Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Dental Health Education dengan Metode Demonstrasi terhadap Peningkatan Pengetahuan Menyikat Gigi Siswa Sekolah Dasar Gonie, Lovely T. A.; Wowor, Vonny N. S.; Mariati, Ni Wayan
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.57297

Abstract

Abstract: Dental caries is still a health problem experienced by many children in Indonesia. One of the factors that influence dental caries is behavioral factor. Changing behavior can be done by intervening through dental health education, especially about tooth brushing. One method that encourages the target to participate actively and involves many senses is the demonstration method. This study aimed to find out the effectiveness of dental health education (DHE) accompanied by demonstration method on increasing knowledge of tooth brushing among elementary school students. This was a quasi-experimental study with a non-equivalent control group design, using pretest and posttest for the treatment and control groups that were already determined. Samples were 100 students of SD Advent Paal 2 Manado, divided into two equal groups: control group (DHE without demonstration method) and treatment group (DHE with demonstration method). The Wilcoxon test showed that the p-value of dental health education with or without demonstration method was 0.000 (p<0.05), which meant an increase in knowledge after treatment with DHE. However, based on the obtained scores, the difference in the increase in the treatment group was greater than that of the control group. In conclusion, dental health education using demonstration method can increase effectively the knowledge about tooth brushing among elementary school students. Keywords: dental health education; demonstration; knowledge about tooth brushing   Abstrak: Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan gigi dan mulut yang dialami oleh banyak anak di Indonesia. Salah satu faktor yang berpengaruh pada penyakit karies gigi yaitu faktor perilaku. Untuk mengubah perilaku, dapat dilakukan intervensi melalui pemberian dental health education (DHE) pada anak, terutama yang berkaitan dengan menyikat gigi. Salah satu metode yang mendorong sasaran untuk ikut secara aktif dan melibatkan banyak indra yaitu metode demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas DHE dengan metode demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan menyikat gigi siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ialah quasi experimental dengan non-equivalent control group design. Penelitian ini menggunakan pretest dan posttest pada kelompok perlakuan dan kontrol yang sudah ditentukan. Sampel penelitian ialah 100 siswa kelas V dan VI SD Advent Paal 2 Manado, dibagi ke dalam dua kelompok; kelompok perlakuan (pemberian DHE disertai metode demonstrasi) dan kelompok kontrol (pemberian DHE tanpa disertai metode demonstrasi). Hasil uji Wilcoxon terhadap kedua kelompok mendapatkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sesudah diberikan DHE. Walaupun demikian, dari perolehan skor yang didapat, selisih peningkatan pada kelompok perlakuan lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Simpulan penelitian ini ialah pemberian dental health education dengan metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan menyikat gigi siswa sekolah dasar. Kata kunci: dental health education: demonstrasi: pengetahuan menyikat gigi
Gambaran Pengetahuan tentang Pencabutan Gigi pada Remaja Juliatri, Juliatri; Mariati, Ni Wayan; Simanjuntak, Bintang
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.57301

Abstract

Abstract: Knowledge about tooth extraction can help teenagers to understand the importance of maintaining dental health and preventing more serious dental problems in the future. This study aimed to obtain the overview of level of knowledge about tooth extraction among adolescents. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Sampling technique was stratified proportionate random sampling. Samples consisted of 175 students of SMP Katolik Santa Theresia (junior high school) Manado obtained by using the Slovin formula. The results showed that from 175 students, 52% had very good level of knowledge, 32.8% had good knowledge, and 21.2% had poor knowledge. Number of female respondents that had very good level of knowledge was higher than of male respondents (53,2% : 51%). Elder respondents had higher level of knowledge compared to the younger ones. In conclusion, the number of students having very good level of knowledge is higher than those having good level and poor level of knowledge. Female students have higher level of knowledge than male students, and elder students have higher level of knowledge compared to the younger ones. Keywords: knowledge about tooth extraction; adolescence    Abstrak: Pengetahuan tentang pencabutan gigi dapat membantu remaja memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mencegah masalah gigi yang lebih serius di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengetahuan tentang pencabutan gigi pada remaja. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel yaitu stratified proportionate random sampling. Sampel berjumlah 175 siswa SMP Katolik Santa Theresia Manado yang diperoleh menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian mendapatkan bahwa sebanyak 52% siswa memiliki tingkat pengetahuan sangat baik, 32,8% memiliki pengetahuan baik, dan 21,2% memiliki pengetahuan kurang baik. Responden perempuan (53,2%) yang memiliki tingkat pengetahuan sangat baik lebih banyak daripada responden laki-laki (51%). Responden yang berusia lebih tua memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dibandingkan yang berusia lebih muda. Simpulan penelitian ini ialah siswa yang memiliki tingkat pengetahuan sangat baik lebih banyak dibandingkan dengan yang memiliki tingkat pengetahuan baik dan kurang baik. Siswa perempuan memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dibandingkan laki-laki, dan siswa yang berusia lebih tua memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik. Kata kunci: pengetahuan mengenai pencabutan gigi; remaja
Hubungan Derajat Keasaman Saliva dan Karies Gigi pada Siswa Sekolah Menengah Atas Mariati, Ni Wayan; Pangemanan, Damajanty H. C.; Bangun, Liasma K.
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.59520

Abstract

Abstract: The prevalence of caries among people in the age group of 15-24 years is still high. North Sulawesi Province has a caries occurrence rate of 55%. The salivary pH value during resting period has the ability to predict caries status. This study aimed to determine the relationship between the degree of salivary acidity and dental caries in students of SMAN 1 Wori (senior high school). This was an analytical study with a cross-sectional design. Samples were obtained by using total sampling method. Salivary pH was examined using the spitting technique and dental caries was examined using the DMF-T index. The results obtained 114 students as respondents. Examination of the degree of acidity (pH) of saliva showed that the acid category occupied the highest frequency of 55 students (48.3%) and the least is the alkaline category of five students (4.4%). The highest number of DMF-T score was in the medium category, namely 35 respondents (30.7%), while the high and very high categories had the same number, namely 18 respondents (15.8%) each. The chi-square test obtained a p-value of 0.001 for the relationship between the degree of acidity (pH) of saliva and dental caries.  In conclusion, there is a relationship between the degree of acidity (pH) of saliva and dental caries among students of SMAN 1 Wori. Keywords: saliva acidity; dental caries    Abstrak: Prevalensi karies pada masyarakat dengan kelompok usia 15–24 tergolong tinggi. Provinsi Sulawesi Utara mempunyai angka terjadinya karies sebesar 55%. Nilai pH saliva selama periode istirahat memiliki kemampuan untuk memrediksi status karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat keasaman saliva dan karies gigi di SMAN 1 Wori. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Pada penelitian ini  dilakukan pemeriksaan pH saliva dengan menggunakan teknik spitting dan pemeriksaan karies gigi dengan menggunakan indeks DMF-T. Hasil penelitian mendapatkan 114 siswa sebagai responden penelitian. Pemeriksaan derajat keasaman (pH) saliva memperlihatkan bahwa kategori asam menempati frekuensi paling tinggi (48,3%) dan yang paling sedikit ialah kategori basa (4,4%). Jumlah nilai DMF-T terbanyak pada kategori sedang (30,7%) sedangkan untuk kategori tinggi dan sangat tinggi mempunyai jumlah sama banyak (masing-masing15,8%). Hasil uji chi-square terhadap hubungan pH saliva dan karies gigi mendapatkan nilai p=0,001. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara derajat keasaman (pH) saliva dan karies gigi pada siswa di SMAN 1 Wori. Kata kunci: derajat keasaman saliva; karies gigi
Perbedaan Efektivitas Menyikat Gigi Metode Modifikasi Stillman dan Metode Scrub terhadap Indeks Debris Siswa Sekolah Dasar Bawenti, Suryani; Mintjelungan, Christy N.; Mariati, Ni Wayan
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.60187

Abstract

Abstract: Oral hygiene is crucial in maintaining oral health and preventing oral cavity problems or diseases. Tooth brushing is an effective way to maintain oral hygiene and to remove debris and plaque. The Stillman modification and scrub methods are simple techniques that can be taught to children. This study aimed to determine the effectiveness difference between the Stillman modification and Scrub methods of tooth brushing on the debris index among elementary school students. This was a quasi-experimental study with a pretest and posttest control group design. Respondents were students of SD GMIM Buloh aged 10–12 years as many as 37 students that fulfilled the inclulsion and exclusion criteria. The results showed that the mean debris index score of respondents before tooth brushing with modified Stillman method was 1.68 and after tooth brushing was 0.35. The mean debris index score before tooth brushing with scrub method was 1.29 and after tooth brushing was 0.34. The independent t-test obtained a p-value >0.05 for the difference of mean debris index of the two methods. In conclusion, the reduction of mean debris index of modified Stillman method is greater than of scrub method, however, there is no significant difference between the two methods in debris index reduction among students of SD GMIM Buloh. Keywords: tooth brushing; Stillman modification method; scrub method; debris index    Abstrak: Kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut serta mencegah terjadinya masalah atau penyakit dalam rongga mulut. Menyikat gigi merupakan suatu usaha yang efektif untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut dan tindakan sehari-hari yang digunakan untuk menghilangkan debris dan plak gigi. Metode menyikat gigi modifikasi Stillman dan metode scrub merupakan metode sederhana yang bisa diedukasikan kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas menyikat gigi metode modifikasi Stillman dan metode scrub terhadap indeks debris siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ialah quasi eksperimental dengan pretest and posttest control group design. Responden penelitian ialah. siswa SD GMIM Buloh usia 10–12 tahun berjumlah 37 siswa sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi penelitian. Hasil penelitian mendapatkan rerata skor indeks debris responden sebelum menyikat gigi dengan metode modifikasi Stillman sebesar 1,68 dan sesudah menyikat gigi sebesar 0,35. Rerata skor indeks debris responden sebelum menyikat gigi dengan metode scrub sebesar 1,29 dan sesudah menyikat gigi sebesar 0,34. Hasil uji independent t-test terhadap perbedaan rerata indeks debris menyikat gigi dengan metode modifikasi Stillman dan metode scrub mendapatkan nilai p>0,05. Simpulan penelitian ini ialah penurunan rerata indeks debris dengan metode modifikasi Stillman lebih besar daripada metode scrub namun tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua metode terhadap penurunan indeks debris siswa SD GMIM Buloh. Kata kunci: menyikat gigi; metode modifikasi Stillman; metode scrub; indeks debris
Efektivitas Dental Health Education Metode Simulasi dan Metode Pemutaran Video terhadap Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Siswa Sekolah Dasar Siwi, Jordan A. C.; Mariati, Ni Wayan; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.60185

Abstract

Abstract: Oral and dental health issues remain a predominant global concern, and Indonesia itself still faces a relatively high prevalence of caries among children aged 10-14 years. Poor oral health habits can be a contributing factor to the development of tooth decay in children. Behavioral changes in children can be achieved through increased knowledge. Interventions through Dental Health Education (DHE) using appropriate methods and media can be conducted to enhance children's knowledge of oral and dental health, expecting of subsequently influencing on their behaviors. This study aimed to compare the effectiveness of DHE using simulation and video playback methods in improving the knowledge of oral and dental health among elementary school students. This was a quasi-experimental study with a non-equivalent control group, employing pre-tests and post-tests. The study samples consisted of 60 students of SD Negeri Kalasey (elementary school) Manado as respondents, selected through total sampling. The Wilcoxon test conducted on the simulation and video playback education groups obtained a p-value of 0.00 (p<0.05), indicating an improvement of knowledge for both methods. The Mann-Whitney test showed a p-value of 0.689 (p>0.05), indicating there was no significant difference between the two methods. In conclusion, there is no difference in effectiveness between Dental Health Education using simulation and video playback methods. Keywords: dental health education; simulation; video playback; knowledge    Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut masih merupakan masalah global. Indonesia masih memiliki prevalensi karies yang cukup tinggi pada anak usia 10-14 tahun. Perilaku yang buruk dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat menjadi faktor yang berpengaruh terhadap timbulnya karies gigi pada anak. Perubahan perilaku pada anak dapat diperoleh melalui peningkatan pengetahuan. Intervensi melalui pemberian Dental Health Education (DHE) dengan penggunaan metode dan media yang tepat dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak, yang diharapkan dapat mengubah perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas antara DHE metode simulasi dan metode pemutaran video terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada siswa sekolah dasar (SD). Jenis penelitian ialah quasi experimental dengan non-equivalent control group design dan digunakan pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 60 murid SD Negeri Kalasey Manado sebagai responden dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil uji Wilcoxon terhadap kelompok penyuluhan metode simulasi dan metode pemutaran video menunjukkan nilai p=0,00 (p<0,05) yang berarti pada kedua metode terdapat perbedaan bermakna sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p=0,689 (p>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua metode. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat perbedaan bermakna pada efektivitas antara Dental Health Education metode simulasi dan metode pemutaran video. Kata kunci: dental health education; simulasi; pemutaran video; pengetahuan
Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Pasca Prosedur Bedah Mulut di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Sumajouw, Valentino C. J.; Pamolango, Victor T.; Mariati, Ni Wayan
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.60186

Abstract

Abstract: Dental and oral health services are essential to achieve better health. Key considerations in providing patient care include satisfaction and safety. Patient satisfaction towards service quality is assessed through five dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. This study aimed to obtain the level of patients’ satisfaction after oral surgery towards the services at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive and survey study, involving 53 respondents undergoing oral surgery procedures at the hospital. The results showed that the majority of patients were highly satisfied towards the healthcare provided by the medical staff at Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Hospital, with the percentages of 81% for tangibles, 82% for reliability, 89% for responsiveness, 87% for assurance, and 86% for empathy. In conclusion, the majority of patients at Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Hospital express high satisfaction with the services provided by the medical staff. Keywords: healthcare services; patient satisfaction level; service quality    Abstrak: Pelayanan kesehatan gigi dan mulut sangat dibutuhkan masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang lebih baik. Hal yang harus diperhatikan dalam pelayanan kepada pasien yaitu kepuasan dan keamanan pasien. Kepuasan pasien terhadap suatu kualitas pelayanan dapat dinilai dengan lima dimensi yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien yang menjalani prosedur bedah mulut terhadap pelayanan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah survei deskriptif dengan melibatkan 53 responden yang melakukan prosedur bedah mulut di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar pasien merasa sangat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dengan persentase 81% tangible, 82% reliability, 89% responsiveness, 87% assurance, dan 86% empathy. Simpulan penelitian ini ialah sebagian besar pasien yang menjalani prosedur bedah mulut di RSUP Prof. Dr. R. D Kandou Manado merasa sangat puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis. Kata kunci: pelayanan kesehatan; tingkat kepuasan pasien; service quality
Efektivitas Ekstrak Kulit Pisang Sepatu (Musa paradisiaca L.) terhadap Perubahan Warna Gigi yang Terdiskolorasi Wicaksono, Dinar A.; Mariati, Ni Wayan; Rawung, Regita M.
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.60188

Abstract

Abstract: Tooth discoloration is a dental health problem that can affect dental aesthetics. Discoloration can be caused by various factors, one of which is the habit of consuming black tea. Use of chemicals in the process bleaching has a negative effect on teeth. An alternative natural ingredient that has the potential to be utilized is banana peel extract (Musa paradisiaca L.). This study aimed to determine the effectiveness of banana peel extract (Musa paradisiaca L.) in improving the color of discolored teeth. This was a laboratory and experimental study with a pretest-posttest group design. Samples consisted of 30 permanent premolar teeth, divided into three treatment groups, namely the group soaking in banana peel extract for one hour, three hours and five hours. Color measurements were carried out using shade guide (VITAPAN classical). The results of t-paired test showed that were significant changes in tooth color in all groups with p-values ˂0.05 (p=0.002, p=0.000, and p=0.000, consecutively). The largest color change occurred in the group 3 with five hours of soaking. In conclusion, banana peel extract is effective in improving tooth discoloration. Keywords: banana peel extract (Musa paradisiaca L.); change of tooth color; tooth discoloration    Abstrak: Diskolorasi gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang dapat memengaruhi estetika gigi. Diskolorasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya kebiasaan mengonsumsi teh hitam. Bleaching merupakan cara paling umum yang digunakan untuk menangani masalah diskolorasi gigi. Penggunaan bahan kimia pada proses bleaching memiliki efek negatif terhadap gigi. Alternatif bahan alami yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan yaitu ekstrak kulit pisang sepatu (Musa paradisiaca L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak kulit pisang sepatu (Musa paradisiaca L.) terhadap perubahan warna gigi setelah diskolorasi teh hitam. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratoris dengan pretest-posttest group design. Sampel berjumlah 30 gigi permanen premolar, yang dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan yaitu kelompok perendaman dalam ekstrak kulit pisang sepatu selama 1 jam, 3 jam, dan 5 jam. Pengukuran warna dilakukan secara visual menggunakan shade guide (VITAPAN classical). Hasil uji t-paired menunjukkan terjadi perubahan warna gigi yang bermakna pada setiap kelompok perendaman dengan nilai p˂0,05, yaitu kelompok 1 dengan nilai p= 0,002; kelompok 2 dengan nilai p=0,000; dan kelompok 3 dengan nilai p=0,000. Perubahan warna terbesar terjadi pada kelompok perendaman selama 5 jam. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak kulit pisang sepatu efektif mencerahkan warna gigi yang terdiskolorasi. Kata kunci: ekstrak kulit pisang sepatu (Musa paradisiaca L); perubahan warna gigi; diskolorasi gigi
EDUKASI BERBASIS MODEL PEER GROUP TERHADAP PERILAKU IBU MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS Rompas, Sefti Selfijani Jehermia; Durry, Meilany F.; Mariati, Ni Wayan
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v9i1.695

Abstract

Cervical cancer is the leading cause of death among women with the highest prevalence in Indonesia. Cervical cancer is predominantly transmitted through sexual contact, with 493,243 new cases reported annually worldwide, resulting in 273,505 deaths per year. Available data indicate that the majority of women diagnosed with cervical cancer are already in advanced stages. Delays in seeking healthcare services can have severe consequences. This community service initiative aims to provide education and screening for women to facilitate early detection of cervical cancer, thereby promoting optimal growth, development, and health in the working area of the Tuminting Community Health Center. The activities carried out include educating women using the Peer Education model, followed by Pap Smear screening. The results of this initiative show an increase in women's knowledge and motivation to undergo screening or early detection of cervical cancer among all participants. Through this program, it is expected to educate and improve women’s knowledge, decision-making, and behavior related to early cervical cancer detection. Kanker serviks adalah penyebab kematian wanita dengan prevalensi tertinggi di Indonesia. Kanker serviks ditularkan sebagian besar melalui hubungan seksual, diketahui terdapat 493.243 jiwa per tahun penderita kanker serviks baru di dunia dengan angka kematian karena kanker ini sebanyak 273.505 jiwa per tahun. Data yang ada dijelaskan bahwa mayoritas ibu yang datang dengan diagnosa kanker serviks telah stadium lanjut. Terlambatnya datang ke pusat pelayanan kesehatan akan memberikan dampak yang buruk. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberika edukasi dan melakukan skrini pada kelompok Ibu untuk deteksi dini kanker serviks, mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal di Wilayah Kerja Puskesmas Tuminting. Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi ibu menggunakan model Peer Education serta diikuti oleh Skrining pemeriksaan Pap Smear. Hasil kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan motivasi ibu melakukan skrining atau deteksi dini kanker serviks pada semua peserta Pengadian. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mengedukasi dan meningkatkan pengetahuan, pengambilan keputusan dan perilaku ibu yang berkaitan dengan deteksi dini kankers serviks.
Edukasi dan Pelatihan dengan Metode Modelling tentang Cara Menyikat Gigi Sebagai Upaya Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut pada Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus Autis Mintjelungan, Christy N; Mariati, Ni Wayan
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/az6r6504

Abstract

Autisme  dipahami sebagai gangguan perkembangan neurobiologis  yang memengaruhi bagaimana anak belajar, berkomunikasi, keberadaan anak dalam lingkungan dan hubungan dengan orang lain. Anak autis merupakan salah satu anak berkebutuhan khusus yang memerlukan perhatian dan pelayanan khusus seperti pelayanan medis, pendidikan  dan juga pelatihan-pelatihan bina diri yang bertujuan mengurangi ketergantungan kepada orang lain dan bisa hidup mendiri. Peranan orangtua sangat dibutuhkan untuk memberikan pendampingan dalam upaya melatih kemandirian anak autis dan mengubah perilaku anak . Edukasi dan pelatihan terhadap orangtua anak Autis sangat penting sehingga dapat memudahkan proses perubahan perilaku anak Autis. Kolaborasi orangtua, guru dan anak sendiri sangat membantu proses perubahan perilaku anak terutama anak berkebutuhan khusus Autis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pada orangtua anak berkebutuhan khusus autis tentang cara menyikat gigi sebagai salah satu upaya pemeliharan kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa (SLB) AGCA Manado pada tanggal 13 Oktober 2025. Program ini penting dan perlu dilanjutkan untuk mengubah perilaku anak autis dalam upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.
Co-Authors A. J. M Rattu A. J. M. Rattu A.A. Ketut Agung Cahyawan W Anna M. Maruanaya, Anna M. Ayu S. Gugule B. S. Lampus Bangun, Liasma K. Bawenti, Suryani Beatrix I. Pontoh Benedictus S. Lampus Bernat Hutagalung Billy O. S. Mayusip, Billy O. S. Catra H. E. Lengkey, Catra H. E. Christina Putri Amin Sinaga Christy Hansu Christy Mintjelungan Christy N. Mintjelungan D. H. C. Pangemanan Depthios, Richard F. Dewi A. Hamadi Dewi Y. Anang, Dewi Y. Dinar A. Wicaksono Dwi Nur Rakhman Eilen F. Sinaga, Eilen F. Ellys D Siagian Galong, Junistika Priskila Galongi, Junistika P. Gisela Harlindong Gonie, Lovely T. A. Gracecylia R. Salampessy I Made A. Yogasedana, I Made A. Indra Setiawan Inka J. Fenanlampir Jeiska Triska Tulangow Jimmy Maryono, Jimmy Jimmy Posangi Joandri P. Dandel, Joandri P. Johanna A Khoman Juliatri . Juliatri Juliatri Karel Pandelaki Liefany Anastasia Wilar Meilany F. Durry Michael A. Leman Mintjelungan, Christy N Ni Putu Karuni M. Sari, Ni Putu Karuni M. P. S. Anindita Pangemanan, Damajanty H. C. Pangemanan Paulina N. Gunawan Pingkan E.O. Lengkong Priska M. Poana, Priska M. Putri R. Dengah, Putri R. Radiah . Randy Gopdianto Rantetondok, Angelin L. Rawung, Regita M. Rizka Wahyuni Rompas, Sefti Selfijani Jehermia Shinta Sartika L., Shinta Sartika Shirley E. S. Kawengian Simanjuntak, Bintang Siwi, Jordan A. C. Stefani M. Karamoy, Stefani M. Sumajouw, Valentino C. J. Tasya, Maria Vania, Marella T. Victor T. Pamolango, Victor T. Vlorenzy O. Muluwere Vonny N. S. Wowor Vonny N.S Wowor, Vonny N.S Wulan Parengkuan, Wulan Yohanes I Gede K.K