Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BAHAS

MODUS PENGUNGKAP SIKAP PENUTUR DALAM BAHASA PRANCIS Balduin Pakpahan; Pengadilen Sembiring; Marice Marice
BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v33i4.40903

Abstract

Abstrak Salah satu kajian dalam pemahaman verba adalah modus. Modus merupakan pengungkap modalitas sehingga pengalihan makna modalitas yang diungkapkan pada verba teks berbahasa Prancis ke teks berbahasa Indonesia sering menimbulkan masalah di dalam pembelajaran penerjemahan bahasa Prancis dan padanannya dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis modus-modus verba dalam bahasa Prancis dan padanannya dalam bahasa Indonesia. Modus- modus verba tersebut adalah modus infinitif, modus indicatif, modus impératif, modus subjonctif, modus conditionnel, modus participe, modus gérondif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Padan yang merupakan metode yang translasional dengan alat penentunya dengan bahasa lain lalu dikaji dengan 2 teknik yakni teknik dasar dan teknik lanjutan. Kata kunci: Bahasa Prancis, Modus, Sikap
PENYIMPANGAN PENGUCAPAN BAHASA BATAK TOBA DALAM TUTURAN LISAN PENUTUR BATAK TOBA DI MEDAN Marice Marice
BAHAS Vol 34, No 1 (2023): BAHAS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v34i1.45536

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan memaparkan penyimpangan sistem fonologi pengucapan bunyi bahasa Batak Toba (BT) oleh penutur Batak Toba di Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik penyediaan data, analisis data, dan penyajian data. Penyediaan data diperoleh dari tuturan lisan yang dilakukan melalui  perekaman suara penutur dalam acara STM keluarga, acara perkawinan, ibadah, kemudian dianalisis dengan metode intralingualcyaitu teknik membandingkan dan menghubungkan, dan terakhir adalah penyajian data dengan metode informal yaitu hasil penelitian disajikan dengan redaksi kalimat-kalimat efektif dengan contoh-contoh bunyi fonem yang menyimpang dari kaidah Bahasa BT. Hasil penelitian menunjukkan adanya penyimpangan bunyi bahasa BTdalam tuturan lisan BT oleh penutur BT yang berdomisili di Medan Sumatera Utara yang disebabkan interferensi fonologis yaitu penyimpangan-penyimpangan bunyi berupa alternasi fonem dan asimilasi fonem BT. Dari data tuturan yang direkam dari kegiatan pesta, ibadah dan perkumpulan STM marga di wilayah Medan terdapat 9 penyimpangan karena alternasi fonem  dan 20 penyimpangan disebabkan asimilasi fonem dalam tuturan penutur BT. Penyimpangan fonem vokal /a/ beralternasi menjadi [ə] dan [a], fonem vokal /a/ beralternasi menjadi [Ɔ] dan [a], /u/ beralternasi menjadi [i], gugus vokal /au/ alternasinya menjadi [ə], fonem konsonan /r/ beralternasi sebagai bunyi [l] dan [r], alternasi fonem /h/ sebagai bunyi [k] dan [h], alternasi fonem /d/ sebagai bunyi [j] dan [d],  alternasi gugus konsonan  /ns/ sebagai bunyi [cc] dan [ss], dan alternasi gugus konsonan /sh/ sebagai bunyi [cc] dan [ss]. Penyimpangan fonem disebabkan terjadinya asimilasi berupa Asimilasi Fonem  / m+b/ → [bb], asimilasi fonem  /n+m/ → [mm], asimilasi fonem  /n+d/ → [dd], asimilasi fonem  /n+j/ → [jj], asimilasi fonem  /n+h/ →[kk], asimilasi fonem  /l+d/ → [ll], asimilasi fonem  / n+p/ → [pp], asimilasi fonem  /r+n/ → [rr], asimilasi fonem  /n + s/  → [ss], asimilasi fonem /n + t/ → [tt], asimilasi fonem  /ŋ + p / → [kp], asimilasi fonem /ŋ + s/ → [ks], asimilasi fonem /n + l / →[ll], asimilasi fonem /n + r/ → [rr], asimilasi fonem /ŋ +d/ → [ŋg], asimilasi fonem /k + h/ → [kk], asimilasi fonem /p + h/ → [pp], asimilasi fonem /s + h/ → [ss], dan asimilasi fonem /t + h/ → /tt/. Kata Kunci : penyimpangan, fonem, batak toba, penutur, kota Medan