Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EVALUASI EFEKTIVITAS PROGRAM PENGENDALIAN ISPA DI PUSKESMAS TIRTO II KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2024 Dewi Nugraheni Restu Mastuti; Yulis Indriyani; Sabrina Nisa Anfalla; Sabrina Amna Fazaira
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 14 No 2 (2025): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v14i2.3008

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang masih dihadapi oleh fasilitas pelayanan primer, terutama pada kelompok usia rentan. Penyakit ini cepat menyebar di lingkungan padat, tidak bersih, dan dengan akses layanan terbatas. Puskesmas Tirto II di Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu wilayah dengan tantangan pengendalian ISPA yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program pengendalian ISPA dan hambatan yang dihadapi. Metode yang digunakan bersifat deskriptif evaluatif dengan analisis dikumpulkan melalui data sekunder dan wawancara mendalam bersama petugas kesehatan. pengendalian ISPA sebanyak 4 orang. Pada tahun 2024, tercatat 660 kasus ISPA di wilayah kerja puskesmas tersebut. Temuan menunjukkan bahwa meskipun berbagai intervensi telah dilakukan, kasus tetap tinggi. Hal ini diduga dipengaruhi oleh perilaku masyarakat, keterbatasan sumber daya, dan faktor lingkungan. Diperlukan strategi pengendalian yang lebih komprehensif pada lintas sektor dan penguatan peran puskesmas sebagai lini terdepan pelayanan kesehatan sangat penting.    
Case-Control Study: Risk Factors for Diarrhea in Toddlers in the Doro 1 Community Health Center Work Area Risqiyanti, Eva; Lailis Sa'adah; Adinda Zahra Nur Maulida; Jaya Maulana; Dewi Nugraheni Restu Mastuti
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol. 39 No. 2 (2025): PENA SEPTEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The significant rise in diarrhea cases in the highland area of ​​Puskesmas Doro 1, reaching 339 cases in 2025. This study employed a mixed-methods design with a sequential explanatory model. The quantitative phase used a case-control study on 34 toddlers (17 cases and 17 controls) selected through consecutive and simple random sampling. Data analysis utilized the Chi-Square test. The qualitative phase involved in-depth interviews with policymakers. The results showed a significant relationship between diarrhea incidence and clean water facilities (p=0.001; OR=35.00), family latrines (p=0.002; OR=10.56), and waste disposal facilities (p=0.016; OR=5.76). On the other hand, parenting style and handwashing with soap (CTPS) showed no significant relationship. Qualitative findings confirmed that water source contamination due to substandard septic tank distances was the primary cause, even though community hygiene behavior was adequate. Poor physical environmental quality is the major determinant of diarrhea incidence compared to behavioral factors. Interventions focusing on improving basic sanitation infrastructure and protecting water sources are required to break the chain of transmission. Keywords: Case-Control, Toddler Diarrhea, Environment, Mixed Methods, Risk Factors
Determinasi Faktor Risiko Penyakit ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Noyontaan Kota Pekalongan Dhiya Ayu Paramitha; Dea Amalia Alfa Syahro; Safira Imelda Sari; Jaya Maulana; Dewi Nugraheni Restu Mastuti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6867

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah penyebab utama kesakitan pada balita, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk dan kualitas lingkungan rumah yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Noyontaan Kota Pekalongan. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case–control yang dipadukan dengan metode mixed methods. Subjek penelitian terdiri dari 36 balita usia 0–59 bulan yang terbagi menjadi 12 kasus ISPA dan 24 kontrol, dengan pengumpulan data kuantitatif melalui wawancara terstruktur dan observasi rumah, serta data kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pemangku kebijakan setempat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan hunian memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian ISPA (p = 0,020; OR = 7,00), sementara faktor lingkungan dan perilaku lainnya belum menunjukkan hubungan signifikan. Temuan kualitatif menguatkan bahwa kepadatan permukiman, perilaku merokok di dalam rumah, dan rendahnya penerapan PHBS masih menjadi permasalahan utama. Disimpulkan bahwa kepadatan hunian merupakan faktor risiko dominan ISPA pada balita, sehingga diperlukan penguatan upaya promotif dan preventif berbasis perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku masyarakat.