Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Kerangka Kerja Cobit 2019 di DISKOMINFOSAN Kabupaten Sukabumi Ginanjar, Muhamad Gilang; Ramadani, Luthfi; Nugraha, Ryan Adhitya
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 10, No 3 (2021): Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v10i3.2943

Abstract

Teknologi Informasi (TI) sudah menjadi inti dari suatu proses bisnis ke semua sektor termasuk sektor pemerintahan. Hal ini menuntut lembaga resmi negara di Indonesia untuk mengembangkan tata kelola TI melalui penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik. Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Sukabumi merupakan Dinas yang mempunyai tugas untuk membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan di Komunikasi, Informatika dan Persandian. Dalam pelaksanaannya Dinas Komunikasi, informatika dan persandian Kabupaten Sukabumi mempunyai fungsi, salah satu diantaranya adalah pengelolaan e-government daerah. Agar dapat mengetahui sejauh mana sistem tata kelola TI untuk membangun good governance berbasis e-government dibutuhkan evaluasi tata kelola teknologi informasi sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan tata kelola TI menggunakan kerangka kerja COBIT 2019 yang pada proses domain EDM04 Ensured Resource Optimization, APO12 Managed Risk, BAI08 Managed Knowledge, DSS03 Managed Problems dan MEA03 Managed Compliance with External Requirements dan menggunakan COBIT 2019 Implementation Methods sebagai metode impelementasi. Sistematika penelitian ini dimulai dengan melakukan studi dokumen dan wawancara terkait faktor desain dibantu oleh design toolkit yang mengacu pada COBIT 2019 Design Guide yang diterbitkan oleh ISACA. Setelah itu dilakukan analisis dan penilaian terhadap tingkat kapabilitas Dinas berdasarkan COBIT 2019 Governance and Management Objective. Selanjutnya pembuatan perancangan rekomendasi solusi pada aspek people,process dan technology untuk mengatasi kesenjangan berdasarkan temuan kesenjangan dari hasil penialaian kapabilitas sehingga dapat meningkatkan nilai tata kelola teknologi informasi sesuai dengan kebutuhan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Sukabumi. Kata kunci : COBIT 2019; Teknologi Informasi; Tata Kelola Teknologi Informasi
Analisis Perancangan Manajemen Layanan Teknologi Informasi Menggunakan Kerangka Kerja Itil Versi 4.0 Domain Service Management Practice Pada Perusahaan Wami (Subdomain Incident Management) Annisa Meuthia Rachma; Ryan Adhitya Nugraha; Ari Fajar Santoso
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wahana Musik Indonesia (WAMI) mengalami masalah dalam manajemen insiden layanan TI disebabkan oleh tidak adanya prosedur standar, pencatatan yang tidak teratur, dan ketergantungan pada orang tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang proses manajemen insiden yang berbasis pada kerangka kerja ITIL v4 demi meningkatkan kecepatan, dokumentasi, dan standar dalam penanganan insiden. Metode yang diterapkan adalah Design Science Research melalui langkah-langkah identifikasi masalah, perancangan solusi, dan evaluasi. Informasi dihasilkan melalui wawancara dan evaluasi dokumen internal. Temuan menunjukkan terdapat celah pada aspek people, process, dan technology, seperti kurangnya peran khusus, SOP yang formal, serta sistem laporan insiden digital yang belum ada. Solusi yang dibuat meliputi lima langkah inti insiden dan disertai dengan dokumen pendukung serta rekomendasi sistem digital. Penerapan ITIL v4 terbukti mampu meningkatkan efisiensi layanan TI dengan alur kerja yang teratur dan dokumentasi yang sistematis, sekaligus menjadi landasan untuk perbaikan yang berkelanjutan. Studi ini juga bisa menjadi acuan bagi organisasi lain yang mengalami tantangan yang sama. Kata kunci — Incident Management, ITIL v4, Manajemen Layanan TI, Wahana Musik Indonesia
Analisis Perancangan Manajemen Layanan Teknologi Informasi Dengan Kerangka Kerja ITIL V4 Pada Domain Service Management Practice Subdomain Service Request Management Perusahaan WAMI Anas Aprilian Tri Yahya; Ryan Adhitya Nugraha; Ari Fajar Santoso
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital saat ini, perkembangan Teknologi Informasi (TI) telah menjadi komponen penting bagi keberlangsungan dan kesuksesan perusahaan, TI dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas, meningkatkan efisiensi, dan memperbaiki kualitas layanan yang diberikan kepada pengguna dan pelanggan. Wahana Musik Indonesia (WAMI). WAMI sebagai organisasi nirlaba yang mengelola hak cipta musik anggotanya menghadapi tantangan dalam efektivitas manajemen layanan TI, antara lain belum adanya sistem portal layanan terpadu, lemahnya dokumentasi proses, serta belum diterapkannya SLA, KPI, dan CSF secara sistematis sebagai acuan kinerja layanan. Penelitian menggunakan metode Design Science Research melalui tahapan identifikasi masalah, analisis kondisi eksisting, perancangan solusi, dan penyusunan roadmap prioritas. Hasil analisis menunjukkan tingkat kematangan SRM WAMI berada pada level 2 (Repeatable), dengan nilai 88% pada level 1 (Initial) dan 50% pada Work Product Management level 2. Rekomendasi perbaikan difokuskan pada Quick Wins (portal layanan, otomatisasi laporan, struktur RACI) dan Major Projects (dashboard KPI/CSF, integrasi proses, digitalisasi dokumen). Roadmap implementasi disusun agar inisiatif berdampak tinggi dan upaya rendah dapat direalisasikan lebih awal.Kata kunci — ITIL V4, Service Request Management, Manajemen Layanan TI, SLA, KPI, WAMI.
Analisis Perancangan Manajemen Layanan Teknologi Informasi Menggunakan Itil V4 Pada Domain Service Management Practice (Studi Kasus Problem Management Di Wami) Sintia Eka Nugraheni; Ryan Adhitya Nugraha; Ari Fajar Santoso
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merancang peningkatan manajemen layanan teknologi informasi (TI) di Wahana Music Indonesia (WAMI) dengan menerapkan kerangka kerja ITIL versi 4, fokus pada domain Service Management Practice, khususnya Problem Management. Permasalahan layanan TI di WAMI mencakup penanganan insiden berulang, kurangnya dokumentasi standar, dan ketidakterpaduan teknologi yang masih sering terjadi. Metode yang digunakan adalah Design Science Research, melalui identifikasi masalah, analisis kesenjangan, perancangan solusi, dan validasi melalui wawancara, observasi, diskusi kelompok, serta kuesioner terstruktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan ITIL V4 secara terstruktur dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperbaiki alur kerja, dan menurunkan dampak gangguan layanan. Rekomendasi mencakup penguatan kebijakan internal, penyusunan SOP berbasis best practice, serta pemanfaatan teknologi pendukung yang sesuai dan relevan. Penelitian ini juga menghasilkan roadmap implementasi bertahap yang dapat menjadi acuan bagi organisasi serupa dalam mengadopsi ITIL V4. Kontribusi utama dari studi ini adalah pendekatan sistematis dalam menangani akar masalah layanan TI, meningkatkan keandalan sistem, dan mendukung strategi transformasi digital perusahaan. Kata kunci — ITIL V4, Problem Management, Service Management Practice, Manajemen Layanan TI, Wahana Music Indonesia
Perancangan Enterprise Architecture Di Perusahaan Wahana Musik Indonesia (Wami) Divisi Operasional Menggunakan Framework Togaf 10 Alfiya Zain Saputri; Ryan Adhitya Nugraha; Widyatasya Agustika Nurtisha
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang Enterprise Architecture (EA) pada Divisi Operasional Wahana Musik Indonesia (WAMI) menggunakan framework TOGAF ADM 10 untuk menjawab tantangan integrasi sistem, digitalisasi proses bisnis, dan keamanan data dalam era transformasi digital. Pendekatan yang digunakan adalah Design Science Research (DSR) dengan dukungan artefak dari tiap fase TOGAF ADM, seperti Principle Catalog, Value Chain, dan GAP Analysis. Hasil perancangan mencakup integrasi aplikasi seperti ATLAS, VERICAST, PRONTO, dan MINT, serta pengembangan portal digital bagi anggota untuk memantau royalti secara real-time. Dari sisi teknologi, arsitektur mengusulkan cloud computing, multi-factor authentication, enkripsi metadata, dan backup otomatis harian. Rencana migrasi dituangkan dalam work package catalog dan benefit diagram. Rancangan ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional, transparansi informasi, serta keamanan data, sehingga mendukung WAMI dalam transformasi digital yang berkelanjutan. Kata kunci—enterprise architecture, TOGAF ADM, integrasi sistem, royalti musik, transformasi digital, keamanan data
Perancangan Enterprise Architecture di Divisi HRGA Pada Perusahaan Wahana Musik Indonesia Menggunakan Framework TOGAF 10 Calvin Albert Alfaro Sitepu; Ryan Adhitya Nugraha; Widyatasya Agustika Nurtrisha
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang Enterprise Architecture (EA) pada Divisi Human Resource and General Affairs (HRGA) di Wahana Musik Indonesia (WAMI), sebuah Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) di industri musik. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya integrasi sistem informasi antar divisi dan dominasi proses manual dalam pengelolaan data sumber daya manusia, yang berdampak pada efisiensi operasional dan lambatnya pengambilan keputusan. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini menggunakan kerangka kerja TOGAF versi 10 dengan pendekatan Architecture Development Method (ADM), serta metodologi Design Science Research Methodology (DSRM) untuk pengembangan dan evaluasi artefak. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan forum diskusi. Hasil penelitian berupa rancangan arsitektur menyeluruh yang mencakup domain bisnis, data, aplikasi, dan teknologi, serta roadmap implementasi. Rancangan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat akses informasi, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara real-time. Selain manfaat praktis bagi WAMI, penelitian ini juga berkontribusi secara akademik dalam penerapan EA berbasis TOGAF untuk pengelolaan SDM. Kata Kunci— enterprise architecture, TOGAF, sistem informasi, HRGA, arsitektur bisnis
Perancangan Enterprise Architecture pada Divisi Lisensi dan Bisnis Departement Wahana Musik Indonesia Menggunakan Framework TOGAF 10 Mohamad Faisal Bahri; Ryan Adhitya Nugraha; Widyatasya Agustika Nurtrisha
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang enterprise architecturepada Wahana Musik Indonesia (WAMI) Divisi Lisensi dan Bisnisdengan framework TOGAF 10. Latar belakang penelitian iniadalah belum terintegrasinya sistem informasi yang menyebabkanhambatan proses bisnis dan efisiensi operasional. Penelitiandilakukan dengan metode Design Science Research melaluitahapan TOGAF ADM dari preliminary phase hingga migrationplanning. Hasilnya berupa blueprint arsitektur bisnis, data,aplikasi, dan teknologi yang mendukung integrasi sistem,digitalisasi, serta peningkatan kualitas layanan. Blueprint inidiharapkan menjadi acuan implementasi enterprise architectureuntuk mendukung strategi bisnis dan transformasi digital WAMI.Kata kunci— enterprise architecture, TOGAF 10, WAMI,lisensi musik, integrasi sistem, digitalisasi
Perancangan Enterprise Architecture Di Perusahaan Wahana Musik Indonesia (Wami) Divisi Operasional Menggunakan Framework Togaf 10 Alfiya Zain Saputri; Ryan Adhitya Nugraha; Widyatasya Agustika Nurtisha
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang Enterprise Architecture (EA) pada Divisi Operasional Wahana Musik Indonesia (WAMI) menggunakan framework TOGAF ADM 10 untuk menjawab tantangan integrasi sistem, digitalisasi proses bisnis, dan keamanan data dalam era transformasi digital. Pendekatan yang digunakan adalah Design Science Research (DSR) dengan dukungan artefak dari tiap fase TOGAF ADM, seperti Principle Catalog, Value Chain, dan GAP Analysis. Hasil perancangan mencakup integrasi aplikasi seperti ATLAS, VERICAST, PRONTO, dan MINT, serta pengembangan portal digital bagi anggota untuk memantau royalti secara real-time. Dari sisi teknologi, arsitektur mengusulkan cloud computing, multi-factor authentication, enkripsi metadata, dan backup otomatis harian. Rencana migrasi dituangkan dalam work package catalog dan benefit diagram. Rancangan ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional, transparansi informasi, serta keamanan data, sehingga mendukung WAMI dalam transformasi digital yang berkelanjutan. Kata kunci—enterprise architecture, TOGAF ADM, integrasi sistem, royalti musik, transformasi digital, keamanan data
Perancangan Manajemen Risiko Keamanan Informasi Pada Aset It Pt. Super Pembayaran Indonesia Berdasarkan Iso/Iec27005:2022 Muh. Alfian Asri; Ryan Adhitya Nugraha; Widyatasya Agustika Nurtrisha
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menerapkan ISO/IEC 27005:2022 dalam manajemen risiko keamanan informasi pada aset IT di PT. Super Pembayaran Indonesia (PT. SPI). Saat ini, PT. SPI memiliki manajemen risiko yang belum terstruktur khususnya terkait dengan aset IT, seperti hardware, software, dan data sensitif yang akan sangat berisiko terhadap operasional dan reputasi perusahaan. Penelitian ini melakukan evaluasi terhadap risiko yang ada pada aset IT PT. SPI dengan mengacu pada tahapan Context Establishment, Risk Assessment, dan Risk Treatment berdasarkan ISO/IEC27005:2022. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki 47 risiko untuk ditangani. Dari 47 risiko tersebut, penelitian ini mengidentifikasi 9 risiko dengan grade A sebagai prioritas utama yang perlu segera ditangani. Risiko-risiko ini mencakup ancaman pada aset utama dan perangkat keras yang dapat mempengaruhi data sensitif serta infrastruktur fisik perusahaan. Rekomendasi mitigasi yang diberikan mengacu pada kontrol annex A pada ISO/IEC/ IEC 27001:2022 yang mencakup langkah-langkah penting seperti peningkatan kontrol akses, penggunaan enkripsi untuk data sensitif, serta penguatan pengamanan infrastruktur fisik untuk mencegah kerusakan dan kebocoran data. Penelitian ini juga memberikan panduan yang berharga bagi perusahaan fintech lainnya dalam meningkatkan manajemen risiko keamanan informasi di dunia digital yang terus berkembang. Kata kunci : Manajemen Risiko, Keamanan Informasi, ISO/IEC27005:2022, ISO/IEC27001:2022, Aset IT, PT. Super Pembayaran Indonesia, Fintech.
Perancangan Pengelolaan Risiko Keamanan Informasi di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor Menggunakan ISO 27005:2022 Zhillan Andru Atharsad; Ryan Adhitya Nugraha; Widyatasya Agustika Nurtrisha
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan informasi merupakan aspek krusial dalam era digital, terutama bagi instansi pemerintah seperti Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor. Berdasarkan laporan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serangan siber di Indonesia meningkat signifikan, dengan sektor pemerintahan sebagai salah satu target utama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pengelolaan risiko keamanan informasi di Diskominfo Kabupaten Bogor menggunakan standar ISO/IEC 27005:2022. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Design Science Research (DSR). Data dikumpulkan melalui wawancara, analisis dokumen, dan studi literatur. Proses manajemen risiko mengikuti kerangka kerja ISO/IEC 27005:2022, meliputi context establishment, risk assessment, dan risk treatment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 119 risiko, terdiri dari 3 risiko sangat tinggi, 2 risiko tinggi, 18 risiko sedang, 16 risiko rendah, dan 80 risiko sangat rendah. Risiko dengan tingkat sangat tinggi hingga sedang yaitu sebanyak 23 risiko kemudian diberi rekomendasi kontrol sesuai ISO/IEC 27001:2022. Kata kunci— manajemen risiko, keamanan informasi, SNI ISO/IEC 27005:2022