Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Kegiatan Tabligh di Kalangan Penyandang Disabilitas Tunarunungu Wicara Nizam Nizam Mahlufi; Siti Sumijaty; Mukhlis Aliyudin
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.054 KB) | DOI: 10.15575/tabligh.v4i2.820

Abstract

Di Jama’ah Tabligh Al-Latifah Buah Batu terdapat penyandang disabilitas tunarungu wicara. Para mubaligh disana menggunakan cara khusus untuk menyampaikan materi tablighnya kepada penyandang disabilitas dengan menggunakan Bahasa Isyarat dengan pendekatan Komunikasi Total. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses tabligh terhadap penyandang tunarungu wicara, materi tabligh yang disampakan terhadap penyandang tunarungu dan metode yang dilakukan dalam penyampaian materi tabligh terhadap penyandang tunarungu wicara di Jama’ah Tabligh Al-Latifah Buah Batu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dekriptif dengan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan, menganalisis data yang menggambarkan situasi kedaan dan hasil temuan lapangan yang bersifat non-hipotesis, selanjutnya mendeskripsikan apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan ditanyakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan tabligh pada proses pelakasanaanya menemukan berbagai macam hambatan, Hambatan-hambatan tersebut adalah: (a) Perbedaan Kemampuan dalam Berbahasa Isyarat, (b) Hambatan lainya. Oleh karena itu ada upaya dalam mengatasi hambatan-hambatan, guna mengoptimalkan peyampaian materi menjadi lebih baik lagi : Mempedalam Bahasa Isyarat Komunikasi Total, (b) Pendekatan Secara Psikologis Kata kunci : Tabligh; Tunarungu Wicara; Komunikasi Total. In Jama'ah Tabligh Al-Latifah Buah Batu there are persons with hearing impairments. The preachers there use a special method to convey their material to persons with disabilities using Sign Language using the Total Communication approach. The purpose of this study is to find out how the tabligh process of deaf people is speaking, what material is tabligh delivered to deaf people and how the method is carried out in delivering tabligh material to deaf people in Jama'ah Tabligh Al-Latifah Buah Batu. This research uses descriptive research method with a qualitative approach by collecting, analyzing data describing the situation of the situation and the results of non-hypothesis field findings, then describing what is seen, heard, felt, and asked. The results of this study indicate that tabligh activities in the implementation process find a variety of obstacles, these obstacles are: (a) Differences in Sign Language Ability, (b) Other obstacles. Therefore there are efforts in overcoming obstacles, in order to optimize the delivery of material to be even better: Deepening the Total Communication Sign Language, (b) Psychological Approach. Keywords : Tabligh; Deaf speech; Total Communication.
Respon Masyarakat terhada Pengajian Hari Selasa Riri Indriantini; Mukhlis Aliyudin; Rohmanur Aziz
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 3 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.522 KB) | DOI: 10.15575/tabligh.v4i3.1018

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui respon masyarakat terhadap pengajian yang di adakan di Masjid Nurul Huda setiap hari Selasa, ada beberapa masalah yang teridentifikasi dari fenomena pengajian Selasa di Masjid Nurul Huda Desa Lengkong. Pertama, bagaimana respon masyarakat terhadap pengajian rutin hari Selasa di masjid Nurul Huda. Kedua, Ibu-ibu yang mengikuti pengajian kurang memperhatikan da’i dikarenakan sibuk mengobrol saat pengajian berlangsung. Adapun yang ketiga, Ibu-ibu yang mengikuti pengajian tidak mempraktekkan dikehidupan sehari-hari. Metode deskriptif yaitu metode yang digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang aktual dengan cara mengumpulkan data kemudian mengklasifikasikan.Teknik pengumpulan data dengan cara pertama observasi, yaitu mengamati objek secara langsung, kedua wawancara, ketiga angket yaitu alat pengumpulan data dalam bentuk pernyataan-pernyataan.Dengan adanya pengajian di Desa Lengkong Masjid Nurul Huda rt02 rw07 masyarakat merespon dengan baik, adapun hasil persentase dari komunikan yang pertama perhatian masyarakat 50%, yang kedua pengertian 100%, dan yang ketiga penerimaan 80%. There are several problems identified from the phenomenon of Tuesday recitation at the Mosque of Nurul Huda in Lengkong Village. First, what is the response towards the community of Tuesday recitation at Mosque of Nurul Huda. Second, mothers following recitation less attention speaker due to chatting during recitation progress. Then the third, the mothers are following the recitation not practice in everyday life.The Object of this research is to know the response of the community towards recitation held at Mosque of Nurul Huda every Tuesday. Descriptive method is a method used to solve actual problems by collecting data and then classify. Technique of collecting data with observation, that is observing object directly, interview, questionnaire that is instrument of data collecting in form of statements. The result of recitation in Lengkong village at Mosque of Nurul Huda neighborhood ward 02 / 07 is the community responded good. The result of percentage is the first communicant attention 50%, the second understanding 100%, and the third acceptance 80%.
Kredibilitas Da’i Dengan Keseriusan Jama’ah Dalam Menyimak Ceramah Siti Barokah; Mukhlis Aliyudin; Agus Ahmad Sulthonie
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 3 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.512 KB) | DOI: 10.15575/tabligh.v4i3.1036

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui uraian tentang tiga indikator kredibilitas da’i di Masjid Al-A’raaf. presfektif kredibilitas da’i yaitu Etos, Patos dan Logos. Tujuan selanjutnya adalah untuk mengetahui hubungan kredibilitas da’i dengan keseriusan jama’ah dalam menyimak ceramah. Penelitian ini di latar belakangi oleh jama’ah yang tidak serius dalam menyimak ceramah. Berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan yaitu ketidakseriusan jama’ah dalam menyimak ceramah yaitu mengantuk hingga tertidur. Penelitian ini dapat mengungkapkan latarbelakang terjadinya masalah tersebut berdasarkan prespektif ilmu kredibilitas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyebaran angket kepada jama’ah dan mengumpulkan dokumentasi data yang diperlukan untuk menunjang validitas penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa keseriusan jama’ah dalam menyimak ceramah mayoritas dipengaruhi oleh retorika da’i. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tafsir logika yang dihubungkan dengan konteks Dakwah Komunikasi Penyiaran Islam. Dari hasil analisis data menunjukan bahwa da’i masjid Al-A’raf memenuhi ketiga indikator kredibilitas, yang menunjukan bahwa mayoritas da’i memiliki Ethos yaitu keahlian relevansi materi sesuai perkembangan zaman, Patos yaitu da’i selalu meninjau emosi dan karakter jama’ah, dan loghos yaitu da’i memiliki argumentasi yang kuat. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa kredibilitas da’i di Masjid Al-A’raaf sangat baik. Kata Kunci : Kredibilitas; Keseriusan Ceramah; Jama’ah ABSTRACT This research was backgrounded by Jamaah who was not serious in listening to lectures. Based on the facts that took place in the field, they were not serious about listening to the lecture, namely drowsiness to sleep. This research can reveal the background of the occurrence of these problems based on credibility perspective. The purpose of this study is to find out a description of three indicators of credibility in the Al-A'afaf Mosque. the perspective of credibility is Ethos, Patos and Logos. The next objective is to find out the relationship between credibility and the seriousness of the congregation in listening to lectures. This study uses quantitative methods using descriptive methods, data collection techniques used in this study are questionnaires to Jamaahah and collect documentation of data needed to support the validity of this study. The results of this study indicate that the seriousness of the congregation in listening to the lectures of the majority is influenced by the rhetoric of da'i. Analysis of the data used in this study is a logical interpretation that is related to the context of Islamic Broadcasting Communication Da'wah. From the results of data analysis shows that the preacher of Al-A'raf mosque fulfills all three indicators of credibility, which shows that the majority of preachers have Ethos, namely the relevance of material expertise in accordance with the times, Patos namely the preacher always reviews the emotions and character of the congregation , and loghos namely preachers have strong arguments. The conclusion of this study shows that the credibility of da'i at Al-A'afaf Mosque is very good. Keyword: Credibility; the seriousness of lecture; pilgrims
Musik sebagai Media Dakwah Tanty Sri Wulandari; Mukhlis Aliyudin; Ratna Dewi
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 4 (2019): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.777 KB) | DOI: 10.15575/tabligh.v4i4.1089

Abstract

ABSTRACK This paper aims to find out how Muhammadiyah views on music, how the preaching massages contained in the song Sabyan Gambus an how the Muhammadiyah Autonomous Organization’s “IMM” views about Islamic-themed songs from Sabyan Gambus. The research method uses descriptive qualitative approach, the descriptive method explains in detail the fact obtained from the field about the view of “IMM” about music in general, specifically about music as a propaganda media. The result showed that Muhammadiayah’s view of music is permissible depending on how it is used as the music media that is allowed to preach. In the Sabyan Gambus song, there is a 25% massage in the song entitled Ya Maulana, a 50% Ahlak massage in a song called El Oum and Syukronlillah an a Sharia massage a much as 25% in a song called Allahumalabaikh. Muhammadiyah’s views especially IMM toward Sabyan Gambus mostly agreed on the way preached through music media, not only as entertainment but also as preaching activities. Keywords: Music, Da’wah Media, Muhammadiyah’s views, Muhammadiyah’s “IMM” Autonomuos Organization ABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan Muhammadiyah terhadap music, bagaimana pesan dakwah yang terkandung dalam lagu Sabyan Gambus dan bagaimana pandangan Organisasi Otonom Muhammadiyah “IMM” mengenai lagu-lagu bertema Islam dari Sabyan Gambus. Metode penelitian menggunakan metode pendekatan deskriptif bersifat kualitatif, Dalam metode deskriptif menjelaskan dengan mendetail fakta yang didapat dari lapangan tentang pandangan dari “IMM” mengenai music secara umum, khususnya tentang music sebagai media dakwah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pandagan Muhammadiyah terhadap music adalah hal yang diperbolehkan tergantung bagaimana penggunaannya begitupun dengan media music yang diperbolehkan untuk berdakwah. Dalam lagu Sabyan Gambus terdapat pesan Akidah sebanyak 25% pada lagu yang berjudul Ya Maulana, pesan Ahlak sebanyak 50% pada lagu yang berjudul El Oum dan Syukronlillah serta pesan Syariah sebanyak 25% pada lagu yang berjudul Allahumalabaikh. Pandangan Muhammadiyah terutama IMM terhadap Sabyan Gambus kebanyakan menyetujui cara mereka berdakwah lewat media music, tidak sebagai hiburan semata tapi juga sebagai aktifitas berdakwah. Kata Kunci : Musik; Media Dakwah; Pandangan Muhammadiyah; Organisasi Otonom Muhammadiyah “IMM”
Vidgram Sebagai Sarana Media Dakwah Taqdirul Alim Yanis; Mukhlis Aliyudin; Asep Shodiqin
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 2 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v5i2.1302

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan vidgram sebagai sarana media dakwah yang mana didalamnya terdapat pula pembahasan mengenai materi dakwah, serta kriteria vidgram pada akun instagram pelangiislam. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif terhadap akun instagram pelangiislam. Hasil penelitian ditemukan bahwa akun instagram pelangiislam menggunakan fitur vidgram untuk menyampaikan pesan dakwah dengan jenis video berdurasi maksimal 60 detik, materi yang disampaikan dikategorikan terhadap 3 materi pembahasan, materi akidah, materi akhlak dan materi syari’ah serta kriteria vidgram sebagai sarana media dakwah pada akun instagram pelangiislam terdapat 5 poin, lemah lembut dalam menyampaikan, mempermudah tidak mempersulit, memberikan kesadaran, tidak provokatif dan memiliki pendasaran yang kuat. This paper aims to find out how to use vidgram as a means of da'wah media in which there is also a discussion on the material of da'wah, as well as the vidgram criteria on the Pelangiislam Instagram account. The method used is a descriptive research method of the Islamic rainbow account. The results of the study found that the Pelangiislam Instagram account uses the vidgram feature to deliver propaganda messages with a video type of a maximum duration of 60 seconds, the material delivered is categorized into 3 discussion material, aqidah material, moral material and shari'ah material and vidgram criteria as a means of propaganda media on the account rainbow Islamic instagram there are 6 points, gentle in conveying, making it easier not to complicate, giving awareness, not provocative and having a strong foundation.
Respon Mubaligh Banten terhadap Materi Dakwah Ustad Evie Effendi tentang Nabi Sesat Hanifah Fajriani; Mukhlis Aliyudin; Aang Ridwan
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 3 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v5i3.1936

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas Tabligh Ustadz Evie Effendi, apakah berpengaruh atau tidak terhadap mubaligh Banten, serta untuk mengetahui pemahaman dan sikap para mubaligh Banten terhadap ceramah Ustadz Evie Effendi tentang Nabi sesat. Metode penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif. Alasan menggunakan metode deskriptif ini adalah untuk menggali, mengungkapkan, dan menganalisis berbagai fenomena empirik pada masa penelitian berlangsung. Hasil penelitian yang telah diperoleh, yaitu responden memberikan respon dari segi perhatian, pemahaman, dan sikap. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa Organism dalam penelitian Mubaligh Banten tidak menerima stimulus yang disampaikan oleh Ustadz Evie Effendi. Respons dalam penelitian bahwa Mubaligh Banten menanggapinya dengan negatif dan merasa bahwa keilmuan Ustadz Evie Effendi tentang dakwah masih minim. Kata Kunci: Respon; Mubaligh; Dakwah. ABSTRACT This research have to determine the effectiveness of Tabligh Ustadz Evie Effendi, whether or not it influences the Banten missionary, and to find out the understanding and attitude of the Banten missionaries towards Estadz Evie Effendi's lecture about the heretical Prophet. This research method will use descriptive methods. The reason for using this descriptive method is to explore, express, and analyze various empirical phenomena during the research period. The results of the study that have been obtained, the respondent gave a response in terms of attention, understanding, and attitude. The results of this study found that Organisms in the Banten Mission Mission research did not receive the stimulus delivered by Ustadz Evie Effendi. The response in the study was that the Deputy Governor of Banten responded negatively and felt that Ustadz Evie Effendi's scholarship about preaching was still minimal. Keywords : Response; Mubaaligh; Da'wah.
Dinamika Dakwah di Tanah Perkabaran Injil Teluk Wondama Papua Barat Dinda Ahlul Latifah; Tjetjep Fachrudin; Mukhlis Aliyudin
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 3 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v1i3.2070

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dinamika dakwah yang terjadi di tanah perkabaran injil, Teluk Wondama,Papua Barat. Hal yang digali dalam penelitian ini adalah interaksi antarumat beragama, peran da’i serta media dakwah yang digunakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi fenomenologi. pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi partisiatif,wawancara,Focus Group Discussion dan studi dokumentasi.. Dalam penelitian ini ditemukan pola interaksi assosiatif dan disasosiatif antarumat beragama yakni muslim dan kristen yang mempengaruhi dinamika dakwah yang terjadi. Kondisi dakwah di Tanah Zending termasuk kedalam konteks Dakwah Antarbudaya sehingga peranan da’i dan media dakwah yang digunakan sangat berpengaruh bagi keberlangsungan dakwah dan stabilitas sosial dalam ruang lingkup masyarakat yang majemuk. This research exploring about dakwah activities and social relationship process among moslem and Christian communities in Teluk Wondama, West papua. Based on the history of Christian expansi in papua, Teluk Wondama is one of important land where zending comes and spread religion by empower local society. The impact of Zending has transformed and integrated into the social system in Wondama till now. This research will exlpore how interfaith interaction in the Zending land. How moslem communities survive, and how moslem intitution developt their dakwah activities. Descriptive and Kualitatif methods are applied by fenomenologi approach to indetificate social realitis based on the communities, moslem and christian. Theres 3 main result of this research first, social interaction berween Moslem and Christian that having two differences side, Assosiatif and Disasosiatif. Second, Da’i efforts in the dakwah activities has important impact to the interfaith conection. Third,moslem intitution has been developt dakwah medium to spread islam and accomodate moslem necessary.
Dinamika Dakwah Komunitas Sahabat Akhirat Fitria Nazilatullail; Mukhlis Aliyudin; Asep Shodiqin
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 4 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v5i4.2108

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui lebih jauh mengenai kegiatan dakwah komunitas Sahabat Akhirat di Kabupaten Purwakarta dilihat dari segi bentuk aktivitas dakwah, proses pelaksanaan dakwah dan materi dakwahnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan mendapatkan sumber data secara premier dan sekunder. Analisis data dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa komunitas Sahabat Akhirat menggunakan bentuk aktivitas dakwah yaitu tabligh, proses pelaksanaan dakwah dilakukan dengan tiga tahapan dakwah yaitu tahap pembentukan dan perkenalan, tahap penataan dakwah dan tahap kemandirian. Materi dakwah yang disampaikan oleh komunitas Sahabat Akhirat mengenai materi akidah, ibadah, akhlak dan untuk tetap selalu membiasakan membaca al-qur’an serta bersedekah. This paper is made with the aim of knowing more about the da'wah activities of the Sahabat Akhirat community in Purwakarta Regency in terms of the form of da'wah activities, the process of carrying out the da'wah and its da'wah materials. This research method uses a descriptive method involving premier and secondary data sources. Data analysis with qualitative analysis. The results of the study explained that the Sahabat Hereafter community uses a form of preaching activity, namely tabligh, the process of carrying out da'wah is carried out in three stages of preaching, namely the formation and introduction stage, the da'wah structuring stage and the independence stage. The da'wah material delivered by the Sahabat Hereafter community is about the material of faith, worship, morals and to always get used to reading al-quran and giving alms.
Dakwah dalam Pendekatan Konsep Ekologi Vina Fitriani; Mukhlis Aliyudin
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 1 (2021): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v6i1.2154

Abstract

ABSTRACT The purpose of this research is to find out what is the background of ecological preaching messages, ecological da'wah activities and to determine the meaning of ecological preaching. The research method used is descriptive qualitative with a phenomenological theory approach. The results obtained explain that the background of ath-thaariq's ecological preaching message, first is the existence of agrarian conflict, second is the green revolution, third is the lack of knowledge and understanding of the community about the environment. Ecological da'wah activities carried out through the concept of planting, maintaining and utilizing the environment. The meaning of ecological da'wah can be viewed in terms of the underlying motive and basic goals expected of the Ath-Thaariq Islamic boarding school in carrying out its da'wah activities through an ecological approach. Da'wah in this ecological approach is very accepted, both by Ath-Thaariq students and the surrounding community. Keywords: Da'wah; Ecology; Islamic Boarding School; ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa yang melatarbelakangi pesan dakwah ekologis, aktivitas dakwah ekologis serta untuk mengetahui makna dakwah ekologis. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori fenomenologi. Hasil penelitian yang diperoleh menjelaskan bahwa yang melatarbelakangi pesan dakwah ekologis ath-thaariq, pertama adanya konflik agraria, kedua adanya revolusi hijau, ketiga kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai lingkungan. Aktivitas dakwah ekologis yang dilakukan melalui konsep penanaman, pemeliharaan serta pemanfaatan lingkungan. Makna dakwah ekologis dapat ditinjau dari segi motive yang mendasari dan dasar tujuan yang diharapkan pesantren Ath-Thaariq dalam melakukan aktivitas dakwahnya melalui pendekatan ekologi. Dakwah dalam pendektan ekologi ini sangat diterima, baik itu oleh santri Ath-Thaariq maupun masyarakat sekitar. Kata Kunci : Dakwah; Ekologi; Pesantren;
Analisis Isi Pesan Dakwah dalam Novel Wedding Agreement Karya Mia Chuz Yani Siti Sakiyah; Mukhlis Aliyudin; Aang Ridwan
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 4 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah adalah proses penyebaran pesan dakwah (Ajaran Islam) dengan meninjau penerapan teknik, media. Sebagaimana menyebarkan pesan dakwah dalam novel wedding agreement. Hasil penelitian yang diperoleh dalam novel tersebut memiliki pesan pesan dakwah sehingga peneliti menggambil tiga masalah yaitu bagaimana pesan akidah, syari’ah, akhlak dalam novel wedding agreement. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis isi (content analisis) model Harold Lasswel. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitaif. analisis isi merupakan sebuah alat. Selain itu analisis isi digunakan untuk mendapatkan keterangan isi komunikasi dalam bentuk lambang (message). Penelitian tersebut digunakan untuk menempatkan novel sebagai media dakwah dengan menyampaikan isi pesan lewat tulisan kepada pembaca. Kata Kunci: Dakwah; Analisi isi; Novel Da'wah is the process of disseminating da'wah messages (Islamic teachings) by reviewing the application of techniques and media. Like spreading the message of da'wah in a novel wedding agreement. The research results obtained in the novel have a message of da'wah messages so that the researcher takes three problems, namely how the message of faith, syari'ah, morals in the novel wedding agreement. The method used in this research is content analysis model harold laswell. In this study using a qualitative method approach. Content analysis is a tool. In addition, content analysis is used to obtain information on the content of communication in the form of a message. This research is used to place the novel as a medium of da'wah by conveying the contents of the message through writing to the reader. Keywords : Da'wah, content analysis, Novel