Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search
Journal : Jurnal Himasapta

ANALISIS OPTIMALISASI FUEL RATIO PERALATAN MEKANIS DALAM AKTIFITAS PENGGALIAN DAN PENGANGKUTAN OVERBURDEN PT MADHANI TALATAH NUSANTARA M. Arief Rahman Himawan; Nurhakim Nurhakim; Annisa Annisa
Jurnal Himasapta Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 03 Desember 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.792 KB) | DOI: 10.20527/jhs.v4i3.1361

Abstract

PT Madhani Talatah Nusantara menggunakan alat gali muat PC 2000 dengan bucket 14 m3 memiliki target produktivitas sebesar 750 bcm/jam serta target fuel burn sebesar 130 liter/jam dengan target nilai fuel ratio sebesar 0,173 liter/bcm  dan alat angkut HD 785-7 memiliki target produktivitas sebesar 160 bcm/jam serta target memiliki target fuel burn sebesar 60 liter/jam dengan target nilai fuel ratio sebesar 0,37 liter/bcm material overburden, setelah melakukan kegiatan penggalian dan pengangkutan  maka perlu adanya analisa untuk mengetahui tingkat pencapaian target dan pemakaian fuel burn  tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data primer dan sekunder serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai dari fuel ratio  alat gali muat dan alat angkut melebihi dari target yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas PC 2000 dan HD 785-7 adalah waktu edar, efisiensi kerja dan kondisi jalan angkut. Waktu edar  PC 2000  berdasarkan hasil pengamatan masih belum sesuai dengan besar waktu edar secara teoritis, kondisi jalan angkut berdasarkan hasil pengamatan belum sesuai dengan standar perusahaan sehingga dapat membuat waktu edar alat angkut menjadi belum maksimal.Produktivitas aktual PC 2000 didapatkan sebesar 722,27 bcm/jam serta fuel burn aktual sebesar 132 liter/jam dengan  nilai fuel ratio aktual sebesar 0,183 liter/bcm dan produktivitas aktual HD 785-7 didapatkan sebesar 144,11 bcm/jam serta fuel burn aktual 66,92 liter/jam dengan nilai fuel ratio aktual sebesar 0,467 liter/bcm. Hal ini menunjukkan bahwa fuel ratio aktual belum mencapai target perhitungan secara teoritis. Setelah dilakukan simulasi perbaikan nilai fuel ratio didapatkan produktivitas alat gali muat sebesar 805,93 bcm/jam dan fuel burn sebesar 134 liter/jam dengan simulasi perbaikan nilai cycle time dan efisiensi kerja alat gali muat dan didapatkan nilai simulasi  produktivitas alat angkut sebesar 186,5 bcm/jam dengan melakukan simulasi perbaikan cycle time alat angkut. Sehingga didaptkan nilai fuel ratio simulasi alat gali muat sebesar 0,166 liter/bcm dan fuel ratio simulasi alat angkut sebesar 0,321 liter/bcm.    Kata-kata kunci: Cycle Time, Fuel Burn, Produktivitas, Fuel Ratio
STUDI TEKNIS PENGEBORAN 3 STEEL DAN 4 STEEL UNTUK PENYEDIAAN LUBANG LEDAK DI PT SEMEN TONASA KABUPATEN PANGKEP PROVINSI SULAWESI SELATAN Ramadhani Febrian Malta; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Basri Basri
Jurnal Himasapta Vol 2, No 02 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 02 Agustus 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v2i02.944

Abstract

PT Semen Tonasa merupakan perusahaan yang memproduksi semen terbesar di Indonesia Timur. Bahan baku utama dalam pembuatan semen Tonasa adalah limestone yang mana cara pengambilan bahan baku tersebut adalah dengan cara peledakan. Proses sebelum melakukan peledakan adalah pembuatan lubang ledak  yang dibuat oleh alat bor. Berdasarkan hasil observasi lapangan alat bor yang bekerja tidaklah maksimal dalam pengerjaan pengeboran lubang ledak. Oleh sebab itu akan dilakukan analisis untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut.Geometri pengeboran yang direncanakan perusahaan pada lokasi B.4 adalah burden 4,5 m, spasi 5 m, kedalaman 12,5 m sedangkan untuk lokasi B.8 rencana geometrinya adalah burden 3,5 m, spasi 4,5 m, kedalaman 9 dengan arah pengeboran vertikal dan pola pengeboran yang dipakai adalah staggered pattern. Data tertinggi efisiensi aktual alat bor selama pengambilan data adalah sebesar 62 % pada lokasi B.4 dan 44,5 % pada lokasi B.8 dengan kecepatan pengeboran rata-ratanya adalah 1,23 m/menit untuk area B.4 dan 1,33 m/menit untuk lokasi B.8. Jumlah lubang bor yang harus dibuat untuk memenuhi target yang diberikan oleh perusahaan adalah sebanyak 28 lubang/hari untuk lokasi B.4 dan 39 lubang per/hari untuk lokasi B.8.Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai efektifitas alat bor menjadi rendah adalah tingginya waktu alat bor standby dibandingkan dengan jam kerjanya. Adapun faktor yang membuat nilai cycle time menjadi tinggi adalah seringnya rod menyangkut pada proses pembuatan lubang ledak. Sedangkan faktor yang menyebabkan tinggi rendahnya nilai RPM suatu alat adalah kondisi material yang sedang di bor, semakin keras material yang akan digerus nilai RPM nya akan semakin kecil begitu pula sebaliknya semakin rapuh material yang akan digerus maka semakin besar nilai RPM nya.
OPTIMASI DAN ESTIMASI BIAYA PENAMBANGAN DAN PENGOLAHAN BATUBARA DI PT BHUMI RANTAU ENERGI M. Faisal Ramadhani; Nurhakim Nurhakim; Romla Noor Hakim
Jurnal Himasapta Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 01 April 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i1.3434

Abstract

PT Bhumi Rantau Energi (PT BRE) pada Bulan Agustus menargetkan peningkatan produktivitas dari 500 ton per jam menjadi 560 ton per jam. Untuk itu diperlukan evaluasi terhadap ketersediaan umpan, kemampuan pengolahan batubara dan pemuatan batubara produk. Belum adanya referensi biaya pada target baru untuk Pit Cendana Selatan Seam O membuat perlunya estimasi biaya, agar diketahui biaya per-ton pada penambangan batubara (coal getting) dan peremukan batubara (coal crushing). Estimasi biaya yang digunakan ada dua macam, yakni biaya kepemilikan (owning cost) dan biaya operasi (operating cost).Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menghitung produktivitas aktual alat mekanis kemudian menganalisanya. Supaya mendapat hasil maksimal, maka diperlukan optimasi untuk menghasilkan target yang diinginkan. Setelah dibuat simulasi untuk kegiatan optimasinya, selanjutnya dilakukan perhitungan trial, dimana setelah trial hasilnya akan dianalisis apakah mencapai target atau tidak. Setelah kegiatan trial mencapai target, akan dilakukan perhitungan estimasi biaya pada kegiatan penambangan batubara dan peremukan batubara.Pada trial, didapatkan produktivitas alat gali muat pada  fleet 1 sebesar 291,376 ton/jam dan fleet 2 sebesar 290,926 ton/jam, dengan produktivitas Pit 583,302 ton/jam. Produktivitas alat umpan pada StockROM unit WL-01 sebesar 577,949 ton/jam. Produktivitas alat gali muat pada Stockcrushed unit WL-02 sebesar 284,598 ton/jam dan pada WL-03 sebesar 284,234 ton/jam, dengan produktivitas Stockcrushed 569,832 ton/jam. Estimasi biaya pada kegiatan coal getting didapat sebesar $ 0,707/ton dan pada kegiatan peremukan batubara (coal crushing) didapat estimasi sebesar $ 0,287/ton. Kata Kunci :  Optimasi, Produktivitas, Estimasi Biaya
ANALISIS PENGARUH TINGKAT PELAYANAN JALAN TERHADAP KESELAMATAN KERJA PADA TAMBANG BATUBARA Adip Mustofa; Balya Muhammad Akbar; Nurhakim Nurhakim; Sariffudin Sariffudin
Jurnal Himasapta Vol 1, No 03 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Desember 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i03.933

Abstract

PT Tanjung Alam Jaya adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan. PT TAJ mulai melakukan kegiatan penambangan pada tahun 1999. Umumnya jalan tambang PT TAJ cukup bagus namun ada beberapa kondisi yang memungkinkan bisa terjadi kecelakaan kerja misalnya kurangnya perhatian terhadap rambu-rambu, kondisi jalan yang sempit dibeberapa belokan sehingga memungkinkan kecelakaan.Metode penelitian yang dilakukan di lapangan berupa observasi langsung dan wawancara dengan pihak perusahaan terkait masalah yang terjadi di jalan angkut tambang sehingga bisa dilakukan evaluasi tentang keselamatan kerjanya.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa volume tersibuk terjadi pada tanggal 17 Januari pukul 09.00 – 10.00 dengan volume 23.4 SMP/Jam dan yang terendah volume lalu lintasnya 14.3 SMP/Jam pada pukul 11.00 – 12.00. Tingkat pelayanan jalan tambangnya termasuk dalam kategori A yang artinya kondisi jalan berada di zona bebas tanpa hambatan.
EVALUASI GEOMETRI PELEDAKAN PADA PEMBONGKARAN OVERBURDEN BERDASARKAN FRAGMENTASI DI PIT WARUTE PT BUKIT INTAN INDOPERKASA Tiurlan Simamora; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Mardyanza Radeng
Jurnal Himasapta Vol 3, No 02 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 02 Agustus 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v3i02.961

Abstract

Kegiatan penambangan yang dilakukan di PT Bukit Intan Indoperkasa sangatlah tidak optimal jika dilakukan hanya dengan metode free digging, hal ini akan mengakibatkan rendahnya produktivitas alat gali muat. Oleh karena itu perlu dilakukan pemberaian  terlebih dahulu terhadap claystone menggunakan metode peledakan, agar dapat memenuhi target produksi dan mempermudah proses pemuatan dan pengangkutan. Dalam  setiap  peledakan  menghendaki  ukuran  fragmentasi  yang ideal, yaitu < 1/3 kapasitas bucket (< 70 cm). Geometri peledakan  rencana  yang  digunakan ada 2 yaitu burden 6.5 m x spasi 7.5 m dan burden 7 m x spasi 7.5 m, diameter lubang ledak 6.25” dengan nilai Powder Factor (PF) ≤ 0.24 kg/m3. Perbedaan geometri ini menghasilkan fragmentasi hasil peledakan  yang berbeda juga, serta berdampak  pada proses selanjutnya yaitu penggalian dan pemuatan yang dilakukan  oleh alat gali muat yang digunakan, yaitu tipe Komatsu PC800. Fragmentasi hasil peledakan yang ukurannya telalu kecil/loose akan mempersulit dalam kegiatan penggalian sehingga membuat digging time dari alat gali muat tinggi dan berakibat pada rendahnya produktivitas alat gali muat..Analisis fragmentasi mengunakan dua variabel yaitu perhitungan Teoritis Kuz-Ram, dan Software Split Desktop. Hal ini dilakukan untuk mengetahui persentase ukuran fragmentasi hasil peledakan. Hasil dari Software Split Desktop digunakan untuk mengetahui persentase boulder.Hasil analisis geometri yang paling optimal adalah burden 7 m x spasi 7.5 m, menghasilkan fragmen berukuran rata-rata + 21 cm, digging time 7.01 detik dan persentase boulder. sebanyak 2.5%.  Namun dengan target ukuran fragmen rata-rata sebesar 30 cm, maka geometri peledakan masih bisa dioptimalkan dengan menggunakan burden 7.6 m x spasi 7.6 m x kedalaman 9 m, PF 0.12 kg/m3 dengan volume yang harus dibongkar sebanyak 520 m3.  
EVALUASI VOLUME TAMPUNG DARI SUMP DENGAN PERSAMAAN WATER BALANCE Rahmat Rizali; Nurhakim Nurhakim; Eko Santoso; Yuniar Siska Novianti
Jurnal Himasapta Vol 1, No 01 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 01 April 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i01.913

Abstract

Sistem penyaliran Pit M PT. BUMA Jobsite PT. Kideco Jaya Agung menggunakan sistem kolam terbuka dengan pemompaan. Pada Pit, air hujan yang masuk sering mencapai atau melebihi titik kritis sump pada -160 ML menyebabkan air menggenang batubara 12BE, sehingga perlu dievaluasi volume tampung dari sump terhadap air yang masuk dan debit yang keluar dari pompa.Pemilihan metode distribusi hujan menggunakan software statistik. Sehingga didapatkan distribusi gumbel, log normal dan normal, perhitungan intensitas hujan menggunakan metode mononobe, perhitungan debit limpasan metode rasional, perhitungan debit pompa dengan menggunakan metode discharge, perhitungan kapasitas sump menggunakan prinsip Qin dan Qout, serta perhitungan head total menggunakan metode rasional. Hasil penentuan Luas catchment area yaitu 329.10 Ha atau 3.29 km2, perhitungan curah hujan rencana, curah hujan maksimum adalah 60.20 mm (Februari), perhitungan intensitas hujan maksimal adalah 6.14 mm/jam (Agustus), perhitungan debit limpasan maksimal adalah 5.06 m3/detik (Agustus), perhitungan debit outlet pompa didapat 0.355 m3/s. dari data tersebut sehingga diperlukan volume sump sebesar 2,230,974.87 m3 sedangkan volume sump aktual 854,418.94 m3. Untuk menambah luas genangan sump maka batubara 12BE harus diambil sebagian terlebih dahulu hingga luas genangan sebesar 34,413.90 m2 tercukupi. Kata-kata kunci: limpasan, sump, pompa
PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA DENGAN METODE CROSS SECTION PADA PT WINGS SEJATI DI DESA JANAH MANSIWUI KECAMATAN AWANG KABUPATEN BARITO TIMUR Rando Rando; Nurhakim Nurhakim; Uyu Saismana
Jurnal Himasapta Vol 3, No 01 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 01 April 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v3i01.954

Abstract

Perhitungan cadangan yang akurat membantu para perancang tambang dapat membuat rencana penambangan yang optimal, baik dari segi produksi, segi waktu dan segi efisiensi, bermuara pada pengambilan keputusan dalam teknis eksploitasi cadangan yang bernilai ekonomis. Saat ini PT  Wings Sejati site Bangun Nusantara Jaya Makmur (BNJM) di Desa Janah Mansiwui, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah melakukan penaksiran potensi batubara yang dimiliki dengan harapan hasil data tersebut dapat menjadi acuan dalam evaluasi teknis ekonomis suatu endapan terkait layak atau tidaknya untuk investasi dan seberapa besar cadangan batubara yang dapat dimanfaatkan/ditambang. Penelitian ini menggunakan metode cross section dengan bantuan software tambang. Terkait adanya eksplorasi pada wilayah IUP PT Bangun Nusantara Jaya Makmur (PT BNJM) penulis berkesempatan melakukan penelitian dengan judul Perhitungan Cadangan Batubara Metode Cross Section Pada PT Wings Sejati di Desa Janah Mansiwui, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Penentuan model Batubara, perhitungan dan pit limit mengacu pada topografi  yang telah diberikan perusahaan.Berdasarkan hasil pengolahan data dalam permodelan dan perhitungan volume overburden dan batubara dilakukan dengan metode cross section. Cadangan batubara yang dihitung pada pit Barat  seam A dan seam B. Volume overburden pada Pit Barat dengan pit limit berjarak 40 meter dari cropline adalah  219.515,9 BCM, batubara 17.014,4 ton, maka nilai SR 12,5. Sedangkan untuk pit limit dengan jarak 36 meter dari cropline, overburden 116.004,15 BCM dan batubara 9.214,83 ton maka nilai SR 12,9. Pada Pit Barat rekomendasi perusahaan yaitu dengan SR 13. Sedangkan perhitungan volume overburden dan batubara dilakukan dengan metode cross section. Cadangan batubara yang dihitung pada Pit Timur  Seam C, Seam D dan Seam E. Volume overburden pada Pit Timur yaitu jarak section 50 dengan limit 150 meter dari cropline adalah overburden 1.164.663,225 BCM, batubara 120.778,68 ton maka nilai SR 9,6. Sedangkan jarak 50 dengan limit 100 meter dari cropline adalah overburden 550.653,85 BCM dan batubara 68.256,95 ton maka nilai SR 8,06. Pada Pit Timur rekomendasi perusahaan yaitu dengan SR 10.
APLIKASI TEORI ANTRIAN DALAM PENENTUAN KEBUTUHAN ALAT ANGKUT UNTUK PENCAPAIAN TARGET PEMINDAHAN OVERBURDEN DI PT RIMAU ENERGI MINING Tri Lestari; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 02 Agustus 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v4i2.1069

Abstract

Pada PT Rimau Energy Mining terjadi ketercapaian target produktivitas overburden alat angkut yang telah ditentukan yaitu target produktivitas alat angkut sebesar 65 bcm/jam. Tidak tercapainya target produktivitas overburden dipengaruhi oleh beberapa hal seperti waktu tunggu alat angkut dan keadaan jalan angkut.Penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi faktor yang berpengaruh langsung pada kegiatan pemindahan material overburden yaitu produktivitas alat angkut, perhitungan rata-rata jumlah alat angkut mengantri, waktu tunggu alat angkut, dan kondisi jalan angkut.Pada hasil penelitian didapatkan untuk produktivitas aktual ADT A40F No 33 yaitu 54,85 bcm/jam dan tidak mencapai target produktivitas. Maka dilakukan evaluasi terhadap waktu tunggu yaitu didapatkan hasil waktu tunggu di loading point sebesar 1,13 menit dan waktu tunggu di disposal yaitu 0,13 menit. Untuk rata-rata jumlah alat angkut mengantri didapatkan rata-rata jumlah alat angkut menunggu pada tahap 1 yaitu (Lq1)=0,30 dan di tahap 3 yaitu (Lq3)=0,03. Dan untuk perhitungan produktivitas alat angkut dengan menggunakan metode antrian didapatkan hasil untuk produktivitas alat angkut dengan adanya waktu antrian yaitu sebesar 58,14 bcm/jam dan tanpa antrian sebesar 63,80 bcm/jam. Maka untuk memaksimalkan hasil produktivitas atau untuk mencapai  target pemindahan alat angkut yaitu perlu dilakukan perbaikan pada lebar jalan dan rolling resistance untuk meminimalisir waktu antrian.
Analisis kestabilan lereng desain Disposal WDNW Tutupan tahun 2018 pada PT Adaro Indonesia, Propinsi Kalimantan Selatan Asti Puspita Nurahma; Nurhakim Nurhakim; Romla Noor Hakim
Jurnal Himasapta Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i3.4681

Abstract

Kestabilan lereng disposal menjadi hal yang sangat penting demi kelangsungan suatu pertambangan agar sesuai dengan yang direncanakan. Selain geometri lereng, karakteristik dari material timbunan mempengaruhi dari segi kekuatannya. Perluasan disposal akan menimbunan ex-settling pond dimana terbentuknya sedimentasi lumpur. Hal ini menjadi perhatian lebih karena menyangkut masalah keamanan dan keselamatan pekerja.Penelitian ini diawali dengan uji lapangan Standard Penetration Test (SPT) yang mana nilai tumbukan dimasukan ke dalam persamaan agar mendapat nilai kohesi tanah. Proses selanjutnya adalah menentukan input material properties yang digunakan untuk melakukan analisis kestabilan lereng overall slope pada bongkaran dari Pit North Tutupan untuk mengetahui nilai safety factor-nya.Nilai safety factor minimum yang dipakai sebagai batas kritis adalah 1,2. Analisis menggunakan metode kesetimbangan batas yaitu metode Morgenstern-Price dengan bantuan software Slide versi 6.0 dari Rocscience. Dari hasil analisis 11 sayatan, diperoleh nilai safety factor desain lereng tidak mencapai 1,2. Untuk lereng keseluruhan sayatan E-E’ belum stabil dengan nilai safety factor sebesar 1,016 dan sayatan J-J’ nilai SF yang dihasilkan sebesar 1,194. Dengan hasil ini, maka perlu upaya penanggulangan untuk mencegah terjadinya gangguan kestabilan lereng disposal seperti merancang ulang geometri lereng dan melakukan treatment sludge bila perlu.
PERBAIKAN JALAN ANGKUT TAMBANG : PENGARUH PERUBAHAN STRUKTUR LAPIS JALAN TERHADAP PRODUKTIVITAS ALAT ANGKUT Adip Mustofa; Jaka Guruh Wicaksono; Nurhakim Nurhakim; Afriko Afriko; Sari Melati
Jurnal Himasapta Vol 1, No 01 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 01 April 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i01.906

Abstract

Jalan angkut memiliki peranan yang sangat penting dalam siklus operasi produksi penambangan.  Kualitas jalan angkut akan menjadi faktor penentu dalam pencapaian target produksi suatu perusahaan. Pencapaian target produksi antara lain dipengaruhi oleh produktivitas alat. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pengaruh perbaikan jalan angkut terhadap produktivitas alat angkut.Perbaikan yang diterapkan berupa perubahan struktur lapis jalan berdasarkan daya dukung material jalan yang diperoleh melalui uji lab serta beban maksimum yang diterima jalan. Penentuan rancangan ketebalan struktur lapis jalan mengacu pada nilai California Bearing Ratio (CBR). Sedangkan beban maksimum dihitung dari alat angkut terbesar dalam keadaan bermuatan penuh yang melewati jalan. Geometri jalan angkut yang meliputi panjang segmen, lebar jalan, dan kemiringannya merupakan perpaduan hasil pengukuran langsung dan pengolahan data dari peta jalan angkut. Data waktu edar alat diambil langsung di lapangan sebelum dan sesudah jalan diperbaiki untuk mengetahui dampaknya terhadap perubahan produktivitas.Alat angkut terbesar yang melewati jalan berupa Komatsu HD465-7 dengan berat bermuatan 97,875 kg dan distribusi beban maksimum terletak pada bagian belakang alat angkut sebesar 36,682.5 lbs. Tebal perkerasan di atas subgrade yang sesuai untuk menahan beban ini adalah setebal 28 inch, dengan minimal lapisan base coarse 8 inch, dan lapisan surface coarse 9 inch.  Hasil uji lab material yang tersedia di lapangan yaitu batulempung dan batulempung pasiran memiliki nilai CBR maksimum masing-masing 43% dan 48%. Batulempung digunakan sebagai material surface coarse dengan tebal 7 inch. Batulempung pasiran digunakan sebagai material base coarse dengan tebal 21 inch. Kecepatan rata-rata alat angkut yang sebelumnya 20.65 km/jam naik menjadi 22.19 km/jam setelah jalan diperbaiki sehingga terjadi peningkatan produktivitas alat angkut yaitu sebesar 2.1 BCM/ jam untuk setiap alat angkut. Kata-kata kunci: Jalan angkut tambang, perbaikan jalan, produktivitas alat angkut, struktur lapis jalan
Co-Authors Abdillah Rasyid Abrar Briando Noure Adi Saputra Adip Mustofa Afriko Afriko Agus Santoso Agus Triantoro Agus Tryono Agustian Aspiannur Ahmad Ali Syafi’i Ahmad Suryadi Ahmad Syahid Ahmad Syarif Ahmad Zaidan Akhmad Rahmadi Akhmad Rezni Ilhami Akhmad Ridha Aldi Ade Rakhmawan Ali Akbar Velayati Anisa Anisa Anissa Anissa Annisa Annisa Aprillyani Herdiana Torasila Ardiantho D Rado Asti Puspita Nurahma Azwar Azwar Balya Muhammad Akbar Basri Basri Christian Londong Dimas Aditya Pratama Ditta Listine Diyat Kesuma Alam Dwi Martiwi Eko Santoso Emma Rahmi Excelsior T P Farida Kesumawati Febri Amri Oktaviantono Febri Asawindow Y. Marit Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdiyan Chrissandi Girsang Fikri, Hafidz Noor Fitria Handayani Amar Gasca Gutata Gita Andini Nilasari Hadjeri Syapariadi Haipan Haipan Hambali Hambali Hariyono Gunawan Heri Wibowo Heru Cahyo Prasakto Heru Heru I Komang Ediyana Jaka Guruh Wicaksono Johan Eka Saputra Kartini Kartini Kartini Kartini Khairul Akbar M. Arief Rahman Himawan M. Arif Jaka Sutirja M. Faisal Ramadhani Mardyanza Radeng Marselinus Untung Dwiatmoko Mayati Isabella Misdianto Misdianto Moch Aufa Alfarizi Muhammad Azmi Muhammad Azmi Rahman Muhammad Fawzi Muhammad Fuady Muhammad Roghfirli Handayani Mula Janang Muslikin Muslikin Nona Herlina Hendita Tasya Nopita Sari Br Ginting Novi Yardallah Novianti, Yuniar Siska Noviar Rahmatillah Philip Toh Putri, Karina Shella Rahman Muhammad Rahmat Rizali Rahmi Maulida Rakhman Silvika Maksum Ramadhani Febrian Malta Rando Rando Raynanda Zulfikar Ria Rizky Khairunnisa Ricky Joetra Ridha Agustina Rismailina Erliani Riswan Riswan Romansius Limbong Damanik Romla Noor Hakim Romla Noor Hakim Romla Noor Hakim Rudi Frianto Rusdi Suhairi Rusmawarni Rusmawarni Said Adi Firdaus Sari Buana Sari Melati, Sari Sariffudin Sariffudin Sheila Ulfah Hendinie Simon Togap Einstein Siahaan Suryadi Suryadi Syahraz Maghribi Tacjudin Nor Teguh Hermanto Teguh Wijaya Subriyanto Tiurlan Simamora Tri Lestari Uyu Saismana Wendly Wiwin Yudo Prakoso Yuliana Yuliana