Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI ISIAN BAHAN PELEDAK BERDASARKAN GROUND VIBRATION HASIL PELEDAKAN OVERBURDEN PADA TAMBANG BATUBARA DI KALIMANTAN SELATAN Rusmawarni Rusmawarni; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Ferdinandus Ferdinandus
Jurnal Himasapta Vol 1, No 02 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Agustus 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i02.920

Abstract

PT Bina Sarana Sukses merupakan perusahaan kontraktor tambang batubara yang bekerja melayani operasi produksi untuk PT Antang Gunung Meratus di Pit Warute. Salah satu kegiatan penambangan adalah pengupasan lapisan penutup dengan cara pemboran dan peledakan. Indikator keberhasilan selain tercapainya target produksi peledakan, antara lain fragmentasi dan ground vibration. Dimana ukuran fragmen yang dihasilkan berpengaruh untuk proses penggalian overburden yang terledakkan yang mempengaruhi kinerja alat gali muat dengan tidak mengesampingkan getaran peledakan yang ditimbulkan. Geometri peledakan yang digunakan yaitu burden 8 m x spasi 9 m dengan kedalaman lubang bervariasi antara 5 m sampai 8 m. jarak pengukuran ground vibration  400 m sampai 600 m dari lokasi peledakan. Semakin besar jumlah isian bahan peledak yang digunakan semakin besar pula ground vibration yang dihasilkan, maka jumlah isian bahan peledak harus dikurangi untuk mengurangi ground vibration yang dihasilkan. Alat yang digunakan untuk pengukuran ground vibration adalah Minimate dari Instantel.Metode analisis hasil peledakan menggunakan analisis perbandingan dan regresi. Dari hasil analisis, didapatkan simulasi jumlah isian bahan peledak dengan nilai PPV yang disimulasikan sebesar 2 mm/s.Dengan menggunakan rumus scaled distance maka direkomendasikan jumlah isian bahan peledak pada jarak 400 sebesar 57,45 kg/lubang, jarak 450 m sebesar 72,71 kg/lubang, jarak 500 sebesar 89,76 kg/lubang dan jarak 600 m sebesar 129,26 kg/lubang. Sedangkan dengan menggunakan rumus propagation law maka dapat direkomendasikan jumlah isian bahan peledak pada jarak 400 m yaitu sebanyak 103,04 kg/delay, pada jarak 450 m yaitu sebanyak 130,41 kg/delay, pada jarak 500 m yaitu sebanyak 161 kg/delay dan pada jarak 600 m yaitu sebanyak 231,84 kg/delay. Kata-kata kunci: Ground Vibration, Minimate, Peledakan, PPV, Propagation Law, Scaled Distance
PENJADWALAN RENCANA PENAMBANGAN PADA CV KARYA PUTRA RAJAWALI DESA PANDAN SARI KECAMATAN KINTAP, KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Yosep Sumitra; Uyu Saismana; Riswan Riswan; Billy Grace Palit
Jurnal Himasapta Vol 3, No 02 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 02 Agustus 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v3i02.963

Abstract

Rencana CV Karya Putra Rajawali membuka lokasi penambangan baru merupakan latar belakang penulis melakukan penelitian mengenai perencanaan pit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan pit dan batas penambangan, menghitung jumlah cadangan batubara dan volume overburden, membuat tahapan penambangan, membuat rancangan disposal serta membuat rencana jalan tambang.Perencanaan pit dibuat dengan menggunakan software Minescape. Batas penambangan, cadangan tertambang, dan volume overburden ditentukan dengan nilai Stripping Ratio (SR) tidak lebih dari 4. Rancangan pit dan timbunan mengacu pada rekomendasi geoteknik lereng. Perhitungan volume menggunakan software Minescape. Tahapan penambangan dibuat dengan target produksi 85.000 ton/bulan batubara.Hasil penelitian dari perencanaan pit 2 dapat diketahui perlu adanya suatu perencanaan sequence penambangan untuk mencapai target produksi 85.000 ton/bulan batubara yang ditetapkan perusahaan. Setiap sequence penambangan pada perencanaan didapatkan perbandingan nilai produksi batubara dan nilai pembongkaran overburden yang stabil hingga akhir penambangan.
STUDI PENGOLAHAN MINERAL ZIRCON (ZrO²) MENJADI ZIRCONIA PADA PT KALIMANTAN ZIRCON INDUSTRI DI DESA GOHONG KECAMATAN KAHAYAN HILIR KABUPATEN PULANG PISAU Abbas Abbas; Agus Triantoro; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 02 Agustus 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v5i2.2337

Abstract

Konsentrat zircon di PT Kalimantan Zircon Industri diproses melalui metode pengolahan gravity consentration menggunakan meja goyang, magnetic separation, dan elektrostatic separation. PT Kalimantan Zircon Industri menarget produksi sebanyak 80 ton per hari pada shif siang  mulai pukul (07.00 – 16.00 WIB) dan shif malam (16.00 – 01.00 WIB).Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan secara langsung di lapangan dan mengkompilasi data tersebut dengan literatur berdasarkan teori yang berkaitan dengan pengolahan bahan galian khususnya mineral zircon menjadi zirconia. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 7 Tahun 2012 tanggal 6 Februari 2012 mengamanatkan bahwa pelaku usaha yang bergelut di bidang pengolahan mineral zircon diwajibkan melakukan peningkatan nilai tambah mineral melaui pengolahan dan pemurnian dengan kadar mineral zirconia berupa produk akhir 65,6 %. Rangkaian proses pengolahan ini dimulai dari pengolahan pada sluice box, meja goyang,  magnetic separation, dan elektrostatic separation dan pengulangan pengolahan pada pada sluice box, meja goyang, magnetic separation, dan elektrostatic separation serta mengkaitkan pengaruh kecepatan air tipis pada permukaan meja goyang dan peningkatan feed dalam pencapaian target produksi 80 ton per hari dan menganalisid hubungan pencapaian target produksi tersebut dengan feed, material balance dan  recovery.Dari hasil penelitian, sebanyak 86 ton material pasir zircon diperlukan untuk mendapatkan konsentrat zirconia 81,8 ton per hari, dengan kecepatan feed 2,384 kg/m, recovery 76,3 %, kecepatan aliran tipis air pada permukaan meja goyang 3,164 m/s, dan volume fluida 48,675 m/s. Kata-kata kunci : feed, konsentrat, pengolahan, zircon
EVALUASI PENCAPAIAN TARGET PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA AKTIVITAS PEMINDAHAN OVERBURDEN DI PIT1 BLOK15 PT RIMAU ENERGY MINING, SITE PUTUT TAWULUH Abdul Khair; Agus Triantoro; Riswan Riswan; Wahyu Nur Hidayat
Jurnal Himasapta Vol 4, No 01 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 01 April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.62 KB) | DOI: 10.20527/jhs.v4i01.474

Abstract

Dalam kegiatan penambangan batubara, peralatan mekanis seperti alat gali muat digunakan untuk pembongkaran overburden. Ketidaktercapaian produktivitas alat gali muat dan alat angkut sangat berpengaruh terhadap biaya pembongkaran overburden. Ada beberapa parameter yang menyebabkan ketidaktercapaian produktivitas alat gali muat dan alat angkut tersebut. Oleh karena itu, objek penelitian ini ditekankan untuk dapat mengetahui faktor-faktor penyebab ketidaktercapaian produktivitas alat gali muat dan alat angkut pada Pit. 1 Blok 15 PT Rimau Energy Mining untuk pencapaian target produktivitas berdasarkan analisis nilai waktu edar (cycle time), kondisi front kerja, tinggi jenjang, pola pemuatan, efisiensi kerja, geometri jalan angkut, grade resistance dan rolling resistance.Metode yang digunakan dalam penelitian ini didasarkanpada metode pengukuran actual dilapangan yang bertujuan mendapatkan hasil pada waktu sekarang. Proses pemecahan masalah menggunakan metode komputasi dan analisis disertai data-data berupa peta, gambar, grafik dan table yang dapat membantu dalam penyampaian informasi hasil penelitian.Dari Target Produktivitas alat gali muat PC 800 SE-7 Komatsu sebesar 265 BCM/Jam dan alat angkut ADT 40F Volvo sebesar 65 BCM/Jam pada blok 15 bulan Desember 2016. Produktivitas aktual alat gali muat PC 800 SE-7 Komatsu sebesar 247,25 BCM/Jam dengan tingkat ketercapaian 93,30% dan produktivitas aktual alat angkut ADT 40F Volvo sebesar 49,36 BCM/Jam (perunit) dengan tingkat ketercapaian 75,92%  pada Blok 15 bulan Desember 2016. Upaya peningkatan produktivitas alat gali muat dan alat angkut dilakukan dengan simulasi yaitu: a. Simulasi peningkatan produktivitas dengan cara mengganti kapasitas bucket aktual sebesar 4,6m3 menjadi sebesar 4,95 m3 pada alat gali muat PC 800 SE-7 sehingga produktivitas alat gali muat menjadi 266,06 BCM/Jam dengan pencapaian terhadap target sebesar 100,04%. b. Simulasi peningkatan produktivitas alat angkut dengan cara simulasi penambahan jumlah alat angkut, sehingga produktivitas alat angkut menjadi 76,05 BCM/Jam perunit pencapaian terhadap target produktivitas 117. Kata-kata kunci : cycle time, pemindahan overburden, produktivitas
EVALUASI CRUSHING PLANT DAN ALAT SUPPORT UNTUK PENGOPTIMALAN HASIL PRODUKSI DI PT BINUANG MITRA BERSAMA DESA PUALAM SARI, KECAMATAN BINUANG Imam Imam; Agus Triantoro; Riswan Riswan; Deddy J. Sitio
Jurnal Himasapta Vol 2, No 02 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 02 Agustus 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v2i02.942

Abstract

Target produksi crushing plant pada PT Binuang Mitra Bersama adalah 350 ton/jam. Namun target produktivitas yang ditargetkan sering tidak tercapai permasalahan yang dihadapi dalam suatu pengolahan batubara adalah adanya penundaan waktu baik yang dapat dihindari maupun tidak. Contoh seperti alat pengolahan batubara yang sedang breakdown, hopper penuh, sedang hujan, dan atau alat pengolahan batubara sedang maintenance. Terhadap keadaan ini tentunya diperlukan optimalisasi untuk mendapatkan waktu kerja yang produktif yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan untuk menghitung kapasitas produktivitas masing – masing komponen pada coal processing plant.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis factor-faktor pendukung produktivitas unit crushing plant seperti cycle time alat pengumpan, spesifikasi unit crusher dan belt conveyor, kondisi aktual lapangan  penyebab loss time seperti idle dan delay, serta breakdown time selama Bulan Februari Tahun 2016.Setelah dilakukan penelitian kegiatan crushing plant  untuk evaluasi pengoptimalan hasil produksi aktual unit crushing plant pada PT Binuang Mitra Bersama maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pencapaian target produksi seperti produktivitas dari alat cycle time alat pengumpan, unit crusher , dan belt conveyor. Berdasarkan data aktual didapatkan perhitungan produktivitas crushing plant sebesar 326,33 ton/jam. Berdasarkan data aktual  produksi pada bulan Februari, belum tercapai sehingga perlu dilakukannya  evaluasi serta langkah optimasi agar target tercapai. Melalui simulasi penambahan dump truck dan penambahan kapasitas muatan material batubara terhadap dump truck maka  target produksi pada bulan Februari  akan terpenuhi sebesar 375 ton/jam.
ANALISIS PENCAPAIAN TARGET PRODUKSI CRUSHER PADA CRUSHING PLANT PT BANUA TAPIN MANDIRI KABUPATEN TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Rahman Muhammad; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 01 April 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i1.3431

Abstract

PT Banua Tapin Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa penambangan dan pengolahan batubara dan penjualan. Usaha untuk meningkatkan kualitas batubara memerlukan kegiatan pengolahan batubara (coal processing plant) serta penjualan batubara. Pertimbangan pengembangan usaha datang dari pemikiran bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya batubara yang cukup besar.Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis pencapai target produksi crusher dengan melihat hasil kapasitas produksi teori dan nyata crusher dan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian target produksi dan kapasitas produksi aktua crusher.Hasil analisis kapasitas produksi aktual PT Banua Tapin Mandiri pada bulan November – Desember rata-rata sebesar 40.327 ton/bulan atau 1.845,05 ton/hari atau 267,99 ton/jam. Dengan merekomendasikan tiga sistem pengumpanan maka produktivitas unit crusher meningkat dari  183,5 ton/jam menjadi 527,31 ton/jam, Faktor-faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya kapasitas produksi aktual tahun 2016 yaitu supply material batubara dalam setiap bulannya bervariasi antara 47.000-70.000 Kata-kata kunci : produksi teoritis crusher, produksi aktual, crushing plant
EVALUASI RENCANA BIAYA REKLAMASI TERHADAP JAMINAN REKLAMASI PT XXX, DI KABUPATEN TANAH BUMBU Emma Rahmi; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 03 Desember 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v5i3.2893

Abstract

Dokumen Rencana Reklamasi sebagai salah satu syarat dalam penerbitan IUP Operasi Produksi merupakan bagian tak terpisahkan dari setiap tahap penambangan. Oleh karenanya, perencanaan reklamasi terintegrasi dengan perencanaan tambang, baik jangka panjang maupun pendek. Perencanaan reklamasi jangka panjang merupakan perencanaan sampai berakhirnya masa tambang, rencana kerja kegiatan reklamasi dituangkan kedalam Dokumen Rencana Reklamasi dengan peroide lima tahunan. Jaminan reklamasi ditempatkan pada bank pemerintah yang berada pada Provinsi Kalimantan Selatan.Proses evaluasi rencana biaya reklamasi didalam dokumen rencana reklamasi  PT XXX, dilakukan perhitungan terhadap komponen biaya langsung dan biaya tidak langsung meliputi biaya penagunaan lahan, biaya revegetasi dan biaya pencegahan dan penanggulangan air asam tambang (AAT), sedangkan biaya tidak langsung meliputi biaya mobilisasi  dan demobilisasi (2,5%), biaya perencanaan reklamasi(2%-10%), biaya administrasi dan keutungan kontraktor(3%-14%) dan biaya supervisi (2%-7%). Perhitungan komponen biaya tersebut dilakuakan agar penempatan jaminan reklamasi yang telah disediakan perusahaan dapat dapat menutup seluruh biaya reklamasi. Berdasarkan perhitungan sesuai dengan permen ESDM No.7 Tahun 2014 tentang pelaksanaan reklamasi dan pascatambang pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubaraBerdasarkan hasil evaluasi biaya rencana reklamasi periode pertama (lima Tahun) seluas 78,69 Ha yang terdiri dari perhitungan biaya   langsung  sebesar Rp 6.494.495.808,- dan biaya tidak langsung  sebesar Rp.1.846.636.158,- Total Jaminan Reklamasi yang harus ditempatkan perusahaan sebesar  Rp 8.341.131.965,-  dengan perhitungan jaminan perusahaan sebesar Rp 6.687.192.587,- maka perusahaan harus menutupi kekurangan biaya jaminan rencana reklamasi sebesar Rp 1.653.939.378,-.  Kata kunci: Rencana Biaya Reklamasi, Biaya Langsung, Biaya Tidak Langsung, Total Jaminan Reklamasi
ANALISIS BATAS PENAMBANGAN OPTIMAL BATUBARA MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA LERCHS-GROSSMAN 2D PADA PT METALINDO BUMI RAYA Wendly Wiwin; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.439 KB) | DOI: 10.20527/jhs.v5i1.2046

Abstract

PT Metalindo Bumi Raya telah melakukan penentuan pit limit dengan metode yang telah disetujui untuk menjadi acuan dalam penentuan pit limit tersebut. Penelitan ini bertujuhan untuk membuat disain pit limit dengan metode yang berbeda dengan yang digunakan oleh perusahan.Desain pit limit ditentukan dengan bantuan software yaitu Minescape dan excel. Penentuan batas pit limit bertujuan untuk menentukan seberapa efisiensinya dengan menggunakan metode algoritma Lerchs-Grossman apa layak untuk ditambang atau tidak.Dari hasil penelitain didapat pit limit dengan metode algoritma Lerchs-Grossman yaitu pada blok utara  harga kumulatif tertinggi yaitu pada 4421 USD. Sedangkan tonase batubara yaitu 149 blok dan tonase Ob yaitu 152 blok, sedangkan pada  blok selatan tidak efisen dilakukan proses  penambangan dengan metode algoritma Lerchs-Grossman karna setiap bloknya bernilai negatif. Kata-kata kunci: Pit limit, Algoritma Lerchs-Grossman, Biaya, Harga
Tata kelola pencadangan Wilayah Usaha Pertambangan dan Wilayah Pertambangan Rakyat berbasis SIG di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah Mula Janang; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Jurnal Himasapta Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v6i2.3965

Abstract

Wilayah Pertambangan (WP) adalah merupakan landasan bagi pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Dalam hal penyajian peta potensi bahan galian pada lokasi Wilayah Pertambangan (WP) menggunakan aplikasi pengolah peta berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui alur proses pencadangan wilayah khususnya Wilayah Usaha Pertambangan (WUP) dan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang adalah bagian dari Wilayah Pertambangan (WP),Dalam penelitian ini menggunakan metode yang digunakan yaitu Metode Analisis Data/Overlay Peta yang diperoleh dari Pengolahan Data Primer dan Data Sekunder. Berdasarkan Hasil Pengolahan Data Primer dan Data Sekunder serta telaah Peta melalui metode Analisis/Overlay Peta terdapat Faktor-faktor atau kendala-kendala yang mempengaruhi Pencadangan Wilayah pada daerah penelitian antara lain adanya perubahan Rencana Pola Ruang Wilayah, Adanya Penetapan Wilayah Pertambangan Pulau Kalimantan, Adanya Perubahan Fungsi Kawasan Hutan, adanya tumpang tindih dengan perizinan yg sudah ada baik dibidang pertambangan maupun lokasi Izin usaha lainnya seperti Perusahaan Perkebunan/HGU, serta adanya perubahan regulasi yang terkait langsung dengan kegiatan pertambangan mineral dan batubara. Kata-kata kunci: Izin Usaha Pertambangan, Izin Pertambangan Rakyat, overlay peta
EVALUASI ISIAN BAHAN PELEDAK MENGGUNAKAN ANALISIS DISTRIBUSI UKURAN FRAGMEN PADA PELEDAKAN BATUAN PENUTUP DI TAMBANG TERBUKA BATUBARA Ahmad Ali Syafi'i; Riswan Riswan; Romla Noor Hakim; Uyu Saismana; Kartini Kartini
Jurnal Himasapta Vol 1, No 01 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 01 April 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v1i01.910

Abstract

Peledakan dikatakan berhasil apabila batuan terberai menjadi fragmen dengan ukuran yang tepat untuk proses lanjutan. Proses lanjutan setelah pemberaian batuan penutup berupa pemuatan dan pengangkutan ke tempat penimbunan (disposal). Ukuran fragmen hasil peledakan harus sedapat mungkin mudah dimuat oleh alat muat yang beroperasi di lokasi peledakan saat itu. Permasalahan yang terjadi di lokasi penelitian ialah fragmen hasil peledakan yang berukuran ³ 70 cm sekitar 35%. Sedangkan perusahaan menargetkan maksimal 30%.  Fragmentasi erat kaitannya dengan perbandingan isian bahan peledak terhadap batuan yang terbongkar, yang diterapkan dalam bentuk geometri peledakan. Geometri peledakan yang diterapkan saat ini burden 8 m, spasi 9 m dengan kedalaman lubang yang bervariasi, diameter lubang ledak (D) 7.88 inchi dan subdrilling 0.5 m. Penelitian ini bertujuan menentukan geometri peledakan yang memberikan hasil paling optimum, yakni sesedikit mungkin isian bahan peledak untuk menghasilkan distribusi ukuran fragmen yang sesuai kriteria.Geometri peledakan, isian bahan peledak, dan distribusi ukuran fragmen hasil peledakan diamati di 3 lokasi pengamatan yaitu interburden seam B, interburden seam C, dan interburden seam D.  Hubungan pengaruh isian bahan peledak terhadap hasil fragmentasi dari data aktual di lapangan dianalisis menggunakan pendekatan persamaan regresi polinomial orde 2.  Sebagai perbandingan teoritis digunakan pula model matematis Kuzram.  Selanjutnya ditentukan isian bahan peledak yang diprediksi menghasilkan ukuran fragmen ³ 70 cm maksimal 20%.Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk mencapai target distribusi ukuran fragmen tersebut, diperlukan penambahan isian bahan peledak per lubang dengan burden dan spasi tetap 8 m x 9 m. Peledakan interburden seam B dengan tinggi jenjang 8 m memerlukan 208.34 kg bahan peledak per lubang, sementara untuk tinggi jenjang 10 m memerlukan 269.60 kg bahan peledak per lubang. Peledakan interburden seam C dengan tinggi jenjang 7 m memerlukan 306.4 kg bahan peledak per lubang, sedangkan untuk tinggi jenjang 8 m memerlukan 315 kg bahan peledak per lubang. Pada peledakan interburden seam D dengan tinggi jenjang 8 m diperlukan isian handak 290 kg per lubang. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi untuk melakukan kegiatan peledakan yang optimal. Kata-kata kunci: Burden, Fragmentasi, Isian Bahan Peledak, Peledakan, Spasi
Co-Authors Abbas Abbas Abdillah Rasyid Abdul Azis Abdul Khair Abrar Briando Noure Achmad Achmad Adip Mustofa Agus Santoso Agus Triantoro Agus Tryono Ahmad Ali Syafi’i Ahmad Ramli Ahmad Zaidan Aji Ahdinata Akhmad Rezni Ilhami Alpian Nafarin Andi Riduansyah Andi Syaputra Andri Toding Annisa Rizky Nur Adzmi Arief, Muhammad Zaini Ayuni Islamiaty Azwar Azwar Basri Basri Billy Grace Palit Deddy J. Sitio Dimas Saputra Eko Santoso Emma Rahmi Febri Amri Oktaviantono Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferdinandus Ferry Fernando Fikri, Hafidz Noor Freddy Aditya Gading Abi Pangestu Gita Andini Nilasari Gusfrimanuel Gusfrimanuel Gusti Yunizar Haipan Haipan Hambali Hambali Handri Irawan Hariyono Gunawan Heru Cahyo Prasakto Heru Heru I Gede Mahardika Putra I Putu Sugiarta Imam Imam Jhon Tohom Y.P Johan Eka Saputra Kartini Kartini Lasron Napitu Leo Cahyo Adi M Faisal Amiruddin M. Thoriq Bagoes Saifuddin Mahdi Salam Mahfudz Ade Kurnia Mardyanza Radeng Marselinus Untung Dwiatmoko Mart Wandy Mayati Isabella Muhammad Ali Syaefudin Muhammad Azmi Rahman Muhammad Fuady Muhammad Yusuf Mula Janang Muslikin Muslikin Noor Wahidatul Jannah Noviar Rahmatillah Nur Mulya Sari Nurhakim Nurhakim Oki Prastio Putri, Karina Shella Rahman Muhammad Rakhman Silvika Maksum Ramadhani Febrian Malta Rezky Ade Pratama Ricky Joetra Rizki Tri Cahyana Romansius Limbong Damanik Romla Noor Hakim Rudi Frianto Rusdi Suhairi Rusmawarni Rusmawarni Sayyidina Billynardo Bimantoro Subianto Subianto Syafira Dian Sari Thoni Riyanto Tiurlan Simamora Tri Lestari Tri Okta Maulana Uyu Saismana Wahyu Nur Hidayat Wendly Wiwin Wulandari Puspitasari Yosep Sumitra Yosua Dinata Olla Yuliana Yuliana