Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Perbandingan Leukosituria, Nitrit, Leukosit Esterase dengan Kultur Urin dalam Mendiagnosis Infeksi Saluran Kemih pada Anak Sabriani, Jehan; Umboh, Adrian; Manoppo, Jeanette I. Ch.
Medical Scope Journal Vol 2, No 2 (2021): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.2.2.2021.32596

Abstract

Abstract: Urinary tract infection (UTI) in children is the most common infection after upper airway infection. The diagnosis of UTI is based on urine culture, however, this examination takes a longer time and is quite expensive. Therefore, the diagnosis of UTI can also be confirmed by using leukocyturia, nitrite, and leukocyte esterase tests although they can not replace urine culture as the gold standard. This study was aimed to determine the accuracy of positive leukocyturia, positive nitrite, positive leukocyte esterase examination, combination of positive leukocyturia and nitrite examinations, positive leukocyturia and leukocyte esterase, and leukocyturia, nitrite, positive leukocyte esterase in diagnosing UTI. This was a literature review study. The results of the literature review showed that the range of accuracy of UTI diagnosis using positive leukocyte esterase examinations was 9-6.8%, positive nitrite was 2.8-100%, leukocyte esterase was 13.7-86%, combination of positive leukocyturia and nitrite had a sensitivity value of 33 %, and specificity of 94%, combination of positive leukocytic and leukocytic esterase had a sensitivity value of 70% and a specificity of 90%, and combination of leukocyturia, nitrite, and leukocyte esterase had an accuracy range of 100%. In conclusion, these examinations coul be used to confirm the diagnosis of UTI in children especially if the urine culture can not be performed on them.Keywords: urinary tract infection (UTI), leukocyturia, nitrite, leukocyte esterase, urine culture, children Abstrak: Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi yang paling sering terjadi pada anak setelah infeksi saluran napas atas. Diagnosis ISK ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan kultur urin, namun pemeriksaan ini membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang cukup mahal. Pemeriksaan leukosituria, nitrit, dan leukosit esterase juga membantu dalam mendiagnosis ISK, namun ketiga pemeriksaan ini belum dapat menggantikan kultur urin sebagai baku emas untuk mendiagnosis ISK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar ketepatan pemeriksaan leukosituria positif, nitrit positif, leukosit esterase positif, gabungan pemeriksaan leukosituria dan nitrit positif, leukosituria dan leukosit esterase positif, dan gabungan leukosituria, nitrit, leukosit esterase positif dalam mendiagnosis ISK. Jenis penelitian ialah literature review. Hasil penelitian menunjukkan kisaran ketepatan diagnosis ISK menggunakan pemeriksaan leukosituria positif yaitu 9-6,8%, nitrit positif sebesar 2,8-100%, leukosit esterase sebesar 13,7-86%, gabungan leukosituria dan nitrit positif memiliki nilai sensitivitas 33%, dan spesifisitas sebesar 94%, gabungan leukosituria dan leukosit esterase positif memiliki nilai sensitivitas 70% dan spesifisitas sebesar 90%, serta gabungan pemeriksaan leukosituria, nitrit, dan leukosit esterase memiliki kisaran ketepatan sebesar 100%. Simpulan penelitian ini ialah pemeriksan-pemeriksaan tersebut dapat membantu menegakkan diagnosis ISK pada anak terutama bila kultur urin tidak memungkinkan dilakukan.Kata kunci: infeksi saluran kemih (ISK), leukosituria, nitrit, leukosit esterase, kultur urin, anak
Faktor Risiko Terjadinya Enterokolitis Nekrotikan pada Neonatus Palinggi, Eoudia S.; Manoppo, Jeanette I. Ch.; Rompis, Johnny L.
e-CliniC Vol. 13 No. 1 (2025): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v13i1.59445

Abstract

Abstract: Necrotizing enterocolitis is inflammation of babies' digestive tract and the main cause of morbidity and mortality of premature neonates in the NICU. The exact etiology of necrotizing enterocolitis is not known so far. This study aimed to determine prematurity, formula feeding, sepsis, anemia, congenital heart disease and preeclampsia/eclampsia in mothers as risk factors for necrotizing enterocolitis in neonates and other risk factors that influence the incidence of necrotizing enterocolitis. This was a quantitative and analytical study with a cross sectional design. Sampling techniques were total sampling of necrotizing enterocolitis cases (38 patients) and executive sampling for control cases (38 patients) admitted to Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado using data of medical records. The results of the distribution table analysis and chi-square test showed that the risk factors analyzed that had p<0.05, namely prematurity (p<0.001), and sepsis (p<0.001). Other variables did not have significant relationships with the incidence of necrotizing enterocolitis (p>0.05), as follows: formula milk consumption (p>0.387), anemia (p>0.234), congenital heart disease (p>0.556), and mothers with preeclampsia/ eclampsia (p>0.556). In conclusion, prematurity and sepsis are risk factors for necrotizing enterocolitis in neonates at Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital, Manado. Keywords: risk factors; necrotizing enterocolitis; neonates   Abstrak: Enterokolitis nekrotikan (EKN) merupakan peradangan pada usus saluran cerna bayi yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatus prematur di NICU. Tingkat kematian EKN makin tinggi pada bayi yang lebih kecil. Sampai saat ini etiologi yang jelas mengenai EKN belum diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prematur, pemberian susu formula, sepsis, anemia, penyakit jantung bawaan, dan preeklamsi/eklamsi pada ibu sebagai faktor risiko terjadinya EKN pada neonatus, dan mengetahui faktor risiko lain yang memengaruhi kejadian EKN. Jenis penelitian ialah analitik kuantitatif dengan desain potong lintang. Teknik sampling penelitian ialah total sampling pada kasus EKN 38 pasien  dan executive sampling pada kontrol EKN 38 pasien yang dirawat di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado melalui sumber data rekam medis. Hasil analisis tabel distribusi dan uji chi-square menunjukkan bahwa faktor risiko yang dianalisis mempunyai p<0,05 ialah faktor prematur (p<0,001), dan sepsis (p<0,001). Variabel lainnya tidak hubungan bermakna dengan kejadian EKN dengan nilai p>0,05 sebagai berikut:  pemberian susu formula (p>0,387), anemia (p>0,234), penyakit jantung bawaan (p>0,556), dan preeklamsi/eklamsi pada ibu (p>0,556). Simpulan penelitian ini ialah prematur dan sepsis merupakan faktor risiko terjadinya enterokolitis nekrotikan pada neonatus di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Kata kunci: faktor risiko; enterokolitis nekrotikan; neonatus
Hubungan Mutu Pelayanan dengan Kepuasan Pasien di Instalasi Gawat Darurat Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Karundeng, Andri Harce; Manoppo, Jeanette I. Ch.; Kaunang, David E.
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48054

Abstract

Abstrak Masalah mutu pelayanan kesehatan masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama dalam meningkatkan kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mutu pelayanan dan kepuasan pasien di IGD RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 100 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis model SERVQUAL, yang mencakup lima dimensi: keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh dimensi mutu pelayanan memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan pasien (p < 0,05), dengan keandalan sebagai faktor paling dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan pelayanan yang responsif, empatik, dan profesional sebagai strategi untuk meningkatkan persepsi pasien terhadap layanan rumah sakit. Penelitian ini memberikan dasar empiris bagi manajemen rumah sakit untuk mengembangkan kebijakan mutu pelayanan yang lebih terarah. Kata Kunci: mutu pelayanan, kepuasan pasien, instalasi gawat darurat, SERVQUAL. Abstract The quality of healthcare services remains a crucial issue in Indonesia, especially in improving patient satisfaction in Emergency Departments (ED). This study aimed to analyze the relationship between service quality and patient satisfaction at the Emergency Department of RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. A quantitative approach with a cross-sectional design was applied, involving 100 respondents selected through accidental sampling. Data were collected using a questionnaire based on the SERVQUAL model, encompassing five dimensions: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. The results showed that all service quality dimensions were significantly associated with patient satisfaction (p < 0.05), with reliability being the most dominant factor. These findings emphasize the need for responsive, empathetic, and professional healthcare services to improve patient perception of hospital care. This research provides empirical evidence to support the development of more targeted service quality policies in hospital management. Keywords: service quality, patient satisfaction, emergency department, SERVQUAL.
Variabilitas Iklim dan Insiden Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Kepulauan Talaud, Indonesia: Studi Deret Waktu Ekologi (2021–2024) Mangole, Daniel Agustinus; Langi, Fima L. F. G.; Kaunang, Wulan P. J.; Manoppo, Jeanette I. Ch.; Nelwan, Jeini Ester
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 3 (2025): Juni 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i3.2110

Abstract

Indonesia memiliki beban DBD tertinggi di Asia Tenggara. Kabupaten Talaud secara konsisten menunjukkan angka kejadian DBD tertinggi di Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola temporal dan pengaruh variabel iklim terhadap kejadian DBD di Kabupaten Talaud dari tahun 2021 hingga 2024. Studi ekologi dilakukan dengan menggunakan data kasus DBD bulanan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Talaud dan data iklim dari BMKG. Regresi binomial negatif diterapkan menggunakan perangkat lunak R. Pola fluktuasi diamati dengan puncak dua tahunan dan lima perubahan tren yang signifikan. Curah hujan merupakan satu-satunya faktor iklim yang berhubungan signifikan dengan kejadian DBD; setiap peningkatan 100 mm curah hujan dikaitkan dengan peningkatan kasus sebesar 27% (IRR = 1,27; p = 0,034). Suhu dan durasi penyinaran matahari menunjukkan efek perlindungan yang tidak signifikan. Curah hujan bulanan dapat berfungsi sebagai indikator peringatan dini wabah DBD di wilayah kepulauan terpencil dengan infrastruktur kesehatan terbatas. Hal ini mendukung integrasi data iklim ke dalam sistem surveilans DBD lokal.
Karakteristik Hasil Pemeriksaan Endoskopi Saluran Pencernaan dan Temuan Patologi Anatomi pada Anak dengan Nyeri Perut Berulang di Rumah Sakit Kandou Lingas, Linda; Manoppo, Jeanette I. Ch.; Warouw, Sarah M.
Sari Pediatri Vol 27, No 4 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.4.2025.224-30

Abstract

Latar belakang. Nyeri Perut Berulang (RAP) pada anak adalah keluhan pediatri umum yang memengaruhi kualitas hidup anak dan keluarganya. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi temuan diagnostik dari esophagogastroduodenoscopy (EGD), kolonoskopi, dan penilaian patologi anatomi (PA) pada anak dengan RAP. Metode. Penelitian deskriptif retrospektif dilakukan pada 95 anak berusia 5-18 tahun dengan RAP sesuai Kriteria ROME IV yang menjalani endoskopi di RSUP Kandou Manado dari Januari 2023 hingga Juni 2024. Data usia, jenis kelamin, status gizi, hasil endoskopi, dan patologi dianalisis. Hasil. Dari 95 anak, 67 menjalani EGD dan 28 menjalani kolonoskopi. Median usia pasien dalam penelitian adalah 15 tahun dengan IQR 13-16 tahun. RAP lebih sering terjadi pada perempuan (81,1%). Sebagian besar pasien memiliki berat badan normal (57,9%), diikuti obesitas/kelebihan berat badan (17,9%), dan gizi kurang (8,4%). Temuan EGD berupa gastritis (71,6%) dan esofagitis (9%), sedangkan kolonoskopi mengidentifikasi hiperplasia nodular multipel di ileum terminal (64,3%). Gastritis (85,3%) dan ileitis (40,0%) mendominasil hasil penillaian Patologi Anatomi. Mual dan muntah berhubungan signifikan dengan diagnosis gastritis (p=0,002; p=0,003) sedangkan perdarahan saluran cerna berhubungan signifikan dengan diagnosis hiperplasia dan ileitis (p<0,001). Kesimpulan. Pada anak RAP yang menjalani endoskopi, gastritis dan multiple nodular hyperplasia merupakan temuan tersering, menunjukkan bahwa endoskopi dapat membantu mengidentifikasi penyebab organik pada kelompok terpilih ini.
Faktor Determinan Kelelahan Kerja pada Tenaga Kesehatan di Ruang Operasi: Studi Cross Sectional di Indonesia Liando, Frisca Pricilia; Doda, Diana Vanda Daturara; Manoppo, Jeanette I. Ch.; Pinontoan, Odie; Sinolungan, Jehosua S. V.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2484

Abstract

Kelelahan kerja merupakan masalah penting pada tenaga kesehatan di ruang operasi karena berdampak pada keselamatan pasien, kualitas pelayanan, dan kesejahteraan tenaga kesehatan. Ruang operasi memiliki karakteristik pekerjaan dengan tuntutan fisik dan mental yang tinggi, durasi kerja panjang, serta pengaturan shift yang berpotensi meningkatkan risiko kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor determinan kelelahan kerja pada tenaga kesehatan di ruang operasi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di ruang operasi sebanyak 62 orang dijadikan sampel penelitian. Variabel independen meliputi usia, shift kerja, masa kerja, dan beban kerja, sedangkan variabel dependen adalah kelelahan kerja. Analisis data dilakukan secara bivariat dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p=0,033), shift kerja (p=0,045), masa kerja (p=0,037), dan beban kerja (p=0,005) berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja. Variabel yang paling dominan berpengaruh adalah shift kerja (p=0,036; OR: 6,056) dan usia. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kelelahan kerja pada tenaga kesehatan ruang operasi dipengaruhi oleh faktor individual dan faktor pekerjaan, sehingga diperlukan pengelolaan beban kerja dan pengaturan shift yang lebih optimal untuk menurunkan risiko kelelahan kerja.
Strategi Administrasi Kebijakan Kesehatan dalam Peningkatan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Militer: Studi Kualitatif Eksploratif di RS TNI AL dr. Wahyu Slamet, Bitung Taniyo, Sunarty Sunaryo; Manoppo, Jeanette I. Ch.; Nelwan, Jeini; Kaunang, Wulan Pingkan Julia; Kristanto, Erwin Gidion
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2486

Abstract

Rumah sakit dituntut tidak hanya memberikan pelayanan klinis bermutu, tetapi juga menerapkan tata kelola administrasi dan kebijakan kesehatan yang efektif untuk meningkatkan kepuasan pasien. Rumah sakit militer memiliki karakteristik organisasi dan sistem kebijakan yang berbeda dari rumah sakit sipil, sehingga memerlukan kajian khusus. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi administrasi kebijakan kesehatan dalam meningkatkan kepuasan pasien di RS TNI AL dr. Wahyu Slamet Bitung melalui pendekatan kualitatif eksploratif. Data dikumpulkan pada November 2025 melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan telaah dokumen terhadap informan kunci dari unsur manajemen, administrasi medis, serta pasien atau keluarga, kemudian dianalisis menggunakan analisis konten dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi administrasi kebijakan kesehatan diterapkan melalui empat dimensi utama yaitu struktural, operasional, partisipatif, dan evaluative, yang berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan pasien melalui penataan struktur dan sumber daya, penyederhanaan alur layanan JKN, penguatan komunikasi dan pelibatan pasien, serta evaluasi mutu berkelanjutan. Namun, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan sarana-prasarana, ketidakstabilan integrasi sistem informasi, dan pemanfaatan data umpan balik yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsistensi implementasi kebijakan dan pemanfaatan data berbasis mutu merupakan kunci peningkatan kepuasan pasien di rumah sakit militer.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Diet DASH dengan Tekanan Darah pada Orang Dewasa dengan Hipertensi: Studi Cross-Sectional Lebe, Nisa F. M.; Manoppo, Jeanette I. Ch.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2525

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat utama yang berkontribusi besar terhadap penyakit kardiovaskular. Salah satu upaya nonfarmakologis yang direkomendasikan adalah penerapan pola makan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH), yang efektivitasnya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan individu. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan diet DASH dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Rambunan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri dari 111 penderita hipertensi yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Tingkat pengetahuan diet DASH diukur menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan tekanan darah diukur secara langsung. Analisis data meliputi analisis univariat, dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan diet DASH rendah (70,3%) dan berada pada kategori hipertensi derajat 2 (73,0%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan diet DASH dan tekanan darah (p < 0,001). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan diet DASH berperan penting dalam pengendalian tekanan darah. Penguatan edukasi gizi berbasis komunitas perlu diprioritaskan sebagai strategi promotif dan preventif pengendalian hipertensi.
Hubungan antara Kualitas Kehidupan Kerja Perawat dan Kinerja Perawat di Rawat Inap Rumah Sakit: Studi Cross Sectional Simbala, Marsyella Arystia; Manoppo, Jeanette I. Ch.; Lampus, Harsali Fransiscus; Tuda, Josef Sem Berth; Kristanto, Erwin Gidion
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2528

Abstract

-Kinerja perawat merupakan determinan penting mutu pelayanan rumah sakit dan keselamatan pasien, yang salah satunya dipengaruhi oleh Quality Nursing Work Life (QNWL). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara QNWL dan kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Dr. J.H. Awaloei Tateli. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan melibatkan seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap sebanyak 80 orang melalui teknik total sampling. QNWL diukur menggunakan kuesioner Brooks dan Anderson yang mencakup dimensi work life/home life, work design, work context, dan work world, sedangkan kinerja perawat diukur menggunakan instrumen Standar Asuhan Keperawatan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Fisher–Freeman–Halton Exact, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dimensi work world yang berhubungan signifikan dengan kinerja perawat (p = 0,019), sementara dimensi QNWL lainnya tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Analisis multivariat mengonfirmasi bahwa work world merupakan determinan paling dominan terhadap kinerja perawat (OR = 4,33; p = 0,031). Temuan ini menegaskan bahwa persepsi positif terhadap nilai profesi, penghargaan, dan rasa aman dalam bekerja berperan penting dalam meningkatkan kinerja perawat, sehingga penguatan dukungan organisasi dan citra profesi perlu menjadi prioritas dalam manajemen rumah sakit.
Studi Kasus Kualitatif tentang Penerapan Rekam Medis Elektronik dan Dampaknya terhadap Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah di Indonesia Ramoh, Andrea Putra; Manoppo, Jeanette I. Ch.; Kapantow, Nova H.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi strategi penting dalam peningkatan mutu dan efisiensi pelayanan kesehatan, khususnya pada layanan rawat jalan. Namun, bukti empiris berbasis konteks lokal terkait dampak RME terhadap waktu tunggu pelayanan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan RME dan pengaruhnya terhadap waktu tunggu pelayanan rawat jalan di RSUD Maria Walanda Maramis, Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan dilaksanakan selama Oktober–Desember 2025. Informan dipilih secara purposive, melibatkan empat orang, terdiri dari dua pasien rawat jalan dan dua pimpinan rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta telaah data waktu tunggu dari dasbor Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME berkontribusi terhadap perbaikan waktu tunggu pelayanan rawat jalan, yang dipengaruhi oleh faktor manusia (pengetahuan dan kemauan pengguna), faktor mesin (ketersediaan sarana dan stabilitas jaringan), serta faktor metode (standar prosedur operasional dan pendampingan implementasi). Studi ini menegaskan bahwa keberhasilan penerapan RME tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan organisasi dan sumber daya pendukung.