Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pemodelan Arsitektur Proses Bisnis Berdasarkan Pedoman Spbe Pada Bidang Sistem Informasi Manajemen Diskominfotik Dki Jakarta Menggunakan Pendekatan Enterprise Architecture M Rizki Hardiyanto; Falahah Falahah; Ryan Adhitya Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan bentuk penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada pengguna SPBE. SPBE memiliki domain, salah satunya domain arsitektur bisnis. Pada bidang Sistem Informasi Manajemen (SIM) Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DISKOMINFOTIK) Provinsi DKI Jakarta, arsitektur bisnis mengoptimalkan fungsi bisnis agar dapat menyesuaikan dengan adanya perubahan bisnis, terutama menyelaraskan tugas pokok dan fungsi setiap unit. Bidang SIM dalam melaksanakan fungsinya masih tidak optimal sehingga dalam setiap tindakan atau aktifitas yang terjadi masih mengalami tumpang tindih fungsi bisnis. Maka diperlukan pendefinisian pada arsitektur bisnis agar dapat menghasilkan keluaran berupa pemodelan arsitektur proses bisnis yang sesuai dengan pedoman SPBE. Pemodelan arsitektur proses bisnis dapat dihasilkan apabila telah mendefinisikan arsitektur bisnis, dengan menggunakan pendekatan Enterprise Architecture (EA) Yang mencakup keluaran berupa peta proses bisnis, proses bisnis utama dan proses bisnis lintas fungsi. Kata Kunci : sistem informasi, arsitektur bisnis, proses bisnis, SPBE, enterprise architecture
Analisis Risiko Keamanan Informasi Menggunakan Metode Octave Allegro Pada Dinas Komunikasi Dan Informatika Jawa Barat Greenhard Sitorus; Rokhman Fauzi; Ryan Adhitya Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Penerapan tata kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sudah menjadi suatu kebutuhan dan tututan bagi setiap instansi peyelenggara pelayanan publik, mengingat peran TIK yang semakin penting bagi upaya peningkatan kualitas sebagai salah satu realisasi dari tata kelola pemerintah yang baik. Dalam penyelenggaraan tata kelola TIK, faktor keamanan informasi merupakan aspek yang sangat penting untuk diperhatikan mengingat kinerja tata kelola TIK akan terganggu jika informasi sebagai salah satu objek utama tata kelola TIK mengalami masalah keamanan informasi yang menyangkut kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan. Teknologi informasi juga kini telah menjadi hal yang sangat penting karena sudah banyak instansi pemerintah yang menggunakan teknologi informasi sebagai alat yang mendukung dalam menjaga dan meningkatkan kualitas informasinya. Seperti halnya teknologi informasi yang dirangkai menjadi suatu kesatuan sistem informasi yang dapat menjadi penunjang utama dalam proses pengelolaan data untuk menghasilkan informasi yang dapat dicerna serta dipahami dengan baik dan jelas. Dalam menerapkan tata kelola teknologi informasi terkadang muncul berbagai risiko serta ancaman yang tak terduga yang dapat mengganggu keberlangsungan sistem informasi sehingga dapat mengakibatkan kerugian bagi instansi pemerintah tersebut. Maka dari itu diperlukan adanya suatu penilaian risiko yang dapat membuat manajemen keamanan informasi pada instansi pemerintah tersebut menjadi lebih efektif, efisien dan berkesinambungan. Serta penilaian risiko tersebut dapat menjadi pendoman untuk menerapkan kebijakan yang belum dijalankan dengan semestinya, dan menjadi pembanding terhadap terhadap kebijakan yang sudah diterapkan. Untuk dalam penelitian ini dilakukan penilaian risiko terhadap kerentanan informasi. Kata Kunci— Teknologi Informasi dan Komunikasi, Sistem Informasi, Tata Kelola Teknologi Informasi, Penilaian Risiko, OCTAVE, OCTAVE Allegro
Implementasi Learning Management System (LMS) untuk Mendukung Pembelajaran Jarak Jauh Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Bandung Iqbal Santosa; Ryan Adhitya Nugraha
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 7 NOMOR 2 SEPTEMBER 2023 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v7i2.10818

Abstract

Sekitar 19,8 juta anak sekolah menengah di Indonesia saat ini belajar di bawah ancaman pandemi COVID-19. Untuk mencegah penularan COVID-19 di lingkungan sekolah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan surat edaran tentang pembelajaran daring dan kerja dari rumah, yang mewajibkan seluruh sekolah menerapkan kebijakan “Belajar dari Rumah”. Kebijakan ini harus diterapkan mulai semester baru 2020-2021 dan perlu didukung oleh Learning Management System (LMS) beserta kompetensi seluruh pemangku kepentingan. Moodle dipilih karena gratis, dapat disesuaikan, dan dapat digunakan di server khusus untuk dikelola sepenuhnya oleh sekolah. Tahapan implementasi meliputi pengumpulan kebutuhan, instalasi dan konfigurasi, pengujian, pelatihan, dan evaluasi. Evaluasi tersebut mencatat beberapa kebutuhan untuk program selanjutnya, seperti menyederhanakan proses input untuk pertanyaan kuis, mengeksplorasi fitur yang lebih dalam, dan memberikan tutorial yang lebih informatif.
BPRDCo SME Digital Transformation by Designing Information Security Using ISO 27001:2022 Surya, Ignatius Christ; Rahmat Mulyana; Nugraha, Ryan Adhitya
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 8 No 4 (2024): OCTOBER-DECEMBER 2024
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v8i4.3148

Abstract

In the digital era of the Industrial Revolution 4.0, organizations such as BPRDCo must undergo Digital Transformation (DT) to remain competitive. A significant obstacle in this process is often the inadequacy of information security controls, which can lead to DT failure. Previous research has highlighted the necessity of ambidextrous information security management—integrating both traditional and agile approaches—as a crucial mechanism for DT success in large banks, particularly in data management and information security. However, this strategy has not been proven effective for smaller banks like BPRDCo. Therefore, this study aims to develop and propose priority information security management solutions specifically tailored for SMEs, while also estimating the improvement in maturity level capabilities to boost DT success. The research follows five stages in Design Science Research (DSR): problem identification, requirements specification, design and development, demonstration, and evaluation. Data were collected through interviews and document analysis, and analyzed using the ISO 27001:2022 Information Security Management System (ISMS) framework. Six priority PDCA and Annex controls were identified for BPRDCo as the case study. Based on the identified gaps, six essential solutions were designed using ISMS controls. These recommendations were compiled into an implementation roadmap to enhance BPRDCo's readiness for full ISMS implementation and certification, ultimately supporting DT success in small banks.
Utilizing ISO 27001:2022 In Information Security Design For BPRCCo SME Digital Transformation Ahmad Atqan Setyoso, Fandi; Mulyana, Rahmat; Adhitya Nugraha, Ryan
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 6 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Septemb
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v6i6.1121

Abstract

In the era of Industry 4.0, incumbent organizations like BPRCCo must undergo Digital Transformation (DT) to remain competitive. However, a significant challenge in this process is ensuring information security, a critical factor often leading to the failure of DT initiatives. Previous studies have emphasized the importance of ambidextrous information security management—balancing traditional and agile approaches—for large banks in achieving successful DT, particularly concerning information security. However, this approach has yet to be validated for small-scale banks like BPRs. Therefore, this research aims to develop tailored recommendations for an Information Security Management System (ISMS) suitable for Small and Medium Enterprises (SME) and assess the potential enhancements in their capabilities to support DT. The research employs Design Science Research (DSR) methodology, encompassing problem identification, requirements specification, design and development, demonstration, and evaluation phases. Data was gathered through interviews and data analysis, and subsequently analyzed using the ISMS framework aligned with the ISO 27001:2022 standard. The risk analysis and review of previous studies revealed that 29 control in the PDCA cycle and Annex are critical priorities for BPRCCo. Based on this, several ISMS-based solutions were designed. These recommendations are presented as an implementation roadmap that can guide BPRCCo in preparing and fully implementing ISMS in crucial areas to support its DT efforts. This research contributes to the understanding of ISMS in small-scale banking, offering valuable insights through a case study approach relevant to SMEs and similar organizations.
Analisis Dan Perancangan Enterprise Architecture Berbasis Togaf Adm 9.2 Pada Unit Instalasi Gawat Darurat (Igd) Rs Al Islam Sari, Riski Alfika; Santoso, Ari Fajar; Nugraha, Ryan Adhitya
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Di era industri 4.0, teknologi informasi berperan penting dalam mengelola operasional rumah sakit, termasukmelalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Namun, di RS Al Islam Bandung, penerapan teknologi diInstalasi Gawat Darurat (IGD) masih menghadapi berbagai kendala seperti duplikasi data pasien dan ketidakintegrasianpelaporan rekam medis, yang menghambat efektivitas pengelolaan rekam medis. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan penerapan enterprise architecture (EA) untuk menyelaraskan strategi bisnis dengan teknologi informasi, sehingga tujuan utama rumah sakit dapat tercapai secaraoptimal. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan penerapan enterprise architecture (EA) yang dapatmengidentifikasi kesenjangan antara kondisi saat ini dengantarget yang ingin dicapai rumah sakit. EA memungkinkanidentifikasi masalah pada business architecture, informationsystem architecture, dan technology architecture denganmenggunakan framework TOGAF ADM, sehingga solusi yangtepat dapat diterapkan untuk menyelaraskan strategi bisnisdengan teknologi informasi yang digunakan. Dengan penerapanEA, diharapkan strategi bisnis rumah sakit dan pelayanan diIGD dapat lebih optimal dan selaras dengan penerapanteknologi informasi melalui blueprint architecture dan ITRoadmap Kata kunci— Rumah Sakit (RS), Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Instalasi Gawat Darurat (IGD). Enterprise Architecture (EA), TOGAF ADM
Analisis Dan Perancangan Enterprise Architecture Berbasis TOGAF ADM 9.2 Pada Rumah Sakit Al Islam Pada Instalasi ICU (Intensif) Alfarezie , Muhammad Aqil; Santoso, Ari Fajar; Nugraha, Ryan Adhitya
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan di unit Intensive Care Unit (ICU) rumahsakit memiliki peran penting dalam memberikan penangananpasien kritis secara cepat dan akurat. Dalam mendukungefisiensi operasional, peningkatan kualitas layanan, danpengelolaan sumber daya, diperlukan arsitektur teknologiinformasi. Penelitian ini berbasi TOGAF ADM 9.2, dibuat nyapenelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan menganalisadan merancang Enterprise Architecture di Rumah Sakit AlIslam Bandung, khususnya pada unit ICU. Pendekatan TOGAFADM 9.2 digunakan sebagai kerangka kerja yang sistematisuntuk menyelaraskan teknologi dengan kebutuhan operasionalICU. Penelitian ini difokuskan pada beberapa fase utamaTOGAF, yaitu Preliminary Phase, Architecture Vision, BusinessArchitecture, Information Systems Architecture, TechnologyArchitecture, Opportunities & Solutions, dan MigrationPlanning. Melalui analisa yang dilakukan, dilakukanidentifikasi proses pada rumah sakit, kebutuhan sisteminformasi, serta peluang teknologi untuk mendukung aktivitasutama di unit ICU, seperti pengelolaan pasien, pengadaan obatdan alat medis, pelaporan aktivitas, dan rujukan pasien.Kata kunci— ICU, Rumah Sakit, TOGAF ADM, EnterpriseArchitecture.
ANALISIS PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE PELAYANAN MEDIS DI RUMAH SAKIT Al ISLAM PADA UNIT RAWAT INAP MENGGUNAKAN TOGAF ADM 9.2 Purba, Sebastian Dwi Putra Daud Paulus; Santoso, Ari Fajar; Nugraha, Ryan Adhitya
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era industri 4.0, transformasi digital telah menjadikebutuhan penting di sektor perawatan kesehatan untukmeningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan. RumahSakit Al Islam Bandung menghadapi tantangan berikut dalammengintegrasikan teknologi informasi, khususnya di bagianrawat inap: B. Kurangnya integrasi data pasien dan sistemmanajemen informasi yang tidak efisien. Untuk mengatasimasalah ini, penerapan Arsitektur Perusahaan (EA) berdasarkankerangka TOGAF ADM 9.2 merupakan solusi strategis. EA dapatmengidentifikasi kesenjangan antara situasi yang ada dan tujuanarsitektur serta menyediakan peta jalan untuk pengembangansistem terintegrasi. Dengan menggunakan pendekatan ADM,studi ini mencakup fase-fase berikut: fase persiapan, visiarsitektur, arsitektur bisnis, arsitektur sistem informasi, danarsitektur teknologi. Arsitektur cetak biru dan implementasi petajalan TI yang dihasilkan bertujuan untuk meningkatkan efisiensioperasional, keamanan data, dan kepuasan pasien sambilmenyesuaikan strategi bisnis dengan teknologi informasi yangdigunakan. Kata kunci - Rumah Sakit (RS), Sistem InformasiManajemen Rumah Sakit (SIMRS), Unit Rawat Inap,Enterprise Architecture (EA), TOGAF ADM.
Analisis Dan Perancangan Manajemen Layanan Teknologi Informasi Pada Proses Request Fulfillment Menggunakan Itil Versi 3 Di Diskominfo Kota Bandung Sinaga, Valentine; Falahah, Falahah; Nugraha, Ryan Adhitya
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Manajemen layanan teknologi informasi memiliki banyak keuntungan ketika dipraktikkan dandikembangkan oleh perusahaan atau organisasi. Hal ini akandapat memberikan nilai tambah kepada pengguna melalui layanan teknologi informasi. Sebagai sebuah entitas pusatinformasi di Kota Bandung, DISKOMINFO memerlukan analisis dan perancangan yang efektif untuk meningkatkanlayanan bisnis mereka. Dalam penelitian ini, penerapan Information Technology Infrastructure Library (ITIL) versi 3memiliki peran penting dalam implementasi proses Request Fulfillment di DISKOMINFO Kota Bandung. ITIL versi 3membantu dalam mengelola seluruh lifecycle permintaan layanan, mulai dari tahap awal hingga akhir, dengan tujuan untuk mengurangi dampak dan risiko yang mungkin terjadi di DISKOMINFO Kota Bandung. Metode yang digunakan untukpenerapan proses ini adalah dengan melakukan studi pustaka, wawancara, serta pengisian kuisioner yang digunakan untukmenganalisis kondisi dan kesenjangan di perusahaan sesuaidengan standar ITIL versi 3. Hasil dari penelitian ini adalahmemberikan perancangan rekomendasi, analisis prioritasberdasarkan risiko, dan roadmap perancangan rekomendasiyang mencakup aspek people, process, dan technology yangsesuai dengan standar Service Operation dalam ITIL versi 3. Kata kunci— Request Fulfillment, Service Operation, ITIL Versi 3
Analisis Dan Perancangan Manajemen Layanan Teknologi Informasi Proses Problem Management Pada Diskominfo Kota Bandung Menggunakan Itil Versi Ihsan, Muhammad; Falahah, Falahah; Nugraha, Ryan Adhitya
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Teknologi informasi merujuk pada proses perancangan, implementasi, pengembangan, dukungan, danmanajemen sistem informasi berbasis komputer, terutamaperangkat keras dan perangkat lunak. Pentingnya teknologi informasi dalam pengelolaan informasi saat ini tidak dapatdiabaikan karena pertumbuhan yang terus berubah dan peningkatan informasi, yang memiliki nilai yang signifikan bagiorganisasi atau perusahaan. Dalam konteks ini, DISKOMINFO Kota Bandung memiliki kebutuhan untuk menerapkanmanajemen layanan TI agar dapat mengoptimalkan teknologi informasi sesuai dengan kebutuhan pengguna dan memberikannilai tambah bagi perusahaan. Dalam penelitian ini, kerangka kerja yang digunakan Infrastructure Technology Information Library (ITIL) Versi 3, yang mengacu pada Service Operation dengan fokus pada subdomain Problem Management. DISKOMINFO Kota Bandung menerapkan manajemenlayanan TI sebagai solusi untuk mengatasi masalah kualitaslayanan. Penelitian ini dimulai dengan mencari masalah, menganalisis data, dan menyusun rekomendasi berdasarkanhasil penelitian yang telah dilakukan. Metode penelitian yang digunakan melibatkan wawancara, yang memberikan hasilyang relevan untuk dianalisis dan dapat diimplementasikan oleh perusahaan. Kata Kunci : Teknologi Informasi, Manajemen Layanan, ITIL Versi 3