Zakiah Zakiah
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Aceh Periode 2003-2018 Fatimatu Zahra; Irwan Irwan; Zakiah Zakiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.084 KB)

Abstract

Pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah sehingga pada akhirnya kemakmuran masyarakat meningkat. Bertambahnya produksi barang dan jasa tersebut sesuai dengan kemajuan teknologi penyesuaian kelembagaan dan ideologi yang diperlukan. Adapun beberapa indikator dalam mengukur pertumbuhan ekonomi yaitu ekspor, investasi yang terdirir atas PMA dan PMDN dan pengeluaran pemerintah. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk menganalisis pengaruh nilai ekspor, nilai investasi dan nilai pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh pada tahun 2003-2018. Data yang dihasilkan berupa data sekunder yang bersumber dari badan pusat statistik Aceh (BPS) dalam bentuk data runtun waktu (time series) tahun 2003 -2018. Analisis data dilakukan dengan menggunakan persamaan regresi linier berganda yang terdiri dari tiga variabel dengan menggunakan metodeOLS (Ordinary Stage Least Square). Empat  variable tersebut adalah ekspor, investasi yang terdiri dari penanaman modal asing, penanaman modal dalam negeri dan pengeluaran pemerintah Aceh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa nilai f pada Pvalue yaitu sebesar 0,000 jauh diambang batas sebesar 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa Ekspor, investasi dan pengeluaran pemerintah secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh. Pvalue pada uji t-statistik menunjukkan besaran 0,000 α = 0,05 (5%) yang bermakna bahwa variabel ekspor berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh. Nilai Pvalue pada uji t-statistik menunjukkan besaran 0,521 α = 0,05 (5%) yang bermakna bahwa variabel penanaman modal asing tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi Aceh. Nilai Pvalue pada uji t-statistik menunjukkan besaran 0,271 α = 0,05 (5%) yang bermakna bahwa variabel penanaman modal dalam negeri tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh. Nilai Pvaluepada uji t-statistik menunjukkan besaran 0,014 α = 0,05 (5%) yang bermakna bahwa variabel pengaluaran pemerintah berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh.
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Komoditi Tomat dan Cabai Merah di Kota Banda Aceh Rahmatun Fauza; Zakiah Zakiah; Suyanti Kasimin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.086 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i2.7222

Abstract

Abstrak.  Tomat dan cabai merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok yang dibutuhkan oleh setiap rumah tangga. Sebagian besar makanan Nusantara disajikan dengan bahan tomat dan cabai, bahkan tomat dan cabai dapat digunakan dalam kesempatan yang sama. Terjadinya fluktuasi harga pun menyebabkan ketidakstabilan ekonomi pada konsumen karena tomat dan cabai termasuk dalam sembilan bahan pokok. Konsumen membeli kebutuhannya dengan proses yang disebut dengan perilaku konsumen. Prefrensi merupakan salah satu perilaku konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap kombinasi atribut tomat dan cabai merah; serta mengetahui atribut pembelian tomat dan cabai merah yang paling diprioritaskan oleh konsumen. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat bantu penelitian, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan buah tomat yang menjadi preferensi konsumen adalah buah tomat yang berasal dari Medan, dengan harga terendah yaitu Rp 8.000,- dengan daya tahan selama 6-9 hari dan tomat dengan tingkat kesegaran sangat segar dengan rasa buah tomat yang manis.Sedangkan cabai merah yang menjadi preferensi konsumen adalah cabai merah berjenis cabai keriting, dengan harga cabai terendah atau Rp 34.000,- dengan daya tahan cabai selama 5-6 hari dan tingkat kesegaran cabai merah sangat segar dan rasa atau tingkat kepedasan yang pedas. Adapun atribut yang paling diprioritaskan oleh konsumen terhadap tomat dan cabai merah masing-masing jenis tomat dan harga cabai merah. Analysis of Consumer Preferences Towards the Commodity Tomato and Hot Pepper in Banda Aceh
Analisis Kelayakan Finansial Agroindustri Tahu di Desa Lamteumen Barat Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh Nova Fitrah Zahara; Lukman Hakim; Zakiah Zakiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.811 KB)

Abstract

Abstrak. Industri pangan mempunyai prospek bisnis yang baik dan keberadaannya selalu dibutuhkan, salah satu industri pengolahan yang banyak dijalankan adalah industri berbasis kedelai. Produk pangan hasil olahan kedelai yang sudah cukup dikenal di Indonesia adalah produk olahan tahu. Selain harganya yang cukup murah, tahu bernilai gizi tinggi. Banyaknya permintaan konsumen akan tahu akan menyebabkan banyaknya industri tahu bermunculan. Salah satu pengusaha tahu yang terdapat di Aceh adalah Industri Tahu Rion di Desa Lamtemen Barat Kecamatan Jaya Baru kota Banda Aceh. Namun industri tahu Rion menggunakan bahan baku kedelai impor dalam memproduksi tahu walaupun harganya lebih mahal dari harga Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan agroindustri tahu rion di desa Lamteumen Barat Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh ditinjau dari aspek finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri tahu rion di desa Lamteumen Barat Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh layak dijalankan dilihat dari aspek finansial dengan nilai NPV bernilai positif, Net B/C lebih besar dari 1, IRR lebih besar dari discount factor 10% dan nilai Break Event Point (BEP) lebih cepat dari umur ekonomis usaha. Dari analisis sensitivitas, kenaikan biaya produksi 10% tanpa diikuti kenaikan benefit dan penurunan benefit 10% dengan biaya produksi tetap menunjukkan bahwa usaha agroindustri tahu Bapak Rion tidak layak untuk dilanjutkan dan sangat berpengaruh terhadap kelayakan usaha tahu bapak Rion. 
Identifikasi Adopsi E-commerce dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja UMKM Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus: Kota Banda Aceh) Ega Keumala; Zakiah Zakiah; Safrida Safrida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.147 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.22820

Abstract

Abstrak. Kota Banda Aceh mengandalkan sektor UMKM sebagai roda penggerak perekonomiannya, dengan pertumbuhan sebesar 69,95% dalam 5 tahun terakhir. Pesatnya pertumbuhan UMKM yang terjadi pada era digitalisasi semestinya menjadi peluang bagi UMKM untuk meningkatkan profitabilitas usahanya bahkan ditengah kondisi krisis ekonomi sebagai dampak dari pandemi covid-19, melalui pemanfaatan e-commerce. Akan tetapi, pemanfaatan e-commerce oleh pelaku UMKM masih tergolong rendah dan belum diterapkan secara optimal karena kurangnya sumber daya dan kemampuan yang menghambat peluang tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis beberapa faktor yang diduga menjadi pengaruh adopsi e-commerce oleh UMKM dan dampaknya bagi kinerja UMKM pada masa pandemi covid-19 di kota Banda Aceh. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan analisis regresi linear sederhana, dengan menggunakan sumber data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan skala ukur likert melalui wawancara dengan 100 pelaku UMKM di kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial faktor teknologi, manfaat teknologi, dan organisasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap adopsi e-commerce, sedangkan faktor lingkungan berpengaruh secara positif namun tidak signifikan terhadap adopsi e-commerce, dengan besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 47,6%. Kemudian, diperoleh pula hasil bahwa adopsi e-commerce berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM pada masa pandemi covid-19 di kota Banda Aceh.Identification of E-commerce Adoption Its Effect on MSEM Performance During The Covid-19 Pandemic (Case Study: In Banda Aceh City)Abstract. The City of Banda Aceh relies on the MSME sector as a driving force for its economy, with a growth of 69.95% in the last 5 years. The rapid growth of MSMEs that occurred in the digitalization era should be an opportunity for MSMEs to increase their business profitability even in the midst of the economic crisis as a result of the covid-19 pandemic, through the use of e-commerce. However, the utilization of e-commerce by MSME actors is still low and has not been implemented optimally due to the lack of resources and capabilities that hinder these opportunities. The purpose of this study is to analyze several factors that are suspected to be the influence of e-commerce adoption by MSMEs and their impact on MSME performance during the covid-19 pandemic in the city of Banda Aceh. The analytical method used is multiple linear regression analysis and simple linear regression analysis, using primary data sources obtained through the distribution of questionnaires with a Likert scale through interviews with 100 MSME actors in the city of Banda Aceh. The results showed that partially technological factors, technological benefits, and organization had a positive and significant effect on e-commerce adoption, while environmental factors had a positive but not significant effect on e-commerce adoption, with the magnitude of the influence of the independent variables on the dependent variable of 47 .6%. Then, the results also obtained that e-commerce adoption had a positive and significant effect on the performance of MSMEs during the Covid-19 pandemic in the city of Banda Aceh.
Analisis Ketimpangan Pendapatan Masyarakat Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan Hera Widiasari; Zakiah Zakiah; Sofyan Sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.188 KB)

Abstract

Abstrak. Distribusi pendapatan adalah pembagian penghasilan di dalam masyarakat. Dalam proses produksi, para pemilik faktor produksi akan menerima imbalan seharga faktor produksi yang diberikan dalm proses produksi. Proses membayar harga barang. Akan tetapi pada saat yang lain akan menjadi penyedia faktor modal, tenaga kerja, sumberdaya alam, atau faktor keahlian sehingga, pada saat tertentu akan menerima bagian pendapatan pada saat yang lain pula akan membayar harga barang. Kabupaten Aceh Selatan merupakan wilayah yang memiliki 13,48% tingkat kemiskinannya. Hal ini menunjukkan bahwa angka kemiskinan di wilayah tersebut tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya seperti Aceh Singkil, Gayo Lues dan juga Pidie Jaya. Seiring dengan terjadinya transformasi perekonomian daerah maka profesi penduduk yang bekerja pada sektor sebagai petani juga sudah mulai menurun. Sementara penduduk yang bekerja pada sektor jasa dan manufaktur relatif meningkat jumlahnya dalam proporsi penduduk yang bekerja di Kabupaten Aceh Selatan. Kondisi ini menunjukkan sektor pertanian tidak lagi dominan dalam menyerap tenaga kerja di Kabupaten Aceh Selatan. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimakah distribusi pendapatan masyarakat kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan distribusi pendapatan masyarakat kecamatan Tapaktuan di Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini dilakukan/dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2018. Pemilihan lokasi berdasarkan adanya klasifikasi pekerjaan seperti petani, PNS, buruh, pedagang dan nelayan. Data atau sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 60 responden diambil secara startified random sampling, yaitu sampel yang diambil berdasarkann tujuan tertentu dimana sampel terdiri dari 60 responden dari 639 populasi yang ada, sehingga sampel yang diambil sebesar 10% dari jumlsh populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya masyarakat di kecamatan Tapaktuan memiliki mata pencaharian yang berbeda – beda yaitu petani, pedagang, PNS, buruh dan nelayan. Nilai Koefisien gini (gini ratio) untuk distribusi pendapatan masyarakat sampel di Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan pada tahun 2018 adalah sebesar 0,39 maka dapat diketahui bahwa tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat sampel berada dalam kategori sedang.
PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG SECARA INTENSIF (Studi Kasus Pada UD. Niwatori Di Gampong Meunasah Krueng Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar) Tuanku Zakaria; Zakiah Zakiah; Indra Indra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.873 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i2.2869

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prospek pengembangan usaha penggemukan sapi potong secara intensif pada UD. Niwatori berdasarkan studi kelayakan usaha, serta untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat usaha. Studi kelayakan usaha dikaji berdasarkan aspek teknis, aspek pasar dan aspek finansial. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini  menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis studi kelayakan usaha dan analisis deskriptif untuk menganalisis faktor pendorong dan penghambat usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penggemukan sapi potong pada UD. Niwatori memiliki prospek yang baik berdasarkan studi kelayakan usaha yang  didasarkan pada aspek teknis, aspek pasar dan aspek finansial. Hasil penelitian ini juga menunjukkan yang menjadi faktor pendorong usaha adalah faktor pangsa dan potensi pasar, ketepatan lokasi usaha, ketersedian pakan, dan dukungan dari pemerintah. Faktor penghambatnya adalah faktor ketersediaan bibit dan proses penanganan limbah.BUSINESS DEVELOPMENT PROSPECTS OF FATTENING BEEF CATTLE INTENSIVELY ( A Case Study of UD.Niwatori Gampong Meunasah Krueng  Subdistrict Ingin Jaya District Aceh Besar )Abstract. The purpose of this study was to determine the development prospects fattening beef cattle intensively at UD. Niwatori based on feasibility study, and to investigate the driving factors and inhibiting factor of business. Feasibility Study assessed based on the technical aspects, market aspects and financial aspects. This research uses primary data and secondary data. This research uses qualitative and quantitative analysis to analyze feasibility study and descriptive analysis to analyze the driving factors and inhibiting factor of business. The results showed that fattening beef cattle at UD. Niwatori has good prospects based on business feasibility study by the technical aspects, market aspects and financial aspects. The results also  showed  the driving factor  is market share and market potential, accuracy of location, market availabiliy and government support. The inhibiting factor is availability off cows and the waste processed.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi, Konsumsi, dan Harga Beras di Provinsi Aceh Ade Israwati; Teuku Makmur; Zakiah Zakiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.863 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5565

Abstract

Abstrak. Beras yang menjadi bagian bulir tanaman padi (Oryza Sativa L.) merupakan salah satu penganan pokok (primer) di Indonesia. Beras menjadi komoditas penting di Indonesia karena negara ini memiliki konsumsi beras per kapita terbesar di dunia. Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi dengan produksi padi tertinggi dan cukup stabil di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi, konsumsi, dan harga beras di Provinsi Aceh dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif (deskriptif) dan metode kuantitatif. Model yang digunakan adalah modifikasi model ekonometri, yaitu metode 2SLS (two stage least square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi beras di Provinsi Aceh dipengaruhi oleh harga beras lokal, harga gabah tingkat petani, luas areal panen dan harga pupuk. Konsumsi beras di Provinsi Aceh dipengaruhi oleh harga beras lokal dan pendapatan perkapita penduduk. Dan harga jual beras lokal Provinsi Aceh produksi beras dan konsumsi beras.Factors Affecting Production, Consumption, and Price of Rice In Aceh Province.Abstract. Rice that come from rice plant (Oryza Sativa L.), is one of staple food (primary) in Indonesia. Rice become important commodity in Indonesia because this country being the largest rice consumption per capita in the world. Aceh province is one of province with the highest rice production and stable enough in Indonesia. This study aims to determine what factors that affect production, consumption, and price in Aceh, which is this sudy uses quantitative research method. The method that used in this research is qualitative method (descriptive) and quantitative method. The model that used is modification of econometric model, which is 2SLS method (two stage least square). The result of this study showed that rice production in Aceh Province are affected by local rice prices, grain prices on farmers level, harvest area, and fertilizer prices. Rice consumption in Aceh Province are affected by local rice prices and income per capita. And local rice prices in Aceh Province are affected by rice production and rice consumption.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Kreaif Implikaisinya Terhadap Peningkatan Pendapat dan Nilai Tambah Kerupuk Tiram (Studi Kasus di Desa Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala Kota Bnada Aceh) Dhea Faradila; Lukman Hakim; Zakiah Zakiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24346

Abstract

Abstrak. Pemberdayaan masyarakat adalah sebuah proses kegiatan yang dimana pemberdayaan ditinjau berdasarkan tahapan dalam suatu program kegiatan agar tercapainya sebuah sasaran berdasarkan jangka waktu yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pola pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif implikasinya terhadap peningkatan pendapatan serta untuk mengetahui nilai tambah produk kerupuk tiram. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan metode Hayami. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah sensus. Respondennya ialah sekelompok wanita pelaku usaha kerupuk tiram yang berjumlah 6 orang. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pola pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh masyarakat Alue Naga bersama Natural Food yaitu pola kemitraan usaha dan berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan dengan dibentuknya usaha ekonomi kreatif pengolahan tiram menjadi kerupuk tiram. Usaha kerupuk tiram mengasilkan output sebesar 8 Kg dalam satu kali proses produksi. Nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan tiram menjadi kerupuk tiram adalah sebesar Rp 602.500, dengan rasio nilai tambah sebesar 73%. Nilai tambah pengolahan tiram menjadi kerupuk tiram dikategorikan tinggi karena mencapai 40 %.Abstract. Community empowerment is an activity process in which empowerment is reviewed based on the stages in an activity program in order to achieve a target based on a predetermined time period. This study aims to find out how the pattern of community empowerment based on the creative economy has implications for increasing income and to find out the added value of oyster cracker products. This research was analyzed using descriptive analysis and the Hayami method. The sampling method used is census. Respondents were a group of women in the oyster cracker business, totaling 6 people. The results of the study show that the pattern of community empowerment carried out by the Alue Naga community with Natural Food is a business partnership pattern and has implications for increasing income by forming a creative economic business processing oysters into oyster crackers. The oyster cracker business produces an output of 8 kg in one production process. The added value obtained from processing oysters into oyster crackers is IDR 602,500, with an added value ratio of 73%. The added value of processing oysters into oyster crackers is categorized as high because it reaches 40%.
Strategi Pemasaran Tanaman Hias di Desa pango Raya Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh Aini Fitri; Edy Marsudi; Zakiah Zakiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23053

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk Menentukan strategi pemasaran yang tepat untuk tanaman hias di Desa Pango Raya Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Objek penelitian ini adalah Usaha Tanaman Hias di Desa Pango Raya Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Ruang lingkup penelitian ini ialah terbatas pada Strategi Pemasaran Usaha Tanaman Hias di Desa Pango Raya Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Adapun metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh, menurut Sugiyono (2017) sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi dijadikan sampel. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan kuisioner. Analisis yang dipakai yaitu analisis IFAS, EFAS dan analisis SWOT. Hasil dari analisis SWOT didapatkan usaha tanaman hias di Desa Pango Raya Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh berada pada kuadran I yaitu strategi agresif, sehingga tanaman hias dapat memanfaatkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Selanjutnya diharapkan kepada pemilik usaha tanaman hias sebaiknya melakukan manajemen pemasaran melalui promosi digital marketing maupun secara langsung kepada seluruh konsumen.Marketing Strategies for ornamental Plant in Pango Raya Village, Ulee Kareng District, Banda Aceh CityAbstract. The aim of this research was to determine the appropriate marketing strategy for ornamental plants in Pango Raya Village, Ulee Kareng District, Banda Aceh City. The object of this research is the Ornamental Plant Business in Pango Raya Village, Ulee Kareng District, Banda Aceh City. The scope of this research is limited to the Marketing Strategy for Ornamental Plant Businesses in Pango Raya Village, Ulee Kareng District, Banda Aceh City. The sampling method in this study used saturated samples, according to Sugiyono (2017) saturated sampling is a sampling technique when all members of the population are sampled. In this study using qualitative research, data collection was done by means of interviews and questionnaires. The analysis used is IFAS analysis, EFAS and SWOT analysis. The results of the SWOT analysis show that the ornamental plant business in Pango Raya Village, Ulee Kareng District, Banda Aceh City is in quadrant I, namely an aggressive strategy, so that ornamental plants can take advantage of their strengths to take advantage of existing opportunities. Furthermore, it is hoped that ornamental plant business owners should carry out marketing management through digital marketing promotions or directly to all consumers.