Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEGIATAN PRODUKTIVITAS TERHADAP FUEL RATIO ALAT ANGKUT DAN ALAT GALI MUAT PADA PIT 2 DI PT PRO SARANA CIPTA M Faisal Amiruddin; Uyu Saismana; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 02 Agustus 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v5i2.2341

Abstract

Alat-alat mekanis yang bekerja pada kegiatan penambangan menggunakan solar sebagai bahan bakar, penggunaan bahan bakar tersebut memberikan pengaruh yang cukup besar bagi biaya penambangan. Oleh karena itu bahan bakar harus digunakan seefisien mungkin, agar biaya yang dikeluarkan perusahaan dapat dihemat dan target produksi bisa tercapaiFuel consumption merupakan hal utama yang selalu jadi pertimbangan untuk pemilihan suatu alat karena secara umum fuel consumption penyumbang cost operasional yang paling besar. Fuel ratio adalah perbandingan antara penggunaan bahan bakar (fuel) yang digunakan untuk kegiatan penambangan dengan produksi lapisan batuan penutup yang dihasilkan.Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai fuel ratio adalah fuel burn (liter/jam) dan produktivitas alat (bcm/jam). Volvo FM 370 dengan rata-rata 0,56 liter/bcm menjadi 0,49 liter/bcm, Hitachi ZX450 (022) 0,37 liter/bcm menjadi 0,34 liter/bcm, Hitachi ZX450 (043) 0,22 liter/bcm menjadi 0,20 liter/bcm, Komatsu PC400 0.27 liter/bcm menjadi 0,22 liter/bcm dan untuk Caterpilar 345C 0.23 liter/bcm menjadi 0,19 liter/bcm. Kata-kata Kunci : Alat mekanis, Produktivitas,  Fuel Ratio
Evaluasi Sistem Penyaliran Tambang Pada PT Akbar Mitra Jaya Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan Ayuni Islamiaty; Uyu Saismana; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i3.4666

Abstract

Sistem penyaliran tambang merupakan salah satu aspek yang sangat penting dan diperhitungkan dalam berlangsungnya kegiatan penambangan. Beberapa masalah yang terjadi meliputi tingginya curah hujan yang masuk kedalam lokasi penambangan yang akan menganggu jalannya proses kegiatan penambangan ada area tersebut. Tujuan dari sistem penyaliran tambang adalah membuat penambangan kering dengan mengetahui nilai debir air yang masuk sama dengan nilai debit air yang keluarMetode analisis yang dilakukan meliputi menganalisis periode ulang curah hujan rencana 2 tahun menggunakan distribusi gumbel. Menganalisis intensitas hujan menggunakan persamaan mononobe. Perhitungan kapasitas aktual sump dan penentukan luas catchment area menggunakan software autocad 2009 serta perhitungan debit air limpasan menggunakan metode rasional. Setelah didapatkan nilai debit air limpasan dan nilai debit air yang keluar, nilai tersebut dijadikan sebagai acuan penentuan banyaknya pompa yang akan digunakan.Dari hasil analisis yang dilakukan dalam penenelitian ini ditemukan bahwa sump tidak dapat menampung debit air limpasan sebesar 103.818,22 m3/hari. Pemompaan menggunakan 1 pompa selama 16 jam dengan 1.300 rpm kapasitas pompa sebesar 8.061,61 m3/hari maka volume air akumulasi sebesar 95.756,61 m3/hari. Pemompaan dengan 1.400 rpm kapasitas pompa sebesar 8.520,06 m3/hari maka volume air akumulasi sebesar 95.298,16 m3/hari dan pemompaan dengan 1.500 rpm sebesar 9.737,64 m3/hari maka volume air akumulasi sebesar 94.080,59 m3/hari, sedangkan volume maksimum sump sebesar 11.484,00 m3. Untuk mencegah air limpasan tersebut dilakukan penambahan jumlah pompa 1 sampai 3 unit pompa dengan waktu pemompaan 16 sampai 20 jam, agar debit akumulasi air dapat terselesaikan.
EVALUASI JALAN TAMBANG BERDASARKAN GEOMETRI DAN DAYA DUKUNG PADA LAPISAN TANAH DASAR PIT TUTUPAN AREA HIGHWALL Thoni Riyanto; Agus Triantoro; Riswan Riswan; Yosua Dinata Olla
Jurnal Himasapta Vol 1, No 02 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Agustus 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i02.921

Abstract

Pada kegiatan pemindahan material overburden, jalan tambang merupakan parameter penting untuk menunjang kinerja alat angkut. Pada jalan tambang sering dijumpai kerusakan-kerusakan di badan jalan seperti, jalan berlubang dan permukaan jalan tidak mulus. Hal ini biasanya disebabkan oleh kondisi geometri jalan dan daya dukung tanah pada jalan tambang yang belum memenuhi standar, sehingga perlu dilakukan evaluasi. Penelitian penelitian dilakukan di Jalan Alphard, Dodge dan Cadillac dengan jalan 3720 meter di Pit Tutupan Highwall PT Pamapersada Nusantara Jobsite PT Adaro Indonesia. Pemilihan lokasi jalan penelitian berdasarkan jalan yang memiliki data jumlah alat angkut dan jumlah fleet paling banyak, serta data kecepatan alat angkut paling rendah.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menganalisis geometri jalan, daya dukung tanah jalan terhadap beban yang melewatinya, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kerusakan jalan dan perbaikan geometri.Penelitian dimulai dengan pengambilan data geometri aktual jalan dan daya dukung tanah aktual jalan (CBR subgrade dan rolling resistance). Kemudian membandingkan dengan standar teoritis, diperoleh geometri ideal untuk desain kecepatan 60 km/jam yaitu lebar jalan lurus 24 meter, lebar jalan tikungan 28 meter, grade maksimal 8%, superelevasi 8% dan cross slope 2 - 4%. Daya dukung tanah jalan diperoleh CBR ideal 40% dan rolling resistance 65 lb/ton (3,25%). Dapat diketahui bahwa jalan dalam kondisi paling rusak adalah jalan Cadillac Kemudian membandingkan travel speed alat angkut kondisi jalan aktual dan kondisi simulasi pada jalan Cadillac, dan didapat selisih waktu tempuh sebesar 0.67 - 1.31 menit. Tidak terlalu menjadi masalah jika alat angkut harus kehilangan waktu cycle time sebesar 0.67 – 1.31 menit. Berdasarkan pertimbangan tersebut, tidak terlalu disarankan untuk melakukan perbaikan perkerasan di jalan Cadillac, cukup dengan hanya melakukan pemeliharaan dan perawatan jalan meliputi grading, compacting dan water spraying. Namun jika jalan Cadillac dalam kondisi rusak parah, mengganggu keselamatan kerja dan diharuskan melakukan perkerasan, maka berdasarkan data CBR yang ada, ketebalan lapisan perkerasan yang dapat diberikan yaitu 1 lapisan di atas subgrade, sebesar 9.64 inci material batulempung (claystone). Kata-kata kunci : Daya dukung jalan tambang, evaluasi jalan tambang, geometri jalan tambang
ANALISIS PENGARUH FLY ASH DAN KAPUR TOHOR PADA NETRALISASI AIR SKALA LABORATORIUM DI PT JORONG BARUTAMA GRESTON Noor Wahidatul Jannah; Agus Triantoro; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.421 KB) | DOI: 10.20527/jhs.v5i1.2044

Abstract

Air asam tambang sering menjadi masalah yang besar dalam setiap pertambangan karena sangat berdampat negatif bagi lingkungan di wilayah tambang tersebut. Oleh sebab itu, untuk mengatasi air asam dilakukanlah proses penetralan secara aktif terhadap air asam. Material yang digunakan dalam proses penetralan menggunakan fly ash dan kapur tohor karena kedua material mengandung CaO.Pada penelitian ini, proses netralisasi dilakukan dalam skala laboratorium dimana air asam tambang diambil dari void M23_C. Dari hasil penelitian, hasil uji coba fly ash untuk penetralan menunjukkan hasil yang positif yaitu dengan dosis 1,6 gr/l mampu menaikkan nilai pH dari pH 3 menjadi pH 7 dalam waktu 125 menit dengan penurunan logam Fe dari 0,52 mg/l menjadi 0,50 mg/l, penurunan logam Mn dari 5,3 mg/l menjadi 5,2 mg/l serta nilai TSS dari 9 mg/l menjadi 71 mg/l.Hasil uji coba penetralan menggunakan kapur ternyata lebih efektif dari fly ash yaitu dengan dosis 0,04 gr/l mampu menaikkan nilai pH dari pH 3 menjadi pH 7 dalam waktu 60 menit dengan penurunan logam Fe dari 0,52 mg/l menjadi 0,32 mg/l, penurunan logam Mn dari 5,3 mg/l menjadi 3,6 mg/l serta nilai TSS dari 9 mg/l menjadi 10 mg/l.  Kata-kata kunci: Air asam tambang, fly ash, kapur tohor, pH, Fe, Mn, TSS.
APLIKASI TEORI ANTRIAN DALAM PENENTUAN KEBUTUHAN ALAT ANGKUT UNTUK PENCAPAIAN TARGET PEMINDAHAN OVERBURDEN DI PT RIMAU ENERGI MINING Tri Lestari; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 02 Agustus 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v4i2.1069

Abstract

Pada PT Rimau Energy Mining terjadi ketercapaian target produktivitas overburden alat angkut yang telah ditentukan yaitu target produktivitas alat angkut sebesar 65 bcm/jam. Tidak tercapainya target produktivitas overburden dipengaruhi oleh beberapa hal seperti waktu tunggu alat angkut dan keadaan jalan angkut.Penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi faktor yang berpengaruh langsung pada kegiatan pemindahan material overburden yaitu produktivitas alat angkut, perhitungan rata-rata jumlah alat angkut mengantri, waktu tunggu alat angkut, dan kondisi jalan angkut.Pada hasil penelitian didapatkan untuk produktivitas aktual ADT A40F No 33 yaitu 54,85 bcm/jam dan tidak mencapai target produktivitas. Maka dilakukan evaluasi terhadap waktu tunggu yaitu didapatkan hasil waktu tunggu di loading point sebesar 1,13 menit dan waktu tunggu di disposal yaitu 0,13 menit. Untuk rata-rata jumlah alat angkut mengantri didapatkan rata-rata jumlah alat angkut menunggu pada tahap 1 yaitu (Lq1)=0,30 dan di tahap 3 yaitu (Lq3)=0,03. Dan untuk perhitungan produktivitas alat angkut dengan menggunakan metode antrian didapatkan hasil untuk produktivitas alat angkut dengan adanya waktu antrian yaitu sebesar 58,14 bcm/jam dan tanpa antrian sebesar 63,80 bcm/jam. Maka untuk memaksimalkan hasil produktivitas atau untuk mencapai  target pemindahan alat angkut yaitu perlu dilakukan perbaikan pada lebar jalan dan rolling resistance untuk meminimalisir waktu antrian.
ESTIMASI SUMBERDAYA DAN CADANGAN BATUBARA RENCANA PIT AB PT ARUTMIN INDONESIA TAMBANG KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Noviar Rahmatillah; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 3, No 02 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 02 Agustus 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v3i02.962

Abstract

Estimasi sumberdaya dan cadangan endapan bahan galian berperan penting untuk kemudahan dalam eksploitasi secara komersial dari suatu endapan bahan galian, sebab hasil dari estimasi sumberdaya dan cadangan yang baik dapat menentukan investasi dan memperkirakan waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam melaksanakan usaha penambangannya.Permodelan dan estimasi sumberdaya dan cadangan batubara dilakukan di lokasi rencana Pit AB PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap, metode yang dilakukan dalam perhitungan estimasi sumberdaya adalah metode circular, perancangan pit limit sesuai dengan rekomendasi yang telah ditentukan  pihak perusahaan.Hasil penelitian kondisi geologi di lokasi penelitian termasuk kondisi geologi moderat, permodelan seam batubara ada lima seam, total sumberdaya secara keseluruhan diperoleh 33,165,562.52 ton, setelah mendapatkan desain pit dilakukan perhitungan cadangan batubara dan diperoleh untuk pit limit SR3 7,256.15 kton, SR 4 13,290.67 kton dan untuk SR 5 20,765.17 kton.
INVENTARISASI KETERDAPATAN BATUAN UNTUK MATERIAL KONSTRUKSI JALAN DI KECAMATAN BATI-BATI DAN SEKITARNYA Johan Eka Saputra; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 4, No 01 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 01 April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1216.859 KB) | DOI: 10.20527/jhs.v4i01.473

Abstract

Sejalan dengan pembangunan dan pengembangan berbagai sarana dan prasarana di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yang dari tahun ke tahun pun meningkat pesat terutama untuk pembangunan jalan, maka dilakukanlah kegiatan inventarisasi keterdapatan batuan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada metode perhitungan aktual di lapangan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pada waktu sekarang. Proses pemecahan menggunakan metode komputasi dan analisis data – data berupa peta, gambar, dan tabel yang dapat membantu dalam penyampaian informasi hasil penelitian.Dari penelitian tersebut, dilakukan pengujian di Laboratorium Transportasi Dan Jalan Raya Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Dari hasil uji lab yang mengacu pada spesifikasi material lapis bahan jalan dari buku spesifikasi umum tahun 2010 (rev 3) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, dapat diketahui bahwa sampel G. Damargusang dan G. Malihin tidak termasuk material kelas A,B ataupun S, sedangkan sampel Bukit (Bentok Darat) termasuk material kelas A dan sample G. Dilam termasuk material kelas B. Adapun estimasi potensi batuan untuk material konstruksi jalan di Kecamatan Bati-Bati, maka dapat diketahui luasan yang berpotensi untuk material konstruksi jalan sekitar 30 Ha, sedangkan volume yang berpotensi untuk material konstruksi jalan sekitar 66.547 m³. Kata-kata kunci: Batuan, Spesifikasi Material, Konstruksi Jalan, Potensi
PERENCANAAN SISTEM PENYALIRAN PADA TAMBANG TERBUKA PT BARA PRIMA MANDIRI, DESA MALUNGAI, KECAMATAN GUNUNG BINTANG AWAI KABUPATEN BARITO SELATAN Febri Amri Oktaviantono; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 2, No 03 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 03 Desember 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v2i03.950

Abstract

Pada sistem tambang terbuka pada PT Bara Prima Mandiri masalah utama yang dihadapi adalah adanya genangan air yang tidak ditangani dengan baik diakibatkan tidak adanya rancangan sistem penyaliran yang baik untuk menangani air yang masuk ke dalam pit. Air tersebut dapat mengganggu proses penggalian dan pemuatan bahan galian di pit, dapat membuat peralatan tambang cepat rusak, mengakibatkan lokasi kerja dan jalan tambang menjadi basah dan tergenang air. Untuk itu maka perlu dilakukan penanganan masalah air tambang secara baik agar proses produksi terkait dengan penggalian dan pemuatan bahan galian di pit tidak terganggu dan kegiatan tersebut dapat berlangsung aman.Pada penelitian ini, penentuan flow direction dan catchment area menggunakan software tambang, perhitungan curah hujan rencana menggunakan metode distribusi gumbel, perhitungan intensitas hujan dihitung dengan menggunakan metode mononobe, perhitungan debit limpasan menggunakan metode rasional dan perhitungan kebutuhan pompa dihitung dengan menggunakan prinsip water balance.Hasil penentuan luas catchment area yaitu 0,208 km, perhitungan curah hujan rencana maksimum (Mei) adalah 74,692 mm/hari, hasil perhitungan intensitas hujan maksimum (September) adalah 38,35 mm/jam, hasil perhitungan debit limpasan maksimum (September) adalah 1,996 m3/s, debit pemompaan 330 m3/jam dan kebutuhan pompa tertinggi sebesar 2 unit pompa. 
EVALUASI PENCAPAIAN TARGET PRODUKSI PENAMBANGAN BERDASARKAN METODE SURVEY DAN TRUCK COUNT DI PT JHONLIN BARATAMA SITE KINTAP Abdul Azis; Uyu Saismana; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 03 Desember 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.372 KB) | DOI: 10.20527/jhs.v4i3.1358

Abstract

Adanya indikasi ketidaktercapaian target produksi pada PT Jhonlin Baratama Site Kintap di pit GA9, pada bulan Januari dan Februari 2017 sehingga perlu diketahui berapa besar ketidak tercapaiannya baik melalui metode survey ataupun metode truck count. Dan faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi selisih perhitungan truck count dan survey.Metode perhitungan volume batubara dalam penelitian ini menggunakan metode komputerisasi adapun Metode pemetaan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode teristis yaitu pengukuran topografi dengan menggunakan alat ukur yang dilakukan secara digital dengan alat total station.Pada bulan Januari dan Februari nilai deviasi di bawah batas (5%) yang telah ditentukan yaitu 0,5% dan 1% kemudian presentase pencapaiannya target produksi sebesar 80% dan 53%.Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya deviasi antara lain: Pada kegiatan coal getting, bagian atas (roof) dan bagian bawah (floor) tidak sepenuhnya terangkut. tidak semuanya isi bucket (batubara) tersebut masuk ke dalam truck. Faktor- faktor tidak tercapainya target produksi Adanya perbedaan dasar penentuan target produksi dan penerapan di lapangan.Bulan Februari kondisi stockpile di PT Pribumi Citra Megah Utama sudah penuh dan tidak tersedianya tongkang di pelabuhan untuk mengangkut batubara. Kata-kata kunci: Survey, Truck Count, Target Produksi,  Batubara,  Stockpile
EVALUASI PENCAPAIAN TARGET PRODUKSI ALAT MEKANIS UNTUK PEMBONGKARAN OVERBURDEN DI PIT 4 PT DARMA HENWA SITE ASAM-ASAM Achmad Achmad; Agus Triantoro; Riswan Riswan; Tri Okta Maulana
Jurnal Himasapta Vol 1, No 03 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Desember 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i03.930

Abstract

Penelitian ini dilakukan di lokasi Pit 4 Barat dan Pit 4 Timur PT Darma Henwa site Asam-Asam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketidaktercapaian produksi alat gali muat dan alat angkut yang digunakan untuk pemindahan overburden pada Pit 4 Barat dan Pit 4 Timur. Proses pemindahan material overburden pada Pit 4 Barat menggunakan 1 unit alat gali muat Komatsu PC1250-8 dan 5 unit alat angkut Komatsu HD785-7 dengan jarak hauling rata-rata yaitu 2771 meter, sedangkan pada Pit 4 Timur menggunakan 1 unit alat gali muat Komatsu PC1250-8 dan 6 unit alat angkut Komatsu HD465-7 dengan jarak hauling rata-rata yaitu 1717 meter. Setelah melakukan kegiatan penggalian maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pencapaian target tersebut seperti produksi dari alat mekanis penggalian material overburden.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis faktor-faktor produksi seperti waktu edar (cycle time), efisiensi kerja, bucket fill factor, jumlah passing, jenis material, kondisi front kerja seperti loading point dan dumping point, geometri jalan angkut, grade resistance dan rolling resistance.Berdasarkan data aktual hasil didapatkan data produksi pada fleet 1 sebesar 464.91 BCM/Jam dengan target produksinya 520 BCM/Jam dan tingkat ketercapaiannya 89.41%. Sedangkan produksi pada fleet 2 sebesar 388.69 BCM/Jam dengan target produksinya 450 BCM/Jam dan tingkat ketercapaiannya 86.38%. Berdasarkan data aktual produksi fleet pada bulan juli 2015, target produksi pemindahan overburden belum tercapai sehingga perlu dilakukan evaluasi serta langkah optimasi agar target tercapai. Melalui simulasi perbaikan parameter-parameter produksi dan simulasi perbaikan kondisi jalan angkut Pit 4 Barat dan Pit 4 Timur didapatkan produksi fleet 1 sebesar 660.09 BCM/Jam dan pada fleet 2 sebesar 606.29 BCM/Jam.
Co-Authors Abbas Abbas Abdillah Rasyid Abdul Azis Abdul Khair Abrar Briando Noure Achmad Achmad Adip Mustofa Agus Santoso Agus Triantoro Agus Tryono Ahmad Ali Syafi’i Ahmad Ramli Ahmad Zaidan Aji Ahdinata Akhmad Rezni Ilhami Alpian Nafarin Andi Riduansyah Andi Syaputra Andri Toding Annisa Rizky Nur Adzmi Arief, Muhammad Zaini Ayuni Islamiaty Azwar Azwar Basri Basri Billy Grace Palit Deddy J. Sitio Dimas Saputra Eko Santoso Emma Rahmi Febri Amri Oktaviantono Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferry Fernando Fikri, Hafidz Noor Freddy Aditya Gading Abi Pangestu Gita Andini Nilasari Gusfrimanuel Gusfrimanuel Gusti Yunizar Haipan Haipan Hambali Hambali Handri Irawan Hariyono Gunawan Heru Cahyo Prasakto Heru Heru I Gede Mahardika Putra I Putu Sugiarta Imam Imam Jhon Tohom Y.P Johan Eka Saputra Kartini Kartini Lasron Napitu Leo Cahyo Adi M Faisal Amiruddin M. Thoriq Bagoes Saifuddin Mahdi Salam Mahfudz Ade Kurnia Mardyanza Radeng Marselinus Untung Dwiatmoko Mart Wandy Mayati Isabella Muhammad Ali Syaefudin Muhammad Azmi Rahman Muhammad Fuady Muhammad Yusuf Mula Janang Muslikin Muslikin Noor Wahidatul Jannah Noviar Rahmatillah Nur Mulya Sari Nurhakim Nurhakim Oki Prastio Putri, Karina Shella Rahman Muhammad Rakhman Silvika Maksum Ramadhani Febrian Malta Rezky Ade Pratama Ricky Joetra Rizki Tri Cahyana Romansius Limbong Damanik Romla Noor Hakim Rudi Frianto Rusdi Suhairi Rusmawarni Rusmawarni Sayyidina Billynardo Bimantoro Subianto Subianto Syafira Dian Sari Thoni Riyanto Tiurlan Simamora Tri Lestari Tri Okta Maulana Uyu Saismana Wahyu Nur Hidayat Wendly Wiwin Wulandari Puspitasari Yosep Sumitra Yosua Dinata Olla Yuliana Yuliana