Jamaludin Jamaludin
Program Studi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako

Published : 48 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN NILAI PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI KEGIATAN KAMPUS MENGAJAR DI SEKOLAH DASAR Jamaludin Jamaludin; Shofia Nurun Alanur S Alanur S; Sunarto Amus; Hasdin Hasdin
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i3.2553

Abstract

Profil pelajar pancasila merupakan bagian dari visi misi kemendikbud, yang sangat penting dilaksanakan pada instansi pendidikan, untuk menumbuhkembangkan peserta didik sebagai pelajar pancasila, yang menunjukkan nilai beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri dan kreatif. Profil pelajar pancasila sebagai bagian dari kurikulum merdeka belajar, diharapkan diterapkan baik dalam pembelajaran maupun program merdeka belajar yakni kampus mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai profil pelajar pancasila melalui rangkaian kegiatan kampus mengajar 3 tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan metode studi dokumen dan wawancara. Informan penelitian adalah 5 orang mahasiswa yang melaksanakan kampus mengajar di SDN Sintuwu Lemba Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah. Data dianalisis dengan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, nilai profil pelajar pancasila diterapkan melalui kegiatan gotong royong, kegiatan literasi dan numerasi, pesantren kilat dan bimbingan agama, upacara bendera dan silaturahmi budaya sekolah. Profil pelajar pancasila sangat relevan dan bertalian dengan upaya pemerintah Indonesia dalam menerapkan pendidikan karakter di tingkat sekolah dan perguruan tinggi.
Hubungan Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan Dengan Pendidikan Anak Di Desa Sama Bahari Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong Jamaluddin; Nursholahatun
Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol. 16 No. 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya pendidikan anak dikarena kondisi sosial ekonomi yang belum dapat memenuhi kebutuhan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kondisi sosial ekonomi nelayan dengan pendidikan anak di Desa Sama Bahari kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Mautong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian ini di Desa Sama Bahari Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Mautong. Jumlah populasi yang dijadikan sampel yaitu 40. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi, dokumentasi, angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan Korelasi Person Product Moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi sosial ekonomi nelayan berhubungan dengan pendidikan anak di Desa Sama Bahari kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Mautong. Hal ini dapat dilihat 0,490 > 0,312 dengan taraf signikansi sebesar 5% dan tergolong sedang. Jadi, ditolak dan diterima, artinya ada hubungan antara kondisi sosial ekonomi nelayan dengan tingkat pendidikan anak di desa Samabahari Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Mautong.
Global Religious Diversity Values in the Study of International Relations Courses and Their Contributions in Character Education Shofia Nurun Alanur S; Hasdin; Jamaludin
Journal of Islamic Education Research Vol. 3 No. 1 (2022): Journal of Islamic Education Research
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jier.v3i1.221

Abstract

One of the educational missions that continue to be echoed is character education. Although the development of science and technology is advanced and evolving, to face the metaverse era, characters must continue to be directed, shaped and guided, especially among students as a younger generation. One of the values that must be strengthened is the value of religious and global diversity, from the profile of Pancasila students. Global diversity means being open-minded in interacting with other cultures, maintaining self-identity, and believing that such attitudes are part of the fear of God Almighty. This research aims to examine and describe these values in international relations courses. Data is collected through interview methods and literature studies of the subject matter. Data analysis uses reduction techniques, conclusions and data presentation. The results showed that in international relations courses, the value of global diversity is highly integrated. Discussion of international relations, international cooperation, international treaties, the international community and issues in international relations. The value of global character-diversity is needed in international associations. Strengthening religious values in the self so as not to be easily affected from the international negative environment. Understanding other cultures that are equipped with faith, solidarity and love for their own culture, giving birth to a generation that is able to interact with the world, take positive knowledge and lessons, and implement the progress of the country. This condition contributes to the efforts of character education and the formation of global citizens who uphold the value of faith in god.
PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF Shofia Nurun Alanur; Jamaludin; Sunarto Amus; Hasdin; Nasran
Jurnal Pendidikan Sang Surya Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Sang Surya
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jpss.v10i2.278

Abstract

The digitalization of education, especially in Pancasila and citizenship education, is a challenge to maintain the existence of Pancasila values ​​in life. Advances in digital technology can be utilized to contribute to the transfer of knowledge, strengthening national character and the profile of Pancasila students, as long as it is used wisely. One of them is through the use of interactive learning media. This study aims to describe how to strengthen the profile of Pancasila students in citizenship education through learning media using the Mentimeter application. This study is a descriptive qualitative study with a data collection method using a questionnaire via Google Form. The informants of this study were 69 Pancasila and citizenship education students. The results of the study showed that there were four values ​​of the Pancasila student profile that emerged during learning, namely moral values ​​towards humans, critical reasoning values, global diversity values ​​and mutual cooperation values. Moral values ​​towards humans are reflected in the attitude of students who respect and respect the opinions of others and accept their group. Global diversity values ​​are reflected in the attitude of students who do not discriminate between religion, ethnicity and region of origin in working together. Digitalization can encourage the development of national character.
STUDI BUDAYA POLITIK MAHASISWA MELALUI MATA KULIAH PENDIDIKAN POLITIK KEWARGANEGARAAN Shofia Nurun Alanur; Sunarto Amus; Jamaludin
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i1.139

Abstract

Kehidupan politik senantiasa berhubungan dengan masyarakat dan negara. Politik sebagai cara untuk mengupayakan terwujudnya tujuan dan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa sebagai agent of change harus memiliki budaya politik yang aktif berpartisipasi untuk dalam politk untuk tujun berbangsa dan bernegara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan budaya politik mahasiswa yang ditinjau dari pengetahun politik, kesadaran politik dan partisipasi politik melalui mata kuliah pendidikan politik kewarganegaraan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualiatatif. Data dikumpulkan dengan teknik angket terhadap 30 orang mahasiswa pendidikan pancasila dan kewarganegaraan universitas tadulako. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian, mahasiwa menunjukkan budaya politik partisipan yang dilihat dari indikator pengetahuan wajib menggunakan hak pilih dalam pemilu, alasan memilih dengan pertimbangan rekam jejak calon, kemauan mengajak orang lain menggunakan hak pilih serta penolakan terhadap politik uang dan kampanye hitam. Hasil analisis terhadap aspek pengetahuan, kesadaran dan partisipasi politik yang membentuk budaya politik partisipan mahasiswa, sejalan dengan aspek dalam pendidikan kewarganegaraan yaitu civic knowledge, civic skill, dan civic participation. Political life is always related to society and the state. Politics as a way to seek the realization of the goals and needs of society. Students as agents of change must have a political culture that actively participates in politics for the purpose of nation and state. This study aims to analyze and describe the political culture of students in terms of political knowledge, political awareness and political participation through civic political education courses. This research is a descriptive qualitative research. Data were collected using a questionnaire technique on 30 students of Pancasila education and citizenship at Tadulako University. Data analysis uses data reduction, data presentation and conclusion drawing. From the results of the study, students showed the political culture of the participants as seen from the indicators of knowledge of mandatory voting rights in elections, reasons for choosing based on candidate's track record, willingness to invite others to use their right to vote and rejection of money politics and black campaigns. The results of the analysis of aspects of knowledge, awareness and political participation that shape the political culture of student participants, are in line with aspects of civic education, namely civic knowledge, civic skills, and civic participation.
Integrasi Nilai Green-Constitution Melalui pendekatan Deep Learning dalam Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Sunarto Amus; Sukmawati sukmawati; Jamaludin Jamaludin; Rahmawati Rahmawati; Reza Oktaviani Maindo; Hardian Ningsi Safitri
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.12084

Abstract

The growing complexity of environmental crises demands that education plays a strategic role in fostering ecological awareness and environmentally responsible character among younger generations. One relevant approach is the integration of Green-Constitution values— a set of principles emphasizing that environmental preservation is part of human rights, a collective responsibility of citizens, and a constitutional obligation of the state. These values include the right to a clean and healthy environment, active participation in environmental governance, ecological justice, and intergenerational sustainability. This study aims to analyze the effectiveness of a learning approach that integrates Green-Constitution values with Deep Learning strategies in shaping environmental awareness and responsibility among students at SMAN Model Terpadu Madani Palu. The methodology involved pre-test and post-test assessments of 101 respondents, complemented by qualitative descriptive analysis of student responses. Initial findings revealed that students had a basic understanding of the right to a healthy environment, yet lacked a comprehensive connection to constitutional aspects and sustainable development goals. Following the implementation of value-based and reflective learning, there was a significant improvement in conceptual understanding, critical ecological awareness, and pro-environmental attitudes. These were manifested in real behavioral changes such as bringing reusable water bottles, sorting waste, planting trees, and conserving energy at school. The findings indicate that the integration of Green-Constitution values and Deep Learning is effective in systematically and contextually cultivating students’ ecological character.
The Effectiveness of Using Blooket Gamification in Increasing Motivation and Understanding of Pancasila Education Learning Concepts at SMPN 3 Banawa Febriana M. Pagisi; Jamaludin Jamaludin; Hasdin Hasdin
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 11 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i11.52295

Abstract

This study aims to analyze the implementation and effectiveness of gamification-based learning media in improving motivation and understanding of Pancasila Education concepts at SMP Negeri 3 Banawa. The research method used a descriptive interpretive qualitative approach with 110 eighth-grade students as research subjects. Data collection techniques included concept comprehension tests, learning motivation questionnaires, participatory observation, and in-depth interviews. The results of the study showed a significant increase in concept comprehension with an average post-test score of 74-78, up from 37-45. Student learning motivation increased substantially in all aspects: intrinsic motivation (85-93%), extrinsic motivation (83-88%), active involvement (85-93%), perseverance and effort (84-87%), and attitude towards the subject (83-91%). Blooket game-based learning proved to be effective in changing students' perceptions of Pancasila Education into a fun, interactive, and meaningful learning experience.
Improving Understanding and Collaboration of Grade IV Students of SDN Pulau Tiga through Discovery learning in Social Science Subjects Yulianti Barung; Jamaludin Jamaludin; Iskandar Iskandar
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2025): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v6i2.1529

Abstract

This study aims to improve students' understanding and collaboration skills through the application of the Discovery Learning model in fourth-grade science at Pulau Tiga Public Elementary School, Sombori Islands District, Morowali Regency, Central Sulawesi. The study used a descriptive qualitative approach, with one principal, one class teacher, one science teacher, and fifteen students as subjects. Data collection techniques included observation, interviews, tests, and questionnaires. The study showed a significant increase in student understanding, with an average N-Gain score of 0.5 (moderate category). The greatest improvement occurred in material contextualized to the students' environment. Furthermore, students' collaboration skills also improved, with an average N-Gain score of 0.4 for the contribution, time management, and problem-solving indicators. These findings demonstrate the effectiveness of the Discovery Learning model in improving elementary school students' conceptual understanding and collaboration skills in remote island areas. These findings provide practical implications for teachers in developing locally relevant learning strategies and opportunities for education policy in remote areas.
Pemanfaatan Teka Teki Silang Sebagai Media Pembelajaran PPKn Sukmawati Sukmawati; Jamaludin Jamaludin; Kumbara Kumbara; Irna Irna; Cahya Cahya; Madina Madina; Olha Olha; Nanang Nanang
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2608

Abstract

AbstrakSetelah sempat tidak ada tatap muka selama beberapa waktu yang diakibatkan oleh pandemic Covid-19, kini pemerintah mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hal ini tentu saja merupakan kabar yang menyenangkan bagi peserta didik karena setelah sekian lama belajar secara daring kini akhirnya dapat belajar secara tatap muka dan dapat bertemu dengan teman-teman. Namun tentu ada saja masalah yang di hadapi oleh para guru di awal pertemuan tatap muka,karena siswa yang terlalu lama atau sudah terbiasa belajar daring tentu saja harus beradaptasi dengan pembelajara tatap muka selain itu juga itu menambah minat belajar siswa juga harus dapat di lakukan oleh seorang guru bukan hanya memberikan materi semata. Karena pada saat pembelajaran daring tentu siswa setelah belajar akan sibuk dengan gadget mereka seperti bermain game,bersosial media dan lain-lain. Dan hal ini menyebabkan siswa betah belajar secara daring. Sekarang bagaimana cara guru agar siswa semangat dalam belajar tanpa harus bergantung pada gadget mereka.menyelingi permainan disaat jam pembelajaran dapat menjadi solusinya.media pembelajaran TTS dapat digunakan sebagai opsi untuk mengevaluasi belajar siswa apakah siswa sudah paham atau belum mengenai materi yang telah di berikan.selain dapat menambah minat beajar siswa TTS juga dapat meningkatkan Kerjasama antar siswa karena dalam menyelesaikan TTS ini dapat secara kelompok,dan dapat mempererat silaturahmi antara siswa karena lama tidak bertemu di karena kan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).Kata kunci: TTS, Media Pembelajaran, Teknologi Pendidikan AbstractAfter having had no face-to-face meetings for some time due to the Covid-19 pandemic, the government is now allowing Face-to-face Learning (PTM). This is, of course, good news for students because after so long online learning, they are now finally able to learn face-to-face and meet friends. But of course there are problems faced by teachers at the beginning of face-to-face meetings, because students who take too long or are used to studying online, of course, have to adapt to face-to-face learning. The teacher does not only provide material. Because at the time of online learning of course students after studying will be busy with their gadgets such as playing games, social media etc. And this causes students to feel at home learning online. Now how do teachers make students enthusiastic about learning without having to rely on their gadgets. Interspersing games during learning hours can be the solution. TTS learning media can be used as an option to evaluate student learning whether students already understand or not about the material that has been given. can increase interest in learning TTS students can also increase cooperation between students because in completing this TTS can be in groups, and can strengthen the relationship between students because they haven't seen each other for a long time because of Distance Learning (PJJ).Keywords: TTS, Instructional Media , Education Technology
Penerapan Media Pembelajaran Role Playing Dalam Pembelajaran PPKn Sukmawati Sukmawati; Jamaludin Jamaludin; Kembarini Kembarini; Rahmadani Rahmadani; Saparudin Saparudin; Fitra Fitra; Siti Siti; Josua Josua; Ali Ali
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2611

Abstract

AbstrakDewasa ini partisipasi siswa dalam proses belajar dan mengajar dapat dikatakan cukup kurang terutama dalam pembelajaran PPKn,hal ini tentu dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Rendahnya hasil belajar siswa ini biasanya dapat disebabkan karna dalam proses pemberian materi guru lebih sering membirikan metode ceramah selain itu pembelajaran PPKn yang lebih banyak berisikan materi dibandingkan dengan praktek mengakibatkan siswa menjadi jenuh dan bersikap pasif dalam proses pembelajaran, tidak heran jika dalam proses pemberian materi siswa kadang tidak fokus. Selain itu untuk anak-anak di era sekarang ini pemberian materi akan lebih dapat tersampaikan jika dibarengi dengan praktek sedangkan materi dalam pembelajaran PPKn lebih banyak menggunakan metode ceramah dengan materi yang cukup banyak kita dapat menggunakan alternatif media pembelajaran  role playing dalam kegiatan belajar dan menggajar dalam media pembelajaran  role playing ini kita dapat mengevaluasi apakah penyampaian materi yang kita berikan dapat diterima dengan baik oleh siswa selain itu media pembelajaran  role playing ini juga dapat menambah gairah belajar siswa karna siswa dituntut harus mampu menggingat materi apa saja yang sudah diberikan. Media pembelajaran  role playing ini juga dapat melatih kerja sama antara siswa sehingga akan terjalin komunikasi bukan hanya antara siswa dan guru saja tetapi antara siswa dengan siswa juga sehingga siswa akan menjadi aktif didalam kelas. Kata kunci:  role playing,Media Pembelajaran,Pembelajaran PPKn AbstractToday's student participation in the learning and teaching process can be said to be quite lacking, especially in Civics learning, this of course can affect student learning outcomes. The low student learning outcomes can usually be caused because in the process of providing material the teacher more often gives lecture methods in addition to PPKn learning which contains more material than practice causes students to become bored and passive in the learning process, it is not surprising that in the process of giving material students sometimes do not focus. In addition, for children in this era, the provision of material will be more conveyable if accompanied by practice, while the material in PPKn learning uses the lecture method with quite a lot of material, we can use alternative  role playing learning media in learning activities and teaching in this  role playing learning media, we can evaluate whether the delivery of the material The teaching method is well received by students. In addition, this  role playing learning media can also increase students' learning passion because students are required to be able to remember what material has been given. This  role playing learning media can also train collaboration between students so that communication will be established. not only between students and teachers but between students and students as well so that students will be active in the classroom. Keywords:  role playing, Learning Media, Civics Learning
Co-Authors Abdelghani Yahyaoi Abdul Rahman Abdy Evansyah Ade Ayu Aditya Aditya Agil Agil Agios Tangkuman Agusmita Agusmita Ahmad Gafar Ali Ali Alif Akbar Alifiyah Fitri Nuraisyah Alnawati Alnawati Anastasya Anastasya Andi Rahmatullah Anggriani Lagonda Anis Anis Anjeli Ayu Ranteallo Anjelina Anjelina Annisa Rahmayani Anthonius Palimbong Ardi Ardi Arif Saefudin Ariyadi Ariyadi Arliah Tri Sajana Sastrawati Asep Anggi Buldani Askar Askar Aswad Aswad Asyer Emarvino Kaitu Basran Basran Bela Bela Bryan Bryan Bulan Bulan Cahya Cahya Chairul Anwar Dahlia Syuaib Dalil Dalil Deansi Deansi Dewa Ayu Made Suryani Dewi, Dinie Anggraeni Dinarti Dinarti Dini Prastika Lagole Dwi Septiwiharti Eli Eli Elma Tiana Era Era Fadilla Fadilla Fadly Fadly Fahril Fahril Fani Fani Fatima Az-Zahra Febriana M. Pagisi Febriani Febriani Febrianto Febrianto Fera Fera Fifi Fifi Fina Fatikhatus Solikhah Firman Firman Fitra Fitra Fitria Fitria Fitriani Fitriani Gerhana Gerhana Gersiani Appang Allo Gita Gita Grasia Eirene Dimba Yelvita Dimba Hardian Ningsi Safitri Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Hasdin Hildayanti Hildayanti Hilwa Hilwa Husaena Almahdali Husain Husain Husni Husni Ibnu Ibnu Idrus Intan Triana Iqra Ifan Irna Irna Ishak Ishak Iskandar Iskandar Isra Isra Isti Qumaira Ivon Ivon Jesicca Jesicca Jihan Fatihah Josua Josua Juana Juana Juisda Elisabet Julian Julian Kaharuddin Nawing Kartini Kartini Kembarini Kembarini Kiki Rinawati Kumbara Kumbara Lilla Amalia Lisa Selviana Lisdayani Lisdayani Loso Judijanto Lukman Nadjamuddin M. Shanda Saputra Madina Madina Marzella Dalla Mayangsari Mayangsari Miftahul Jannah Milan Milan Minarni Minarni Mita Mita Moh Fahrisi Moh. Mudatsir Moh. Rifky Nadila Yulianingsi Nanang Nanang Nasran Nasran Nasran, Nasran Nelfi Nelfi Nia Nia Niluh Niluh Nini Martini Nirmaya Sasnita Sari Novianti Novianti Nur Ainun Nur Azizah Nuraftitah Nuraftitah Nuralia Hamdan Nuralia Nuralia Nurfaisa Nurfaisa Nurhadija Nurhadija Nurhikma Nurhikma Nursholahatun Nursianna Nursianna Nursysyfa Nursysyfa Nurul Asrina Nurul Falah Nurul Hidayah Nurul Ma'rifatika Olha Olha Parigul Parigul Puspa Bandaso Putri Apriani Putri Putri Putri Sabina Putri Wahida Rahmadani H. Dunggio Rahmadani Rahmadani Rahmat Rahmat Rahmawati Rahmawati Renaldi Renaldi Reza Oktaviani Maindo Rezaldi Rezaldi Rian Rian Rifqa Rifqa Rini Wulandari Risal Risal Riska Maharani Riska Tambidjonga Riskina Saputri Rista Rista Sahrul Sahrul Saparudin Saparudin Sartina Sartina Sarwina Ayu Lestari Septiana Septiana Shofi Nurul Fath Shofia Nurun Alanur Shofia Nurun Alanur Shofia Nurun Alanur S Silvia Silvia Sisi Sisi Siti Fatima Siti Fatimah Siti Nurhaliza Siti Rukmana Siti Siti Sri Wahyuni Stevania Stevania Sukmawati Sukmawati Sukmawati, Sukmawati Sumawati Sukmawati Sunarto Amus Sunarto Amus Sunarto Amus Syafaat Muqaddin Tanti Tanti Tantri Tantri Taufik Taufik Taufiq Eka Riandhana Tedy Yudiansa Tesa Tesa Tri Nurfallah Umul Astifa Visca Visca Wafiq Saifullah Wanda Wanda Widya Astuti Windy Makmur Windy Makmur Witra Witra Yasinta Yasinta Yulianti Barung Zulwana Zulwana