Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : TEKNO

Studi Karakteristik Gelombang di Pantai Buloh Tateli Weru Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Rosang, Irene Christie; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muh. I.
TEKNO Vol 13, No 62 (2015): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Buloh Tateli Weru merupkan daerah yang digunakan sebagai wisata bahari dan sangat strategis sebagai kawasan industry dan pariwisata. berdasarkan pengamatan di lapangan ternyata telah terjadi banyak kerusakan dipantai Buloh berupa abrasi, erosi, ahli fungsi pelindung pantai. Kerusakan ini diakibatkan oleh faktor alam dan proses dinamika pantai seperti abrasi yang menimbulkan kekawatiran bagi masyarakat di pesisir pantai tersebut. Oleh karena itu dalam pengembangan dan pengamanan daerah pesisir serta perlindungan penduduk maka perlu mengetahui karakteristik gelombang yang terjadi di pantai tersebut. Dalam penelitian ini perlu dilakukan pendekatan teori dan analisis transformasi gelombang yang terjadi di kawasan pantai Buloh Tateli Weru. Peramalan gelombang dihitung dengan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin selama 10 tahun dari stasiun BMG Winangun Stasiun Tondano untuk mendapatkan tinggi dan periode gelombang signifikan. Dari hasil perhitungan gelombang di perairan Buloh Tateli Weru didominasi oleh gelombang arah Barat dengan gelombang maksimum terjadi pada bulan Desember 2003 dengan  H = 1.3344 m dan T = 4.37607 det. Koefisien refraksi yang terjadi berkisar antara 0.9332 sampai 1.0030. Sedangkan koefisien shoaling berkisar pada 0.9045 sampai 1.3348. Tinggi gelombang yang didapat dari hasil perhitungan berkisar pada 0.991 sampai 1.5747 m pada kedalaman 0.5 m sampai 25 m. Kata kunci: Pantai Buloh Tateli Weru, Karakteristik Gelombang, Refraksi, Shoaling, Gelombang Pecah.
Analisis Pasang Surut Di Pantai Bulo Desa Rerer Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa Dengan Metode Admiralty Sangkop, Novian; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muh. I.
TEKNO Vol 13, No 63 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan wilayah pantai sangatlah penting dalam mempertahankan bentuknya dimana wilayah pantai berperan khusus dalam bidang rekreasi, pelabuhan, navigasi, dan lain sebagainya. Pantai Bulo yang merupakan salah satu wilayah pantai yang berpotensi sebagai daerah wisata, teramati secara langsung di lapangan telah mengalami perubahan fisik (kerusakan) pada daerah pesisir pantai. Kerusakan ini diakibatkan oleh proses dinamika pantai yang berdampak buruk terhadap bentuk pantai tersebut. Pasang Surut atau proses naik turunnya permukaan laut (sea level) secara berkala yang disebabkan oleh adanya gaya tarik menarik benda-benda angkasa merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi wilayah pantai yang dimana dalam pengembangan dan pengamanan wilayah pantai haruslah dianalisis sebelum dilakukan kegiatan di wilayah pantai tersebut. Setiap wilayah pantai pada kenyataannya memiliki kondisi pasang surut yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komponnen, tipe pasang surut, serta elevasi muka air laut yang terjadi Pantai Bulo Desa Rerer Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa dengan Metode Admiralty dimana data pasang surut yang digunakan ialah data pengukuran yang dilakukakan selama 15 hari. Dari hasil Anilisis yang dilakukan diperoleh bahwa perairan Pantai Bulo memiliki pasang surut tipe Campuran Condong ke Harian Ganda (mixed tide prevailing semidiurnal) dengan elevasi muka air laut tinggi tertinggi (HHWL) terjadi sebesar 145 cm (+70.4 cm dari MSL) dan elevasi muka air laut rendah terendah terjadi sebesar 3 cm (-71.6 cm dari MSL) Kata kunci: pantai Bulo, pasang surut, metode Admiralty
Analisis Karakteristik Gelombang Di Pantai Matabulu Kecamatan Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara Tommy A. Tiranda; M. Ihsan Jasin; Jeffry D. Mamoto
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Matabulu yang terletak di Kecamatan Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur adalah salah satu kawasan yang digunakan oleh sebagian masyarakat sebagai tempat pemukiman. Namun pantai Matabulu ternyata sudah mulai terancam erosi dan sedimentasi yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Bila dibiarkan maka lama-kelamaan keadaan ini akan menyebabkan dampak yang negatif yaitu rusaknya pantai dan juga dapat mengganggu akan aktifitas keseharian masyarakat setempat. Untuk melindungi pantai Matabulu dari kerusakan maka dibangun bangunan pelindung pantai. Hal-hal yang diperlukan dalam perencanaan yaitu ketersedian data primer dan data sekunder. Data- data sekunder tersebut antara lain: data angin, dan data batimetri. Kemudian data tersebut dianalisa untuk mendapatka n tinggi gelombang maksimum dan gelombang pecah. Berdasarkan hasil analisa tugas akhir ini     didapatkan hasil Tinggi gelombang maksimum (Hb) = 1.2 m Gelombang pecah pada kedalaman (db) = 2,5 m. Kata kunci – pantai Matabulu, karakteristik gelombang, refraksi, shoaling, gelombang pecah
Evaluasi Bangunan Pengaman Pantai Maruni Kota Manokwari Provinsi Papua Barat Palapessy, Stanley M.; Jasin, Muhammad I.; Mamoto, Jeffry D.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59156

Abstract

Pantai maruni merupakan salah satu tempat wisata di kota manokwari yang terletak ditepi jalan raya Manokwari-Bintuni, daerah pantai ini berdekatan dengan kawasan pemukiman warga. namun kondisi pantai dengan gelombang yang cukup tinggi pada bulan tertentu telah merusak bangunan pengaman pantai yang sudah dibangun dan mengganggu kegiatan transportasi yang berlangsung di sepanjang jalan raya Manokwari-Bintuni. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, perlu dilakukan evaluasi bangunan pengaman pantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup pengumpulan data primer dan sekunder di lokasi Pantai Maruni. Data sekunder tersebut antara lain: data angin, data pasang surut dan batimetri Pantai Maruni, Selanjutnya adalah mengolah data untuk mendapatkan gelombang dan sedimen pantai. Hasil analisa menunkjukkan bahwa bangunan pengaman eksisting tidak sesuai dalam menahan gelombang dan sedimen yang timbul di Pantai Maruni. Rekomendasi bangunan pengaman pantai untuk kondisi terkini di Pantai Maruni adalah revetment dengan dimensi: elevasi mercu 3,54 m, lebar puncak 1,72 m, kemiringan 1:2, tinggi toe protection: 0,95 m, lebar toe protection: 2,96 m, dimana fungsi bangunan adalah untuk mengurangi transport sedimen dan menahan energi gelombang. Kata kunci: Pantai Maruni, gelombang, pengaman pantai, revetment, evaluasi bangunan
Model Distribusi Kecepatan Angin Untuk Peramalan Gelombang Di Wilayah Perairan Manado Lihondatu, Reinhard H. M.; Thambas, Arthur H.; Mamoto, Jeffry D.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59483

Abstract

Perencanaan bangunan pengaman pantai pada dasarnya memerlukan beberapa data yang harus diketahui, salah satunya adalah data gelombang. Namun, ketersediaan data gelombang cenderung menjadi suatu permasalahan dikarenakan data tersebut tidak tersedia di Lokasi pekerjaan bahkan sulit untuk didapatkan. Dikarenakan hal tersebut, maka para ahli mengemukakan beberapa asumsi yang dapat digunakan untuk meramalkan tinggi gelombang. Berdasarkan data angin dapat dibuat suatu model distribusi kecepatan angin yang bisa digunakan untuk peramalan gelombang. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil data angin dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika – Stasiun Meteorologi Maritim Bitung di Kota Bitung. Adapun data yang diambil adalah data arah dan kecepatan angin setiap jam selama kurun waktu 5 tahun (2018-2023) di Kota Manado. Data ini kemudian dianalisis untuk pembuatan model distribusi kecepatan angin di wilayah perairan Manado, yang dapat dipakai untuk meramalkan tinggi gelombang dengan metode Darbyshire dan SMB dengan beberapa kondisi yang diperhitungkan. Hasil penelitian ini kemudian di sajikan dalam bentuk grafik persamaan regresi linear berdasarkan durasi rencana 12 jam sehingga dapat digunakan untuk meramalkan tinggi gelombang yang akan terjadi di wilayah perairan kota Manado. Kata kunci: model distribusi,kecepatan angin,peramalan gelombang
Analisis Perbandingan Pengaruh Kedalaman Terhadap Transformasi Gelombang Di Pantai Mokupa Dan Pantai Makatana Torar, Zefanya A. V.; Jasin, Muhammad I.; Mamoto, Jeffry D.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60472

Abstract

Gelombang laut yang terbentuk dari interaksi antara angin, topografi dasar laut, dan struktur pesisir memiliki dampak signifikan terhadap pantai. Penelitian ini membahas perbedaan transformasi gelombang di Pantai Mokupa dan Pantai Makatana, Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua pantai memiliki perbedaan signifikan dalam proses refraksi , shoaling, tinggi gelombang, dan gelombang pecah. Pada pantai Mokupa berdasarkan hasil Analisis ditemukan, bahwa daerah pembangkit Gelombang terjadi di bulan februari dan di dominasi oleh arah Barat Laut dengan Tinggi Gelombang Signifikan (Ho) sebesar 0,992 m dan Periode gelombang signifikan (T0) Sebesar 4,785 detik. Sedangkan untuk Pantai Makatana, berdasarkan hasil Analisis ditemukan, bahwa daerah pembangkit Gelombang terjadi juga pada bulan februari dan di dominasi oleh arah Barat Laut dengan Tinggi Gelombang Signifikan (Ho) sebesar 0,481 m dan Periode gelombang signifikan (T0) Sebesar 3,471 detik. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan bathimetri dan kedalaman laut di kedua pantai. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang mendalam mengenai perbandingan dalam transformasi gelombang di kedua lokasi, serta untuk merumuskan rekomendasi yang dapat memperbaiki pengelolaan pesisir dan infrastruktur terkait di kedua pantai tersebut. Kata kunci: transformasi gelombang, Pantai Mokupa, Pantai Makatana
Analisis Pemodelan Perubahan Garis Pantai Menggunakan Aplikasi CEDAS NEMOS Di Pantai Bahoi Kecamatan Likupang Barat Dungus, Olvia; Mamoto, Jeffry D.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60599

Abstract

Pantai Bahoi merupakan salah satu kawasan pesisir yang dimanfaatkan sebagai pemukiman warga dan tempat bersandarnya kapal. Namun, wilayah ini menghadapi tantangan berupa mundurnya garis pantai hingga mencapai pemukiman warga akibat erosi yang disebabkan oleh gelombang dan pasang surut air laut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi gelombang, memproyeksikan perubahan garis pantai dalam 10 tahun mendatang, serta menghitung volume sedimen yang tertransport menggunakan aplikasi CEDAS dengan modul NEMOS. Data yang digunakan meliputi kecepatan angin 5 tahun terakhir dari situs web POWER (Prediction of Worldwide Energy Resources) milik NASA, data pasang surut dari Pangkalan Utama TNI AL VIII Kairagi, peta lokasi/satelit dari Google Earth, serta data batimetri dari GEBCO yang diolah menggunakan software Global Mapper. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi gelombang berkisar antara 1,345 m hingga 2,182 m pada kedalaman 1 m hingga 25 m, dengan tinggi gelombang pecah sebesar 1,3 m pada kedalaman 0,9 m dan arah pecah sebesar 47˚. Simulasi menggunakan aplikasi CEDAS pada modul NEMOS, khususnya komponen GENESIS, menunjukkan gerusan maksimum terjadi pada koordinat y = 156,34 dengan nilai sebesar 4,66 m, sedangkan akresi maksimum terjadi pada koordinat y = 111,19 dengan nilai sebesar 9,11 m. Selain itu, rata-rata volume sedimen yang tertransport berdasarkan simulasi adalah gerusan sebesar 27,0603 m³. Penelitian ini memberikan gambaran penting tentang dinamika pantai Bahoi serta potensi dampaknya terhadap wilayah pesisir, yang dapat menjadi acuan untuk upaya mitigasi dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan. Kata kunci: pantai Bahoi, perubahan garis pantai, CEDAS