Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penerapan Model Self-regulated Learning untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Debby Pratama Nugraha; Halimah Sadiyah; Suratno Suratno; Sudaryono Sudaryono; Sri Nurnaningsih; Masrukhin Masrukhin
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 2 No. 2 (2025): September
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v2i2.5695

Abstract

Students' learning independence in the learning process is a key factor in building a strong academic foundation and valuable life skills. One learning model that can foster this ability is the self-regulated learning model. The purpose of this study is to describe the steps, strengths, and weaknesses of implementing the self-regulated learning model in Religious Education at Madrasah Tsanawiyah Negeri 4, Klaten Regency. This research employs a qualitative approach. The subjects of this study are teachers at Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Klaten and Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Karanganyar, with the informant being the Religious Education teacher. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. The results of the study are as follows: 1)The steps of the self-regulated learning model include: Analyze, Plan, Implement, Comprehend, Problem Solving, Evaluate, and Modify; 2) The strengths of the self-regulated learning model include: the ability to clarify students’ learning goals, the ability to adjust learning materials according to students’ talents and interests, the ability to create a challenging, stimulating, and enjoyable educational experience, and the ability to avoid uncertain pressures, such as fearful, disappointing, or confusing environments; 3) The weaknesses of the self-regulated learning model include: a tendency for reduced student interaction, the possibility that students may struggle to complete complex independent tasks, and the high demands of self-regulation that are difficult to achieve at a higher level. The conclusion of this study is that the self-regulated learning model can be applied in the learning process as an effort to improve students' learning independence during the learning process at the Madrasah.
Pendampingan Pembuatan Mural Sebagai Upaya Peningkatan Pendidikan Karakter Cahyanto, Bagus; Rahayu, Sitti Dian; Fitria, Rhizma Nur; Azizi, Pedja Rifki; Al Arobi, Achmad Syuro; Masrukhin, Masrukhin; Mutmainah, Syifa; Yulandra, Novita; Arrozak, Muhammad; Malik, Abd.
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i2.6601

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pendidikan karakter di sekolah adalah dengan seni mural. Selain dapat dijadikan sebagai media belajar, mural juga memperindah tampilan kawasan di daerah desa Jogomulyan untuk meningkatkan potensi lingkungan pariwisata. Metode yang dilakukan pada pendampingan dan pelatihan pembuatan mural ini adalah dengan metode ceramah, praktik dengan bimbingan, serta evaluasiTahap-tahap yang lakukan adalah memberi materi pendahuluan, tahap persiapan pembuatan mural, tahap melukis dan tahap finishing. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan, peserta antusias mengikuti kegiatan dan memberi respon yang positif. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pembuatan mural ini memberi keterampilan baru bagi masyarakat sekaligus menjadi media belajar untuk siswa mengembangkan pengetahuan pendidikan karakter
The Paradox Of Consumer Protection In Indonesia: A Juridical And Policy Analysis On The Ineffectiveness Of Consumer Rights Enforcement Masrukhin, Masrukhin; Evi Ariyani; Leila Farouk
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 24 No. 2 (2025): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v24i2.6985

Abstract

This study examines the factors that contribute to the failure of consumer protection policies in Indonesia. Indonesia's significant potential as a country with a large population and relatively high economic growth, making it crucial for this study to be inundated with imported goods. This study uses a qualitative approach with secondary data analysis from various sources. Secondary data were obtained from academic literature and government policies. The results of the study indicate that the factors contributing to the failure of consumer protection policies stem from legal, economic, and political aspects. The implementation of fair and firm consumer protection laws, and the government providing balanced protection to consumers and businesses, are key factors in the success of consumer protection policies. Strengthening dispute resolution institutions and product distribution supervisory institutions in the market also contribute significantly. Furthermore, the government needs to side with domestic products by restricting the flow of imports of foreign products. The conclusion of this study emphasizes the need for collaboration between the government, businesses, and consumers to create an ecosystem that supports fair consumer protection policies. The proposed recommendation to relevant parties is to urge legislative institutions to amend norms that weaken consumer rights in the Consumer Protection Law. It is hoped that these steps will have a positive impact on consumers, business actors and the national economy as a whole
Unraveling Conflict: Implementation of a Criminal Case Resolution Model With a Restorative Justice Approach in Sukoharjo Suciyani, Suciyani; Ariyani, Evi; Masrukhin, Masrukhin; Dona, Fery; Farkhan, Farkhan
Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syariah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah
Publisher : Islamic Family Law Department, STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/mediasas.v6i2.125

Abstract

Traditional law enforcement often focuses on punishing perpetrators without regard to restoring victims and damaged social relationships. Restorative Justice (RJ) has emerged as an alternative that emphasizes restoring victim harm, offender responsibility, and repairing social relationships. Sukoharjo Regency implemented RJ to resolve criminal cases more humanistically and efficiently. This study aims to analyze the implementation of RJ in handling criminal cases at Sukoharjo Police, evaluate its compliance with Standard Operating Procedures (SOPs), and assess public views on this approach. This research used a qualitative method type empirical juridical. Data were collected through in-depth interviews with police officers, victims, perpetrators, and community leaders, as well as analysis of official documents such as police reports and related regulations. The results showed that the implementation of RJ at Sukoharjo Regency was largely in accordance with the established SOPs. The mediation process is conducted transparently and involves all relevant parties. The community generally has a positive view of RJ, considering it a fairer and more efficient way to resolve criminal cases. However, there are several obstacles, such as limited trained human resources and a lack of public understanding of the RJ concept. RJ implementation at Sukoharjo District Police has successfully achieved the goals of recovery and restorative justice, although there is still room for improvement. Increased education and socialization to the community is needed, as well as additional training for police personnel to become more effective mediators. Sukoharjo Police are advised to increase RJ socialization programs, provide ongoing training for officers, and strengthen coordination with community leaders to support more optimal RJ implementation. Penegakan hukum tradisional seringkali berfokus pada penghukuman pelaku tanpa memperhatikan pemulihan korban dan hubungan sosial yang rusak. Restorative Justice (RJ) muncul sebagai alternatif yang menekankan pada pemulihan kerugian korban, tanggung jawab pelaku, dan perbaikan hubungan sosial. Di Kabupaten Sukoharjo sudah banyak pengimplementasian Restorative Justice untuk menyelesaikan perkara pidana secara lebih humanis dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi RJ dalam penanganan perkara pidana di Sukoharjo, mengevaluasi kepatuhannya terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), serta menilai pandangan masyarakat terhadap pendekatan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan aparat kepolisian, korban, pelaku, dan tokoh masyarakat, serta analisis dokumen resmi seperti laporan kepolisian dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RJ di Sukoharjo sebagian besar sudah sesuai dengan SOP yang ditetapkan. Proses mediasi dilakukan dengan transparan dan melibatkan semua pihak terkait. Masyarakat secara umum memiliki pandangan positif terhadap RJ, menganggapnya sebagai cara yang lebih adil dan efisien dalam menyelesaikan perkara pidana. Namun, terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia terlatih dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang konsep RJ. Implementasi RJ di Sukoharjo berhasil mencapai tujuan pemulihan dan keadilan restoratif, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan. Diperlukan peningkatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, serta pelatihan tambahan bagi personel kepolisian untuk menjadi mediator yang lebih efektif.  Sukoharjo disarankan untuk meningkatkan program sosialisasi RJ, menyediakan pelatihan berkelanjutan bagi petugas, dan memperkuat koordinasi dengan tokoh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan RJ yang lebih optimal.
Kesadaran hukum jaminan produk halal selebgram makanan muslim: Studi komparatif antara akun @dianwidiyanti dengan @ssyfaaraa___ Azhari, Fitria Awalia; Masrukhin, Masrukhin
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.915

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya peran selebgram dalam promosi kuliner di media sosial, yang menghadirkan tantangan terhadap kesadaran hukum jaminan produk halal di era digital. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana informasi kehalalan produk makanan disampaikan pada akun @dianwidayanti dan @ssyfaaraa___, serta menganalisis tingkat kesadaran hukum selebgram kuliner Muslim. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis konten dan pendekatan yuridis-empiris. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi unggahan, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman berdasarkan indikator kesadaran hukum Soerjono Soekanto: pengetahuan, pemahaman, sikap, dan perilaku hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa @dianwidayanti memiliki kesadaran hukum tinggi karena konsisten menampilkan dan mengedukasi terkait kehalalan produk, sedangkan @ssyfaaraa___ berada pada tahap transisi setelah menerima kritik publik. Penelitian menegaskan pentingnya literasi hukum dan etika digital bagi influencer serta perlunya pengawasan dan edukasi berkelanjutan untuk membangun ekosistem digital yang etis dan sesuai prinsip ekonomi syariah.