Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PSYCHOEDUCATION ON STUNTING ISSUES Sugiarto, Angga; Sukini, Sukini; Maryani, Siti
Midwifery and Nursing Research Vol. 6 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/manr.v6i2.12104

Abstract

Background: Stunting, defined as inadequate height for age, is a severe public health issue that affects millions of children worldwide, particularly in low and middle-income countries. It leads to long-term impacts on physical health, cognitive development, and economic productivity. Psychoeducation has been identified as a potential intervention to mitigate the effects of stunting by enhancing community and parental practices.Methods: This research is a pre-experimental study with a pre-post design. Measurements are conducted before and after the intervention. The population consists of all cadres in the Candiroto Community Health Center work area, and the sample size is 22 people. Statistical testing used the Wilcoxon test to determine the statistical differences before and after the psychoeducation.Results: The results indicate that there is a difference in knowledge and affective of the cadres regarding stunting issues.Conclusion: Psychoeducation is an effective intervention used as an approach for health cadres to understand and address stunting issues.
Pengabdian kepada Masyarakat melalui Pembuatan Produk Minuman Timun Apel sebagai Upaya Meningkatkan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Lokal Abadi, Slamet; Suroso, Suroso; Maryani, Siti; Yusiana, Ekalia
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.3.412-419

Abstract

Apple cucumber is an annual plant that belongs to the Cucurbitaceae family and is very closely related to the melon plant. Regarding morphology and fruit aroma, this plant is a hybrid plant or a cross between melon and suri cucumber. Apple cucumber farmers in Tanjungpakis Village cultivate an average of ½Ha land for apple cucumber cultivation. The taste of the apple cucumber produced by the fruit is sweet, and the flesh is soft, making this fruit much liked by the public. This makes apple cucumber a superior local fruit that is cultivated in Tanjung Pakis Village. The aim of implementing community service is to make apple cucumbers a strategic superior commodity to be processed into beverage products, optimize the potential of local and regional products, and help improve the economy and welfare of farmers in rural areas. The implementation method is carried out through outreach and licensing, training and practice, and assistance to farmers. The results obtained from the service implementation are syrup product innovations that have been packaged and equipped with attractive product labels.
PENGARUH PENDAMPINGAN KESEHATAN WUS TERHADAP PERILAKU WUS DALAM PEMERIKSAAN IVA Idhayanti, Ribkha Itha; Sari, Nita Melia; Maryani, Siti; Masini, Masini
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i2.12490

Abstract

Kasus kanker leher rahim menepati urutan kedua setelah kanker payudara yaitu sebanyak 36.633 kasus atau 9,2 % dari total kasus kanker di Indonesia. Cara sederhana mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin yaitu dengan melakukan IVA. Saat ini cakupan deteksi dini kanker leher rahim di Indonesia melalui pap smear dan IVA masih sangat rendah(sekitar 5%). Di Kabupaten Temanggung cakupan pemeriksaan IVA 5,6% dan di Kecamatan Bejen 13,6% dari sasaran 1012Tujuan Umum:Untuk mengetahui pengaruh pendampingan kesehatan WUS terhadap pemeriksaan IVA di Desa Prangkokan Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksperimen dengan rancangan yang digunakan yaitu One Group Pre Test-Post Test Design. jumlah sampel sebesar 40 orang. Pada saat kegiatan sosialisasi tanggal 04 Oktober 2023 sesuai kriteria inklusi. Dalam penelitian ini d menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian ini adalah: Perilaku pemeriksaan IVA sebelum di lakukan pendampingan kesehatan WUS masih rendah yaitu 12,5% dari 40 responden. Perilaku pemeriksaan IVA sesudah di lakukan pendampingan kesehatan WUS meningkat menjadi 80% dari 40 responden. Ada pengaruh yang signifikan pendampingan kesehatan WUS terhadap pemeriksaan IVA yaitu adanya peningkatan 27 responden dalam pemeriksaan IVA.Diharapkan responden yang belum pernah melakukan pemeriksaan IVA agar segara mungkin melakukan pemeriksaan IVA untuk mendeteksi resiko kanker leher rahim. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman dalam penelitian selanjutnya dan dikembangkan oleh peneliti lain dengan menggunakan variable yang berbeda serta analisi yang lebih mendalam.  
Pengaruh Jumlah Tawas Dan Tekniknya Terhadap Hasil Pewarnaan Pada Kain Katun MARYANI, SITI
Jurnal Online Tata Busana Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2013
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v2i1.1317

Abstract

PENGEMBANGAN PELATIHAN KADER PEDULI STUNTING DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Maryani, Siti; Yunianti, Bekti; Mundarti, Mundarti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.31885

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan ancaman serius bagi anak-anak di Indonesia saat ini dan masih memiliki tingkat prevalensi yang tinggi. Masalah stunting ini menjadi sangat penting karena dapat meningkatkan risiko kematian, penyakit, serta menghambat perkembangan mental dan motoric. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini agar kader kesehatan mampu mendampingi masyarakat agar masing-masing keluarga mampu melakukan berbagai upaya untuk mencegah stunting, Sehingga kejadian stunting dapat dicegah. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan pendidikan kesehatan kepada kader dan penugasan dari kader kepada masyarakat. Selanjutnya dilakukan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di desa Kalijoso dengan mitranya adalah 20 kader di Desa Kalijoso Kabupaten Magelang. Pada kegiatan ini evaluasi dilakukan melalui kuesioner berisi 20 pertanyaan dilakukan dengan melakukan pretest dan posttest, mengevaluasi proses pendampingan kader kepada kelompok masyarakat yang di dampingi, mengevaluasi peningkatan pengetahuan masyarakat yang di damping. Rata-rata pengetahuan setelah dilakukan kegiatan pengabdian mengalami peningkatan sebesar 7,5 dengan rata-rata hasil posttest sebesar 95,25. Nilai terendah 85 dan nilai tertinggi 100. Hal ini menunjukkan pengetahuan kader tentang stunting dan upaya pencegahan stunting meningkat.Abstract: Stunting is a growth disorder in children where their height is lower than the standard for their age. The stunting rate in Magelang Regency reached 37.6 percent. The results of the Nutritional Status Monitoring in 2017 showed that the stunting problem was at 28.5 percent, ranking second among the Regencies/Cities in Central Java. Stunting will affect the quality of human resources in the future (Paramashanti et al., 2016). There is a need for serious handling by the government. One strategy is to empower cadres. Cadres as active partners in the community can help tackle stunting. Therefore, it is essential to have health cadres who care about the stunting issue to assist families with infants or toddlers, in order to form families that are aware and concerned about stunting. Through this activity, we are planning to establish a Health Cadre Concerned with Stunting as a step to conduct early detection of stunting cases in family environments especially in Kalijoso Village, Secang District, Magelang Regency. It is hoped that this effort can reduce the rate of stunting while supporting the government's program in tackling stunting in Indonesia.
PENDAMPINGAN KELUARGA PEDULI STUNTING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Maryani, Siti; Mundarti, Mundarti; Yuniyanti, Bekti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19630

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang terjadi di Indonesia. Angka gizi buruk dan stunting di Indonesia cukup tinggi, menduduki peringkat kedua di Asia Tenggara. Berdasarkan data Riskesdas 2018, angka prevalensi sebesar 30,8%. Keluarga mempunyai peran penting dalam mencegah stunting di semua tahap kehidupan. Mulai dari janin dalam kandungan, bayi baru lahir, balita, remaja, pernikahan, kehamilan, dll. Hal ini mendukung upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga agar peduli dan melakukan berbagai upaya untuk mencegah stunting di lingkungan keluarganya. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini di lakukan dengan menggunakan metode pendampingan pada keluarga yang memiliki balita di Desa kalijoso sejumlah 20 keluarga. Mitra dalam kegitan ini adalah keluarga yang memiliki balita dan pendampingan ini di lakukan pada ibu balita karena ibu balita memiliki waktu paling banyak dengan balita yaitu sejumlah 20 orang. Kegiatan yang di lakukan antara lain pemberian materi tentang stunting, pola asuh keluarga, dan praktik pemberian makan pada balita. Kegiatan berlangsung selama 3 bulan. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan pengetahuan dan ketrampilan keluarga dalam pencegahan stunting. Prestest di lakukan dengan menggunakan kuesioner tentang stunting dan peran upaya pencegahan stunting sejumlah 10 pertanyaan. hasil pretest dan posttest mengalami peningkatan sebesar 20%.Abstract: Stunting is one of the chronic nutritional problems in Indonesia. The rates of malnutrition and stunting are quite high, ranking second in Southeast Asia. According to the 2018 Riskesdas data, the prevalence rate is 30.8%. Families play a crucial role in preventing stunting at all stages of life, from the fetus in the womb to newborns, toddlers, adolescents, marriage, pregnancy, and beyond. This supports the government's efforts to address these issues in Indonesia. The objective of this activity is to enhance family knowledge, encouraging them to take various measures to prevent stunting within their households. The implementation of this community service activity involves a mentoring method with 20 families who have toddlers in the Kalijoso Village. The partners in this activity are families with toddlers, and mentoring is specifically targeted at mothers of toddlers, totaling 20 individuals. The activities include providing information about stunting, family parenting patterns, and practicing feeding toddlers. The entire initiative spans a duration of 3 months. The activity progressed well, contributing to the improvement of family knowledge and skills in preventing stunting. A pre-test was conducted using a questionnaire about stunting and the role of prevention efforts, comprising 10 questions. The results of the pre-test and post-test showed an improvement of 20%.
PENDAMPINGAN KELOMPOK WANITA SEHAT SEDOYO SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING SECARA DINI Maryani, Siti; Handayani, Esti; Chunaeni, Siti; Idhayanti, Ribkha Itha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24837

Abstract

Abstrak: Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur (WHO). Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Peran perempuan dalam pencegahan stunting dapat dilakukan dengan mengonsumsi tablet tambah darah saat berusia remaja, periksa kehamilan, nifas, ASI eksklusif, mengikuti posyandu, pemenuhan gizi anak, dan deteksi tumbuh kembang. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan pendekatan keluarga. 1000 hari pertama kehidupan merupakan periode penting dalam pencegahan stunting. Tujuan dalam kegiatan ini agar terbentuk kelompok Wanita yang sehat sehingga dapat melakukan pencegahan stunting di setiap fase kehidupan. Kegiatan pengabdian ini dengan melakukan Pendampingan Kelompok Wanita Sehat Sedoyo Sebagai Upaya Pencagahan Stunting sebagai upaya mencegah kejadian stunting di lingkungan keluarga. Kegiatan pendampingan di harapkan sasaran dapat meningkat pengetahuannnya dan dapat mempraktikan upaya pencegahan stunting di sepanjang fase kehidupan Wanita. Metode dalam kegiatan ini dengan menggunakan metode ceramah, praktik pencegahan stunting dan FGD pada tiap kelompok. Sasaran dalam kelompok ini adalah kelompok remaja, ibu hamil, ibu nifas dan menyusui dan Ibu balita sejumlah 20 orang. Evaluasi dalam kegiatn ini menggunakan kuesioner berisi 20 pertanyaan tentang stunting sesuai dengan kelompok sasaran. Kegaiatn pendampingan kelompok Wanita sehat sedoyo mampu meningkatkan pengetahuan setiap kelompok. Peningkatan Pengetahuan pada kelompok remaja meningkat 20%, kelompok ibu hamil sebesar 8%, Ibu nifas 17% sedangkan ibu balita 14%.Abstract: Stunting is a condition where toddlers have less length or height compared to their age (WHO). Stunted toddlers are a chronic nutritional problem caused by many factors such as socio-economics, maternal nutrition during pregnancy, pain in babies, and lack of nutritional intake in babies. Women's role in preventing stunting can be done by consuming blood supplement tablets when they are teenagers, checking pregnancy, postpartum, exclusive breastfeeding, attending posyandu, fulfilling child nutrition, and detecting growth and development. Stunting prevention can be done with a family approach. The first 1000 days of life are an important period in preventing stunting. The aim of this activity is to form a group of healthy women so that they can prevent stunting in every phase of life. This service activity involves providing assistance to the Sedoyo Healthy Women's Group as a Stunting Prevention Effort as an effort to prevent stunting incidents in the family environment. It is hoped that the target will increase their knowledge and be able to practice stunting prevention efforts throughout all phases of a woman's life. The method for this activity uses the lecture method, stunting prevention practices and FGD for each group. The targets for this group are teenagers, pregnant women, postpartum and breastfeeding mothers and 20 mothers of toddlers. Evaluation in this activity uses a questionnaire containing 20 questions about stunting according to the target group. The mentoring activities of the Sedoyo Healthy Women group are able to increase the knowledge of each group. The increase in knowledge in the adolescent group increased by 20%, in the group of pregnant women by 8%, postpartum mothers by 17% while mothers under five were 14%.
Penerapan Sistem Informasi dalam Pengajuan Angka Kredit Internal Politeknik Negeri Ketapang Ruhibnur, Refid; Lestari, Sarah Puji; Maryani, Siti
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 11, No 4 (2022): Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v11i4.4260

Abstract

Penilaian angka kredit merupakan hal penting dan berharga bagi pengembangan karier seorang dosen. Penilaian angka kredit dapat dilakukan berdasarkan pengajuan angka kredit dari dosen yang bersangkutan. Dengan demikian, proses pengajuan angka kredit tidak kalah krusialnya bagi karier dosen. Akan tetapi, pengajuan angka kredit di Politeknik Negeri Ketapang belum dilakukan secara terkomputerisasi sehingga prosesnya memerlukan waktu kurang lebih tiga minggu, padahal dapat dilakukan lebih cepat. Proses pemeriksaan dan distribusi dokumen (validasi) dilakukan secara manual sehingga dokumen-dokumen sering menumpuk. Sistem penyimpanan yang belum teratur juga berisiko terhadap hilang dan rusaknya dokumen-dokumen. Pembangunan Sistem Informasi Pengajuan Angka Kredit Internal Politeknik Negeri Ketapang berbasis website ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Pembangunan perangkat lunak ini menggunakan metode Agile Software Development dengan model scrum, serta menggunakan PhpMyAdmin untuk bahasa pemrograman dan MySQL sebagai basis data. Framework yang digunakan adalah Laravel. Sistem ini terdiri atas dua tampilan sistem, yaitu tampilan untuk admin dan dosen. Pada tampilan admin, terdapat menu admin; modul; serta arsip yang terdiri atas surat masuk, surat keluar, riwayat surat, format surat, dan pengaduan. Pada tampilan dosen, terdapat menu dashboard; pengajuan baru; pengajuan aktif; pengajuan selesai; riwayat pengajuan; serta arsip yang terdiri atas surat masuk dan surat keluar, format surat, dan pengaduan yang memuat masuk dan keluar. Pengujian sistem dilakukan dengan metode Black Box. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi yang ada pada sistem dapat beroperasi dan sesuai dengan kebutuhan fungsional sistem.