Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERKAWINAN SERUMPUN ANTARA MARGA LIMBONG DAN SAGALA DI DESA AEK SIPITUDAI KECAMATAN SIANJUR MULAMULA Sitanggang, Icha; Eva Marlina Rumapea, Murni; Ekomila, Sulian
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.4915-4919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang melatarbelakangi perkawinan serumpun antara marga Limbong dan Sagala serta bagaimana implikasi perkawinan serumpun antara marga Limbong dan Sagala. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi Edmund Husserl. Lokasi penelitian ini adalah Desa Aek Sipitudai, Kecamatan Sianjur Mula-mula. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah Perkawinan satu rumpun marga antara marga Limbong dan Sagala ini terjadi karena faktor pengetahuan atau pendidikan dan faktor umur. Pengetahuan masyarakat masih bertahan dari zaman dahulu hingga sampai sekarang ini yaitu masih mempercayai janji tentang tumbuhnya kayu yang ditancapkan. Kurangnya pendidikan non formal dari keluarga merupakan salah satu penyebab perkawinan ini berlangsung sampai saat ini. Faktor umur merupakan faktor masih berlanjutnya perkawinan ini karena banyak pemuda setempat sudah memiliki umur cukup untuk menikah namun tidak memiliki jodoh, maka masyarakat akan menyuruh mengawini pariban yang masih antara marga Limbong dan Sagala. Dampak dari perkawinan ini adalah terjadinya kekacauan tutur sapa dalam kehidupan sehari-hari. Perkawinan ini menimbulkan kebingungan dalam penyebutan kekerabatan dan semangat juang masyarakat berkurang.
MANJOMPUT TUMPAK PADA UPACARA PERKAWINAN BATAK TOBA DI DESA LAEPARIRA KABUPATEN DAIRI Lumban Tobing, Grace Ferdinand; Marlina Rumapea, Murni Eva
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 8 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i8.2025.3539-3544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri latar belakang terbentuknya manjomput tumpak dalam upacara perkawinan adat Batak Toba di Desa Laeparira dan menganalisis makna dan fungsi manjomput tumpak bagi masyarakat Batak Toba Di Desa Laeparira. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Penelitian menggunakan teori  interaksi simbolik Herbert Blumer yang menekankan bahwa manusia hidup dalam dunia yang di bangun melalui simbol-simbol dan makna yang di ciptakan dalam interaksi sosial. Tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna dan fungsi manjomput tumpak bagi masyarakat Batak Toba Di Desa Laeparira tidak hanya dimaknai sebagai tindakan mengambil uang dari tandok atau wadah pemberian, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan, doa, dan harapan baik terhadap kehidupan rumah tangga baru yang akan dijalani oleh pasangan pengantin. Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian antropologi dalam pengembangan penelitian selanjutnya, serta bagi masyarakat dan generasi muda agar lebih memahami makna yang terkandung dalam manjomput tumpak.
Tradisi Pedalan Kampil Peradatan Dalam Etnis Karo di Desa Siosar Tiga Panah Hutabarat, Dini; Rumapea, Murni Eva Marlina
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 2 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i2.31718

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna Pedalan Kampil peradatan pada acara pernikahan bagi Etnis Karo di Desa Siosar Tiga Panah, fungsi dari Pedalan Kampil peradatan pada acara pernikahan bagi etnis karo di Desa Siosar Tiga Panah, dan tahapan apa saja yang dilakukan pada pelaksanaan Pedalan Kampil peradatan pada saat acara pernikahan dalam etnis Karo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian latar belakang penelitian ini mengungkap bahwa tradisi ini tujuannya untuk menjaga komunikasi dua keluarga agar baik, mengungkapkan keingan kedua keluarga pengantin yang akan melaksanakan pernikahan agar berjalan dengan lancar. Didalam kampil atau wadah yang digunakan untuk mengisi hidangan untuk keluarga yang akan melaksanakan tradisi pedalan kampil peradatan ini berbagai macam yang dapat digunakan oleh pihak keluarga pengantin yang melaksanakan tradisi ini, tujuannya dilakukan ini oleh etnis Karo sebagai hal menghormati suatu acara dengan adanya hidangan sirih yang dimasukkan kedalam kampil atau wadah yang biasa digunakan pada acara pernikahan etnis Karo ketika makan sirih.
Bona Taon Marga Hutagalung sebagai Wadah Solidaritas Persaudaraan di Dusun III Sibustak Hutagalung, Winda Riama; Rumapea, Murni Eva Marlina
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 14 No. 2 (2025): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v14i2.34140

Abstract

Penelitian ini membahas tradisi Bona Taon Marga Hutagalung sebagai wadah solidaritas persaudaraan di Dusun III Sibustak-Bustak, Desa Tapian Nauli III, Kecamatan Tapian Nauli. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan bentuk pelaksanaan, tujuan, dan fungsi sosial budaya dari Bona Taon yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Batak Toba. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Bona Taon meliputi tahapan pembentukan panitia, penggalangan dana, penentuan waktu dan lokasi, serta rangkaian acara yang diawali dengan doa bersama, sambutan, makan bersama, hiburan, hingga penutup dengan pembagian hadiah. Tradisi ini memiliki makna utama sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus mempererat persaudaraan antaranggota marga. Fungsi sosialnya mencakup sarana komunikasi, penguatan jaringan kekerabatan, pelestarian budaya, serta media pewarisan nilai solidaritas kepada generasi muda. Dengan demikian, Bona Taon tidak hanya berperan sebagai acara budaya tahunan, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam menjaga keberlangsungan identitas, nilai kebersamaan, dan persaudaraan masyarakat Hutagalung.