Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Metalurgi

Magnet Nanokomposit Sebagai Magnet Permanen Masa Depan Idayanti, Novrita; Manaf, Azwar; Dedi, Dedi
Metalurgi Vol 33, No 1 (2018): Metalurgi Vol. 33 No. 1 April 2018
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.876 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v33i1.433

Abstract

Naskah ini dibuat berdasarkan kajian literatur tentang penelitian dan pengembangan material magnet permanen terutama pengembangan yang dilakukan oleh para peneliti dalam lebih 100 tahun belakangan. Diketahui bahwa, era magnet permanen modern dimulai pada awal abad ke 19 berlangsung kurang lebih 100 tahun. Dalam 100 tahun kebelakang, ternyata fokus penelitian para peneliti adalah pencarian senyawa magnetik yang potensial. Tidak  mengherankan bila dalam periode 100 tahun tersebut berbagai jenis senyawa magnetik berhasil ditemukan. Diawali dengan steel sebagai magnet permanen telah digunakan pada awal abad 19, menyusul kelas-kelas magnetik lainnya seperti alnico, magnet keramik, magnet logam tanah jarang Sm-Co dan terakhir magnet magnet logam tanah jarang Nd-Fe-B dan Sm-Fe-N. Magnet logam tanah jarang Nd-Fe-B ditemukan diujung abad 19 dengan nilai maximum energy product  atau (BH)max sebesar 56 MGOe (448 kJ.m-3) telah berhasil diperoleh. Nilai tersebut adalah nilai tertinggi yang pernah dicapai oleh para peneliti sampai saat ini. Namun, penulis mengamati bahwa sejak awal abad 20, ternyata telah terjadi perubahan pada fokus pengembangan penelitian yaitu saat ini tidak lagi berfokus pada pencarian dan penemuan fasa magnetik baru, akan tetapi lebih kepada merekayasa struktur material magnetik melalui penggabungan fasa magnetik keras yang memiliki konstanta magnetocrystalline tinggi dengan fasa magnetik lunak yang memiliki nilai magnetisasi jenuh yang tinggi dalam sebuah struktur komposit sehingga menjadi magnet nanokomposit.  Magnet nanokomposit adalah magnet permanen dengan sifat kemagnetan yang lebih unggul dibandingkan dengan magnet konvensional. Keunggulan dimaksud adalah pada nilai magnetisasi remanen (Mr) dan nilai produk energi maksimum (BH)max yang tinggi disebabkan terjadinya efek exchange coupled spring antara fasa maknetik keras dan lunak sehingga mensejajarkan arah magnetisasi kedua fasa magnetik dibawah pengaruh interaksi pertukaran. Para peneliti teoritik pun telah menggali potensi magnet permanen nanokomposit dan menetapkan nilai (BH)max sebesar 1 MJ.m-3 sebagai nilai ultimate  yang harus dapat dicapai secara eksperimental. Nilai ultimate tersebut telah membuka tantangan yang besar dan menjadi destinasi baru bagi para peneliti eksperimental. Dalam makalah review ini, disampaikan pengetahuan, penelitian, dan metoda tentang peningkatan sifat kemagnetan material ferit, tanah jarang, dan logam paduan berdasarkan exchan ge interaction mechanism pada saat terjadinya exchange spring magnet antara fasa keras dan fasa lunak.
PENGARUH MEDIA SUSPENSI TERHADAP PROSES ULTRASONIC MILLING PADA PARTIKEL HYDROMAGNESITE[The Influence of Suspension Media on Ultrasonic Milling Process in Particle Hydromagnesite] Sulistiyono, Eko; Manaf, Azwar; Firdiyono, F
Metalurgi Vol 27, No 2 (2012): Metalurgi Vol. 27 No. 2 Agustus 2012
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.203 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v27i2.148

Abstract

 PENGARUH MEDIA SUSPENSI TERHADAP PROSES ULTRASONIC MILLING PADA PARTIKELHYDROMAGNESITE. Telah dilakukan kegiatan penelitian pembuatan hydromagnesite dengan ukuran butirannanometer dari mineral dolomit, dengan menggunakan media aquabidest, ethanol absolute dan ethylene glycol.Pada penelitian ini bahan baku hydromagnesite diperoleh dari proses ekstraksi dari mineral dolomit melaluiproses kalsinasi parsial, hydrasi dan karbonisasi. Percobaan pertama mencari pengaruh ultrasonik millingterhadap kenaikan temparatur media suspensi dengan tiga media pada konsentrasi 2 % dengan waktu proses 40menit. Hasil percobaan pertama menunjukkan bahwa proses ultrasonic milling yang paling baik adalah denganmedia ethylene glycol . Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya kenaikan temperatur dan hasil analisis SEM.Hasil akhir percobaan dapat diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan media ethylene glycol mampumenghasilkan partikel ukuran nano dalam bentuk suspensi. Hasil pengukuran dengan Delsa Nano diperoleh hasilterbaik ukuran butiran (23- 95) nm dengan menggunakan pelarut ethylene glycol dan waktu ultrasonic millingadalah 16 menit.AbstractTHE INFLUENCE OF SUSPENSION MEDIA ON ULTRASONIC MILLING PROCESS IN PARTICLEHYDROMAGNESITE . Research activities have been done to make nano size particles of hydromagnesite fromdolomite mineral with ultrasonic milling equipment in the aquabident media or ethanol abosulte media orethylene glycol media. In the research work the raw material of hydromagnesite was obtained from theextraction process of dolomite mineral with partial calcination, hydrationand carbonization processes. The firststep of the process was runin 40 minute. The first experimental result showed that the best contotion ofultrasonic millingprocesswas in the ethylene glycol media. It can be evidenced from the increasing oftemperature and result of SEM anaslysis. The final result can be concluded that in the ethylene glycol media canproduced nano particle size of hydromagnesite e e e in the suspension. Particle size analysis using Delsa Nanoshown that the process wich will held in ethylene glycol media with 16 minute for run time will produce that bestsize (23 – 95) nm.
Co-Authors Abdul Jami Adi Ganda Putra Agus Sukarto Agus Sukarto Ahmad Royani Akmal Johan Andreas Andreas Arbi Dimyati Arie Fiandimas Arieko Abdillah Asep Yudi Hercuadi Asep Yudi Hercuadi, Asep Yudi Bahfie, Fathan Bambang Soegijono Birawidha, David C Budhy Kurniawan Cahaya, Adam Badra Daulay, Amru Dedi Dedi Diah Susanti Djoko HP Doansi Tarihoran Dwita Suastiyanti Eddy Siradj Edie Sasito, Edie Eko Sulistiyono, Eko Elda Rayhana Elfrida Ratnawati Elisabeth A. S. Elsa Krisanti Erfan Handoko Erik Prasetyo Fajar Nurjaman Fajar Nurjaman Fathan Bahfie firdiyono, F Hafni Lissa Nuri Handoko, Djati Hasan Fahad Idris Novianto Iskandar Muda Iskandar Muda Iskandar Muda Lingga Hermanto Mabe Siahaan Manawan, Maykel Manawan, Maykel Marliyadi Pancoko Mas Ayu Elita Hafizah Maykel Manawan Mujamilah Mujamilah Mulyaningsih, Neng Nenden Musfirah Cahya Fajrah, Musfirah Cahya Nanang Sudrajat Nelson Saksono Nelson Saksono Novizal Novizal, Novizal Novrita Idayanti Nurul Taufiqu Rochman Nurul Taufiqu Rochman Pontas Sialagan Priyono K. Priyono P Priyono Priyono Rafael F Maniur Ridwan Ridwan Roekmijati Soemantojo Roekmijati Soemantojo, Roekmijati Roekmijati W. Roekmijati W. Soemantojo, Roekmijati W. Roekmijati Widaningroem Roekmijati Widaningroem, Roekmijati Roekmijati Widaningrum Roekmijati Widaningrum, Roekmijati Rudi Subagja Saptari, Sitti Ahmiatri Setijo Bismo Setijo Bismo Setyo Purwanto Setyo Purwanto Sialagan, Pontas Sipahutar, Wahyu Solafide Sri Mulyaningsih Sri Mulyaningsih Sukmara, Sony Suprihatin Suprihatin Taufik A. Bonaedy Tito Prastyo Rahman Tito Prastyo Rahman, Tito Prastyo Tri Haryono Ulin Herlina Valency, Tiara Wakid Ali Muntoha Widi Astuti Widi Astuti Wisnu A. Adi Wisnu Ari Adi Wisnu Ari Adi Wisnu Ari Adi Wisnu Ari Adi Yana Taryana Yuliana Sari Yuliusman Yuliusman Yuliusman Yuliusman Yuyu Wahyu