Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Effect of Plant Growth Regulators (PGRs) on Biomass and Flavonoid Production of Talinum paniculatum Callus Culture Kaban, Sarah Mega Pratenna; Restiani, Ratih; Aditiyarini, Dwi
Jurnal Biodjati Vol 9 No 1 (2024): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v9i1.33788

Abstract

Talinum paniculatum Jacq (Gaertn), locally known as Javanese Ginseng, is an essential medicinal plant characterized by high flavonoid content with antioxidant and antimicrobial activities. Compared to other natural sources, a larger number of T. paniculatum leaves is required to obtain high amounts of flavonoid for drug development. In this context, in vitro culture can be used to increase flavonoid production in a controlled condition without reducing plant population. The concentration of Plant Growth Regulators (PGRs) is capable of influencing biomass and flavonoid accumulation in callus culture from several species. Despite these benefits, there is limited information about the optimal concentration of PGRs for flavonoid production from T. paniculatum callus culture. Therefore, this study aimed to investigate the optimum concentration of 2,4-D and kinetin for callus growth, as well as flavonoid production from T. paniculatum. The investigation was carried out using a completely randomized design (CRD), where young leaves explants were cultured on MS media supplemented with various concentrations of 2,4-D (0, 0.5, 1, 2) mg/L and kinetin (0, 0.5, 1, 2) mg/L for callus and flavonoid production. The results showed that the highest callus biomass of 0.105 g was produced from MS medium with 2 mg/L of 2,4-D and 1 mg/L of kinetin. Meanwhile, the highest total flavonoid content of 25.66 mg QE/g DW was produced from media supplemented with 1 mg/Lof 2,4-D and 2 mg/L of kinetin. These results showed that different combinations of 2,4-D and kinetin were required to increase biomass and flavonoid production. In conclusion, this study provided valuable information for the development of bioactive compounds through in vitro culture.
Stabilitas Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Terenkapsulasi Maltodekstrin dan Gelatin dan Potensi Prebiotiknya Sari, Devina Puspita; Aditiyarini, Dwi; Ariestanti, Catarina Aprilia
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 3 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i3.7550

Abstract

Bunga telang merupakan salah satu bunga yang dapat dimakan dan digunakan sebagai pewarna alami makanan. Bunga ini juga berpotensi sebagai antioksidan dan prebiotik akibat kandungan antosianinnya. Namun ekstrak bunga telang mudah terdegradasi. Stabilitas zat warna bunga telang dapat dipertahankan dengan teknik enkapsulasi menggunakan maltodekstrin dan gelatin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui rasio maltodekstrin dan gelatin yang menghasilkan stabilitas enkapsulat bunga telang terbaik selama 15 hari penyimpanan dan potensi prebiotiknya. Ekstrak bunga telang diperoleh melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Rasio maltodekstrin dan gelatin yang digunakan adalah 1:1, 3:1 dan 5:1, dengan kadar ekstrak bunga telang 1%. Stabilitas enkapsulat dianalisis dari kandungan antosianin dan antioksidan dengan waktu uji setiap 5 hari selama 15 hari. Kadar antosianin diukur dengan metode pH differential. Aktivitas antioksidan diukur dengan metode DPPH. Potensi prebiotik diuji menggunakan Lactobacillus bulgaricus. Hasil menunjukkan bahwa enkapsulat ekstrak bunga telang dengan rasio maltodekstrin dan gelatin sebesar 3:1 memiliki stabilitas enkapsulat terbaik dengan kadar air 6,863%, kadar antosianin 0,217 mg/g, dan daya redam radikal bebas sebesar 54,858%. Enkapsulat ini juga terbukti berpotensi menjadi prebiotik yang ditandai dengan pertumbuhan L.bulgaricus sebesar 2,85 x 109 CFU/mL.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Belimbing Wuluh Terhadap Escherichia coli Penyebab Diare Septhimoranie, Jade; Aditiyarini, Dwi; Prakasita, Vinsa Cantya
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 2: September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i2.15749

Abstract

Diare merupakan salah satu gejala infeksi pada saluran cerna, yang dapat disebabkan oleh adanya organisme (bakteri, virus, dan/atau parasit), sehingga menyebabkan feses menjadi lebih cair dan frekuensinya lebih sering dari biasanya. Escherichia coli memiliki presentase yang tinggi dibandingkan bakteri lain pada feses penderita diare. Pengobatan yang dilakukan biasanya dengan menggunakan antibiotik, namun sekarang ini banyak ditemukan antibiotik yang telah resisten. Tanaman obat-obatan dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengatasi diare. Salah satunya ialah kulit batang Belimbing Wuluh. Adanya kandungan senyawa yang bersifat antibakteri pada kulit batang Belimbing Wuluh dimungkinkan dapat menghambat pertumbuhan E. coli penyebab diare. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang Belimbing Wuluh terhadap E. coli penyebab diare. Pada penelitian ini menggunakan metode ekstraksi dekoktasi. Uji fitokimia dilakukan terhadap flavonoid, alkaloid, dan saponin. Uji total fenol dilakukan dengan menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Uji antibakteri dilakukan dengan menggunakan disk diffusion method Kirby-Bauer, dilanjutkan uji MIC dengan metode mikrodilusi serta uji MBC. Analisis data dengan One-Way ANOVA dan post-hoc Duncan. Kulit batang Belimbing Wuluh mengandung senyawa saponin, alkaloid, flavonoid, dan fenol. Hasil rata-rata dari nilai total fenol adalah 25,12 ± 7,73(mg GAE)⁄g. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang Belimbing Wuluh dengan konsentrasi 2,5% masih dapat menghambat E. coli secara signifikan (P≤0,05).
STUDI KOMPARASI KANDUNGAN TIMBAL PADA KANGKUNG (Ipomea aquatica Forsk.) DARI PASAR TRADISIONAL DAN SUPERMARKET DI YOGYAKARTA: Comparative Study of Lead Content in Kangkung (Ipomea aquatica Forsk.) from Traditional Markets and Supermarkets in Yogyakarta Tangnga Layuk, Rhamatya; Prihatmo, Guruh; Aditiyarini, Dwi
Biospecies Vol. 15 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i2.13787

Abstract

Kangkung (Ipomea aquatica Forsk.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki tingkat konsumsi tertinggi di Indonesia. Perkembangan zaman dan peningkatan jumlah penduduk menyebabkan aktivitas industri dan kegiatan transportasi juga meningkat. Hal ini memunculkan permasalahan dalam masyarakat seperti menurunnya kualitas bahan pangan salah satunya kangkung, akibat adanya cemaran logam berat seperti timbal (Pb). Oleh sebab itu, studi komparasi pada kangkung yang dijual di supermarket maupun pasar tradisional penting dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai konsentrasi timbal berdasarkan baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah. Penelitian dilaksanakan bulan Februari – Juni 2021 di Pasar Demangan, Pasar Kranggan, Superindo Jl. Solo, Mirota Kampus Simanjuntak dan Carefour Ambarrukmo Plaza. Total 55 sampel diekstraksi menggunakan HCl 37% dan HNO3 65%. Konsentrasi timbal pada ekstrak sampel sebanyak 10 mL dianalisis menggunakan AAS (Atomic Absoprtion Spectrofotometer). Hasil analisis AAS menunjukkan adanya kandungan timbal pada seluruh sampel sebesar 0,32340 – 0,47060 mg/kg. Kandungan timbal yang terdapat pada seluruh sampel masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan oleh Badan Standarisasi Indonesia (0,5 mg/kg), akan tetapi masih melewati baku mutu yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (0,2 mg/kg).