Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Pharmascience

Uji Aktivitas Ekstrak Etanolik Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) terhadap Staphylococcus aureus secara In Vitr Novia Ariani; Dwi Rizki Febrianti; Rakhmadhan Niah
Jurnal Pharmascience Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i1.8080

Abstract

ABSTRAK Tanaman kemangi banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pengobatan infeksi khususnya bagian daun. Hal ini dikarenakan daun kemangi memiliki senyawa aktif seperti minyak atsiri, alkaloid, saponin, flavonoid, triterpenoid, steroid, tannin dan fenol yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas, mengetahui diameter zona hambat dan mengetahui klasifikasi kekuatan aktivitas daya hambat antibakteri ekstrak etanol daun kemangi. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan metode difusi lubang sumuran dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling.  Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu konsentrasi 100%, 80%, 60%, 40%, 20%, sedangkan untuk kontrol positif digunakan klindamisin 30µg, dan kontrol negatif yang digunakan etanol 96%. Hasil diameter zona hambat yang terbentuk diukur dengan jangka sorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter rata-rata yang didapat dari setiap perlakuan yaitu 100% (10,08 mm), 80% (8,10 mm), 60% (6,49 mm), 40% (4,29 mm), 20% (2,26 mm), dan sebagai klasifikasi kekuatan aktivitas daya hambat antibakteri yaitu pada konsentrasi 100% kuat, 80%-60% sedang dan 40%-20% lemah. Kata Kunci : Daun kemangi, Ekstrak, Difusi, Staphylooccus aureus  ABSTRACT Part of the basil plant (Ocimum sanctum L.) that widely used by people for treatment of infections is basil leaves. This is because basil leaves have active compounds such as essential oils, alkaloids, saponins, flavonoids, triterpenoids, steroids, tannins and phenols which can inhibit bacterial growth. This research aimed to find out the presence or absence of activity, to determine the diameter of the inhibitory zone and the classification of antibacterial mention against what the name of bacterial is activity of ethanol extract of basil leaves. The type of this research is experimental research with a well diffusion method with sampling technique is purposive sampling. The concentration of extracts used were concentrations of 100%, 80%, 60%, 40%, 20%, while as positive control is  clindamycin 30µg, and the negative control used 96% ethanol. The resulting diameter of the inhibition zone is measured by the calipers.  The results showed that the ethanol extract of basil leaves had an activity in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria with an average diameter obtained from each treatment that was 100% (10,08mm); 80% (8,10mm); 60% (6,49mm); 40% (4,29mm); 20% (2,26mm), and as the antibacterial activity classification, that were strong in 100% of extract concentration, medium in 60-80% of extract concentration, and weak in 20-40% of extract concentration. Keywords : Basil leaf, Extract, Diffusion, Staphylooccus aureus
Antioksidan Daun Kumpai Mahung (Eupathorium inulifolium H.B&K) Dwi Rizki Febrianti; Rakhmadhan Niah; Novia Ariani
Jurnal Pharmascience Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i1.9108

Abstract

Daun Kumpai Mahung (Eupathorium inulifolium H.B & K) merupakan salah satu tumbuhan endemik Kalimantan Selatan. Secara turun temurun digunakan sebagai obat tradisional Dayak Meratus sebagai obat diare, demam, dan malaria. Tanaman ini dicurigai memiliki nilai antioksidan tinggi karena mengandung metabolit skunder fenolik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun E. inulifolium serta nilai IC50-nya. Penelitian ini menggunakan metode DPPH dengan instrumen spektofotometri UV-vis dengan panjang gelombang 517 nm. Dari hasil perhitungan dan replikasi nilai IC50 yang didapat sebesar 38,9 ppm. Ekstrak daun E. inulifolium memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dalam meredam radikal bebas. Kata Kunci: Daun, Potensi Antioksidan, Endemik, IC50, Ekstrak Etanol, Fenolik Kumpai Mahung (Eupathorium inulifolium H.B & K) leaves are one of the endemic plants of South Kalimantan. From generation to generation it is used as a traditional medicine for Dayak Meratus as a medicine for diarrhea, fever, and malaria. This plant is suspected of having high antioxidant value because it contains phenolic secondary metabolites. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of the methanol extract of E. inulifolium leaves and its IC50 value. This study used the DPPH method with spectophotometer UV-vis instrument at wavelength of 517 nm. From the calculation and replication, the IC50 value obtained is 38.9 ppm. E. inulifolium leaf extract has very strong antioxidant activity in reducing free radicals. 
Uji Kadar Sari Larut Air Dan Kadar Sari Larut Etanol Daun Kumpai Mahung (Eupathorium inulifolium H.B.&K) Dwi Rizki Febrianti; Mahrita Mahrita; Novia Ariani; Aditya Maulana Perdana Putra; Noorcahyati Noorcahyati
Jurnal Pharmascience Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i2.7346

Abstract

ABSTRAK Penentuan kadar sari larut air dan etanol adalah metode kuantitatif untuk jumlah kandungan senyawa dalam simplisia yang mampu tertarik oleh pelarut. Kedua cara yang hampir sama tersebut didasarkan ada kelarutan senyawa yang terkandung dalam simplisia. Secara turun temurun masyarakat dayak meratus dan dayak amandit menggunakan kumpai mahung (eupathorium inulifolium h.b.&k) sebagai obat diare dan malaria. Masih jarang penelitian menggunakan tanaman ini, sehingga peneliti bertujuan untuk mengetahui kadar sari larut air simplisia serbuk dan ekstrak daun kumpai mahung dengan metode yang telah ditetapkan oleh farmakope herbal. Hasil penelitian kadar sari larut air dan kadar sari larut etanol tanaman kumpai mahung pada serbuk memiliki nilai 19,54% dan 16,13%. Pada ekstrak memiliki nilai 19,53% dan 14,55%. Tumbuhan yang satu family yaitu asteraceae menyebutkan bahwa kadar sari larut air tidak kurang dari 5%, yang berarti hasil memenuhi persyaratan materia medika indonesia.Kata kunci: Sari Larut Air, Sari Larut Etanol, Kumpai Mahung, AsteraceaeABSTRACT Determination of water-soluble and ethanol extract contents is a quantitative method for the amount of compound content in a simplicia that can be attracted by the solvent. Both methods are almost the same based on the solubility of the compounds contained in simplicia. For generations, the Meratus and Amandit Dayak communities use kumpai mahung (Eupathorium inulifolium H.B. & K) as a medicine for diarrhea and malaria. Research is still rare to use this plant, so researchers aim to determine the content of water-soluble extract of simplicia powder and mahung kumpai leaf extract by the method established by herbal pharmacopoeia. The results of the research showed that the concentration of water-soluble extracts and ethanol soluble extracts of this plants on the powder had values of 19.54% and 16.13%. The extracts have values of 19.53% and 14.55%. One family plant, Asteraceae, states that the water-soluble extract content is not less than 5%, which means the results meet the requirements of Indonesian medical material.Keywords:  Water Soluble Extract, Ethanol Soluble Extract
Aktivitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Pisang Kepok Mentah (Musa paradisiaca forma typica) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans Secara In Vitro Novia Ariani; Akhmad Riski
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i1.5784

Abstract

ABSTRAK Infeksi adalah invasi dan pembiakan mikroorganisme pada jaringan tubuh. Infeksi saluran reproduksi yang terjadi pada wanita salah satunya adalah keputihan, dalam medis disebut dengan istilah leukore atau fluor albus. Keputihan disebabkan oleh adanya infeksi jamur pada genetalia perempuan atau disebabkan oleh organisme yaitu Candida albicans. Pisang kepok mentah merupakan salah satu tanaman yang mengandung mengandung metabolit sekunder flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin yang banyak digunakan sebagai antibakteri dan juga antifungi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol kulit buah pisang kepok mentah (Musa paradisiaca forma typical) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro¬. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan metode kertas cakram yang dilakukan di laboratorium Mikrobiologi Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu. Penentuan daya hambat dengan melihat zona hambat disekitar disk.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah pisang kepok mentah (musa paradisiaca forma tyipica) memiliki aktivitas antifungi terhadap Candida Albicans secara in Vitro. Kata Kunci: Pisang Kepok Mentah, In Vitro, Candida Albicans, Metode Kertas Cakram, Infeksi ABSTRACT Infection is an invasion and growth of microorganism on body tissue. Reproductive tract infections that occur in women one of them is vaginal discharge, in medical termed leukore or fluorine albus. Leuchorrhea is an infection from fungal on woman organ genetalia, and it called candida albicans. Raw kepok banana is one of the plants that contain secondary metabolites flavonoids, alkaloids, saponins and tannins has widely used as antibacterial and antifungi activity. The purpose of this research is to know the activity of ethanol extract of raw banana kepok (Musa paradisiaca forma typica) on the growth of Candida albicans in vitro. The type of this research is experimental with the method paper disk in the laboratory of Microbiology of Pharmacy Academy of ISFI Banjarmasin. The sampling used by purposive sampling technique with certain criteria. To determination of resistibility saw the transparent zone around the well. The results of this research showed that bark extract of raw banana peel extract had activity to growth of Candida albicans in vitro. Keyword: Kepok Banana Raw, In Vitro, Candida Albicans, Paper disk methode, Infection
Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Flavonoid Ekstrak Etanolik Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill.) dengan Spektrofotometri UV-VIS Novia Ariani; Siska Musiam; Rakhmadhan Niah; Dwi Rizki Febrianti
Jurnal Pharmascience Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i1.10864

Abstract

Buah alpukat (Persea americana Mill.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki khasiat sebagai obat. Bagian yang sering dimanfaatkan adalah daging buah sedangkan kulit buah belum banyak dimanfaatkan. Kulit buah alpukat berpotensi untuk dikembangkan sebagai antioksidan dengan kandungan senyawa aktif flavonoid. Proses pengolahan simplisia sangat penting terutama pada tahap pengeringan. Tahap pengeringan bertujuan untuk memperoleh simplisia yang tidak mudah rusak selama penyimpanan dalam waktu lama dan menjamin kandungan senyawa aktif yang memiliki khasiat obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap kadar flavonoid ekstrak kulit buah alpukat. Jenis penelitian ini eksperimental. Teknik pengambilan sampel adalah Random Sampling. Metode pengeringan yang digunakan dengan penjemuran dengan sinar matahari dan menggunakan oven. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Metode analisis senyawa dilakukan dengan spektrofotometer Uv-Visible. Perbandingan dua metode pengeringan dianalisis dengan statistik Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan Kadar flavonoid kulit buah alpukat yang dikeringkan dengan oven sebesar 13,14% sedangkan yang dikeringkan dengan sinar matahari ditutup kain hitam sebesar 5,58%. Dari hasil kadar dapat disimpulkan bahwa metode pengeringan kulit buah alpukat dengan oven lebih efektif dalam menghasilkan ekstrak yang memiliki kandungan kadar flavonoid Kata Kunci: Flavonoid, Metode Pengeringan, Persea americana Mill., Spektrofotometri  Avocado (Persea americana Mill.) is a plant that has medicinal properties. The part that is often used is the flesh of the fruit, while the skin of the fruit has not been widely used. Avocado skin has which the potential to be developed as an antioxidant with the active compound being flavonoids. The processing of raw materials is very important, especially at the drying stage. The drying stage aims to obtain raw materials that is not easily damaged during long storage and ensures the content of active compounds that have medicinal properties. This study aims to determine the effect of the drying method on flavonoid levels of avocado peel extract. This type of research is experimental. The sampling technique was random sampling. Methods of the drying used is in the sun drying and using an oven. Extraction was carried out by maceration method using ethanol 96% solvent. The method of compound analysis was carried out with a Uv-Visible spectrophotometer. The comparison of the two drying methods was analyzed using the Independent T-Test statistic. The results showed that the flavonoid content of oven-dried avocado peels was 13.14%, while those dried in the sun covered with a black cloth were 5.58%. From the results, it can be concluded that the oven-drying method of avocado peel is more effective in producing extracts that contain higher levels of flavonoids than the sun drying method.