Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengaruh Komposisi Kulit Durian Dan Kulit Pisang Terhadap Nilai Kalor Sebagai Briket Bioarang Erlinda Ningsih; Yustia Wulandari Mirzayanti2; Mochamad Agil Yogi Parama
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2017: PROSIDING SNTKK
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The wastes of durian and bananas peel are used as bio charcoal briquettes whis is the alternative of waste agriculture treatment. This technology can improve the economic value and be environmentally friendly. The aim of this study is to determine the particle size of mixture composition between bio charcoal briquettes, banana peel, and durian peel towards the calory of briquettes. The pyrolysis takes place on the temperature 3000C for 2.5 hours. Proximate analysis consist of water level test, the percentage of bio charcoal dust, and the calory of briquettes test. The result of this study can be concluded that the higher 5348.50 kkal/kg, was obtained by 80:10 of durian and banana peel ratio using 100 mesh of particle size. This results indicate that the higher composition of durian peel produces high the calory of briquettes and the lower particle size causes high the calory of briquettes.
Produksi Biodiesel dari Mikroalga Nannochloropsis sp. Menggunakan Metode Transesterifikasi dengan Bantuan Katalis Heterogen CaO/Hydrotalcite Azis Dwi Septianto; Saptio Aji; Yustia Wulandari Mirzayanti
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nannochloropsis sp. merupakan jenis mikroalga yang mempunyai ciri – ciri berwarna kehijauan, tidak berflagela, dan tidak motil. Sel Nannochloropsis sp. berbentuk bola (bulat kecil), berukuran 4-6 mikrometer, dan memiliki kandungan minyak yang tinggi dari massa tubuhnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh rasio molar dari minyak alga dan pelarut metanol terhadap yield crude biodiesel, dan juga pengaruh rasio molar dari minyak alga dan pelarut metanol terhadap kandungan asam lemak bebas dari yield crude biodiesel. Proses ekstraksi minyak alga Nannochloropsis sp. menggunakan metode maserasi dilakukan pada temperatur 700C selama 5 jam, selanjutnya dilakukan proses transesterifikasi pada temperatur 650C selama 8 jam. Variasi rasio molar perbandingan antara minyak alga Nannochloropsis sp : jumlah pelarut metanol yang digunakan yaitu 1:5; 1:15; 1:25 mL/mL, kemudian penambahan jumlah katalis adalah 5% dari minyak alga Nannochloropsis sp. Konversi yield crude biodiesel tertinggi yang dihasilkan adalah 40,32% pada rasio molar 1:15. Dan juga, FFA terendah yang didapatkan adalah 0,2789 mg NaOH/gr pada rasio molar 1:25. Semakin besar penambahan rasio molar, maka kadar FFA yang dihasilkan semakin turun.
PENGEMBANGAN UKM BERBAHAN DASAR KULIT UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN Syamsuri Syamsuri; Wiwik Widyo Widjajanti; Evi Yuliawati; Yustia Wulandari Mirzayanti
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit Kecil Menengah (UKM) Mitra adalah UKM yang memiliki produk utama berupa dompet dengan bahan baku baik kulit maupun imitasi. Selain dompet, terdapat produk tas, gantungan kunci, jaket dan sabuk. UKM mitra yang terlibat dalam kerjasama ini  ada 2, yaitu : Lufas Gallery dan Rafi Jaya Collection. Kedua UKM memiliki permasalahan-permasalahan yang hampir sama yakni: proses pengerjaan yang masih konvensional yaitu sebagian besar proses dilakukan secara manual mengandalkan ketrampilan para pekerja, hal tersebut menjadi penghambat Mitra untuk dapat mengembangkan usahanya. Akses menuju pemasaran ekspor cenderung agak sulit sehingga pengiriman untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Luar Negeri menjadi terhambat. Minimnya pendidikan dan kemampuan pekerja juga menjadi kendala serius bagi Mitra. Melihat permasalahan yang dialami oleh Mitra, maka Tim Pelaksana IbPE Pengusaha Produk Kerajian Kulit bertujuan untuk meningkatkan produktivitas Mitra agar berpotensi ekspor lebih tinggi serta untuk dapat menciptakan kemandirian Mitra dan meningkatkan daya saing pada industri sejenis.  Dari hasil pengamatan di lapangan dan wawancara langsung dengan Mitra, terdapat empat aspek yang menjadi fokus pada program IbPE ini yaitu produk, produksi, pemasaran dan proses.  Pelaksanaan program IbPE diharapkan dapat membantu Mitra dalam meningkatkan dan mengembangkan usaha baik secara kualitas maupun kuantitas agar dapat meningkatkan pemenuhan permintaan dari konsumen serta memperkenalkan usaha kerajinan berbahan dasar kulit kepada masyarakat mancanegara. Sehingga tujuan untuk membantu meningkatkan pemasaran produk ekspor terpenuhi.
KONVERSI PALM FATTY ACID DISTILLATE (PFAD) MENJADI BIODIESEL MENGGUNAKAN KATALIS p-TSA Yustia Wulandari Mirzayanti; Kartika Udyani; Adji Moch. Parikesit; Vivi Dwi Utamy
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menipisnya persediaan bahan bakar petroleum diperlukan bahan bakar pengganti yang bersifat terbaharui. Biodiesel merupakan salah satu upaya diversifikasi energi yang dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap suplai minyak bumi. Biodiesel diproduksi melalui reaksi transesterifikasi trigliserida atau melalui reaksi esterifikasi asam lemak dengan metanol dan katalis. Harga biodiesel saat ini masih relatif tinggi karena harga bahan baku yang cukup tinggi. Dalam memproduksi biodiesel yang kompetitif diperlukan bahan baku yang harganya murah dan pemakaiannya tidak bersaing dengan kebutuhan pokok manusia. Pada penelitian kali ini, digunakan bahan baku PFAD (Palm Fatty Acid Distillate) dengan katalis PTSA (p-Toluen Sulfonic Acid). Variabel yang dipelajari meliputi pengaruh perbandingan rasio molar antara PFAD dan metanol sebesar 1:3 – 1:7 dan persen berat katalis (0,9 % - 4,8 %) terhadap yield biodiesel yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan baku PFAD dengan variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap yield biodiesel yang dihasilkan. Pada kondisi perbandingan rasio molar 1 : 7 dan berat katalis 4,8%, didapatkan yield biodiesel tertinggi sebesar 35,088%.
Pembuatan Biodiesel Dari Mikroalga Nannochloropsis sp. Menggunakan Metode Transesterifikasi Insitu dengan Katalis SO42-/TiO2 Ade Julrohiniar; Sukma Putri Ayuni; Yustia Wulandari Mirzayanti
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.204 KB)

Abstract

Mikroalga adalah salah satu bahan baku biomassa yang telah ditemukan dan dikembangkan untuk produksi biodiesel karena mengandung lipid yang tinggi, mitigasi emisi CO2 dan laju pertumbuhan yang cepat. Sehingga pada generasi ke empat, terdapat peluang yang besar dari mikroalga sebagai bahan baku dalam memproduksi bahan bakar minyak. Mikroalga Nannochloropsis sp adalah jenis mikroalga yang memiliki kandungan lipid hingga 68%. Proses pembuatan biodiesel dari mikroalga Nannochloropsis sp ini menggunakan metode transesterifikasi insitu dengan bantuan katalis padat SO42-/TiO2 yang dibuat secara impregnasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio mol mikroalga : metanol sebesar 1:12 dengan variasi konsentrasi katalis padat SO42-/TiO2 sebanyak 2%, 4%, 6%, 8%, 10% (%berat dari massa mikroalga) terhadap yield crude dan kandungan FFA dari minyak yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kadar yield crude biodiesel tertinggi sebesar 5,46% dan kandungan FFA sebesar 0,398 mg NaOH/gram pada konsentrasi katalis 6%.
Pembuatan Biodiesel Mikroalga Nannochloropsis Sp. Menggunakan Metode In-Situ Transesterification Microwave-Assisted Dengan Katalis Sodium Hidroksida Adelia Hanifah Mutiara Retya; Adhea Sefti Nur Cahyani; Yustia Wulandari Mirzayanti
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.299 KB)

Abstract

Mikroalga menjadi alternatif bahan utama biodiesel karena memiliki kandungan minyak yang cukup tinggi dan mudah untuk dibudidayakan. Mikroalga yang digunakan pada penelitian ini yaitu Nannochloropsis sp. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari variasi waktu reaksi terhadap yield crude dan Free Fatty Acid (FFA) serta densitas biodiesel yang terbentuk. Metode yang digunakan yaitu Metode In-Situ Transesterification Microwave-Assisted yang memiliki tahapan berupa proses ektraksi dan transesterifikasi dilakukan secara bersamaan, kemudian dilanjutkan dengan proses destilasi (pemurnian). Bahan-bahan yang digunakan antara lain mikroalga, n-heksana, metanol, dan sodium hidroksida sebagai katalis. Alat yang digunakan adalah microwave dan set destilasi. Variabel pada penelitian ini adalah konsentrasi katalis 0.2 M, rasio molar mikroalga : metanol yaitu 1:10, serta waktu reaksi yaitu 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Berdasarkan penelitian didapatkan yield crude biodiesel tertinggi sebesar 71,7% pada variasi waktu 5 menit, FFA terendah yaitu 0,009 mgNaOH/g pada variasi waktu 10 menit serta densitas yang memenuhi standar biodiesel berdasarkan SNI 7182-2015 yaitu sebesar 0,88 gr/mL pada variasi waktu 10 menit. 
Kegiatan Corporate Social Responsibility Melalui Pemberian Alat Pelindung Diri (APD) dalam Upaya Pencegahan Corona di Tegalsari Sidoarjo Yustia Wulandari Mirzayanti; Erlinda Ningsih Ningsih; Agus Budianto Budianto; Mohammad Wafi Wafi; Aista Pudji Witari; Nashih Zuhair Dwi Santoso
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.325 KB) | DOI: 10.33366/japi.v6i1.2393

Abstract

Di Indonesia, virus corona menyebar dari Timur ke Barat. Keterlambatan penanganan pencegahan, sosialisasi, dan ketersediaan alat pelindung diri kepada masyarakat menjadi salah satu penyebab percepatan penyebaran virus corona. Distribusi terbanyak di kotabesar dengan tingkat mobilitas tinggi dan wilayah padat penduduk, seperti Surabaya. Salah satu langkah awal pencegahan adalah dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker atau pelindung wajah. Dusun Tegalsari merupakan dusun pinggiran Kabupaten Sidoarjo yang termasuk sulit dijangkau. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona kepada warga di Tegalsari. Kegiatan ini terdiri dari tiga tahap yaitu survei, pengadaan alat pelindung diri secara langsung, dan penyuluhan kesehatan. Survei dilakukan berdasarkan koordinasi dengan kepala dusun. Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan memberi edukasi kesehatan kepada masyarakat setempat. Selanjutnya, pembagian alat pelindung diri secara langsung diberikan kepada ketua rukun tetangga secara kolektif untuk masyarakat desa tegalsari. APD berupa masker diberikan kepada 145 kepala keluarga di Desa Tegalsari. Kegiatan pengabdian yang dilakukan berupa edukasi kesehatan masyarakat sekitar dalam penerapan pola hidup bersih dan sehat, salah satunya adalah langkah-langkah mencuci tangan yang benar dan pentingnya menggunakan APD minimal masker ketika beraktifitas di luar rumah. Selain itu, menempelkan stiker pencegahan corona dan pengadaan tempat cuci tangan yang diletakkan di tempat-tempat strategis.
KONVERSI MINYAK BIJI KAPUK MENJADI BIODIESEL MENGGUNAKAN KATALIS CaO/HTC Yustia Wulandari Mirzayanti; Kartika Udyani; Rizky Cahyaningsih; M. Puguh Tri Darmawan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v13i2.1045

Abstract

This research focuses on producing biodiesel through the transesterification process of Ceiba pentandra triglyceride acid using a CaO/Hydrotalcite (CaO/HTC) catalyst. This study aimed to determine the effect of adding catalyst mass, the mole ratio of oil: methanol to biodiesel yield, and knowing the FAME content of biodiesel yield and the highest impact of adding catalyst mass and the ratio kapok seed oil to FFA conversion results. Kapok seed oil was transesterified for 2 hours at a temperature of 65°C. The molar ratio of oil and methanol used is 1:5, 1:10, 1:15, 1:20, and 1:25 (%wt). The catalyst used is CaO/HTC, with 3.0977 grams of CaO and 30.9023 grams of hydrotalcite. The best results for biodiesel yield at the ratio of the oil: methanol molar ratio of 1:15 with a catalyst mass of 1.5% wt, which is 66%, while the best % conversion of FFA is in the ratio of oil: methanol molar ratio of 1:25 with a catalyst mass of 1.5%wt which is 90.674%. FAME content of the yield The highest biodiesel contains C15-C26 carbon chains and is dominated by Linoleic Acid Methyl Ester compounds.
Edukasi dan Pendampingan Pengolahan Limbah Rumah Tangga untuk Meningkatkan Keterampilan Sumber Daya Masyarakat di Kampung Edukasi Sampah, Sekardangan, Kec. Sidoarjo, Kab. Sidoarjo Yustia Wulandari Mirzayanti; Wiwik Widyo Widjajanti; Evi Yuliawati; Syamsuri Syamsuri; Heri Irawan
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2022.v6i2.3595

Abstract

Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk membantu mitra dalam upaya peningkatan pelayanan fasilitas masyarakat dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) pada mitra. Kegiatan ini dilakukan oleh Tim Pengabdian pada Program Kemitraan Masyarakat dengan judul Edukasi dan Pendampingan Pengolahan Limbah Rumah Tangga untuk Meningkatkan Keterampilan Sumber Daya Masyarakat di Kampung Edukasi Sampah, Sekardangan, Kec. Sidoarjo, Kab. Sidoarjo. Lokasi mitra berjarak sekitar 30 km dari Kampus Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar kurang lebih satu jam dari Kampus ITATS. Permasalahan prioritas mitra adalah: (1) peningkatan fasilitas pelayanan pada pengolahan air limbah rumah tangga, (2) peningkatan fasilitas pelayanan pada pengolahan sampah plastik, (3) perluasan jangkauan jaringan perpustakaan digital, dan (4) peningkatan keterampilan pada SDM mitra. Solusi yang diberikan oleh Tim Pengusul kepada mitra adalah: (1) memberikan teknologi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) rumah tangga, (2) memberikan teknologi pengolahan daur ulang limbah atau sampah plastik, (3) memberikan teknologi perluasan jangkauan jaringan untuk menambah fasilitas perpustakaan digital, dan (4) memberikan pelatihan serta pendampingan terkait pengolahan air limbah rumah tangga, pengolahan sampah plastik, dan pelatihan serta pendampingan dalam upaya meningkatkan keterampilan SDM mitra terkait pengolahan air limbah rumah tangga untuk efisiensi penggunaan air, pengolahan daur ulang sampah plastik, perluasan jangkauan jaringan, dan pemilihan saluran internet yang sesuai dengan usia anak-anak yang mendukung perpustakaan digital. Program PKM ini dapat meningkatkan fasilitas pelayanan bagi masyarakat mitra yang dulunya belum ada.
Feasibility test of Phosphogypsum on the Portland Cement Properties Damai Suhendri; Muhammad Subhan; Risky Fawardi Yuliarta; Saiful Arif; Yustia Wulandari Mirzayanti
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phosphogypsum Merupakan Produk samping proses pembuatan asam fosfat, biasanya digunakan sebagai pupuk tambahan pengolahan tanah. Alternatifnya, pembuangan bahan ini dalam bentuk TPA membutuhkan lahan yang luas dengan resiko bahaya terhadap lingkungan. Karena itu, bahan tersebut telah mencoba untuk digabungkan dalam pembuatan semen mengingat penggunaannya yang berkelanjutan. Phosphogypsum  dapat digunakan sebagai pengganti gipsum alami dalam produksi semen Portland untuk mengontrol laju reaksi hidrasi semen.  Phosphogypsum mentah dikumpulkan dari industri pupuk lokal. Sifat phosphogypsum dievaluasi dan kemudian efek penambahan berbagai tingkat Phosphogypsum (2, 5, 10 dan 15 persen berat semen) dengan klinker semen Portland diselidiki. Bahan mentah diperlakukan untuk menghilangkan air tambahan dan kotoran dengan mencuci, mengeringkan udara dan mengeringkan oven. Baik bahan yang diolah maupun yang tidak diolah digunakan dalam pekerjaan eksperimental. Pengaturan waktu, aliran, dan perilaku kekuatan tekan dari sampel pasta, mortar, dan beton yang disiapkan dievaluasi untuk menemukan persentase Phosphogypsum yang efektif untuk digunakan dalam pembuatan semen Portland. Dengan mengevaluasi sifat pasta semen, mortar dan beton disimpulkan bahwa penambahan Phosphogypsum 5-10% dalam klinker semen memberikan hasil baik. Disamping Itu penggunaan phospo gypsum sebagai bahan pengganti gypsum alami juga dapat memberikan keuntungan bagi industri. Dikarenakan dengan Persen Penggunaan yang sama namun harga yang jauh lebih murah dapat menghemat biaya produksi.Kata kunci:  produk sampingan, phosphogypsum, semen Portland