Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Gangguan Postur Tubuh Sejak Dini Pada Siswa(I) Sdn No.120 Tamalate Masitoh, Dewi; Raena Nas, Ainan; Fadhilah Haris, Nurul; Ismi Sudarman, Nur; Trivosa, Harsely
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i1.11130

Abstract

Postur tubuh yang tidak ergonomis pada anak-anak dapat menyebabkan gangguan seperti skoliosis, kifosis, dan lordosis yang berisiko berlanjut hingga dewasa. Berdasarkan observasi di SDN No.120 Tamalate, ditemukan bahwa sebagian besar siswa melakukan aktivitas belajar dengan posisi duduk dan membawa tas yang tidak ergonomis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga postur tubuh yang benar sejak dini melalui edukasi dan demonstrasi langsung. Metode yang digunakan mencakup penyampaian materi melalui media PowerPoint, diskusi, demonstrasi postur tubuh yang baik, serta pengisian pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman siswa sebelum dan sesudah edukasi. Hasil pre-test menunjukkan mayoritas siswa berada pada kategori pengetahuan rendah (67,7%). Setelah penyuluhan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan 64,5% siswa masuk dalam kategori pengetahuan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa metode edukasi yang diterapkan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang postur tubuh yang benar. Diharapkan, hasil edukasi ini dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah gangguan postur tubuh di masa mendatang.
Pembentukan Karakter Santri Berbasis Pendidikan Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Baitun Nur) Masitoh, Dewi; Nisa, Khoirotun
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i01.6758

Abstract

One of the character-building educational institutions is Pondok Pesantren. The words pesantren may often be heard in our ears because there are many pesantren in almost all corners of the country and in particular are very easy to find in the Java region. Usually this pesantren has a leader or caregiver who is usually called a Kyai. The presence of kyai as guardians of integrity, firmness of attitude, character, and ideology of goodness is integrated into the pesantren system, where the firmness of the pesantren and the advice of caregivers are the sources of decision making. Caregivers are magnets for the obedience and submission of the students continuously in the pesantren environment. Pesantren always exist and grow sensibly because they are forged with activities and the surrounding environment that are embedded in the souls of students. The formation of a typical pesantren culture is different from the non-pesantren education system, which includes the values of simplicity, independence, honesty, as well as brotherhood that is still based on the spirit of religion. Pesantren is also an educational institution whose learning system is carried out every day for 24 hours continuously. This pesantren activity from waking up until going to bed aims to shape the character of the students, so that students can be trained in activities that have positive values and discipline. Character building can be integrated into everyday life, both as an intermediary for learning in the classroom or outside the classroom, so that these activities are easier to carry out only in Islamic boarding schools where students can be controlled by a good environment.
PENGARUH PERBANDINGAN SOSIAL TERHADAP DAYA JUANG MAHASISWA DALAM MERAIH PRESTASI AKADEMIK Haq, Alfiza Fakhriya; Riyanti, Nur; Zariana, Aminatu; A’yuni, Nafilah Qurrata; Yuniar, Alaisha; Lestari, Desy Ayu; Masitoh, Dewi
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i1.7839

Abstract

Keberhasilan mahasiswa dalam bidang akademik selama masa perkuliahan diukur dengan adanya prestasi yang dihasilkan dalam bidang akademik dan indeks prestasi komulatif (IPK). Dalam mencapai keberhasilan prestasi akademik mahasiswa tidak jarang melakukan perbandingan sosial dengan teman sebaya dalam menentukan standar pencapaian dimana hal tersebut memerlukan daya juang. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh perbandingan sosial terhadap daya juang mahasiswa dalam meraih prestasi akademik. Pengambilan sampel dipilih menggunakan teknik pusposive sampling dan mendapatkan sebanyak 164 orang mahasiswa UMKT. Skala untuk mengukur variabel perbandingan sosial yaitu Iowa Netherlands Comparison Orientation Scale (INCOM) yang diadaptasi dari Gibbons and Bunks (1999) dan skala daya juang yang disusun oleh Herawaty dan Wulan (2013). Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dengan sumbangsih variabel perbandingan sosial terhadap variabel daya juang sebesar 13,6%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang sangat signifikan dari perbandingan sosial terhadap daya juang mahasiswa dalam meraih prestasi akademik.
Mantra dhanyang mageri omah: analisis fonologis, morfologi, dan sintaktis dalam perspektif aksiologis Masitoh, Dewi; Putra, Valdi Giffari Rahmayati
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v7i1.854

Abstract

Mantra is an oral tradition that is believed to have mystical powers that can generate forces beyond human comprehension, such as the dhanyang mageri omah mantra practiced in Pagak Hamlet, Cengkok Village, Ngronggot Subdistrict, Nganjuk Regency. The dhanyang Mantra mageri omah is an oral tradition with mystical power, employed to protect homes with the assistance of supernatural beings khown as dhanyang. This research aims to analyze the phonological, morphology, syntax, and function aspects of the Dhanyang Mantra. This study's phonological, morphological, and syntactic analysis was conducted using a descriptive-qualitative approach and observation, interview, and documentation techniques. Findings reveal that the Dhanyang Mantra demonstrates a harmonious blend of phonological elements (such as alliteration, assonance, and imperfect rhyme), morphological (such as free and bound morpheme), and syntactic structures (types of sentences), adhering to principles of structural analysis. Functionally, the dhanyang mantra serves as a conduit for communication with supernatural entities and as an intermediary connecting humans, God, the Prophet Muhammad, and dhanyang spirits. The religious and cultural significance embedded within the dhanyang mantra reinforces the belief of Pagak Hamlet's inhabitants in the protective capabilities of dhanyang. This research contributes to comprehending and preserving cultural heritage and indigenous wisdom within local religious practices.
Innovative Learning Planning in the Pancasila Student Profile Strengthening Project in Islamic Religious Education in Madrasah Ibtidaiyah and Elementary Schools Azizi, Alfan Nur; Masitoh, Dewi
Tarsib: Jurnal Program Studi PGMI Vol 2 No 1 (2024): TARSIB
Publisher : Prodi PGMI STAI At-Tahdzib Ngoro Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61181/tarsib.v2i1.459

Abstract

This research aims to examine innovations in lesson planning within the context of the Project to Strengthen the Students Profile of Pancasila in Islamic Education at Madrasah Ibtidaiyah and Elementary Schools. Through a literature review method, the study identifies innovative strategies that can be applied to enhance the Pancasila student profile. The analysis includes educational theories, previous research, and the concept of the Pancasila student profile, along with its relevance to Islamic education at the elementary level. The findings indicate that innovations in lesson planning – such as using educational technology, project-based learning approaches, and integrating Pancasila values into the curriculum – can improve the effectiveness of teaching and learning. These findings have practical implications for educators in designing and implementing innovative teaching strategies to support strengthening the Pancasila student profile.
Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) Berkelanjutan: Studi Kasus Minyak dan Gas Bumi di Bojonegoro dalam Kerangka Otonomi Daerah Masitoh, Dewi
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 2 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i2.492

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang cara pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) secara berkelanjutan di Bojonegoro pada pemerintahan Bupati Suyoto, yaitu 2008 hingga 2018. Dengan menerapkan kebijakan otonomi daerah, Bojonegoro berhasil memanfaatkan cadangan minyak dan gas cadangan minyak dan gas yang melimpah untuk meningkatkan kondisi ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Di bawah pemerintahan Bupati Suyoto, berbagai langkah signifikan diambil, termasuk pembentukan peraturan daerah dan alokasi dana bagi hasil yang efektif dari produksi minyak dan gas. Hal ini mencakup investasi strategis dalam sumber daya manusia, infrastruktur, dan penciptaan dana abadi migas untuk memastikan stabilitas fiskal jangka panjang dan manfaat bagi generasi mendatang. Keberhasilan pengelolaan sumber daya ini telah menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang meningkat, pengangguran yang berkurang, dan peningkatan layanan sosial, menunjukkan model bagi daerah yang kaya sumber daya. Penelitian ini juga membahas dampak sosial dan ekonomi positif terhadap masyarakat lokal serta menyoroti pentingnya tata kelola yang transparan dan partisipatif dalam pengelolaan sumber daya.Kata kunci:  Bojonegoro, pengelolaan minyak dan gas, otonomi daerah. AbstractThis research aims to examine how to sustainably manage Natural Resources in Bojonegoro under the administration of Regent Suyoto from 2008 to 2018. By implementing regional autonomy policies, Bojonegoro succeeded in utilizing abundant oil and gas reserves to increase economic conditions, reducing poverty, and achieving sustainable development goals. Under Bupati Suyoto's administration (2008-2018), significant measures were taken, including the establishment of local regulations and the effective allocation of revenue-sharing funds from oil and gas production. This included strategic investments in human resources, infrastructure, and the creation of an oil and gas endowment fund to ensure long-term fiscal stability and benefits for future generations. The successful management of these resources has led to increased economic growth, reduced unemployment, and improved social services, demonstrating a model for resource-rich regions. This paper also discusses the positive social and economic impacts on the local community and highlights the importance of transparent and participatory governance in resource management.Keywords:  Bojonegoro, oil and gas management, regional autonomy.
KAJIAN TERHADAP BERAT DAN POSISI ANGKAT BEBAN SEBAGAI FAKTOR PEMICU NECK PAIN PADA BURUH ANGKUT DI PELABUHAN SOEKARNO – HATTA MAKASSAR: A Survey of the Weight and Position of Lifting Weights as a Triggering Factor for Neck Pain in Transport Workers at the Port of Soekarno - Hatta Makassar Putri, Melda; Masitoh, Dewi; Hasbiah , Nurhikmawaty; Leksonowaty, Sri Saadiyah
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 2 (2025): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v17i2.1744

Abstract

Pelabuhan memiliki peran strategis dalam kegiatan bongkar muat dan perdagangan antarpulau, dengan buruh angkut sebagai tenaga utama dalam proses pemindahan barang. Aktivitas angkut yang dilakukan secara manual dan seringkali disangga di area leher menyebabkan beban kerja fisik tinggi dan berisiko menimbulkan keluhan muskuloskeletal, khususnya neck pain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara berat beban dan posisi angkat beban dengan keluhan neck pain pada buruh angkut di Pelabuhan Soekarno-Hatta Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik dan menggunakan desain cross sectional study yang bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara berat beban dan posisi angkat beban dengan keluhan neck pain pada buruh angkut di Pelabuhan Soekarno-Hatta Kota Makassar. Hasil penelitian ini diperoleh hasil bahwa buruh angkut pelabuhan dengan berat beban kategori berat sebanyak 36 orang (48%), berat beban kategori sedang 39 orang (52%) dan tidak terdapat buruh angkut dengan berat beban kategori ringan. Untuk posisi angkat , kategori risiko sedang berjumlah 4 orang (5.3%), risiko tinggi 34 orang (45.3%), risiko sangat tinggi berjumlah 37 orang (49.3%) dan tidak terdapat buruh angkut dengan posisi angkat risiko rendah. Untuk keluhan neck pain , responden dengan keluhan neck pain kategori sedang berjumlah 4 orang (5.3%), keluhan tinggi 39 orang (52%), keluhan sangat tinggi 32 orang (42.7%). Berdasarkan hasil uji Spearman-rho ditemukan adanya hubungan yang signifikan antar berat beban dan keluhan neck pain (p=0.003) dan ditemukan adanya hubungan posisi angkat dengan keluhan neck pain (p=<0.001). Kesimpulan dari penelitian ini ialah terdapat hubungan yang signifikan antara berat beban dan posisi angkat beban dengan keluhan neck pain pada buruh angkut di Pelabuhan Soekarno-Hatta Kota Makassar Kata kunci : Berat beban, Nyeri leher, Posisi angkat   Ports have a strategic role in loading and unloading activities and inter-island trade, with porters as the main workforce in the process of moving goods. Manual transport activities and often supported in the neck area cause high physical workloads and are at risk of causing musculoskeletal complaints, especially neck pain. This study aims to determine whether there is a relationship between load weight and load lifting position with neck pain complaints in porters at Soekarno-Hatta Port, Makassar City. This study is a quantitative study with a descriptive analytical design and uses a cross-sectional study design which aims to determine the relationship between load weight and load lifting position with neck pain complaints in porters at Soekarno-Hatta Port, Makassar City. The results of this study showed that port porters with heavy load categories were 36 people (48%), medium load categories were 39 people (52%) and there were no porters with light load categories. For lifting positions, the moderate risk category is 4 people (5.3%), high risk 34 people (45.3%), very high risk 37 people (49.3%) and there are no porters with low risk lifting positions. For neck pain complaints, respondents with moderate neck pain complaints are 4 people (5.3%), high complaints 39 people (52%), very high complaints 32 people (42.7%). Based on the results of the Spearman-rho test, a significant relationship was found between load weight and neck pain complaints (p = 0.003) and a relationship was found between lifting positions and neck pain complaints (p = <0.001). T`he conclusion of this study is that there is a significant relationship between load weight and lifting position with neck pain complaints in porters at Soekarno-Hatta Port, Makassar City Keywords : Weight of Load, Lifting Position, Neck Pain