Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Biotropika

Pertumbuhan Serta Hubungan Kerapatan Stomata Dan Berat Umbi Pada Amorphophallus muelleri Blume Dan Amorphophallus variabilis Blume Khoiroh, Yasminatul; Harijati, Nunung; Mastuti, Retno
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.602 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan, struktur dan kerapatan stomata daun A. muelleri dan A. variabilis yang benihnya berasal dari biji, serta hubungan kerapatan stomata daun dengan berat umbi yang dihasilkannya. Tahapan penelitian meliputi penanaman biji, pengukuran factor abiotik, pengukuran parameter pertumbuhan, pembuatan preparat daun, penghitungan kerapatan stomata, pemanenan umbi, serta analisis data. Setelah biji dikecambahkan, kemudian pengamatan dilakukan pada umur 10, 14, dan 18 minggu setiap umur panen. Parameter pertumbuhan yang diukur adalah diameter petiol, tinggi tanaman, lebar tajuk, luas daun, berat basah dan kering umbi, serta diameter umbi. Data dianalisis dengan bantuan SPSS 16.0  for windows. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan A. variabilis lebih cepat dibandingkan A. muelleri. Struktur stomata dua spesies ini adalah sel penutup dikelilingi oleh 4 sel tetangga. Berdasarkan uji korelasi Pearson signifikansi < 0,05 menunjukkan bahwa kerapatan stomata tidak berkorelasi dengan berat basah maupun berat kering umbi, begitu pula dengan luas daun tidak berkorelasi dengan berat basah maupun berat kering umbi. Luas daun hanya berkorelasi dengan tinggi tanaman. Kata kunci: A. muelleri, A. variabilis, berat umbi, stomata.
Pertumbuhan Serta Hubungan Kerapatan Stomata Dan Berat Umbi Pada Amorphophallus muelleri Blume Dan Amorphophallus variabilis Blume Yasminatul Khoiroh; Nunung Harijati; Retno Mastuti
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan, struktur dan kerapatan stomata daun A. muelleri dan A. variabilis yang benihnya berasal dari biji, serta hubungan kerapatan stomata daun dengan berat umbi yang dihasilkannya. Tahapan penelitian meliputi penanaman biji, pengukuran factor abiotik, pengukuran parameter pertumbuhan, pembuatan preparat daun, penghitungan kerapatan stomata, pemanenan umbi, serta analisis data. Setelah biji dikecambahkan, kemudian pengamatan dilakukan pada umur 10, 14, dan 18 minggu setiap umur panen. Parameter pertumbuhan yang diukur adalah diameter petiol, tinggi tanaman, lebar tajuk, luas daun, berat basah dan kering umbi, serta diameter umbi. Data dianalisis dengan bantuan SPSS 16.0  for windows. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan A. variabilis lebih cepat dibandingkan A. muelleri. Struktur stomata dua spesies ini adalah sel penutup dikelilingi oleh 4 sel tetangga. Berdasarkan uji korelasi Pearson signifikansi < 0,05 menunjukkan bahwa kerapatan stomata tidak berkorelasi dengan berat basah maupun berat kering umbi, begitu pula dengan luas daun tidak berkorelasi dengan berat basah maupun berat kering umbi. Luas daun hanya berkorelasi dengan tinggi tanaman. Kata kunci: A. muelleri, A. variabilis, berat umbi, stomata.
PENGARUH PERIODE TUMBUH DAN BAGIAN UMBI BERBEDA TERHADAP KERAPATAN KRISTAL KALSIUM OKSALAT (CaOx) DAN JENIS KRISTAL DRUSE DAN RAFIDA PADA UMBI TANAMAN PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) Savitri Nurlaila; Nunung Harijati; Retno Mastuti
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 6 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Porang (Amorphopllus muelleri Blume) merupakan anggota famili Araceae, mengandung kristal kalsium oksalat (CaOx , dan memiliki beberapa periode tumbuh. Periode tumbuh berbeda diduga berpengaruh terhadap kerapatan kristal CaOx. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh periode tumbuh dan bagian umbi berbeda (tepi dan tengah) terhadap kerapatan kristal CaOx, kristal rafida, dan kristal druse. Sampel umbi diperoleh dari Madiun sebanyak tiga umbi. Masing-masing umbi berfungsi sebagai ulangan. Dari masing-masing umbi dibuat irisan setipis mungkin di bagian tepi dan tengah masing-masing sebanyak 3 keping dan dijernihkan menggunakan metode Ilarsan yang telah dimodifikasi. Irisan yang sudah jernih dibuat preparat dan diamati di bawah mikroskop pada perbesaran 100X. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan SPSS 16 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode tumbuh tidak berpengaruh nyata terhadap kerapatan kristal CaOx dan jenis kristal druse dan rafida. Sebaliknya, bagian umbi berpengaruh nyata terhadap kerapatan kristal CaOx dan jenis kristal druse dan rafida. Umbi bagian tengah menghasilkan kerapatan kristal lebih tinggi dibandingkan tepi. Kata kunci : kristal CaOx, Periode tumbuh, Porang (A. muelleri Blume). ABSTRAC A. muelleri Blume is a member of family Araceae,contains calcium oxalate crystals, andhassome growth period. Different of growth period was proposed to influence density of CaOx crystals. The aim of this research wasto know density of calcium oxalate crystals under different growth period and tuber part (edge and center). The three-tuber sample were obtained from Madiun. Each tuber has function as replicate. From edge and center part of each tuber was sliced as thin as possible at least three slicesand cleared according to Ilarsan modified method. The cleared slice was processed as slide for microscopy observation. Counting density of crystal were conducted under microscope with 100x magnification.The obtained data were analyzed using SPSS 16 for windows. The result showed that growth period was not significantly influence density of crystal and druse and raphid crystals. The part of tuber, however, was significantly influence density of crystal and druse and raphid crystals which center tuber gave higher density than edge part of tuber. Key word : A. muelleri Blume, calcium oxalate crystals, growth period.
Growth Response of Purple Corn (Zea mays var. Ceratina kulesh) to Endophytic Bacterial Biofertilizer Treatment Novelia, Kiki Riska; Mastuti, Retno; Rahajeng, Saptini Mukti
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2022.010.02.02

Abstract

Jagung ungu merupakan salah satu komoditas jagung di Indonesia dengan kandungan antosianin yang tinggi sehingga baik bagi kesehatan. Upaya peningkatan hasil komoditas ini dilakukan dengan menggunakan pupuk hayati bakteri endofit yang banyak berpengaruh positif terhadap pertumbuhan serta kandungan metabolit sekunder pada tanaman. Penggunaan pupuk endofit terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen jagung kuning. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman jagung ungu terhadap pupuk hayati bakteri endofit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor perlakuan yaitu pupuk hayati bakteri endofit dengan dosis 0 ml/l (kontrol, P0), 80 ml/l (P1), dan 90 ml/l (P2) dan umur tanaman yaitu 21, 35, 49, dan 63 HST. Pengaruh kedua faktor diamati pada pertumbuhan vegetatif sedangkan pada pertumbuhan generatif dan pasca panenhanya diamati pengaruh dosis pupuk. Parameter pertumbuhan vegetatif yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun. Parameter pertumbuhan generatif dan pasca panen yang diamati adalah umur berbunga, jumlah tongkol per tanaman, pajang tongkol, bobot basah dan kering tongkol serta bobot 100 biji jagung ungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pemupukan dan umur tanaman berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, serta jumlah, panjang dan lebar daun. Dosis pemupukan berpengaruh yang nyata terhadap waktu berbunga, panjang tongkol, bobot basah dan bobot kering tongkol jagung ungu, namun belum memberikan pengaruh yang nyata terhadap bobot 100 biji jagung.