Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Jurnal Bioedukasi

AKTIVITAS PENGHAMBATAN Streptomyces spp. TERHADAP Sclerotium rolfsii SECARA IN VITRO Papuangan, Nurmaya
BIOEDUKASI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Mikrob patogen penyebab penyakit pada tanaman merupakan salah satu kendala bagi produktivitas pertanian terutama bagi tanaman hortikultura. Salah satunya berasal dari kelompok cendawan. Sclerotium rolfsii merupakan salah satu cendawan patogen tanaman yang  memiliki kisaran inang yang luas dan merupakan penyebab penyakit serius pada sayuran penting seperti tanaman cabai, tomat, bawang, dan tanaman sayuran lainnya. Memiliki struktur istirahat, sehingga penyakit yang ditimbulkannya  menjadi  sulit  dikendalikan.  Pengendalian  secara  kimiawi  menimbulkan  dampak negatif terhadap    lingkungan. Pengendalain hayati sebagai alternatif dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Streptomyces spp. digunakan sebagai agen pengendali hayati karena mampu menghasilkan senyawa antimikrob. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat Streptomyces spp.  yang  memiliki  kemampuan  menghambat  pertumbuhan  S.  rolfsii  melalui uji  in  vitro  dengan menggunakan sel secara langsung. Pengujian secara in vitro 17 isolat lokal Streptomyces spp. menggunakan metode dual culture. Hasil uji 17 isolat Streptomyces spp., menunjukkan bahwa enam isolat Streptomyces spp. memiliki aktivitas penghambatan yang beragam secara in vitro terhadap S. rolfsii. Isolat LSW05 mampu menghambat dengan kuat pertumbuhan S. rolfsii dengan presentase penghambatan sebesar 84,10%, disusul oleh isolat SSW02 dengan presentase penghambatan 63,25%, LBR05   menghambat   dengan   presentase   sebesar   57,95%.   Isolat   PS4-16   mempunyai   daya penghambatan sedang dan PD2-9 memiliki penghambatan yang lemah. Sedangkan isolat LSW1 tidak mampu atau tidak dapat menghambat petumbuhan dari S. rolfsii. Hasil ini mengindikasikan bahwa isolat lokal Streptomyces spp. mempunyai kemampuan sebagai agen pengendali hayati untuk S. rolfsii. Kata kunci : Streptomyces spp., Sclerotium rolfsii, in vitro
Identifikasi Cendawan Patogen pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L) Ata, Halni; Papuangan, Nurmaya; ., Bahtiar
JURNAL BIOEDUKASI Vol 4, No 2 (2016): Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.619 KB)

Abstract

Tanaman  Tomat  (Solanum  lycopersicum  L)  merupakan  salah  satu  tanaman hortikultura  yang  penting  di  Indonesia.  Namun,  budidaya  tanaman  tomat  banyak mengalami masalah yang dapat menyebabkan produksi tanaman tomat menjadi rendah baik secara kuantitas maupun kualitas. Salah satu masalah tersebut adalah penyakit yang disebabkan oleh mikrob patogen yaitu cendawan patogen. Penyakit yang disebabkan oleh cendawan patogen yang menyerang tanaman tomat yaitu busuk daun, Penyakit busuk buah, batang dan layu Fusarium.Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis cendawan patogen yang terisolasi pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum L)  melalui  identifikasi  makroskopik dan mikroskopik.  Penelitian  bersifat  deskripsi, metode yang digunakan adalah metode tanam langsung ke media. Analisis data dilakukan dengan  mengidentifikasi jenis cendawan  patogen  berdasarkan  karakteristik  morfologi makroskopik dan mikroskopik yang mengacu pada buku Introduction to Food-Borne Fungi.  Hasil isolasi diperoleh sembilan jenis cendawan yaitu Peronospora paracitica (IBt1), Cercospora sp (IBt2), F. verticillioides  (IBt3), F.  cerealis  (ID1), Alternaria  sp (ID2), Cladosporium sp (ID3), F. oxysporum (IBh1), Phytopthora cactorum (IBh2), dan Fusarium sp (IBh3). Kesembilan cendawan tersebut merupakan patogen pada batang (Peronospora paracitica, Cescospora sp, F. verticillioides), daun (F. cerealis, Alternaria sp, Cladosporium sp), dan buah (F. oxysporum, Phytopthora cactorum, dan Fusarium sp).
JUMLAH DAN DISTRIBUSI STOMATA PADA TANAMAN PENGHIJAUAN DI KOTA TERNATE Nurmaya Papuangan; Nurhasanah .; Mudmainah Djurumudi
JURNAL BIOEDUKASI Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.455 KB) | DOI: 10.33387/bioedu.v2i1.62

Abstract

Plant can absorb  pollutan.  Part of  plant  which  absorb  the  pollutan  were leaf. Plant can use as  pollotan  indicator  such  plant  which  growth  aside  street.The  purpose  of  this  study  were  to determine the number and distribution of stomatal of plants which grouth aside street at Ternate City. This research was a descriptive study. The data were collecting by couting the number of stomatal and its distribution by using replica and whole mount method. Such plants were used in this study were Ficus benjamina L,  Callophylum  inophyllum  L.,  Acacia crassicarpa, Samanea saman and Arecaceae. The result of this study showed a varies of stomatal number and  its distribution within five species plants Stomatal number on A. crassicarpa categorited into uncoonting both of  upper  adaxial and lower abaxial,    F. benjamina L. had  stomatal number very high at abaxial side than adaxial side, C. inophyllum L. had stomatal number on adaxial side higher than adaxial side in S. Saman, its stomatal number on adaxial side categorized uncoonting whereas adaxial side were low. The stomata number of Arecaceae were categorized moderate on abaxial side where as adaxial side were low. Stomatal distribution on F. benjamina L., C. inophyllum L., A. crassicarpa, S. saman were random wereas Arecaceae were aline. 
Identifikasi Cendawan Patogen pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L) Halni Ata; Nurmaya Papuangan; Bahtiar Bahtiar
JURNAL BIOEDUKASI Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioedukasi Edisi Maret
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB) | DOI: 10.33387/bioedu.v4i2.168

Abstract

Tanaman  Tomat  (Solanum  lycopersicum  L)  merupakan  salah  satu  tanaman hortikultura  yang  penting  di  Indonesia.  Namun,  budidaya  tanaman  tomat  banyak mengalami masalah yang dapat menyebabkan produksi tanaman tomat menjadi rendah baik secara kuantitas maupun kualitas. Salah satu masalah tersebut adalah penyakit yang disebabkan oleh mikrob patogen yaitu cendawan patogen. Penyakit yang disebabkan oleh cendawan patogen yang menyerang tanaman tomat yaitu busuk daun, Penyakit busuk buah, batang dan layu Fusarium.Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis cendawan patogen yang terisolasi pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum L)  melalui  identifikasi  makroskopik dan mikroskopik.  Penelitian  bersifat  deskripsi, metode yang digunakan adalah metode tanam langsung ke media. Analisis data dilakukan dengan  mengidentifikasi jenis cendawan  patogen  berdasarkan  karakteristik  morfologi makroskopik dan mikroskopik yang mengacu pada buku Introduction to Food-Borne Fungi.  Hasil isolasi diperoleh sembilan jenis cendawan yaitu Peronospora paracitica (IBt1), Cercospora sp (IBt2), F. verticillioides  (IBt3), F.  cerealis  (ID1), Alternaria  sp (ID2), Cladosporium sp (ID3), F. oxysporum (IBh1), Phytopthora cactorum (IBh2), dan Fusarium sp (IBh3). Kesembilan cendawan tersebut merupakan patogen pada batang (Peronospora paracitica, Cescospora sp, F. verticillioides), daun (F. cerealis, Alternaria sp, Cladosporium sp), dan buah (F. oxysporum, Phytopthora cactorum, dan Fusarium sp).
PENGARUH MEDIA KULTUR PISANG LOKAL TERNATE TERHADAP FEKUNDITAS LALAT BUAH (DROSOPHILA MELANOGASTER MEIGEN 1979) STRAIN NORMAL Widya Safira Waimahing; Chumidach Roini; Nurmaya Papuangan; Suparman Suparman
JURNAL BIOEDUKASI Vol 5, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2022
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v5i1.4400

Abstract

Drosophila melanogaster is one of the most common fruit fly species. This study aims to see the effect of culture media on the fecundity of these flies. The culture media used were pisang raja, pisang mulut bebek and pisang mas. The study was preceded by catching and identifying fruit flies, making culture media, making parent stock, isolating pupae to mating on each culture medium and counting the number of pupae. Data were analyzed using ANOVA. The results showed that there was a significant effect of Ternate local banana culture media, in this case plantain culture media, on the fecundity of fruit fly (D. melanogaster) with a significant value of 0.014 out of 0.05. Based on this research, it can be concluded that there is a significant effect of Ternate local banana culture media on fruit fly fecundity.
PEMANFAATAN TUMBUHAN BAMBU DI KELURAHAN COBODOE KOTA TIDORE KEPULAUAN Nurhafni A. Gafar; Abdulrasyid Tolangara; Nurmaya Papuangan
JURNAL BIOEDUKASI Vol 5, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2022
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v5i1.4401

Abstract

Bamboo is a versatile plant and occupies a special place in the life of Indonesian people. Bamboo is also a fairly available and inexpensive raw material for making household appliances and furniture, building materials, pipes for water distribution, musical instruments and religious purposes. In addition, some types of bamboo are ornamental plants and waste filter processors and erosion prevention. Bamboo belongs to the results of non-timber forests and can be used as an alternative to wood. This research aims to find out the form of utilization of bamboo plants in Cobodoe Village, East Tidore Subdistrict. This research is a descriptive study, with survey methods used to describe the diversity and form of utilization of bamboo plants in Cobodoe Village, East Tidore District. The results of this study found three types of bamboo, namely bambu tutul (Bambusa maculate), bambu tui (Schizostachyum lima), and bambu pagar (Bambusa glaucescens). People in Cobodoe Village use bamboo plants as raw materials for food and household furniture.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATERI RUANG LINGKUP BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DIKELAS X SMA NEGERI 6 KOTA TERNATE Nurkila Abija; Ilham Majid; Nurmaya Papuangan
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i1.5890

Abstract

Model discovery learning merupakan model pembelajaran yang melatihkan pada peserta didik belajar mandiri untuk meningkatkan keterampilan dan proses kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X SMA Negeri 6 Kota Ternate pada materi ruang lingkup biologi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang bersifat reflektif dan kolaboratif yang terdiri dari empat tahapan, yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X IPA SMA Negeri 6 Kota Ternate pada materi ruang lingkup biologi. Hasil belajar peserta didik dengan mengunakan model  discovery learning pada siklus I sebanyak 2 peserta didik atau sebesar 10% yang mencapai ketuntasan belajar. Sedangkan pada siklus II sudah mengalami peningkatan hasil belajar peserta didik sebanyak 18 peserta didik atau sebesar 86% yang mencapai ketuntasan belajar, sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar. Hasil observasi aktivitas peserta didik pada siklus I yaitu 52%, siklus II yaitu meningkat menjadi 98%. Sedangkan hasil observasi aktivitas guru siklus I yaitu 56%, siklus II meningkat menjadi 88% sehingga model discovery learning dinyatakan dapat meningkatkan hasil  belajar peserta didik.
Diversity and Enumeration of Lactic Acid Bacteria in Traditional Fermented Fish Product Bakasang from Bacan and Sanana, North Maluku Nurmaya Papuangan; Srimaya Maswara; Hasna Ahmad; Nurhasanah Nurhasanah
JURNAL BIOEDUKASI Vol 8, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2025
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v8i1.9759

Abstract

Bakasang is a fermented fish product traditionally made using the viscera (internal organs) of tuna (Thunnus spp.) and skipjack tuna (Katsuwonus pelamis), with the addition of a high concentration of salt, typically around 20% or more. The fermentation process occurs naturally and spontaneously through the activity of indigenous microorganisms, particularly those belonging to the lactic acid bacteria (LAB) group. LAB are Gram-positive, catalase-negative bacteria capable of producing lactic acid, which plays a crucial role in preservation and flavor development, and also possesses potential probiotic functionality. This study aims to evaluate the diversity and population of LAB in locally produced bakasang from the Bacan and Sanana regions, as a basis for the development of functional foods utilizing local microbial resources. Enumeration and isolation of LAB were conducted using the pour plate method on de Man, Rogosa, and Sharpe (MRS) agar, followed by morphological colony characterization, Gram staining, and physiological profiling. The results showed that LAB populations in bakasang samples from both regions ranged from 10⁵ to 10⁸ CFU/g. The LAB count in bakasang from Bacan (2.4 × 10⁸ CFU/g) was higher compared to that from Sanana (4.6 × 10⁵ CFU/g). Macroscopic, microscopic, and physiological characterization of the isolates indicated similarities to the genera Lactobacillus and Lactococcus. The diversity of LAB observed in this study reflects local microbiota with promising potential to be developed as fermentation agents and probiotics for the functional food industry.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI TENTANG BAGIAN DAN FUNGSI MIKROSKOP SERTA PERAWATANNYA Rukmiati Mardani; Nurmaya Papuangan; Yusmar Yusuf
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i1.8026

Abstract

Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang berukuran sangat kecil (mikroskopis). Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang organism yang berukuran kecil. Pengenalan laboratorium sangat penting dilakukan agar mahasiswa mengetahui cara-cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar, sehingga dapat menimalisisr kesalahan prosedur  pemakain alat.  Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif  kualitatif  yang bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan mahasiswa program studi pendidikan biologi semester 2 tentang bagian dan fungsi mikroskop serta perawatannya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dasar tentang bagian dan fungsi mikroskop mahasiswa program studi pendidikan biologi dalam kategori baik sebesar 57%, 38% pada kategori cukup, dan 4% pada kategori kurang. Sedangkan untuk pengetahuan dasar tentang perawatan mikroskop pada kategori baik sebesar 68%, 23%, pada kategori cukup,dan 9% kategori kurang. Dari hasil penelitian isimpulkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa tentang bagian dan fungsi mikroskop pada kategori baik dengan rataan 83.72, dan pengetahuan tentang perawatan mikroskop juga pada kategori baik dengan rataan 80,95.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI TENTANG BAGIAN DAN FUNGSI MIKROSKOP SERTA PERAWATANNYA Mardani, Rukmiati; Papuangan, Nurmaya; Yusuf, Yusmar
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i1.8026

Abstract

Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang berukuran sangat kecil (mikroskopis). Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang organism yang berukuran kecil. Pengenalan laboratorium sangat penting dilakukan agar mahasiswa mengetahui cara-cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar, sehingga dapat menimalisisr kesalahan prosedur  pemakain alat.  Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif  kualitatif  yang bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan mahasiswa program studi pendidikan biologi semester 2 tentang bagian dan fungsi mikroskop serta perawatannya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dasar tentang bagian dan fungsi mikroskop mahasiswa program studi pendidikan biologi dalam kategori baik sebesar 57%, 38% pada kategori cukup, dan 4% pada kategori kurang. Sedangkan untuk pengetahuan dasar tentang perawatan mikroskop pada kategori baik sebesar 68%, 23%, pada kategori cukup,dan 9% kategori kurang. Dari hasil penelitian isimpulkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa tentang bagian dan fungsi mikroskop pada kategori baik dengan rataan 83.72, dan pengetahuan tentang perawatan mikroskop juga pada kategori baik dengan rataan 80,95.