Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pembelajaran Materi Geometri Transformasi dengan Model Think Pair Share berbantuan Geogebra Yulinar Safitri; Cut Morina Zubainur; Mukhlis Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.889 KB)

Abstract

Hasil belajar siswa pada materi geometri transformasi masih rendah. Hal ini terjadi karena banyaknya kendala ataupun kekurangan yang dialami siswa dalam menjawab soal geometri transformasi. Strategi yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar geometri transformasi siswa yaitu pembelajaran dengan model Think Pair Share (TPS) berbantuan geogebra. Model TPS mempunyai ciri khusus dalam pembelajaran yakni mendiskusikan konsep matematika dengan metode berpikir, berpasangann dan berbagi pengetahuan serta pemahaman. Teknologi pembelajaran yang sesuai dalam pembelajaran matematika geometri transformasi adalah dengan menggunakan geogebra sebagai salah satu software dinamis dan konstruktif, serta memiliki tampilan yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran geometri transformasi dengan model TPS berbantuan geogebra. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Meureudu Kabupaten Pidie Jaya, sedangkan sampel penelitian yang dipilih secara random yaitu siswa kelas IX-1 yang berjumlah 26 siswa. Data penelitian ini berupa hasil belajar siswa yang dikumpulkan melalui seperangkat instrumen tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran materi geometri transformasi dengan model TPS berbantuan geogebra. Hasil analisis data menunjukkann nilai    sehingga H0 ditolak dan  diterima. Implikasi kajian ini guru dapat menggunakan model TPS berbantuan geogebra untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran pada sub materi geometri lainnya. Kata Kunci:     Hasil Belajar, Think Pair Share, Geogebra
Level Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education di Kelas VII MTsN 1 Banda Aceh Mulinda Mulinda; Cut Morina Zubainur; Mukhlis Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.345 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis amat diperlukan siswa untuk menghadapi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Kenyataan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa masih rendah. Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dapat dilaksanakan guru untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Pendekatan ini memberi kesempatan kepada siswa menemukan sendiri konsep matematika melalui penyelesaian berbagai masalah kontekstual. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui level kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pembelajaran dengan pendekatan RME. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-2 MTsN 1 Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan instrumen tes uraian harian. Kemampuan berpikir kreatif dalam penelitian ini diukur melalui empat indikator yaitu memahami masalah, kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk indikator memahami masalah, sebanyak 4 (11.5%) siswa berada pada level 0, 4 (11.5%) siswa berada pada level 2, 7 (20%) siswa berada pada level 3 dan 20 (57%)  siswa berada pada level 4. Untuk indikator kefasihan, sebanyak 8 (22.9%) siswa berada pada level 1 dan 27 (77.1%)  siswa berada pada level 4. Untuk indikator fleksibilitas, sebanyak 4 (11.5%) siswa berada pada level 0, 1 (2.8%) siswa berada pada level 1, 18 (51.4%) siswa berada pada level 2 dan 12 (34.2%) siswa berada pada level 4. Untuk indikator kebaruan, sebanyak 33 (94.2%) siswa berada pada level 0 dan 2 (5.8%) mencapai berada pada level 2.  Kata Kunci:         Pendekatan realistic mathematic education, Kemampuan berpikir kreatif, Pecahan.
Ketuntasan Belajar Siswa melalui Penerapan Model Discovery Learning dengan Pendekatan Open-Ended pada Materi Persamaan Linier Dua Variabel Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Banda Aceh Eryza Ilmiana; Suhartati Suhartati; Mukhlis Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.411 KB)

Abstract

Discovery Learning merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa untuk menemukan sendiri pemahaman dan konsepnya. Open-Ended merupakan salah satu pendekatan yang menyajikan masalah terbuka yang memiliki jawaban benar lebih dari satu. Penelitian ini menerapkan model discovery learning dengan pendekatan open-ended pada materi persamaan linear dua variabel di kelas VIII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa pada materi persamaan linear dua variabel melalui penerapan model discovery learning dengan pendekatan open-ended di kelas VIII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling, dimana kelas yang dipilih adalah kelas VIII-B dengan jumlah siswa 22 orang. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pre-eksperimen design, yaitu one shot case study. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes, angket respon siswa, dan lembar observasi lapangan. Pengolahan data menggunakan uji-t dengan simpangan baku populasi ) tidak diketahui. Uji yang digunakan adalah uji satu pihak, yaitu uji pihak kanan dengan taraf signifikan . Hasil analisis data tes menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa sebesar 78,41 dengan simpangan baku 10,93. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh nilai thitung (3,07) lebih dari nilai ttabel (1,72), sehingga dapat dikatakan bahwa Ho ditolak. Disamping itu, hasil analisis respon angket menunjukkan bahwa 27,27% siswa memberikan respon sangat setuju, sedangkan 72,73% siswa memberikan respon setuju. Sementara itu hasil lembar observasi lapangan untuk aspek pengamatan guru memperoleh nilai rata-rata 4 yang berada pada kategori baik dan untuk aspek pengamatan siswa memperoleh nilai rata-rata 3,77 yang juga berada pada kategori baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model discovery learning melalui pendekatan open-ended hasil belajar siswa dapat mencapai ketuntasan pada materi persamaan linear dua variabel di kelas VIII SMP Negeri 10 Banda Aceh.Kata kunci:    Discovery Learning, Open-Ended, Persamaan Linear Dua Variabel, Ketuntasan Belajar
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Teorema Pythagoras Berbasis Daring melalui Model Pembelajaran CORE untuk Membangun Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Maulinda Maulinda; Cut Morina Zubainur; Mukhlis Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan mata pelajaran yang diajarkan secara daring dalam masa COVID-19. Salah satu kemampuan yang penting dimiliki oleh siswa yaitu kemampuan pemecahan masalah matematis agar mudah dalam menyelesaikan berbagai masalah matematika. Kemampuan tersebut dapat dilatih melalui pemberian permasalahan yang membutuhkan waktu bagi siswa untuk berpikir. Model pembelajaran CORE menjadi solusi, karena menitikberatkan siswa terlibat aktif dalam mengandalkan daya pikirnya dan memberdayakan pengetahuan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran pada materi Teorema Pythagoras melalui model pembelajaran CORE berbasis daring untuk membangun kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang valid. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Model Plomp dengan tiga tahapan yaitu pengkajian awal, perancangan, dan penilaian. Sesuai dengan tujuan penelitian, maka penelitian ini hanya menjalankan dua dari tiga tahapan tersebut yaitu tahap pengkajian awal dan perancangan. Tahap pengkajian awal terdiri atas kegiatan analisis kurikulum, analisis materi Teorema Pythagoras, analisis model pembelajaran CORE, analisis peraturan pelaksanaan pembelajaran untuk masa darurat COVID-19, dan analisis kebutuhan perangkat. Tahap perancangan yaitu tahap pembuatan perangkat pembelajaran dan kegiatan validasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu validator yang merupakan ahli di bidang pendidikan matematika dan teman sejawat yang merupakan lulusan magister pendidikan matematika. Instrumen dalam penelitian ini berupa lembar analisis kurikulum, analisis materi Teorema Pythagoras, analisis model pembelajaran CORE, analisis peraturan pelaksanaan pembelajaran untuk masa darurat COVID-19 dan analisis kebutuhan perangkat serta lembar validasi lintasan belajar, RPP, LKPD, dan Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (TKPMM). Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu perangkat pembelajaran berupa lintasan belajar, RPP, LKPD dan TKPMM pada materi Teorema Pythagoras melalui model pembelajaran CORE untuk tiga kali pertemuan memenuhi kriteria valid dari aspek isi dan konstruk. Implikasi penelitian ini yaitu perangkat pembelajaran yang dihasilkan perlu diujicobakan untuk menguji kepraktisan serta diterapkan pada beberapa sekolah untuk mengukur efektivitas.Keywords:     Perangkat pembelajaran, Daring, CORE, Pemecahan masalah matematis.
KLASIFIKASI KEMAMPUAN MAHASISWA BERDASARKAN BIDANG MATEMATIKA Khairul Umam; Mukhlis Hidayat; Fitri N; Auliani Fadillah; Isna F
Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin
Publisher : Geuthèë Institute, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52626/jg.v5i1.141

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk mengklasifikasi kemampuan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Syiah Kuala. Data ini diambil minimal mahasiswa letting 2019, kemudian dikategorikan berdasarkan kemampuan komputer, kemampuan statistik dan kemampuan geometri.Penelitian ini dilakukan diProgram Studi Pendidikan Matematika Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang menggambarkan kejadian apa adanya, tidak memberikan perlakuan atau pengubahan pada variabel bebas, digambarkan dengan nilai pada setiap mata kuliah yang sudah ditetapkan (munasiahunindra,2021 (Syaodih, 2014)). Subjek yang diteliti yaitu mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Syiah Kuala, minimal letting 2019.fungsi diskriminan fisher yang terbentuk adalah  = 34.666  + 26.828  + 52.757  + 16.901  – 0.198  + 11.814  + 3. 204= 31.096  + 16.018  + 59.182  + 23.624  – 0.306  + 10.433  + 4.374= 30.841  + 18.742  + 54.594  + 16.392  + 4.998  + 14.34  + 4.772Hasil penelitian ini menujukkan bahwa kemampuan mahasiswa banyak dominan ke komputer
ANALISIS DISKRIMINAN UNTUK MENCARI TINGGI RENDAHNYA RATA-RATA HASIL BELAJAR MAHASISWA MATEMATIKA BERDASARKAN TEMPAT TINGGAL M Hasbi; Suhartati Suhartati; Suryawati Suryawati; Mukhlis Hidayat
Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Geuthee : Penelitian Multidisiplin
Publisher : Geuthèë Institute, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.678 KB) | DOI: 10.52626/jg.v1i1.7

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tentang hasil belajar mahasiswa matematika berdasarkan tempat tinggal. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengedarkan angket kepada setiap mahasiswa matematika di empat universitas yang berbeda. Data mentah yang telah dikumpulkan terlebih dahulu dinormalkan menggunakan log kemudian dianalisis menggunakan discriminan fisher melalui aplikasi SPSS. Variabel dependen dalam penelitan ini adalah tinggi rendahnya hasil belajar mahasiswa matematika, sedangkan variabel independen terdapat 10 faktor yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya hasil belajar mahasiswa matematika berdasarkan tempat tinggalnya. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dari 100 sampel yaitu 14 dari 30 sampel yang bertempat tinggal di rumah, 11 dari 30 sampel di kos, dan 20 dari 40 sampel di dayah mendapatkan hasil belajar yang tinggi. Artinya, 45 sampel yang memiliki hasil belajar yang tinggi berdasarkan tiga tempat tinggal. Sedangkan 55 sampel lainnya memiliki nilai yang rendah. Fungsi diskriminan fisher yang terbentuk adalah: P1 = (-0.325)X1 + (3.192)X2 + (6.199)X3 + (1.429)X4 + (3.448)X5 + (7.559)X6 + (1.251)X7 + (2.612)X8 + (1.823)X9 + (35.362)X10 P2 = (-0.308)Y1 + (2.899)Y2 + (6.071)Y3 + (0.567)Y4 + (3.187)Y5 + (6.411)Y6 + (0.560)Y7 + (2.088)Y8 + (2.025)Y9 + (33.879)Y10 P3 = (-0.684)Z1 + (2.623)Z2 + (4.809)Z3 + (1.983)Z4 + (4.961)Z5 + (5.609)Z6 + (-0.344)Z7 + (2.745)Z8 + (1.925)Z9 + (34.731)Z10 Discriminant Analysis To Calculate High Low Average of Learning Mathematical Students Based on Residence This research is a research about the result of student learning mathematics based on residence. Data collection was done by circulating questionnaires to each mathematics student at four different universities. The raw data that has been collected is normalized using logs and then analyzed using discriminant fisher through SPSS application. The dependent variable in this research is the high of the mathematics student learning result, while the independent variable there are 10 factors that can influence the high of the mathematics student learning result based on their place of residence. The results obtained in this study from 100 samples are 14 out of 30 samples residing at home, 11 out of 30 samples in boarding house, and 20 out of 40 samples in dayah get high learning result. That is, 45 samples that have high learning outcomes based on three dwellings. While 55 other samples have low value. The function of the fisher discriminant formed is: P1 = (-0.325)X1 + (3.192)X2 + (6.199)X3 + (1.429)X4 + (3.448)X5 + (7.559)X6 + (1.251)X7 + (2.612)X8 + (1.823)X9 + (35.362)X10 P2 = (-0.308)Y1 + (2.899)Y2 + (6.071)Y3 + (0.567)Y4 + (3.187)Y5 + (6.411)Y6 + (0.560)Y7 + (2.088)Y8 + (2.025)Y9 + (33.879)Y10 P3 = (-0.684)Z1 + (2.623)Z2 + (4.809)Z3 + (1.983)Z4 + (4.961)Z5 + (5.609)Z6 + (-0.344)Z7 + (2.745)Z8 + (1.925)Z9 + (34.731)Z10
Blended Learning Program: An Alternative Solution to Improve Students TOEFL Score Endang Komariah; Mukhlis Hidayat; Nurlaili Nurlaili
AT-TA'LIM Vol 26, No 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.801 KB) | DOI: 10.15548/jt.v26i1.356

Abstract

This action research aims at finding out how the blended learning can improve students toefl score. The design of this research is an action research which consists of four steps in a cycle, they are: planning, action, analysis and reflection. In planning step the reserachers did FGD which involved the students, instructors, the dean, the head of language centres and staff to discuss the problems and the alternative solution, designed the syllabus and prepared the materials. In the action step, the blended learning was implemented , 50%was  in Face to Face (F2F) mode and other 50% was in information and technology (IT) mode (CALL, email, WA and SMS).The subjects were 20 students from 16 Study Programs in FKIP at the eight semester who have ever joined TOEFL but have not achieved the target score stated by the university, 477.The implementation of Blended learning was observed and analyzed as the next step. The Reflection result showed that Blended learning could improve the students TOEFL score. The students also enjoyed the activities and they believed blended learning helped them improve their TOEFL score. Therefore it is recommended that the University implement the Blended learning program as an alternative solution to solve the problem.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Geogebra pada Materi Persamaan Garis Singgung Kurva terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Arie Kurniawan; M. Ikhsan; Mukhlis Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan belajar matematika peserta didik adalah daya serap pada pembelajaran matematika. Untuk meningkatkan daya serap peserta didik dibutuhkan model pembelajaran yang tepat seperti PBL Agar suasana pembelajaran lebih dinamis diperlukan media pembelajaran salah satu adalah aplikasi geogebra yang dipadukan dalam model PBL. Geogebra merupakan aplikasi matematika yang dapat menyelesaikan masalah mengenai kalkulus, geometri, aljabar dan statistika. Tujuan dari riset ini yaitu mengetahui pengaruh model PBL berbantuan geogebra  terhadap hasil belajar peserta didik pada materi persamaan garis singgung kurva. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif dengan jenis penelitian true experimental design melalui control group pre-test post-test. Populasi peneltian yaitu seluruh peserta didik kelas XI di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Sampel Penelitian diambil secara acak. Instrumen penelitian berupa soal tes berbentuk uraian yang terdiri atas pre-test dan post-test. Hasil analisis data pre-test disimpulkan bahwa pemahaman awal kedua kelas sama. Analisis data post-test kedua kelas memakai uji -t karena berdistribusi normal serta homogen. Hasil pengolahan nilai post-test diperoleh  dan dengan taraf signifikan serta dk = 33, sehingga maka  diterima. Kesimpulan bahwa tidak terdapat pengaruh model PBL berbantuan Geogebra pada materi persamaan garis singgung kurva di kelas XI SMA Negeri 12 Banda Aceh. Kata Kunci:    Problem Based Learning, Geogebra, Persamaan Garis Singgung Kurva, Hasil Belajar.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa di SMP Negeri 1 Sukamakmur Aceh Besar Fujia Miranda; Tuti Zubaidah; Mukhlis Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan representasi matematis adalah kemampuan siswa dalam mengungkapkan ide-ide matematika yang dapat berupa diagram, tabel, grafik, simbol matematika, model matematika, kata-kata, dan sebagai alat bantu untuk menyelesaikan permasalahan. Kemampuan representasi sangat penting dalam mempelajari matematika sehingga perlu dimiliki oleh setiap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa di SMP Negeri 1 Sukammaknur. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah mix methods dengan jenis sekuensial eksplanatori. Subjek penelitian ialah 17 siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Sukamakmur. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan instrumen tes kemampuan representasi matematis, kemudian dilanjutkan dengan wawancara dan observasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa dia SMP Negeri 1 Sukamakmur tergolong sedang dan rendah. Data hasil tes menunjukkan perolehan rata-rata siswa dalam menyelesaikan soal tes hanya mencapai angka 32 dari skor total 40 dengan 3 siswa memperoleh nilai kategori tinggi atau 17,65%, 11 siswa dengan kategori sedang atau 58,82%, dan 4 siswa lainnya berada di kategori rendah atau 23,53% sementara itu berdasarkan wawancara ditemukan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami dan mengerjakan soal representasi yang diberikan. Kata Kunci:    representasi matematis, materi lingkaran. 
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Geogebra pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel di Kelas VIII SMP Negeri 1 Labuhan Haji Luthfia Asnawi; M. Ikhsan; Mukhlis Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran berbasis masalah berbantuan Geogebra dapat digunakan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Model ini dapat merangsang siswa menjadi lebih aktif dengan menekankan pada penyelesaian masalah yang berdasarkan pada kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan Geogebra pada materi SPLDV di kelas VIII SMP Negeri 1 Labuhan Haji. Jenis penelitian ini ialah kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain yang digunakan adalah Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi dari penelitian ini merupakan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Labuhan Haji berjumlah 137 siswa. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VIII1 yang berjumlah 29 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII2 yang berjumlah 27 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dengan 4 butir soal uraian. Data diolah dengan menggunakan statistik uji-t untuk melihat perbedaan rata-rata antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hasil analisis data diperoleh bahwa thitung ttabel (2,02 1,67) yang berarti H0 ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan Geogebra lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan pembelajaran konvensional, sehingga disimpulkan bahwa model dan media ini dapat membantu meningkatkan hasil belajar matematika siswa di sekolah.                                                                                                                 Kata Kunci: : Pembelajaran Berbasis Masalah, Geogebra, Hasil Belajar Matematika