Claim Missing Document
Check
Articles

Modification of the Grey Relational Analysis Method in Determining the Best Mechanic Arshad, Muhammad Waqas; Sulistiani, Heni; Maryana, Sufiatul; Palupiningsih, Pritasari; Rahmanto, Yuri; Setiawansyah, Setiawansyah
Building of Informatics, Technology and Science (BITS) Vol 6 No 3 (2024): December 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/bits.v6i3.5678

Abstract

Determining the best mechanics in the industry has an important role to ensure the quality and reliability of the products and services offered. Competent and experienced mechanics are able to diagnose and repair accurately and efficiently, thereby minimizing operational downtime and increasing productivity. Without a structured system, mechanical performance appraisals tend to be subjective and inconsistent, which can lead to dissatisfaction among employees and customers. Mechanics may not get clear and constructive feedback on their performance, thus hindering skill development and professionalism. The purpose of the research of the modified Grey Relational Analysis (GRA) using standard deviation is to improve the accuracy and reliability of the decision-making process in situations where the data has a high degree of variability or significant uncertainty. By integrating standard deviations into the GRA, the study aims to account for variations and fluctuations in the data, which allows for more accurate and representative assessment of the criteria. This modification is expected to overcome the weaknesses of traditional GRAs that may not adequately consider data uncertainty, as well as produce more robust and realistic alternative rankings. The results of the best ranking of mechanics, Mechanic FR ranks first with a value of 0.11, followed by Mechanic HS with a value of 0.104. The third place was occupied by Mechanic AY with a score of 0.099.
Combination of PIPRECIA and Multi-Attributive Ideal-Real Comparative Analysis for the Determination of Scholarship Students Hadad, Sitna Hajar; Chandra, Iryanto; Maryana, Sufiatul; Setiawansyah, Setiawansyah
Building of Informatics, Technology and Science (BITS) Vol 6 No 3 (2024): December 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/bits.v6i3.6313

Abstract

Scholarships are a form of financial assistance given to individuals to support their education. Criteria considered in the determination of scholarship recipients may include academic achievement, special talents, financial need, participation in extracurricular activities, and potential contributions to the community. The combination of weighting using PIPRECIA and MAIRCA can be a powerful approach in determining scholarship recipients. With PIPRECIA, scholarship providers can gather preferences from various relevant parties to determine the relative weight of each evaluation criterion. Furthermore, by applying MAIRCA, scholarship recipients can be evaluated based on these criteria by comparing between ideal attributes that reflect expected standards with real attributes that reflect the actual conditions of each recipient. By integrating these two methods, the process of determining scholarship recipients becomes more structured, transparent, and takes into account diverse preferences and priorities, ensuring that aid is distributed to the most deserving and needy individuals. The results of alternative rankings in determining scholarship recipients are 1st place with a final score of 0.071 obtained on behalf of Yusuf Maqdis, 2nd place with a final score of 0.068 obtained on behalf of Kurniawansyah, and 3rd place with a final score of 0.062 obtained on behalf of Ketut Purwanti.
Implementasi Certainty Factor Untuk Diagnosa Penyakit Sapi Maryana, Sufiatul; Suhartini, Dini
CHAIN: Journal of Computer Technology, Computer Engineering, and Informatics Vol. 1 No. 1 (2023): Volume 1 Number 1 January 2023
Publisher : PT. Tech Cart Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58602/chain.v1i1.5

Abstract

Sistem pakar untuk diagnosa penyakit sapi merupakan sistem pakar yang dirancang sebagai alat bantu untuk mendiagnosa jenis penyakit sapi secara khusus. Pengetahuan ini didapat dari berbagai sumber diantaranya penelitian dan seminar yang dilakukan pakar dalam bidangnya serta buku yang berhubungan dengan penyakit sapi. Sistem Pakar ini dilakukan dengan cara nantinya pengguna sistem memasukan nilai-nilai yang telah disediakan kedalam sistem yang kemudian diproses berdasarkan aturan-aturan atau rule yang di peroleh dari pakar sehingga nantinya didapatkan hasil kesimpulan diagnosa serta memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh pengguna. Hasil penilaian sistem pakar menggunakan metode certainty factor untuk pengguna berdasarkan parameter yang ada, maka mendapatkan hasil tingkat keyakinan menggunakan metode certainty factor adalah penyakit kudis (scabies) dengan tingkat keyakinan sebesar 60%, penyakit sapi ingusan dengan tingkat keyakinan sebesar 12%, penyakit sapi ngorok dengan tingkat keyakinan sebesar 0%, penyakit sapi demam dengan tingkat keyakinan sebesar 16%, penyakit sapi surra dengan tingkat keyakinan sebesar 80%. maka hasil sistem pakar menggunakan metode certainty factor untuk pengguna berdasarkan parameter sapi sulit bernafas dan gemetaran mendiagnosa penyakit sapi surra dengan tingkat keyakinan 80%.
Edukasi Batik dan Kujang Bogor melalui Game Arcade Berbasis 3D dan Fuzzy Eneng Tita Tosida; Sufiatul Maryana; Kamel Mahdi
Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika. Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jika.12.1.110-118

Abstract

Batik adalah bagian dari warisan budaya yang terus berkembang hingga saat ini di Indonesia, salah satunya adalah batik Bogor yang memiliki motif unik seperti hujan gerimis dan kujang. Dalam era teknologi modern, upaya memperkenalkan batik dan kujang kepada generasi muda melalui media pembelajaran digital sangat penting. Penelitian ini mengembangkan game arcade edukasi 3D berbasis fuzzy mamdani menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) untuk mengenalkan budaya batik dan kujang Bogor secara interaktif. Hasil pengujian alpha dan beta menunjukkan tingkat kepuasan pengguna sebesar 84%, serta game ini secara efektif mengintegrasikan logika fuzzy untuk mengatur percepatan pemain. Game "Batik dan Kujang Bogor" tidak hanya menawarkan pengalaman bermain yang seru tetapi juga menjadi alat edukasi yang mempromosikan budaya lokal Indonesia.
Panduan Makanan Sehat Untuk Diabetes Mellitus Berbasis Android Putra, Agung Prajuhana; Maryana, Sufiatul; Suriansyah, Muhammad Iqbal
Krea-TIF: Jurnal Teknik Informatika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.369 KB) | DOI: 10.32832/kreatif.v8i1.3034

Abstract

Diabetes mellitus atau kencing manis merupakan penyakit yang bersifat kronis, terjadi akibat kekurangan hormon insulin [8]. Penyakit ini biasanya berhubungan dengan metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah. IDF (International Diabetes Federation), menginformasikan terdapat 382 juta orang yang hidup dengan diabetes didunia pada tahun 2013. Pada tahun 2035 jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 592 juta orang. Diperkirakan dari 382 juta orang tersebut, 175 juta di antaranya belum terdiagnosis, sehingga terancam berkembang progresif menjadi komplikasi tanpa disadari dan tanpa pencegahan. (Riskesdas 2007, 2013, Kementerian Kesehatan). Salmah Rismayati F, Gilang Ilyas Hakim, Umi Tri Lestari sebelumnya membuat aplikasi android untuk mengenalkan resep masakan, jenis-jenis makanan berbasis android [1][6][9]. Aplikasi Panduan Makanan Sehat Untuk Diabetes Mellitus Berbasis Android dibuat untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan informasi resep makanan dan menjaga asupan kalori per harinya untuk penderita diabetes mellitus meliputi resep makanan pagi, siang dan malam kemudian diuraikan bahan apa saja yang digunakan dan berapa jumlah asupan kalori yang didapat beserta gambar dari makanan tersebut.
UAV-Based Segmentation and Correlation Analysis of Vegetation Indices for Cassava Crop Health Assessment Maryana, Sufiatul; Herdiyeni, Yeni; Wahjuni, Sri; Santosa, Edi
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 9, No 4 (2025)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.9.4.3078

Abstract

Cassava, an essential staple food with diverse applications, has been relatively underexplored in terms of health analysis using vegetation indices. Conventional field surveys face challenges in covering large areas due to resource constraints. Recent advancements in remote monitoring techniques, such as satellite imagery and Unmanned Aerial Vehicles (UAVs), offer a promising alternative. While satellite imagery enables broad-scale surveys, its limited spatial resolution restricts detailed analyses of individual plants or smaller ecosystems. UAV-based vegetation surveys commonly utilize Vegetation Indices (VI) to assess unique spectral information. This study investigated UAV-based methods for mapping cassava distribution in the Telaga Kahuripan smallholder plantation in Bogor, Indonesia, focusing on UAV imagery, segmentation, and vegetation indices to evaluate cassava plant health at 2, 5, and 8 months of age. The results revealed significant variations in vegetation indices across different cassava plant ages. Particularly, the highest values observed at 5 months of age indicated substantial growth, with NDVI and GNDVI values exhibiting R2 ranging from 0.95 to 0.98, indicating a strong correlation. The robust correlation between NDVI and GNDVI implies that both indices can effectively predict plant health using UAV-based monitoring. Comparisons with existing studies suggest potential variations attributable to factors such as geographical location, environmental conditions, and cultivation practices. Understanding these variations is crucial for refining monitoring techniques and informing agricultural practices. Consequently, the findings have implications for enhancing cassava health monitoring and optimizing agricultural practices to ensure sustainable crop production.
ALAT MONITORING DAN KONTROLLING KUALITAS UDARA MENGGUNAKAN APLIKASI THINGSPEAK Alfiansyah, Alfiansyah; Maryana, Sufiatul; Wahyuni, Yuli
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Komputer Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Aplikasi Bisnis dan Komputer
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jubikom.v5i3.12916

Abstract

ABSTRAK Pengendalian kualitas udara di lingkungan industri merupakan aspek penting untuk menjaga kenyamanan serta kesehatan pekerja. Penelitian ini mengembangkan alat Monitoring dan Kontrolling Kualitas Udara menggunakan platform IoT ThingSpeak sebagai pengembangan dari sistem sebelumnya yang hanya berfungsi sebagai pemantau kualitas udara tanpa mekanisme kontrol. Pada versi terbaru ini, ditambahkan modul humidifier sebagai aktuator untuk meningkatkan kelembapan udara secara otomatis apabila kondisi udara terdeteksi berada pada batas tidak aman. Selain itu, platform pemantauan juga dialihkan menjadi ThingSpeak yang menyediakan fasilitas penyimpanan dan visualisasi data secara daring serta pemantauan jarak jauh. Sistem menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai pusat kendali yang terhubung ke jaringan WiFi. Sensor MQ-135 digunakan untuk mengukur kualitas udara dalam satuan ppm, sedangkan sensor DHT11 mengukur suhu dan kelembapan ruangan. Data hasil pengukuran ditampilkan secara langsung melalui layar OLED dan dikirim ke ThingSpeak untuk dipantau secara real-time. Jika nilai ppm melebihi ambang batas yang ditentukan, sistem secara otomatis mengaktifkan humidifier hingga kualitas udara kembali normal. Pengujian sistem dilakukan di PT SuryaKabel Cemerlang pada dua hari berbeda untuk menilai keandalan alat. Pada hari Sabtu diperoleh kondisi udara baik pada pukul 10.00–10.45 WIB dengan nilai 223–234 ppm, dan kondisi udara buruk pada pukul 13.15–13.45 WIB dengan nilai 250–267 ppm. Sementara pada hari Senin kondisi udara baik tercatat pada pukul 10.00–10.45 WIB dengan nilai 243–257 ppm, dan kondisi udara buruk pada pukul 14.30–14.45 WIB dengan nilai mencapai 345–356 ppm. Sistem merespons seluruh kondisi buruk dengan mengaktifkan humidifier secara otomatis. Hasil tersebut menunjukkan bahwa alat mampu melakukan monitoring dan pengendalian kualitas udara secara efektif, responsif, dan dapat diakses dari jarak jauh, sehingga layak diterapkan pada lingkungan pabrik maupun ruang tertutup lainnya. Kata kunci : Internet of Things, Kualitas Udara, ThingSpeak, NodeMCU ESP8266, Humidifier Otomatis.  ABSTRACT Air quality control in industrial environments is crucial for maintaining worker comfort and health. This research develops an Air Quality Monitoring and Control tool using the ThingSpeak IoT platform as an improvement over the previous system, which only functioned as an air quality monitor without a control mechanism. In this latest version, a humidifier module is added as an actuator to automatically increase air humidity if air conditions are detected to be at an unsafe level. In addition, the monitoring platform is also switched to ThingSpeak, which provides online data storage and visualization facilities as well as remote monitoring. The system uses a NodeMCU ESP8266 as a control center connected to a WiFi network. The MQ-135 sensor is used to measure air quality in ppm units, while the DHT11 sensor measures room temperature and humidity. The measurement data is displayed directly on an OLED screen and sent to ThingSpeak for real-time monitoring. If the ppm value exceeds the specified threshold, the system automatically activates the humidifier until the air quality returns to normal. System testing was conducted at PT SuryaKabel Cemerlang on two different days to assess the reliability of the device. On Saturday, good air conditions were recorded at 10:00–10:45 WIB with a value of 223–234 ppm, and poor air conditions at 1:15–1:45 WIB with a value of 250–267 ppm. Meanwhile, on Monday, good air conditions were recorded at 10:00–10:45 WIB with a value of 243–257 ppm, and poor air conditions at 2:30–2:45 WIB with a value of 345–356 ppm. The system responded to all adverse conditions by automatically activating the humidifier. These results indicate that the device is capable of monitoring and controlling air quality effectively, responsively, and can be accessed remotely, making it suitable for application in factory environments and other closed spaces. Keywords: Internet of Things, Air Quality, ThingSpeak, NodeMCU ESP8266, Automatic Humidifier.
CONVAYER PERNYORTIR BARANG BERBASIS MIKROKONTROLER Abdat, Misel Umar; Zuraiyah, Tjut Awaliyah; Maryana, Sufiatul
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Komputer Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Aplikasi Bisnis dan Komputer
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jubikom.v5i3.12914

Abstract

Abstrak                Konveyor adalah sistem mekanik yang berfungsi memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain, banyak digunakan di industri untuk transportasi barang secara terus-menerus dan dalam jumlah besar karena lebih ekonomis dibandingkan alat angkut berat. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem konveyor otomatis berbasis Arduino yang mampu menghitung dan menyortir hasil produksi secara cepat, akurat, dan efisien. Sistem menggunakan sensor inframerah IR E18-D80NK untuk mendeteksi dan menghitung barang serta sensor warna TCS3200 untuk menyortir berdasarkan warna (merah dan hijau). Perancangan dilakukan pada perangkat keras dan perangkat lunak menggunakan bahasa C++ yang terintegrasi dengan mikrokontroler Arduino. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu mendeteksi, menghitung, dan menyortir barang dengan akurasi tinggi. Data hasil dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi Blynk di smartphone. Kata kunci: Nodemcu8266, E18-D80NK Sensor, Motor DC  AbstractThe conveyor is a mechanical system used to move goods from one place to another. It is widely used in industries for continuous and large-scale material transport because it is more economical than heavy transport equipment. This study aims to design and implement an Arduino-based automatic conveyor system capable of counting and sorting production outputs quickly, accurately, and efficiently. The system uses an infrared sensor (IR E18-D80NK) to detect and count items and a color sensor (TCS3200) to sort them based on color (red and green). The hardware and software are designed using the C++ programming language and integrated with the Arduino microcontroller. Test results show that the system can detect, count, and sort items with high accuracy. The counting and sorting data can be monitored in real time through the Blynk application on a smartphone.Keywords: NodeMCU8266, E18-D80NK Sensor, DC Motor
TRIGGER RUNNING HOUR (TRH) UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI OPERASIONAL DAN MENGOPTIMALKAN BIAYA DENGAN MENGUBAH PEMANTAUAN PERALATAN MARITIM SECARA REAL-TIME Putra, Agung Prajuhana; Riesvicky, Hifshan; Maryana, Sufiatul
Prosiding Seminar SeNTIK Vol. 8 No. 1 (2024): Prosiding SeNTIK 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keandalan dan efektivitas biaya di sektor maritim bergantung pada dokumentasi yang akurat tentang waktu penggunaan peralatan dan pemeliharaan yang tepat waktu. Namun, sering kali terdapat perbedaan antara penggunaan yang dilaporkan dan jam operasi sebenarnya karena pelacakan penggunaan peralatan yang dilakukan secara manual. Ketidaksesuaian ini dapat menyebabkan jadwal pemeliharaan dan perbaikan yang tidak tepat untuk peralatan atau komponen penting kapal, seperti Crane Deck, Mesin Utama, Mesin Bantu, Kompresor, Generator, dan Pompa. Jadwal pemeliharaan yang tidak akurat dapat mengakibatkan peningkatan biaya operasional, mengancam keselamatan awak kapal, dan mengurangi masa pakai kapal. Masalah ini diatasi oleh perangkat IoT berbasis “Trigger Running Hour”, yang menawarkan pemantauan waktu penggunaan peralatan secara real-time. Perangkat ini menggunakan sistem sensor arus canggih untuk menentukan apakah setiap material penting (unit, komponen, dan bagian) sedang aktif digunakan. Data yang ditangkap dikirim ke penerima menggunakan teknologi LoRa (Long Range), yang memastikan koneksi andal bahkan pada jarak jauh di kapal. Data tersebut kemudian diproses di gateway pusat, di mana data tersebut digabungkan dan disiapkan untuk transmisi. Gateway memastikan integrasi yang akurat dan efisien dengan Sistem Pemeliharaan Terjadwal (Planned Maintenance System/PMS) dengan mengirimkan data penggunaan peralatan yang telah diproses secara real-time dan otomatis. Teknologi ini memberikan operator kapal catatan yang akurat tentang pemanfaatan peralatan dengan mengotomatisasi pengumpulan dan pemrosesan data operasional. “Pemicu Jam Operasi” mengoptimalkan perencanaan pemeliharaan dan mengurangi biaya terkait dengan mencegah pemeliharaan yang terlambat dan perbaikan yang tidak perlu, memastikan bahwa jadwal pemeliharaan didasarkan pada data penggunaan real-time yang akurat. Studi ini menggambarkan pengembangan dan penggunaan perangkat “Trigger Running Hour”, menyoroti arsitektur IoT, konektivitas berbasis LoRa, dan alur kerja pemrosesan data. Sistem ini merupakan kemajuan signifikan dalam manajemen pemeliharaan maritim dengan menjembatani kesenjangan antara penggunaan peralatan yang dilaporkan dan yang sebenarnya. Sistem ini menyediakan solusi andal untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya keseluruhan
SISTEM PENENTUAN KELAYAKAN PEMBERIAN SUSU FORMULA DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DAN ELECTRE Rahma, Yunita; Maryana, Sufiatul; Nofika, Benny
JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama) Vol. 5 No. 1 (2021): Volume 5, Nomor 1, Januari 2021
Publisher : STMIK KAPUTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59697/jtik.v5i1.584

Abstract

Breastmilk (ASI) is the baby's first food. According to WHO, ASI is the best source of nutrition for babies and toddlers. However, not all mothers can breastfeed their babies well. Stopping breastfeeding or even not being given ASI at all can occur for various reasons, for example, the baby's mother is suffering from an infectious disease and it is feared that it will spread to the baby if the baby drinks the mother's milk or the baby's mother is consuming drugs that are quite dangerous. Providing formula milk is an alternative solution to fulfill the baby's nutrition because its content is deemed sufficient to fulfill the baby's nutrition. Seeing the problem, This research, this research offers a solution to determine the feasibility of giving formula milk by making a decision support system with the SAW (Simple Additive Weighting) and Electre methods. The alternatives used by the SAW method consist of 5 alternatives, the Electre method process conducts an assessment by giving a range to the alternative value input. The study obtained results by entering alternative data as many as 5 names of breastfeeding mothers who had doubts in determining whether to use formula milk or not. From the 5 names, Suhartini was chosen as an alternative.