkatan hasil belajar kimia siswa adalah 6%.
IMPLEMENTASI UNIT KEGIATAN BELAJAR MANDIRI (UKBM) TERHADAP BERPIKIR KREATIF MAHASISWA PADA POKOK BAHASAN LAJU REAKSI Manurung, Hisar Marulitua
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.734 KB) | DOI: 10.30743/cheds.v3i2.2857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi unit kegiatan belajar mandiri (UKBM) terhadap berpikir kreatif mahasiswa pada pokok bahasan laju reaksi. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen semu (kuasi eksperimen) dengan populasi seluruh mahasiswa pendidikan matematika semester 3 dan sampel penelitian sebanyak 72 mahasiswa di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar yang ditentukan menggunakan random sampling yang terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas kontrol (kelas yang dibelajarkan dengan model Direct Instruction (DI)) dan kelas eksperimen (kelas yang dibelajarkan dengan UKBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpikir kreatif yang terkembaang pada mahasiswa kelas eksperimen sebesar 3,25  lebih tinggi daripada kelas kontrol sebesar 3,00. Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini menggunakan uji t dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh implementasi UKBM terhadap berpikir kreatif mahasiswa pada pokok bahasan laju reaksi.
The Effect of Stem-Based Learning Module on Students Learning Outcomes and Motivation in General Chemistry Courses Pane, Eva Pratiwi; Manurung, Hisar Marulitua; Simangunsong, Anita Debora; Mobo, Froilan D.; Siahaan, Theresia Monika; Manurung, Suprapto
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 5, No 2 (2022): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v5i2.10212

Abstract

This study aims to determine the effect of STEM-based learning modules on learning outcomes and student motivation in general chemistry courses. This research is a quantitative research. This research was conducted at the Faculty of Teacher Training and Education, University of HKBP Nommensen Pematangsiantar in September 2021-January 2022. The type of research used was a quasi-experimental design using a Non-Equivalent Control Group pretest-posttest design. Data collection methods used were multiple choice tests to measure learning outcomes and questionnaires to analyze learning motivation. The results showed that the use of STEM-based modules had an effect on student learning outcomes and motivation in general chemistry courses. The increase in learning outcomes in the experimental class can be seen from the large percentage of students who get high N-Gain scores in the experimental class, which is 67.8% compared to the percentage of students who get high N-gain scores in the control class. class that reaches 20%. The use of STEM-based learning modules can increase students' learning motivation, namely learning motivation as much as 76% in the very high category, 9% in the high category, and 15% in the medium category, and none of the students have learning motivation in the low and very high low categories. . The conclusion of this study is that there is a very significant influence through STEM-based learning modules on student learning outcomes and motivation in general chemistry courses.
Implementation Of Additive Chemistry E-Modules Using the Discovery Learning Model on Student Learning Outcomes on Food Coloring Materials Manurung, Hisar Marulitua; Manurung, Suprapto
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 5 (2023): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i5.3386

Abstract

This study aims to determine the effect of the implementation of additive chemistry e-modules using the discovery learning model on student learning outcomes on food coloring materials. This type of research is experimental research. The experimental class was taught with the additive chemistry e-module using the discovery learning model while the control class was taught with the additive chemistry e-module without using the discovery learning model of each class on natural coloring materials in food. The instrument used was a written test in the form of multiple choice to measure student learning outcomes that have been tested instrument validation first. After being treated using the additive chemistry e-module using the discovery learning model, the calculated mean and standard deviation were 14.44 and 2.37, respectively. However, with the treatment using the additive chemistry e-module without using the discovery learning model, the mean and standard deviation were 11.94 and 2.27, respectively. Furthermore, a one-party test with a significance level of 5% was obtained tcount = 4.54 and ttable = 1.983. So it was concluded that there is a significant effect of student learning outcomes with additive chemistry e-modules using the discovery learning model
Membangun Sustainability Awareness Siswa: Peran Literasi Sains Matematis, Lingkungan, dan Sikap Kewarganegaraan Saragih, Elice Twenty; Siburian, Monica Kristin; Marlina G. Munthe; Simbolon, Katarina Lestari; Lubis, Diva Syania; Manurung, Hisar Marulitua
Young Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 4 (2025): Young Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : Yayasan Bayt Shufiya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Educational institutions are now required to prepare a generation equipped with strong sustainability awareness. This study aims to examine how scientific–mathematical literacy, environmental literacy, and citizenship literacy can be conceptually integrated to build a holistic form of sustainability awareness among students. Employing a library research method, this study reviews a wide range of scholarly sources, including journal articles, academic books, policy reports, reputable websites, news media, and current magazines. The analysis focuses on several stages: conceptual categorization, thematic synthesis, theoretical comparison, and a critical appraisal of relevant empirical findings. The study reveals that scientific–mathematical literacy plays an essential role in enabling students to interpret environmental issues as scientific and data-driven problems; environmental literacy cultivates ecological empathy and systemic ecological thinking; and citizenship literacy expands students’ environmental understanding into public action and civic responsibility. Together, these literacies complement one another and serve as a foundational triad for developing sustainability awareness across cognitive, affective, and practical dimensions. The study concludes that sustainable education strengthening curriculum and pedagogy is therefore crucial to ensure that schools become formative spaces for nurturing a responsible and sustainability-minded generation for the future of development.